Kaskus

Story

fallen.sakuraAvatar border
TS
fallen.sakura
Bukan Dia Tapi Kamu
Bukan Dia Tapi Kamu

Quote:


Quote:


Quote:
Diubah oleh fallen.sakura 07-05-2021 09:58
SupermanBalapAvatar border
yusuffajar123Avatar border
nyamuk.kebonAvatar border
nyamuk.kebon dan 17 lainnya memberi reputasi
16
38.8K
208
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.7KAnggota
Tampilkan semua post
fallen.sakuraAvatar border
TS
fallen.sakura
#13
Part 4
Pelan-pelan gue membuka pintu itu, dan karena gue mendekati sumber suara maka suara itu ribut-ribut makin keras terdengar, yang kali ini diselingi isak tangis seorang cewek.

Saat gue melongok ke dalam yang ternyata adalah gudang penyimpanan stock barang, terlihat seorang cewek berdiri menunduk, dan seorang cowok yang sepertinya manager atau supervisor, duduk di sebuah kursi yang kelihatan marah banget sama si cewek. Sedangkan disamping si cewek berdiri seorang cowok salah satu kasir tadi, berdiri sambil mengarahkan kamera HP ke mereka berdua.

"Sekarang telpon bapak kamu !! Ayo, atau saya kamu bawa ke polsek. " hardik si supervisor.

"Jangan pak, saya takut dimarahi... " jawab si cewek sesenggukan.

"Kamu takut dimarahi tapi nggak takut saya bawa ke polisi ?! " kata si supervisor makin marah.

Gue menatap si cewek yang masih sesenggukan dan berkali-kali menggeleng. Lama-lama gue kasian juga, tapi menurut gue sih, namanya maling siapapun tetep harus dikasih pelajaran. Lagian denger-denger ada semacam sindikat maling yang spesialis ngutil barang-barang toko, dan siapa tau juga nih cewek salah satu anggotanya.

"Lho mas ini siapa ? " tanya si supervisor melihat gue ada di depan pintu.

"Maaf, saya cuma penasaran dari luar kok kedengeran ribut-ribut. " jawab gue.

"Oooh ini mas, maling ini mas !! " kata si supervisor itu lalu bangkit berdiri sambil menuding si cewek.

"Emang yang dimaling apaan mas ? " tanya gue lalu berjalan masuk.

"Shampoo mas, dua botol. " jawab si kasir sambil menunjuk dua botol shampoo di meja dan tetap mengarahkan kamera HP ke arah si cewek.

"Ya udah mas, daripada kelamaan mending dibawa ke polsek aja. Biar kapok. " kata gue.

"Udah pasti !! Soalnya disini sering banget maling kayak gini. Dia enak dapet barang gratis, lha kami-kami ini yang patungan nombok terus !! " kata si supervisor dengan ketus.

"Ya udah kalo gitu, saya permisi dulu. " kata gue. Sebenarnya gue pengen liat drama ini lebih lama tapi gue inget si Riska yang siapa tau udah keluar dari bank.

Cewek maling itu tiba-tiba menoleh ke arah gue, dan gue spontan kaget setengah mati saat tau siapa dia sebenarnya. Wajahnya berlinang air mata dan keliatan sembab, dan gue akui dia emang cantik, tapi bukan itu yang membuat gue kaget sekaligus nggak percaya.

"Lho kamu kan... ? "

"Mas ? " cewek itu sepertinya juga keliatan kaget ngeliat gue.

"Kamu putrinya Pak Rahmat kan ? Yang waktu itu... " tanya gue karena gue nggak mungkin lupa nama bapaknya.

"Lho mas kenal dia ? " tanya supervisor minimarket.

"Gini mas, bapaknya cewek ini dulunya nasabah saya. Dulu saya deb collector dan saya beberapa kali ngambil tagihan ke rumahnya. Nama cewek ini kalo nggak salah Tiara. " jawab gue.

"Iya, namanya emang Tiara. " kata supervisor itu sambil menunjukkan sebuah kartu pelajar yang bertuliskan nama Tiara Larasati.

"Mas, saya kenal bapaknya Tiara, beliau orang baik. Kalo mas nggak percaya saya bisa tujukkin dimana rumahnya. Tapi saya mohon jangan bawa Tiara ke kantor polisi mas. " kata gue dengan nada membujuk.

"Aduh, ya nggak bisa gitu mas. Dia udah mencuri disini ya mau nggak mau harus saya kami bawa ke kantor polisi. Bisa aja bapaknya orang baik tapi anaknya emang maling, iya kan ? " jawab supervisor itu dengan nada marah.

"Bapak sakit mas... " kata tiba-tiba Tiara dengan suara parau.

"Sakit ? " tanya gue.

"Saya terpaksa mencuri barang buat... " belum selesai Tiara ngomong, tiba-tiba plak !! Sebuah tamparan mendarat di pipinya yang masih berlinang air mata.

"Halaah alasan klise itu dasar maling !! " bentak supervisor itu sambil menuding Tiara yang tertunduk sambil memegangi pipinya. Sebuah pemandangan yang membuat gue jadi meradang.

