- Beranda
- Stories from the Heart
Pencarian Arti Ikhlas dengan Merantau
...
TS
ipbaik
Pencarian Arti Ikhlas dengan Merantau
Quote:
Spoiler for Rules:
PROLOG
Malam ini, gua sedang sibuk mengurus perlengkapan untuk kuliah pertama besok. Palingan cuman bawa alat tulis kertas doang. Lalu denger ceramah dosen yang sangat seru. Kok seru? Soalnya kalau dibilang bosan mah mainstream. Tapi sebelum itu kita balik dulu buat intro yak.
Perkenalkan gua Alga. Gua anak perantauan yang akhirnya dapet kesempatan merantau di pulau jawa. Oh ya, gua sendiri berasal dari salah satu kota di daerah Sumatera Barat. Gua anak kedua, dari seorang ayah yang berprofesi sebagai guru dan seorang ibu yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Daerah target rantauan gua saat itu adalah kampus pertanian yang terkenal di daerah bogor. Pasti tau lah kampus mana. Trus kenapa gua pengen merantau? Karena gua pernah dengar “laki-laki minang belum pantas disebut pria kalau belum mencoba yang namanya merantau.” Entah gua denger pepatah dari mana, tapi bagi laki-laki di minang merantau punya gengsi tersendiri yang menandakan seseorang sudah bisa disebut dewasa, khususnya pula untuk laki-laki.
Nantinya gua bakal ceritain suka duka, seneng sengsara zaman perkuliahan gua semenjak berangkat dan sampai berakhir sesuai keinginan aja.
Sebelum itu gua punya spoiler :
Spoiler for Spoiler Keras:
Spoiler for Index:
Spoiler for Tips Sudut Pandang Penulisan:
Diubah oleh ipbaik 16-09-2018 19:15
anasabila memberi reputasi
1
14.6K
86
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33.1KThread•55.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
ipbaik
#7
3. Alun Basobok
Waktu menunjukkan pukul 19.58 yang menandakan daerah sekitaran luar kampus sudah mulai sepi, yang mana biasanya masih banyak orang-orang berjualan didaerah luar kampus. Namun cuaca malam ini seakan-akan tidak mendukung para pemuda dan pemudi yang ingin sekedar bertemu, berjalan-jalan, atau pun pergi memadu kasih.
Yap, malam minggu ini terlalu kelabu khususnya untuk para maba yaitu mahasiswa baru yang terpaksa mendekam di dalam asrama putra maupun asrama putri. Hal tersebut tidak menyurutkan 3 orang dari maba putri yang ingin sekedar mencari perlengkapan buat acara MPKMB (Masa Perkenalan Kampus Mahasiswa Baru) atau lebih akrabnya disebut MOS.
Satu persatu perlengkapan yang dibutuhkan mulai terpenuhi. Mulai dari topi jerami, alat tulis, dan sebagainya. Saat Isha dan Kiki masih asiknya berjalan, mereka tidak menyadari akan posisi Sari yang ketinggalan cukup jauh dibelakang.
Setelah memenuhi perlengkapan yang dibutuhkan nanti. Isha pun sadar akan waktu jamal alias Jam Malam dari asrama. Jam 20.21, begitulah jarum jam yang ditunjukkan pada arloji Isha. Isha yang merasa segan akan kondisi Sari berniat untuk membelikan bubur ayam untuk sekedar berbasa basi.
Namun keadaan yang sudah larut dan gelap akibat hujan yang mengguyur daerah kabupaten Bogor mampu membuat Isha untuk kehilangan waspadanya akan kondisi sekitar. Isha tidak sadar ada dua orang cowok yang berniat iseng kepadanya entah ingin sekedar kenalan atau semacamnya.
Lalu Kampret no 1 dikejutkan oleh tusukan sebuah ujung payung yang berasal dari samping. Seketika Kampret no 1 mundur dan melepaskan Isha sambil memegang perutnya yang terkena tusukan.
Perkelahianpun tidak bisa dihindarkan. Kampret no 2 sedang berusaha memberikan pukulan kepada cowok berpayung. Namun usahanya gagal karena cowok berpayung dengan mudahnya berkelit dan melakukan serangan balasan menggunakan payungnya yang menyebabkan Kampret no 2 tergeletak.
Ternyata Kampret no 1 bangkit kembali lalu dengan licik melakukan serangan pengecut dari belakang yang menuju ke perut cowok berpayung tersebut. Cowok berpayung meringis kesakitan akibat satu serangan ke perut sambil tertunduk. Saat Kampret no 1 mendekat, cowok berpayung langsung sigap mengambil topi jerami milik Isha sambil menahan pukulan yang di arahkan padanya. Cowok berpayung berdiri dengan cepat sambil melakukan serangan pukulan yang mengarah dari bawah dagu keatas sehingga Kampret no 1 ikut tergeletak bersama temannya.
