- Beranda
- Stories from the Heart
Pencarian Arti Ikhlas dengan Merantau
...
TS
ipbaik
Pencarian Arti Ikhlas dengan Merantau
Quote:
Spoiler for Rules:
PROLOG
Malam ini, gua sedang sibuk mengurus perlengkapan untuk kuliah pertama besok. Palingan cuman bawa alat tulis kertas doang. Lalu denger ceramah dosen yang sangat seru. Kok seru? Soalnya kalau dibilang bosan mah mainstream. Tapi sebelum itu kita balik dulu buat intro yak.
Perkenalkan gua Alga. Gua anak perantauan yang akhirnya dapet kesempatan merantau di pulau jawa. Oh ya, gua sendiri berasal dari salah satu kota di daerah Sumatera Barat. Gua anak kedua, dari seorang ayah yang berprofesi sebagai guru dan seorang ibu yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Daerah target rantauan gua saat itu adalah kampus pertanian yang terkenal di daerah bogor. Pasti tau lah kampus mana. Trus kenapa gua pengen merantau? Karena gua pernah dengar “laki-laki minang belum pantas disebut pria kalau belum mencoba yang namanya merantau.” Entah gua denger pepatah dari mana, tapi bagi laki-laki di minang merantau punya gengsi tersendiri yang menandakan seseorang sudah bisa disebut dewasa, khususnya pula untuk laki-laki.
Nantinya gua bakal ceritain suka duka, seneng sengsara zaman perkuliahan gua semenjak berangkat dan sampai berakhir sesuai keinginan aja.
Sebelum itu gua punya spoiler :
Spoiler for Spoiler Keras:
Spoiler for Index:
Spoiler for Tips Sudut Pandang Penulisan:
Diubah oleh ipbaik 16-09-2018 19:15
anasabila memberi reputasi
1
14.5K
86
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
ipbaik
#63
9. Cadiak
Perkuliahan baru memasuki minggu-minggu awal. Para mahasiswa masih banyak melakukan adaptasi cara belajar yang sangat berbeda dengan di sekolah-sekolah sebelumnya. Tidak terkecuali seorang cowok yang pusing akan pembelajaran tersebut. Alga mendapat kelas berbeda dengan Zanul dan Isha untuk mata pelajaran Kalkulus. Sehingga tidak ada seorangpun yang ia kenal di dalam kelas ini. Saking terlalu gabutnya, Alga tidak sadar akan adanya lembar absen yang lewat.
Alga pun menyusuri semua nama yang ada pada lembaran absen. Ada 70 orang mahasiswa dalam satu kelas. Persentase cowok dan cewek adalah 35% berbanding 65% jadi ada sekitar 25 orang cowok dan sisanya 45 cewek. Entah apalah yang ada dipikiran Alga, ia pun dengan semangat untuk menghitung dan mecocokkan jumlah cowok yang hadir saat ini dengan data lembaran pada absen.
Alga masih saja sibuk mencocokan dan menerka siapa-siapa saja yang belum hadir. Saking seriusnya, ia tidak sadar akan ada panggilan yang masuk ke handphonenya. Lalu ada seseorang yang memanggil Alga dari sebelah.
Saat menekan tombol angkat pada panggilan tersebut, tidak ada jawaban ataupun suara. Tiba-tiba saja panggilan itu mati dan berbarengan kembali sebuah pesan baru masuk yang isinya “Ga, baca sms gua sebelumnya”. Ternyata sudah ada 5 pesan masuk yang belum dibaca.
Mau tidak mau atau suka tidak suka, Alga pun terpaksa mencari keberadaan lembar absen yang harus ia isi kembali. Bukan untuk dirinya melainkan untuk Putra. Setelah mendapatkan lembar absen kembali, Alga melupakan suatu hal yang penting. Yap, bentuk paraf Putra seperti apa. Alga belum pernah melihatnya.
Setelah berpikir panjang, Alga memutuskan untuk menulis huruf P. Iya, cuman P doang. Aneh? Itu kreatif namanya. Disaat orang-orang lain menulis paraf sebagus dan sebaik mungkin. Disini ada seorang cowok yang menitipkan absen untuk temannya dengan huruf “P” doang.
Namun tidak ada yang menjawab.
Kembali sepi di dalam kelas.
Namun masih tidak ada yang mau yang mengaku dan menjawab siapa yang melakukan hal tersebut.
Hal tesebut membuat panik seorang mahasiswa. Yap, siapa lagi kalau bukan Alga, ini dikarenakan ia melakukan titipan absen untuk temannya. Keringat dingin mulai berkeluaran dari wajah mahasiswa tersebut, ia panik karena takut ketahuan akan perbuatannya. Apalagi dengan penekanan dari hukuman nilai otomatis E yang membuat si penerima nilai wajib mengulang kelas.
Situasipun semakin kacau. Alga yang berpikir akan selesainya urusan titip absen punya Putra malah didatangi masalah baru. Ia harus mencari Putra yang katanya sedang ke toilet. Padahal Putra yang asli sedang berada di kota untuk menyelesaikan urusan mendadak.
Dua sampai tiga menitpun berlalu. Alga yang tidak tahu harus bertindak seperti apa sekarang hanya bisa berjalan mengelilingi hall sembari
berpikir.
