Kaskus

Story

arako.santo93Avatar border
TS
arako.santo93
50 Episode Keistimewaan
50 Episode Keistimewaan
Di thread ini aku akan menceritakan pengalamanku bersama keistimewaan (atau kutukan) yang aku miliki. Pada awalnya aku enggan membagi pengalamanku ini karena muak sudah rasanya dianggap sebagai seorang penipu, pembohong, pencari sensasi atau apapun itu. Sedari awal aku pengen ingatkan ke temen- temen bahwa aku tidak memiliki bukti apapun dan tidak akan mencoba membuktikan apapun. Aku hanya ingin temen-temen merasakan sedikit perjalananku yang notabene adalah makhluk amphibi karena hidup di dua dunia. Well at least aku bisa melihat kedua dunia.

Sekali lagi motivasi saya hanya untuk membagi cerita. Jadi maaf kalau nantinya saya mendapat banyak comment atau pesan yang tidak saya balas.

Janji saya:
Saya akan menyelesaikan cerita ini sampai tuntas (episode ke 50), dan saya akan menghilang (dalam artian apapun) setelah cerita ini selesai saya bagi.

INDEX:
Prologue
Episode 1: Level 8
Episode 2: Kado Kelulusan
Episode 3: Perkenalan SMP
Episode 4: Pemain ke-15
Episode 5: Penjaga Rumah
Episode 6: Bencana
Episode 7: Jurit Malam
Episode 8: Penghuni Candi
Episode 9: Penghuni Candi bag.2
Episode 10: Lik Sri
Episode 11: Resep Rahasia
Episode 12: Peneman Tak Diundang
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 11 suara
Sisi apa yang temen-temen pengen baca secara detail?
Horror
73%
Asmara
9%
Keluarga
18%
Diubah oleh arako.santo93 05-02-2019 10:07
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
5.5K
39
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
arako.santo93Avatar border
TS
arako.santo93
#5
Episode 3
Perkenalan SMP

Juli 2005, adalah hari pertama aku akan mengukir masa depanku di jenjang pendidikan menengah pertama. “Sekarang aku anak SMP, harus lebih giat belajar!” kataku sembari memasuki gerbang sekolah unggulan yang dengan susah payah dapat kucapai ini. SMP ku adalah sekolah dengan bangunan belanda, terletak di selatan mall tertua yang menjadi icon kota istimewa. Belum puas dengan kebangganku, semuanya dengan cepat berubah. Nope! Bukan karena makhluk gaib, atau tepatnya belum.Semua karena aku baru sadar aku adalah satu-satunya anak baru yang memakai seragam putih-biru hari itu. “Ara, kamu bego banget!” kataku dalam hati. Aku lupa hari itu adalah masa orientasi di mana semua mengenakan kaos dan training untuk ke sekolah.
Aku adalah anak yang paling tidak bisa menahan malu, hingga akhirnya aku duduk di barisan paling belakang tanpa memperdulikan anak-anak sekitarku yang dengan asik berkenalan dengan teman baru.

Oh iya, aku kenalkan dulu beberapa tokoh yang akan mengisi lembar pengalamanku di masa SMP.
Fitri: Cewek super pinter dengan paras manis yang care banget sama semua orang
Wahyu: Atlit bulutangkis (tingkat provinsi kalau gak salah) yang males banget belajar
Sia: Cewek idaman semua laki-laki (termasuk akuemoticon-Big Grin)

Bakal masih banyak lagi tokoh-tokoh di pengalaman SMP ku, tapi mereka bertiga lah yang akan paling sering muncul.

Okey skip ke waktu break makan siang. Setelah sholat dhuhur aku berkenalan dengan beberapa teman baru. Oh iya, aku adalah anak yang gila kalau udah kenal, tapi super pendiam waktu pertama bertemu. Fitri adalah anak yang pertama menegurku.

Fitri: “Hey, kenalin aku fitri. Nama kmu siapa? Tinggalnya di mana? Masuk kelas apa?
Sumpah kala itu aku berfikir kelak dia akan menjadi detektif karena skill introgasi nya sudah keliatan dari sekarang emoticon-Big Grin

Aku: Hey, aku Ara. Rumahku di deket Tamansiswa. Aku masuk kelas VII-A. Kamu kelas apa?
Fitri: Ehhhhhhh! Samaa dong!! (suaranya waktu itu hampir sama kayak bunyi kaleng kalau dibaret pake garpu)
Aku: Buset jangan teriak-teriak dong. Sakit nih kuping!

