Kaskus

Story

montormeburAvatar border
TS
montormebur
CINTA, AGAMA, &MAMA
Diubah oleh montormebur 25-08-2018 07:48
bukhoriganAvatar border
tesinuraeniAvatar border
kadal32672Avatar border
kadal32672 dan 14 lainnya memberi reputasi
11
268.4K
2.3K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
montormeburAvatar border
TS
montormebur
#2096
Dia (1)
Pertengahan 2003, aku memutuskan kembali ke jogja. Jika kalian tanya alasannya, jujur aku tidak tahu, hanya feeling ku mengatakan kalo aku harus kembali ke Jogja. Aku hanya kangen dengan teman masa kecilku dulu, aku kangen seseorang yang selalu melindungi ku dulu. Anak super dekil yang suka mandi di kali, suka main layangan di sawah, cari Jangkrik, dan hal super konyol lainnya. Oh iya, aku pernah di kasih Jangkrik warna merah dan di masukkan ke dalam isi mangga, iya rumah jangkrik itu terbuat dari isi mangga. Haha lucu ya....

Aku bicarakan ini dengan budhe dan kakek, dan akhirnya kakek mau menjemputku. Dan akupun pulang ke Jogja.

Saat itu aku punya pacar, teman sekelas ku, tapi masih sebatas cinta monyet. Kami sempat menangis bareng saat kelulusan SMP waktu itu, apalagi dia tahu kalo aku akan meninggalkanya ke jogja. Kalo mengingat itu aku jadi ingin tertawa. Cinta monyet ku, bagaimana kabarmu sekarang?

Setelah sampai Jogja, aku mengajak ika(saudara sepupuku) untuk keliling kampung. Tujuanku keliling kampung sebenarnya untuk mencari sosok pelindung kecilku dulu, tapi aku gak memberi tahu Ika, cukup aku sendiri yang tau. Akhirnya aku lewat di depan rumah itu, rumahnya pelindungku. Tapi sayangnya, dia gak kelihatan ada di rumah. Kami jalan terus, hingga akhirnya lewat samping lapangan voli dan Ika ngajak berhenti.

"Ngapain sih dek!, Cuma main voli kok di liatin" kataku ketus

"Mau lihat mas Abenk main voli dulu" jawab Ika sumringah

Denger Ika menyebut nama mas Abenk, hati ku langsung berdesir keras. Mas Abenk, pelindung kecilku dulu. Aku lalu melihat ke arah lapangan voli, tapi gak ada satu orangpun yang aku kenal di sana. Sudah 7 tahun berlalu, mungkin dia sudah dewasa sekarang, mungkin juga wajahnya sudah berubah.

"Mas Abenk yang mana sih dek?"

"Itu lho mbak, yang pake kaos buntung putih"

Aku langsung tertuju ke orang yang di maksud Ika. Cowo dengan tubuh tinggi di atas rata-rata, kulitnya walaupun tidak putih tapi bersih. Dan yang paling bikin hatiku makin berdesir, dia sekarang jadi ganteng.

"Udah yuk mbak, pulang atau lanjut jalan-jalan?"

Aku hampir gak mendengar kata-kata Ika barusan, hatiku masih berdesir keras, mataku masih tertuju ke dia , ke mas Abenk.

"Mbak, hey, biasa aja kali liatnya!"

"Eh ,apa dek?"

Dan aku baru tersadar

"Haduh mbak, liatin mas Abenk nyampe segitunya, mbak suka?"

"Eh, nggak kok dek"

"Ya udah, pulang apa lanjut jalan-jalan?"

"Pulang aja dek"

Lalu kami melanjutkan jalan ke rumah kakek. Iya, dirumah kakek sekarang aku tinggal. Aku di kasih motor dan mobil sama kakek, bukan di kasih sih, tapi di suruh pake, karena kakek gak bisa selalu bisa nganterin aku, kakek sibuk bekerja. Ika masih terus menemaniku di rumah kakek. Hingga magrib tiba, lalu terdengar suara adzan. Suara yang indah, suara siapa itu.

"Itu mas Abenk yang adzan mbak, bagus ya suaranya" Ika berkata sambil tersenyum

Aku gak menanggapi kata-kata Ika barusan, aku fokus ke suara adzan itu, hatiku makin berdesir. Ya Tuhan, apa ini yang di namakan cinta.