Isha pun langsung mengejar cowok berpayung sambil berpayung di bawah malam gelap berhujan saat malam minggu. Entah kenapa Isha merasakan bahwa perjalanan menuju Astri akan baik-baik saja tanpa ada bencana yang akan kembali datang.
Tiba-tiba si cowok berpayung membuka payungnya sendiri dan masih aman digunakan tanpa kerusakan sedikitpun.
###
Waktu menunjukkan pukul 19.58 yang menandakan daerah sekitaran luar kampus sudah mulai sepi, yang mana biasanya masih banyak orang-orang berjualan didaerah luar kampus. Namun cuaca malam ini seakan-akan tidak mendukung para pemuda dan pemudi yang ingin sekedar bertemu, berjalan-jalan, atau pun pergi memadu kasih.
Yap, malam minggu ini terlalu kelabu khususnya untuk para maba yaitu mahasiswa baru yang terpaksa mendekam di dalam asrama putra maupun asrama putri. Hal tersebut tidak menyurutkan 3 orang dari maba putri yang ingin sekedar mencari perlengkapan buat acara MPKMB (Masa Perkenalan Kampus Mahasiswa Baru) atau lebih akrabnya disebut MOS.
Quote:
Satu persatu perlengkapan yang dibutuhkan mulai terpenuhi. Mulai dari topi jerami, alat tulis, dan sebagainya. Saat Isha dan Kiki masih asiknya berjalan, mereka tidak menyadari akan posisi Sari yang ketinggalan cukup jauh dibelakang.
Quote:
Setelah memenuhi perlengkapan yang dibutuhkan nanti. Isha pun sadar akan waktu jamal alias Jam Malam dari asrama. Jam 20.21, begitulah jarum jam yang ditunjukkan pada arloji Isha. Isha yang merasa segan akan kondisi Sari berniat untuk membelikan bubur ayam untuk sekedar berbasa basi.
Namun keadaan yang sudah larut dan gelap akibat hujan yang mengguyur daerah kabupaten Bogor mampu membuat Isha untuk kehilangan waspadanya akan kondisi sekitar. Isha tidak sadar ada dua orang cowok yang berniat iseng kepadanya entah ingin sekedar kenalan atau semacamnya.
Quote:
Lalu Kampret no 1 dikejutkan oleh tusukan sebuah ujung payung yang berasal dari samping. Seketika Kampret no 1 mundur dan melepaskan Isha sambil memegang perutnya yang terkena tusukan.
Quote:
Perkelahianpun tidak bisa dihindarkan. Kampret no 2 sedang berusaha memberikan pukulan kepada cowok berpayung. Namun usahanya gagal karena cowok berpayung dengan mudahnya berkelit dan melakukan serangan balasan menggunakan payungnya yang menyebabkan Kampret no 2 tergeletak.
Quote:
Ternyata Kampret no 1 bangkit kembali lalu dengan licik melakukan serangan pengecut dari belakang yang menuju ke perut cowok berpayung tersebut. Cowok berpayung meringis kesakitan akibat satu serangan ke perut sambil tertunduk. Saat Kampret no 1 mendekat, cowok berpayung langsung sigap mengambil topi jerami milik Isha sambil menahan pukulan yang di arahkan padanya. Cowok berpayung berdiri dengan cepat sambil melakukan serangan pukulan yang mengarah dari bawah dagu keatas sehingga Kampret no 1 ikut tergeletak bersama temannya.
Quote:
Isha pun langsung mengejar cowok berpayung sambil berpayung di bawah malam gelap berhujan saat malam minggu. Entah kenapa Isha merasakan bahwa perjalanan menuju Astri akan baik-baik saja tanpa ada bencana yang akan kembali datang.
Quote:
Tiba-tiba si cowok berpayung membuka payungnya sendiri dan masih aman digunakan tanpa kerusakan sedikitpun.
Quote:
Quote:
###
Diubah oleh ipbaik 26-08-2018 13:33
pulaukapok memberi reputasi
1

Gerutu Sari, salah satu dari 3 maba putri tersebut.
Ucap Isha.
“Maaf kak, saya mau buru-buru.” Balas Isha yang sudah panik akan kondisi tidak mendukung.
Ucap seorang cowok yang sigap melakukan tusukan lain kepada Kampret no 2.
Ucap Isha yang bersyukur ia dapat selamat dan aman sampai Astri.
Tawar Isha agar cowok berpayung tetap menggunakan payungnya.