- Beranda
- Stories from the Heart
Tak disangka pernikahanku berakhir dalam hitungan jam karena ini..
...
TS
chaadom
Tak disangka pernikahanku berakhir dalam hitungan jam karena ini..
Berat sebenarnya ane menulis post ini bro sis.
Sampai saat ini kejadian itu kayak sebuah film, yang diulang dengan sangat lambat dan di play berulang ulang kali di ingatan ane.
Agan sista pernah jatuh dari motor atau kecelakaan gt gak? Pasti ngerasain ketika waktu tiba tiba berjalan lambaaaat banget, dan tiba tiba blas, udah kejadian aja. Nah ini yang ane rasain, masih shock kalau inget kejadian itu. Hari yang seharusnya menjadi hari terindah, terbahagia, yang dinanti nantikan, malah menjadi hari terburuk yang pernah terjadi.
Judulnya memang sesuai dengan cerita yang mau ane share ini, tapi memang bukan ane yang ngerasain, ini pengalaman dari orang terdekat ane, keluarga inti ane, seorang laki-laki, anggap aja namanya agil.
Kalau boleh jujur, ane dan keluarga ane adalah keluarga baik baik. Memang tidak ada gading yang tak retak, tapi sejauh ini, sebelum kejadian itu, belum pernah ada kejadian seklimaks ini. Jujur, ane kalau nonton di tv show kayak kar*a atau oh mam* oh pap* jujur ane ngerasa kayak nggak mungkin. Ngga mungkin ada manusia sekejam itu, ga mungkin ada suami atau istri separah itu, ga mungkin ada keluarga sekacau itu, ga mungkin ada orang secinta itu sama uang. Nah langsung aja mungkin ane cerita tentang kejadian saat itu, dimulai dari masa-masa pacaran si agil ini.
----------------------------------------------------------------------------------------
Agil ini adalah salah satu anggota keluarga inti ane, abang ane, salah satu orang yang paling baik yang ane dekat. Memang abang ane yang ini dari dulu ada aja masalahnya. Mulai dari sma yang bergeng, ditakutin, dan hampir tinggal kelas (biasalah masa puber), kuliah yang ga beres bertahun-tahun, sampai pindah kampus tapi tetep ga selese, sampai akhirnya semua tinggal penyesalan dan sampailah ia di umur tiga puluh tahunan dengan pekerjaan yang tidak tetap dan masih ikut orangtua (kalau nanti banyak peminatnya ane ceritain juga masa lalunya). Mungkin memang benar ada yang namanya karma, dulu agil ini sering melawan ortu ane, membuat mama ane menangis, namun kita tidak ada yang menyangka sampai hari pernikahannya pun mama ane masih juga dibuat menangis.
Dan berikut rentetan kejadian sampai tiba hari pernikahan si agil.
Setelah ini ane akan cerita dari sudut pandang dari sisi agil, tapi hanya sebatas yang ane ketahui karena ane berat bgt nanya abang ane si agil. Jadi kalau ditanya ini cerita siapa? ini cerita agil sepengetahuan saya, jadi bumbu2nya juga dari saya, dan semua dari sudut pandang saya. Jadi mungkin ada yg ditambahin atau dikurangin karena ga mungkin saya tau semua. Ane disini bukan untuk membela diri, atau membuka aib, meminta untuk dikasihani, tapi ane pengen curhat supaya duri yang mengganjal ini bisa terlepas, dan para pembaca bisa menjadi lebih baik daripada agil maupun ane.
Index:
1. chapter 1]
2. chapter 2
3. chapter 3
4. chapter 4
5. chapter 5
6. chapter 6
7. chapter 7
8. chapter 8
9. chapter 9
Sampai saat ini kejadian itu kayak sebuah film, yang diulang dengan sangat lambat dan di play berulang ulang kali di ingatan ane.
Agan sista pernah jatuh dari motor atau kecelakaan gt gak? Pasti ngerasain ketika waktu tiba tiba berjalan lambaaaat banget, dan tiba tiba blas, udah kejadian aja. Nah ini yang ane rasain, masih shock kalau inget kejadian itu. Hari yang seharusnya menjadi hari terindah, terbahagia, yang dinanti nantikan, malah menjadi hari terburuk yang pernah terjadi.
