Kaskus

Story

arako.santo93Avatar border
TS
arako.santo93
50 Episode Keistimewaan
50 Episode Keistimewaan
Di thread ini aku akan menceritakan pengalamanku bersama keistimewaan (atau kutukan) yang aku miliki. Pada awalnya aku enggan membagi pengalamanku ini karena muak sudah rasanya dianggap sebagai seorang penipu, pembohong, pencari sensasi atau apapun itu. Sedari awal aku pengen ingatkan ke temen- temen bahwa aku tidak memiliki bukti apapun dan tidak akan mencoba membuktikan apapun. Aku hanya ingin temen-temen merasakan sedikit perjalananku yang notabene adalah makhluk amphibi karena hidup di dua dunia. Well at least aku bisa melihat kedua dunia.

Sekali lagi motivasi saya hanya untuk membagi cerita. Jadi maaf kalau nantinya saya mendapat banyak comment atau pesan yang tidak saya balas.

Janji saya:
Saya akan menyelesaikan cerita ini sampai tuntas (episode ke 50), dan saya akan menghilang (dalam artian apapun) setelah cerita ini selesai saya bagi.

INDEX:
Prologue
Episode 1: Level 8
Episode 2: Kado Kelulusan
Episode 3: Perkenalan SMP
Episode 4: Pemain ke-15
Episode 5: Penjaga Rumah
Episode 6: Bencana
Episode 7: Jurit Malam
Episode 8: Penghuni Candi
Episode 9: Penghuni Candi bag.2
Episode 10: Lik Sri
Episode 11: Resep Rahasia
Episode 12: Peneman Tak Diundang
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 11 suara
Sisi apa yang temen-temen pengen baca secara detail?
Horror
73%
Asmara
9%
Keluarga
18%
Diubah oleh arako.santo93 05-02-2019 10:07
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
5.5K
39
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
arako.santo93Avatar border
TS
arako.santo93
#14
Episode 5
Penjaga Rumah

Halo temen-temen. Di episode kali ini aku pengen share pengalaman yang aku alami di rumahku. Rumahku terletak di bagian selatan kota istimewa. Rumah sederhana dengan warna kuning melapisi dindingnya. Ini adalah rumah keduaku. Rumah yang pertama adalah rumah kontrakan yang berada sangat dekat dari sekolah dasarku. Aku tinggal di sana hanya sampai umur 2 tahun, lalu aku pindah ke rumahku yang sekarang. Kalau kalian bertanya rumah yang mana yang lebih banyak makhluk gaibnya, tanpa perlu waktu berpikir aku akan jawab rumahku yang dulu dengan sangat yakin. Rumahku yang dulu sarat dengan sejarah yang gelap. Dibangun pada masa penjajahan Belanda. Rumah itu adalah peninggalan seorang sersan Belanda yang putrinya meninggal gantung diri ruangan yang kemudian menjadi kamar tidurku kala itu. Aku tidak pernah melihat makhluk gaib secara langsung di sana, namun cerita dari tetangga dan kerabat yang mengunjungi rumahku bukanlah hal yang langka.

Suatu hari tetanggaku yang bernama Pak Wiji dengan berbaik hati menjaga rumah kami, karena aku dan keluarga pergi untuk melihat sekaten (pasar malam menyambut maulid Nabi Muhammad SAW di alun-alun). Ketika kami pulang, dia terduduk di tangga depan rumah dengan wajah yang sangat pucat dan badannya menggigil. Singkat cerita ayahku mengambilkan segelas air dan menanyainya. Dia berkata ada seorang tamu yang datang, lalu dia mengatakan bahwa semua sedang pergi namun tamu itu memaksa untuk menunggu. Akhirnya dia mempersilahkan tamu itu untuk menunggu di ruang tamu. Ketika sedang membuatkan air minum, terdengar sang tamu memanggilnya.

Tamu: “om..om...”
Pak Wiji: “nggih mas? (iya mas?)” katanya sambil menuju ruang tamu
Tamu: “anu om..barangku ono sing ilang (barang saya ada yang hilang)” kata tamu itu dengan posisi menunduk seperti mencari barang di lantai
Pak Wiji: “Napa sing ilang mas? (apa yang hilang mas)”

Hal yang selanjutnya terjadi selalu membuatku merinding dan berharap bahwa aku tidak akan pernah mengalaminya sendiri.

Tamu: “niki pak sing ilang (ini pak yang hilang)” katanya sambil mendongak menunjuk wajahnya yang tanpa mata hidung dan mulut

Seketika itu Pak Wiji berteriak dan berlari menghambur keluar rumah. Betapa beruntung kala itu ada penjual sate yang setiap malam berkeliling , tengah berhenti di depan rumah kami pikirnya.

