- Beranda
- Stories from the Heart
Pencarian Arti Ikhlas dengan Merantau
...
TS
ipbaik
Pencarian Arti Ikhlas dengan Merantau
Quote:
Spoiler for Rules:
PROLOG
Malam ini, gua sedang sibuk mengurus perlengkapan untuk kuliah pertama besok. Palingan cuman bawa alat tulis kertas doang. Lalu denger ceramah dosen yang sangat seru. Kok seru? Soalnya kalau dibilang bosan mah mainstream. Tapi sebelum itu kita balik dulu buat intro yak.
Perkenalkan gua Alga. Gua anak perantauan yang akhirnya dapet kesempatan merantau di pulau jawa. Oh ya, gua sendiri berasal dari salah satu kota di daerah Sumatera Barat. Gua anak kedua, dari seorang ayah yang berprofesi sebagai guru dan seorang ibu yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Daerah target rantauan gua saat itu adalah kampus pertanian yang terkenal di daerah bogor. Pasti tau lah kampus mana. Trus kenapa gua pengen merantau? Karena gua pernah dengar “laki-laki minang belum pantas disebut pria kalau belum mencoba yang namanya merantau.” Entah gua denger pepatah dari mana, tapi bagi laki-laki di minang merantau punya gengsi tersendiri yang menandakan seseorang sudah bisa disebut dewasa, khususnya pula untuk laki-laki.
Nantinya gua bakal ceritain suka duka, seneng sengsara zaman perkuliahan gua semenjak berangkat dan sampai berakhir sesuai keinginan aja.
Sebelum itu gua punya spoiler :
Spoiler for Spoiler Keras:
Spoiler for Index:
Spoiler for Tips Sudut Pandang Penulisan:
Diubah oleh ipbaik 16-09-2018 19:15
anasabila memberi reputasi
1
14.5K
86
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
ipbaik
#70
11. Asrama Putri
Berhubung sudut pandang sebelah nyeritain tentang asramanya, aku juga ga mau kalah deh. Aku mau ceritain sedikit asrama yang bakal dihuni untuk setahun kedepan. Kejadian ini terjadi beberapa hari setelah acara MPKMB kelar. Di malam itu aku dan teman-teman kamarku Kiki dan Sari masih terjaga hingga pukul 23.00 wib. Oh ya, anggota di kamarku cuman terisi dengan 3 orang termasuk diriku. Seharusnya sih sudah cukup 4 orang, namun satu orang terakhir dikabarkan mengundurkan diri dari kampus ini. Seperti itulah kabar yang aku dengar dari kakak SR ku.
Kamarku kebagian lorong kecil yaitu lorong dengan urutan 6 yang terdiri dari 7 atau 8 kamarlah (udah lupa juga hehehe). Kamar ini termasuk lantai atas sehingga aku beruntung kebagian udara lebih segar dan juga tidak mudah terlihat oleh orang-orang yang berlalu lalang diluar sana.
Supaya lebih memahami cerita biar aku kenalkan teman-teman kamarku ini. Pertama ada yang namanya Kiki berasal dari Bekasi. Jurusan yang ia dalami denganku hampir sama yaitu kedokteran. Pertanian kok ada kedokteran sih? Ada dong, malah bermacam-macam. Untuk Kiki mendalami ke tanaman sedangkan aku sendiri lebih ke hewan. Jadi tau kan jurusanku dan jurusan Kiki apaan?
Sedangkan teman kamarku satu lagi adalah Sari. Anak perantauan dari daerah jawa, lebih tepatnya Jogja. Pas aku tanyain kenapa ga kuliah disana aja padahal banyak kampus keren yang ga kalah dari kampus di Bogor ini. Namun ia dengan percaya diri menjawab “cewek juga bisa merantau dan mandiri meskipun jauh dari keluarga”. Sari ini pemikirannya lebih dewasa dari kami, ia sendiri mendalami jurusan ekonomi. Baru itu aja sih yang aku tangkap dari pertukaran pemikiran kami.