Judulnya memang sesuai dengan cerita yang mau ane share ini, tapi memang bukan ane yang ngerasain, ini pengalaman dari orang terdekat ane, keluarga inti ane, seorang laki-laki, anggap aja namanya agil.
Kalau boleh jujur, ane dan keluarga ane adalah keluarga baik baik. Memang tidak ada gading yang tak retak, tapi sejauh ini, sebelum kejadian itu, belum pernah ada kejadian seklimaks ini. Jujur, ane kalau nonton di tv show kayak kar*a atau oh mam* oh pap* jujur ane ngerasa kayak nggak mungkin. Ngga mungkin ada manusia sekejam itu, ga mungkin ada suami atau istri separah itu, ga mungkin ada keluarga sekacau itu, ga mungkin ada orang secinta itu sama uang. Nah langsung aja mungkin ane cerita tentang kejadian saat itu, dimulai dari masa-masa pacaran si agil ini.
----------------------------------------------------------------------------------------
Agil ini adalah salah satu anggota keluarga inti ane, abang ane, salah satu orang yang paling baik yang ane dekat. Memang abang ane yang ini dari dulu ada aja masalahnya. Mulai dari sma yang bergeng, ditakutin, dan hampir tinggal kelas (biasalah masa puber), kuliah yang ga beres bertahun-tahun, sampai pindah kampus tapi tetep ga selese, sampai akhirnya semua tinggal penyesalan dan sampailah ia di umur tiga puluh tahunan dengan pekerjaan yang tidak tetap dan masih ikut orangtua (kalau nanti banyak peminatnya ane ceritain juga masa lalunya). Mungkin memang benar ada yang namanya karma, dulu agil ini sering melawan ortu ane, membuat mama ane menangis, namun kita tidak ada yang menyangka sampai hari pernikahannya pun mama ane masih juga dibuat menangis.
Dan berikut rentetan kejadian sampai tiba hari pernikahan si agil.
Setelah ini ane akan cerita dari sudut pandang dari sisi agil, tapi hanya sebatas yang ane ketahui karena ane berat bgt nanya abang ane si agil. Jadi kalau ditanya ini cerita siapa? ini cerita agil sepengetahuan saya, jadi bumbu2nya juga dari saya, dan semua dari sudut pandang saya. Jadi mungkin ada yg ditambahin atau dikurangin karena ga mungkin saya tau semua. Ane disini bukan untuk membela diri, atau membuka aib, meminta untuk dikasihani, tapi ane pengen curhat supaya duri yang mengganjal ini bisa terlepas, dan para pembaca bisa menjadi lebih baik daripada agil maupun ane.
Index:
1. chapter 1]
2. chapter 2
3. chapter 3
4. chapter 4
5. chapter 5
6. chapter 6
7. chapter 7
8. chapter 8
9. chapter 9
Diubah oleh chaadom 07-11-2018 18:48
anasabila memberi reputasi
6
29.7K
141
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
chaadom
#57
Chapter 4 - pertemuan
Ceta.
Itulah namanya. Wanita dengan wajah oriental dengan badan yang kurus dan tinggi. Aku tertarik padanya sejak awal pertemuan kami.
Saat itu aku dikenalkan oleh sepupuku, yang kebetulan baru keluar dari bui karena suatu hal, dan kebetulan juga mengenal ayah dari Ceta ini di bui.
"Ayo bang, ikut gue, ada ultah dari anaknya temen sebui gw, biar ada temen gw disana."
Mau tak mau aku pun mengikutinya, dan itulah awal pertemuanku dengan my worst nightmare.
Sejujurnya aku gampang mendekati perempuan. Dengan modal mobil pemberian orangtua dan tangan yang tinggal terbuka dan uang diberikan orangtuaku, aku bisa bebas berpacaran. Toh perempuan sekarang kebanyakan hanya ingin enaknya saja, tidak tahu proses. Yang penting pas pacaran diantar jemput, adem naik mobil, makan nonton ditraktir, entah duit dari mana, jarang ditanyakan. Aku pun selalu mengeles bila ditanya pekerjaan. Aku akan selalu katakan 'ada saham' atau 'proyek' padahal aslinya aku sungguh terlontang lantung.
Pertemuanku dengannya membuahkan hasil, yangmana tiap hari aku melakukan pendekatan dan akhirnya ia berhasil menjadi pacarku. Saat itu Ceta masih menjalani kuliah D3nya.