Pak Wiji: “Mas tulung mas ono setan neng njero omah! (Mas tolong mas ada hantu di dalam rumah)” katanya meminta tolong kepada penjual sate tersebut
Penjual: “Setan opo to mas. Mosok ono setan jaman saiki. (setan apa sih pak, masa ada setan jaman sekarang)” jawabnya sambil sibuk membakar sate
Pak Wiji: “Sumpah pak, tak kiro tamu ning raine ora ono matane, irunge, karo lambene. Rata kabeh rai ne (Sumpah pak, tadi saya kira tamu tapi ternyata muka nya rata)” katanya berusaha meyakinkan
Penjual: “Owalah, kaya aku ngene iki mas? (Oh, seperti saya ini ya)”, jawab penjual itu sembari memalingkan wajahnya yang ternyata serupa dengan tamu tadi, tanpa mata, hidung dan mulut

Penjual itupun tertawa terbahak-bahak “haaaahaaaahaaaaa! ”, tak lama kemudian penjual itu menarik gerobaknya maju dan mundur “krincing krincing krincing” (di kotaku penjual sate biasanya menandai gerobaknya dengan bel yang diikat di roda).
Pak Wiji hanya bisa membatu terduduk di tangga depan rumah menyaksikan kengerian itu, sebelum akhirnya gerobak itu didorong dengan sangat kencang dan menghilang.

Itu hanyalah 1 dari sekian banyak cerita-cerita makhluk gaib yang aku dengar terjadi di rumahku yang dulu.
Lalu bagaimana dengan rumahku yang sekarang?
Tentu saja ada juga makhluk yang tinggal atau mampir kesini. Namun rumahku yang sekarang tidak memiliki sejarah gelap di masa yang lalu. Hanya sepetak sawah kosong yang kemudian disulap menjadi bangunan kokoh yang kami tinggali. Makhluk ini tidak berusaha mengganggu, namun ada satu hal yang aku paling tidak suka dari makhluk ini. Apakah itu? Simak pengalamanku ini ya.

Hari itu aku pulang dari sekolah menengah. Karena sangat lapar dan membayangkan masakan nenekku, aku tolak ajakan Wahyu untuk nongkrong sepulang sekolah. Sesampainya di rumah aku tekan bel dan Mbak Tum (pekerja di rumah) yang membukakan pintu. “Nuwun mbak (makasih mbak)” kataku sambil memasukan motor.

Oh iya, di rumahku ada tradisi bahwa siapapun yang pulang harus melapor ke anggota keluarga yang di rumah. Jadi kala itu aku masuk dan berjalan menuju rumah nenekku untuk melapor. Rumahku yang sekarang memiliki dua bangunan, bangungan depan (tempat aku, ayah, ibu, dan kakakku tinggal) dan rumah belakang (tempat nenek dan kakekku tinggal) yang terhubung oleh teras panjang dan halaman untuk bermain. Aku berjalan menyusuri teras sambil berkata “enti, kula wangsul (eyang, saya pulang)”. Namun tidak ada jawaban dari nenekku. “mungkin tidak dengar” pikirku dalam hati, lalu ku ulangi lagi dengan nada agak keras, dan tidak ada jawaban juga. Dari teras bisa aku lihat jendela rumah nenekku, dan aku lihat nenekku sedang berdandan di kamarnya menghadap cermin. Beliau mengenakan kebaya warna merah terang. “Entii..kula wangsul ti!” kataku setengah berteriak. “Aneh, apa cewek tidak peduli umur selalu sefokus itu ya kalau berdandan sampai-sampai tidak dengar kalau dipanggil” gumamku dalam hati. Lalu aku menuju pintu rumahnya untuk menyapa langsung dari dekat. Tepat saat tanganku memegang gagang pintu untuk membukanya, “teeeeetttt” suara bel berbunyi pertanda ada tamu di depan. Entah apa yang membuatku melakukannya, namun tanpa berpikir panjang aku segera berlari ke depan untuk membukakan pintu untuk tamu. Begitu aku buka pintu depan, “Le….”.

Deg…..jantungku benar-benar seperti berhenti waktu itu. Tebak siapa yang datang?
Yaapp! Nenekku yang datang di depan rumah. “bar arisan iki, kowe wis kondur ket mau? (Eyang habis arisan, kamu sudah pulang dari tadi?)” tanyanya. Aku hanya bisa menggeleng karena masih ketakutan. “Lalu siapa yang di belakang tadi?” pikirku dalam hati. Aku tidak bisa membayangkan kalau nenekku 1 menit saja lebih lambat pulang, pasti aku sudah masuk rumah itu untuk menegur makhluk yang merubah dirinya menyerupai nenekku.

Ini yang aku tidak sukai dari makhluk ini. Kenapa harus mengubah diri menyerupai anggota keluarga. Aku curiga jangan-jangan makhluk ini adalah kerabat makhluk gaib di SMPku yang dulu merubah wujud menjadi Fitri. Kalau saja mereka manusia pasti sudah terkena pasal UU Hak Kekayaan Intelektual ya emoticon-Big Grin
Diubah oleh arako.santo93 20-08-2018 11:22
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.