Masih asik dengan obrolan yang terus mengalir, pandanganku teralihkan dengan seorang gadis yang sedari tadi berdiri di belakang pintu kantin. Rambut panjangnya terkuncir dua dengan pita berwarna biru. Kemudian aku lambaikan tanganku kepadanya. “hey, sini ikutan gabung” teriakku padanya. Dengan langkah yang lambat dia mendekat. “Hey nama kamu siapa? Aku ara, dan ini Fitri” kataku. Anehnya tidak sepatah katapun keluar dari mulutnya.
Deg…jantungku tiba-tiba berdegup kencang. “Sial ini pasti bukan orang” kataku dalam hati.

Aku: “Fit, kita pindah tempat ngobrol yuk”
Fitri: “Hah? Kenapa kok gitu?”

“Benar! Ternyata Fitri bahkan ga sadar kalau ada cewek ini di sini. Berarti dia memang bukan manusia” kata ku dalam hati.

Aku: “udah ayo ikut aja!”

Aku segera bergegas untuk menarik tangan fitri dan berjalan setengah berlari tanpa tau menuju ke mana. Tahu kah kalian? Gadis itu berjalan, bukaan! Dia berlari mengejar kami!
Aku kemudian berlari sembari menarik Fitri. Entah bagaimana aku menemukan ruangan itu, tapi aku dan Fitri berakhir di sebuah gudang penyimpanan gamelan.

“Fit sekarang aku ceritain kenapa kita harus lari. Kamu boleh percaya atau engga, tapi tadi…” belum sempat aku menjelaskan, tiba-tiba “braak..braakk..brakk..!!” pintu ruang penyimpanan digedor dari luar. Aku berteriak dari dalam ruangan “Jangan ganggu kami! Pergi kamu!” Aku pun membaca surat pendek sebisaku, lalu tidak lama terdengar suara dari luar.
“Tolong dibuka pintunya, ini saya pak Sakir”. Pak Sakir adalah guru olahraga di SMPku. Sesaat kemudian aku buka pintu penyimpanan itu dan aku liat Pak Sakir dengan beberapa murid termasuk murid baru. “Anjir malu!” begitu batinku. Aku pandangi wajah anak-anak itu satu per satu dan kulihat gadis itu di antara mereka. Karena ketakutan, aku kemudian berteriak ke Pak Sakir.

Aku: “Pak itu pak! Hantu itu dari tadi mengejar saya!” kataku sambil menunjuk gadis itu
Pak Sakir: “Huss! Kamu ini ngomong apa? Itu dewi. Dia anak baru juga.”

Sontak semua anak tertawa terbahak-bahak. “hahaha dewi mirip setan” kata salah satu anak.
Rasa malu itu terhapus oleh sura bel yang menandakan kita harus masuk ke kelas untuk perkenalan. Dewi ternyata juga di kelas yang sama denganku. Karena merasa bersalah aku kemudian duduk dekatnya untuk meminta maaf.

Aku: “Wi, maaf banget ya tadi aku kira kamu hantu.”
Dewi: “Iya gapapa kok. Ga usah dipikirin ya”
Aku: “Abisnya tadi kamu diem aja sih terus pas aku kabur kamu kejar juga”
Dewi: “Sebenernya aku mau bilang ke kamu tadi. Selama kamu ngajak aku kenalan kamu kayak ngobrol sendiri gitu. Terus kamu kenalin aku ke sesorang. Fitri ya? Fitri itu siapa sih?”

“Lah? Maksudnya apa? Kok ngobrol sendirian?” pertanyaan itu yang muncul di pikiranku. Belum sempat aku menemukan jawaban, aku dikejutkan dengan seorang anak baru yang terlambat masuk ke kelas. Coba tebak siapa dia?
Yep! Dia adalah Fitri!
Kemudian dia memperkenalkan dirinya di depan kelas
Fitri: “hey temen-temen. Aku fitri. Maaf terlambat, aku baru sampai di jogja jam satu tadi, jadi ga bisa gabung orientasi dari pagi”.

Mendengar perkenalan Fitri tadi aku langsung merinding. “terus siapa yang kenalan sama aku tadi?” pikirku dalam hati.
Kalian bisa bayangin aku mengunci diriku bersama makhluk gaib di dalam ruangan gamelan selama beberapa menit. Ga bisa aku bayangin gimana ceritanya kalau aku lebih lama lagi berada di ruangan tadi bersama dia.
Diubah oleh arako.santo93 16-08-2018 19:02
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.