Awal tahun aku berpacaran dengannya, aku merasa 'she is the one'. Aku suka bagaimana karakter dia dahulu, yang baik hati, rendah hati, dan bisa diajak kemana-mana. Saat itu dia begitu baik dan mendapatkan nilai plus dariku dan dari adik2ku. Aku memang mencari seseorang yang mirip dengan ibuku, yang pintar mengolah uang,hemat, dan sederhana. Aku merasa menemukannya dari sosok Ceta.
Tidak lupa aku juga membawanya ke teman2 dekatku, yang memang kami dekat dan suka nongkrong di salah satu kedai kopi di Jaksel, berkumpul hanya untuk main game bersama. Game lah yang mendekatkan kami. Teman2ku ini memang jauh lebih mapan kehidupannya dariku, dengan pekerjaan atau bisnis atau keturunan keluarga yang benar, namun kami dipersatukan karena suka bermain game online yang sama. Saat itu di Cafe tersebut geng kami lengkap, ada Andro, Toni, Kidiw, dan arvi. Saat itu juga andro dan kidiw membawa pacar mereka yang bernama sasa dan mochi.
Aku sangat senang saat melihat Ceta bisa bergaul dengan teman2ku dan pacar mereka, meskipun mereka hanya bisa geleng geleng melihat kami para lelaki hampir tiga puluhan bermain game online di hp. Dan pertemuan kami ini memang cukup sering kami lakukan, mungkin karena mumpung belum pada menikah.
Itulah namanya. Wanita dengan wajah oriental dengan badan yang kurus dan tinggi. Aku tertarik padanya sejak awal pertemuan kami.
Saat itu aku dikenalkan oleh sepupuku, yang kebetulan baru keluar dari bui karena suatu hal, dan kebetulan juga mengenal ayah dari Ceta ini di bui.
"Ayo bang, ikut gue, ada ultah dari anaknya temen sebui gw, biar ada temen gw disana."
Mau tak mau aku pun mengikutinya, dan itulah awal pertemuanku dengan my worst nightmare.
Sejujurnya aku gampang mendekati perempuan. Dengan modal mobil pemberian orangtua dan tangan yang tinggal terbuka dan uang diberikan orangtuaku, aku bisa bebas berpacaran. Toh perempuan sekarang kebanyakan hanya ingin enaknya saja, tidak tahu proses. Yang penting pas pacaran diantar jemput, adem naik mobil, makan nonton ditraktir, entah duit dari mana, jarang ditanyakan. Aku pun selalu mengeles bila ditanya pekerjaan. Aku akan selalu katakan 'ada saham' atau 'proyek' padahal aslinya aku sungguh terlontang lantung.
Pertemuanku dengannya membuahkan hasil, yangmana tiap hari aku melakukan pendekatan dan akhirnya ia berhasil menjadi pacarku. Saat itu Ceta masih menjalani kuliah D3nya.
Awal tahun aku berpacaran dengannya, aku merasa 'she is the one'. Aku suka bagaimana karakter dia dahulu, yang baik hati, rendah hati, dan bisa diajak kemana-mana. Saat itu dia begitu baik dan mendapatkan nilai plus dariku dan dari adik2ku. Aku memang mencari seseorang yang mirip dengan ibuku, yang pintar mengolah uang,hemat, dan sederhana. Aku merasa menemukannya dari sosok Ceta.
Tidak lupa aku juga membawanya ke teman2 dekatku, yang memang kami dekat dan suka nongkrong di salah satu kedai kopi di Jaksel, berkumpul hanya untuk main game bersama. Game lah yang mendekatkan kami. Teman2ku ini memang jauh lebih mapan kehidupannya dariku, dengan pekerjaan atau bisnis atau keturunan keluarga yang benar, namun kami dipersatukan karena suka bermain game online yang sama. Saat itu di Cafe tersebut geng kami lengkap, ada Andro, Toni, Kidiw, dan arvi. Saat itu juga andro dan kidiw membawa pacar mereka yang bernama sasa dan mochi.
Aku sangat senang saat melihat Ceta bisa bergaul dengan teman2ku dan pacar mereka, meskipun mereka hanya bisa geleng geleng melihat kami para lelaki hampir tiga puluhan bermain game online di hp. Dan pertemuan kami ini memang cukup sering kami lakukan, mungkin karena mumpung belum pada menikah.
0
Tutup