"Eh mas !! Jangan main tangan ya ?! Ini cewek lho kok main gampar-gampar seenaknya !! "

"Emang kenapa mas ? Dia kan maling, ya harusnya digampar aja biar kapok !! " jawab supervisor itu nggak mau kalah.

"Iya tapi caranya nggak seperti itu mas !! Saya tadi udah bilang kalo kenal sama dia, tiba-tiba mas nampar mukanya. Saya bisa lho laporin mas dengan tuduhan penganiayaan !! " kata gue ke supervisor itu.

"Eh kamu masih ngerekam kan ? " tanya gue ke staff kasir yang sejak tadi mengarahkan kamera HP ke kami bertiga, dan dia mengangguk.

"Matiin, Jon, matiin !! " perintah supervisor.

"Nggak usah !! Ngapain dimatiin ?! Ayo terus rekam, biar jadi bukti buat polisi !! " kata gue dengan nada tinggi.

"Sekarang mas ngaku aja udah berapa kali mas nampar dia ?! " tanya gue ke supervisor itu.

"Lho kok sekarang mas malah ngancem saya ?! " supervisor itu balik nanya dengan ketus.

"Saya nggak ngancem, saya cuma nggak mau mas semena-mena sama cewek !! Ini cewek mas, nggak malu apa situ mukul cewek ?! " jawab gue dengan sengit.

"Sekarang gini aja deh, daripada kita ribut nggak selesai-selesai dan saya yakin mas punya kerjaan lain, kita damai aja. " kata gue lagi.

"Damai gimana ? Lepasin maling ini gitu ? " tanya supervisor itu.

"Iya !! " jawab gue cepat sambil merogoh dompet dari saku belakang.

"Nama saya jadi jaminan mas, ini KTP saya. " gue lalu menaruh KTP dan kartu nama di meja depan supervisor itu.

"Itu nomor HP saya sama nama leasing saya dulu !! Kalo mas nggak percaya, silahkan telpon terus nanya apa dulu pernah ada debt collector namanya Ferdinando Prasetyawan. " kata gue sembari bersedekap.

Supervisor itu lalu terdiam seperti memikirkan sesuatu, lalu kemudian dia mengeluarkan HP dari sakunya dan memfoto KTP gue. Sedangkan Tiara masih menunduk sambil sesenggukan, dan sesekali mengusap pipinya. Terus terang, gue bener-bener iba melihatnya.

"Saya jamin mas, cewek ini bukan maling. Iya saya tau dia nyuri, tapi saya yakin dia bukan anggota sindikat maling atau semacamnya. Dia nyuri karena nyari uang buat bapaknya yang sakit. " kata gue.

"Oke mas, kali ini saya maafkan dia. " kata supervisor itu sambil mengembalikan KTP gue.

"Tapi inget mas, saya tadi udah foto wajahnya. Kami akan sebarin data-datanya ke semua cabang kami dan kalau dia ketauan nyuri lagi, saya nggak akan segan-segan bawa dia ke kantor polisi. Mas paham kan ? " tanya supervisor itu dengan nada ketus.

"Iya mas, siap. " jawab gue tersenyum puas sambil memasukkan KTP ke saku.

"Kalo gitu sekarang, saya boleh bawa pergi Tiara kan ? " tanya gue.

"Silahkan !! " jawab supervisor itu dengan ketus.

"Terima kasih banyak atas kebijaksanaannya... " kata gue mengulurkan tangan sambil melirik ke nametag supervisor itu.

"Mas Ilham. " timpal gue, dan supervisor itu balas menjabat tangan gue dengan muka masam.

"Maafkan saya ya mas... " tiba-tiba Tiara berkata pelan sambil ikut mengulurkan tangan ke supervisor itu.

"Oke saya maafkan. Tapi inget ya, jangan kamu ulangi lagi. " jawab supervisor itu balas menjabat tangan Tiara, yang mengangguk pelan.

Gue lalu ajak Tiara keluar dari gudang minimarket itu dan saat melalui depan kasir nggak lupa gue melambaikan tangan ke kasir jaga yang kelihatan bingung.

Hanya saja tiba-tiba dari arah pintu masuk muncul seorang cewek, dan dia tertegun melihat gue bersama Tiara, dan celakanya gue nggak sadar kalo sejak tadi tangan gue memegang pundak Tiara.

"Mbak Riska ? " gue cepet-cepet melepaskan tangan gue dari pundak Tiara.

"Kamu ini sejak tadi aku tunggu kemana aja sih ?! ' tanya Riska dengan nada marah.

"Terus cewek ini siapa ? " tanya Riska lagi ke Tiara yang masih terisak.

"Mas Ferdy, makasih ya. " kata Tiara dengan lirih, lalu dia berjalan cepat menuju pintu masuk meninggalkan gue dan Riska yang masih kebingungan.

"Fer ini ada apa sih ? Cewek itu siapa ? " tanya Riska makin bingung.

"Ceritanya panjang mbak. " jawab gue sambil garuk-garuk kepala.

"Ya udah nanti kamu ceritain di mobil, oke ? " pinta Riska dengan nada ketus.

"Iya mbak. " jawab gue mengangguk.
Diubah oleh fallen.sakura 09-05-2021 21:24
andrian0509
iamzero
seojoon
seojoon dan 5 lainnya memberi reputasi
6
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.