Tiba-tiba Alga kepikiran suatu ide gila yang bakal menyelamatkan nama baiknya dan nama temannya sekaligus. Ia pun menarik Zanul agar mengikutinya ke arah kelas.
Alga pun mengetuk pintu kelasnya sembari pamit untuk masuk ke dalam kelas.
Kembali dosen tersebut untuk melanjutkan materi sedikit. Saat penerangan materi, dosen tersebut sedikit memberi penekanan yang membuat Alga dan Zanul sport jantung.
Kelaspun dibubarkan dan mahasiswa semuanya telah pergi untuk meninggalkan kelas. Tak terkecuali Alga dan Zanul alias (Putra KW). Mereka pun pergi ke hall tempat perjanjian berkumpul agar pulang bersama dengan Isha.
###
Perkuliahan baru memasuki minggu-minggu awal. Para mahasiswa masih banyak melakukan adaptasi cara belajar yang sangat berbeda dengan di sekolah-sekolah sebelumnya. Tidak terkecuali seorang cowok yang pusing akan pembelajaran tersebut. Alga mendapat kelas berbeda dengan Zanul dan Isha untuk mata pelajaran Kalkulus. Sehingga tidak ada seorangpun yang ia kenal di dalam kelas ini. Saking terlalu gabutnya, Alga tidak sadar akan adanya lembar absen yang lewat.
Quote:
Alga pun menyusuri semua nama yang ada pada lembaran absen. Ada 70 orang mahasiswa dalam satu kelas. Persentase cowok dan cewek adalah 35% berbanding 65% jadi ada sekitar 25 orang cowok dan sisanya 45 cewek. Entah apalah yang ada dipikiran Alga, ia pun dengan semangat untuk menghitung dan mecocokkan jumlah cowok yang hadir saat ini dengan data lembaran pada absen.
Quote:
Alga masih saja sibuk mencocokan dan menerka siapa-siapa saja yang belum hadir. Saking seriusnya, ia tidak sadar akan ada panggilan yang masuk ke handphonenya. Lalu ada seseorang yang memanggil Alga dari sebelah.
Quote:
Saat menekan tombol angkat pada panggilan tersebut, tidak ada jawaban ataupun suara. Tiba-tiba saja panggilan itu mati dan berbarengan kembali sebuah pesan baru masuk yang isinya “Ga, baca sms gua sebelumnya”. Ternyata sudah ada 5 pesan masuk yang belum dibaca.
Quote:
Mau tidak mau atau suka tidak suka, Alga pun terpaksa mencari keberadaan lembar absen yang harus ia isi kembali. Bukan untuk dirinya melainkan untuk Putra. Setelah mendapatkan lembar absen kembali, Alga melupakan suatu hal yang penting. Yap, bentuk paraf Putra seperti apa. Alga belum pernah melihatnya.
Quote:
Setelah berpikir panjang, Alga memutuskan untuk menulis huruf P. Iya, cuman P doang. Aneh? Itu kreatif namanya. Disaat orang-orang lain menulis paraf sebagus dan sebaik mungkin. Disini ada seorang cowok yang menitipkan absen untuk temannya dengan huruf “P” doang.
Quote:
Namun tidak ada yang menjawab.
Quote:
Kembali sepi di dalam kelas.
Quote:
Namun masih tidak ada yang mau yang mengaku dan menjawab siapa yang melakukan hal tersebut.
Quote:
Hal tesebut membuat panik seorang mahasiswa. Yap, siapa lagi kalau bukan Alga, ini dikarenakan ia melakukan titipan absen untuk temannya. Keringat dingin mulai berkeluaran dari wajah mahasiswa tersebut, ia panik karena takut ketahuan akan perbuatannya. Apalagi dengan penekanan dari hukuman nilai otomatis E yang membuat si penerima nilai wajib mengulang kelas.
Quote:
Situasipun semakin kacau. Alga yang berpikir akan selesainya urusan titip absen punya Putra malah didatangi masalah baru. Ia harus mencari Putra yang katanya sedang ke toilet. Padahal Putra yang asli sedang berada di kota untuk menyelesaikan urusan mendadak.
Quote:
Dua sampai tiga menitpun berlalu. Alga yang tidak tahu harus bertindak seperti apa sekarang hanya bisa berjalan mengelilingi hall sembari
berpikir.
Quote:
Tiba-tiba Alga kepikiran suatu ide gila yang bakal menyelamatkan nama baiknya dan nama temannya sekaligus. Ia pun menarik Zanul agar mengikutinya ke arah kelas.
Quote:
Alga pun mengetuk pintu kelasnya sembari pamit untuk masuk ke dalam kelas.
Quote:
Kembali dosen tersebut untuk melanjutkan materi sedikit. Saat penerangan materi, dosen tersebut sedikit memberi penekanan yang membuat Alga dan Zanul sport jantung.
Quote:
Kelaspun dibubarkan dan mahasiswa semuanya telah pergi untuk meninggalkan kelas. Tak terkecuali Alga dan Zanul alias (Putra KW). Mereka pun pergi ke hall tempat perjanjian berkumpul agar pulang bersama dengan Isha.
###
0

makasih yo bro.” Jawab Alga yang tersadar akan menghayalnya.