Kami masih iseng untuk bermain kartu uno yang sebelumnya sudah dibawa oleh Kiki. Aku kalah 3x, Kiki kalah 1x dan Sari belum pernah kalah. Antara keberuntungan mereka yang tinggi dan cara main mereka yang jago atau akunya aja yang ga bisa main. Hehehe..
Kiki sepertinya tidak berani untuk ke kamar mandi sendirian. Bisa kumaklumi karena sekarang sudah malam dan anak-anak asrama tinggal beberapa lagi yang berkeliaran di lorong. Aku sendiri juga sudah pernah mendengar desas-desus akan keangkeran dari asrama-asrama yang ada disini. Ya pastilah ada, gedung seluas ini dengan ujung-ujung lorong yang kurang pencahayaan dan kadang gelap.
Entahlah, hawa-hawa yang negatif sangat terasa disini. Sangat, sangat, sangat tidak menyenangkan. Terganggu bangetlah pokoknya (namanya juga kamar mandi). Saat Kiki keluar dari kamar mandi, akupun baru menyadari bahwa di kamar mandi sebelahnya sedang tertutup. Tiba-tiba ada bunyi siraman air dari kamar mandi tersebut. Hantu? Bisa jadi. Tapi kan aku baru beberapa hari ada di asrama ini, masa langsung ngajak kenalan sih?
Tok.. Tok.. Tok..
Hening...
Tanpa jawaban..
Padahal kami jelas-jelas mendengar bunyi siraman air sebelumnya.
Reflek diriku ikut kabur setelah Kikir duluan cabut. Namun entah kenapa aku malah berbalik lagi kearah kamar mandi yang tertutup tadi.
Setelah berada di bagian lorong, aku baru menyadari bahwa lampunya sudah dimatikan. Sehingga hanya terlihat pencahayaan samar-samar yang tembus dari ventilasi tiap kamar. Kembali perasaan atau feeling kurang menyenangkan tiba-tiba hinggap kepada diriku. Aku yang masih berada di daerah gelap dari lorong ini merasakan akan ada bahaya yang datang entah darimana.
Tersisa 2 kamar lagi dari jarakku berdiri untuk mencapai kamar. Aku yang lengah akan keadaan tiba-tiba mulutku disekap oleh orang yang ga dikenal dari belakang. Cewek pastinya namun lebih tinggi dari aku.
Pikiranku mencoba untuk melakukan perlawanan dengan menjambak rambutnya. Namun tidak berhasil, ia masih mendekap tangannya dengan kuat ke mulut dan hidungku. Reflekku tiba-tiba keluar untuk mencakar tangannya dengan kuku ini. Karena kuku adalah salah satu benda tertajam yang dimiliki manusia secara alami.
Berhasil!?
Mungkin!!
Karena dekapannya mulai kendor. Namun tiba-tiba ia memegang kepalaku dan menghempaskannya ke dinding dengan keras.
Aku melemah, tangan perlawananku mulai terlepas, pandangan gelap dan akhirnya aku pun tidak sadarkan diri.
###
Berhubung sudut pandang sebelah nyeritain tentang asramanya, aku juga ga mau kalah deh. Aku mau ceritain sedikit asrama yang bakal dihuni untuk setahun kedepan. Kejadian ini terjadi beberapa hari setelah acara MPKMB kelar. Di malam itu aku dan teman-teman kamarku Kiki dan Sari masih terjaga hingga pukul 23.00 wib. Oh ya, anggota di kamarku cuman terisi dengan 3 orang termasuk diriku. Seharusnya sih sudah cukup 4 orang, namun satu orang terakhir dikabarkan mengundurkan diri dari kampus ini. Seperti itulah kabar yang aku dengar dari kakak SR ku.
Kamarku kebagian lorong kecil yaitu lorong dengan urutan 6 yang terdiri dari 7 atau 8 kamarlah (udah lupa juga hehehe). Kamar ini termasuk lantai atas sehingga aku beruntung kebagian udara lebih segar dan juga tidak mudah terlihat oleh orang-orang yang berlalu lalang diluar sana.