"Aku pulang dulu ya mbak, mau magriban"

"Oh iya dek, terimakasih ya udah nemenin jalan-jalan"

"Iya mbak, sama-sama. Kalo butuh apa-apa bilang sama Ika aja"

"Iya dek"

Setelah Ika pulang, aku merebahkan diri. Pikirkan ku terus di penuhi mas Abenk, Akhirnya aku bisa melihat mas Abenk lagi setelah sekian tahun. Tapi aku takut jika aku beneran jatuh cinta pada mas Abenk, saat ini dia terlalu sempurna buatku. Apalagi kita berbeda.

Waktu berlalu, Setelah mendengar penjelasan dari om(bapaknya Ika) tentang sekolah disini, akhirnya aku memutuskan untuk masuk ke salah satu SMK di sini. Di sekolah itu aku punya teman yang sangat baik, dan akhirnya kami bersahabat, dia adalah Dewi. Dia selalu menjadi tempat curahan hatiku, begitu juga sebaliknya. Kami jadi lebih mengenal satu sama lain. Di sekolah baru, aku kenal dengan cowo, ganteng. Dan dia mengatakan perasaannya padaku, aku menerimanya walaupun aku gak ada perasaan apapun. Aku menerimanya karena dia anak hits di sekolah hehe, kan lumayan bisa numpang tenar walaupun banyak yang jadi sirik sama aku.

Setiap sore, aku selalu menyempatkan lewat lapangan voli, sekedar untuk melihatnya. Aku sudah cukup senang hanya dengan melihatnya. Cinta memang aneh. Kalau soal ganteng, pacarku yang anak hits itu lebih ganteng, tapi mas Abenk beda, dia punya sesuatu yang tidak dimiliki cowo manapun. Aku gak bisa menjelaskan, tapi jika kalian cewe, kalian pasti tau apa yang aku maksud. Untuk sekedar menyapa saja aku malu, dan mas Abenk juga sepertinya tidak pernah memperhatikan ku, atau mungkin dia sudah lupa denganku, ah sial. Aku maunya kan mas Abenk menyapaku duluan.

Hanya berjalan beberapa bulan, aku putuskan anak hits itu. Bosan, gak ada gregetnya sama sekali. Dan di waktu bersamaan, ada teman gereja yang mendekati ku. Di ganteng ,baik, dan sangat perhatian. Seiring waktu berlalu, aku mulai suka sama dia. Ada dia di samping mas Abenk di hatiku. Walaupun tidak sebesar mas Abenk, tapi dia sudah sukses masuk ke hatiku. Dia menembakku di depan teman-teman gereja, aku senang sekaligus terharu. Akupun menerimanya, dan kami resmi jadian. Sesaat aku lupa dengan mas Abenk. Dia berhasil membuat hari-hariku selalu berwarna. Seiring berjalannya waktu, aku tahu sifat lain dari dirinya, dia sangat protektif dan membatasi semua pergaulan ku, dan aku gak suka itu. Hubungan kami memburuk, lalu kami putus. Tapi jujur aku masih sayang sama dia.

Ada anak cowo sekolah yang mendekati ku lagi, dan gak kalah hits dengan yang dulu. Mumpung aku jomblo, aku menerimanya saat dia mengutarakan perasaannya di lapangan sekolah. Sama seperti cowo hits yang dulu, aku juga gak pake perasaan dengan cowo hits yang sekarang. Aku hanya ingin terlihat lebih di mata cewe lain, itu alasan ku menerimanya. Karena banyak yang suka dengannya. Di saat bersamaan, temannya mas Abenk, sendi juga mendekati ku. Tapi aku gak menanggapinya, aku takut mas Abenk cemburu. Hehe PD banget ya, emang mas Abenk siapa ku, kok cemburu. Kalo dengan cowo di luar kan mas Abenk gak tau, kalo dengan sendi bisa gagal rencana ku pdkt dengan mas Abenk.

Ika sepertinya curiga karena aku sering curi-curi pandang di lapangan voli.

"Mbak suka sama mas Abenk?"

"Iya dek, tapi aku takut, dia terlalu sempurna di mata mbak"

"Semua cowo sama saja mbak, aku bisa bantu kalo mbak beneran suka sama mas Abenk"

"Yang bener dek , gimana?"

"Nanti juga mbak tau, tapi jangan lupa, semua ada pajaknya"

"Kamu mau apa dek, mbak turutin deh"

Aku seneng banget saat itu, setidaknya ada sedikit jalan untuk dekat dengan mas Abenk.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.