Supaya lebih memahami cerita biar aku kenalkan teman-teman kamarku ini. Pertama ada yang namanya Kiki berasal dari Bekasi. Jurusan yang ia dalami denganku hampir sama yaitu kedokteran. Pertanian kok ada kedokteran sih? Ada dong, malah bermacam-macam. Untuk Kiki mendalami ke tanaman sedangkan aku sendiri lebih ke hewan. Jadi tau kan jurusanku dan jurusan Kiki apaan?
Sedangkan teman kamarku satu lagi adalah Sari. Anak perantauan dari daerah jawa, lebih tepatnya Jogja. Pas aku tanyain kenapa ga kuliah disana aja padahal banyak kampus keren yang ga kalah dari kampus di Bogor ini. Namun ia dengan percaya diri menjawab “cewek juga bisa merantau dan mandiri meskipun jauh dari keluarga”. Sari ini pemikirannya lebih dewasa dari kami, ia sendiri mendalami jurusan ekonomi. Baru itu aja sih yang aku tangkap dari pertukaran pemikiran kami.
Kami masih iseng untuk bermain kartu uno yang sebelumnya sudah dibawa oleh Kiki. Aku kalah 3x, Kiki kalah 1x dan Sari belum pernah kalah. Antara keberuntungan mereka yang tinggi dan cara main mereka yang jago atau akunya aja yang ga bisa main. Hehehe..
Quote:
Kiki sepertinya tidak berani untuk ke kamar mandi sendirian. Bisa kumaklumi karena sekarang sudah malam dan anak-anak asrama tinggal beberapa lagi yang berkeliaran di lorong. Aku sendiri juga sudah pernah mendengar desas-desus akan keangkeran dari asrama-asrama yang ada disini. Ya pastilah ada, gedung seluas ini dengan ujung-ujung lorong yang kurang pencahayaan dan kadang gelap.
Quote:
Entahlah, hawa-hawa yang negatif sangat terasa disini. Sangat, sangat, sangat tidak menyenangkan. Terganggu bangetlah pokoknya (namanya juga kamar mandi). Saat Kiki keluar dari kamar mandi, akupun baru menyadari bahwa di kamar mandi sebelahnya sedang tertutup. Tiba-tiba ada bunyi siraman air dari kamar mandi tersebut. Hantu? Bisa jadi. Tapi kan aku baru beberapa hari ada di asrama ini, masa langsung ngajak kenalan sih?
Quote:
Tok.. Tok.. Tok..
Quote:
Hening...
Tanpa jawaban..
Padahal kami jelas-jelas mendengar bunyi siraman air sebelumnya.
Quote:
Reflek diriku ikut kabur setelah Kikir duluan cabut. Namun entah kenapa aku malah berbalik lagi kearah kamar mandi yang tertutup tadi.
Quote:
Setelah berada di bagian lorong, aku baru menyadari bahwa lampunya sudah dimatikan. Sehingga hanya terlihat pencahayaan samar-samar yang tembus dari ventilasi tiap kamar. Kembali perasaan atau feeling kurang menyenangkan tiba-tiba hinggap kepada diriku. Aku yang masih berada di daerah gelap dari lorong ini merasakan akan ada bahaya yang datang entah darimana.
Tersisa 2 kamar lagi dari jarakku berdiri untuk mencapai kamar. Aku yang lengah akan keadaan tiba-tiba mulutku disekap oleh orang yang ga dikenal dari belakang. Cewek pastinya namun lebih tinggi dari aku.
Quote:
Pikiranku mencoba untuk melakukan perlawanan dengan menjambak rambutnya. Namun tidak berhasil, ia masih mendekap tangannya dengan kuat ke mulut dan hidungku. Reflekku tiba-tiba keluar untuk mencakar tangannya dengan kuku ini. Karena kuku adalah salah satu benda tertajam yang dimiliki manusia secara alami.
Berhasil!?
Mungkin!!
Karena dekapannya mulai kendor. Namun tiba-tiba ia memegang kepalaku dan menghempaskannya ke dinding dengan keras.
Quote:
Aku melemah, tangan perlawananku mulai terlepas, pandangan gelap dan akhirnya aku pun tidak sadarkan diri.
###
Diubah oleh ipbaik 11-09-2018 22:22
0
