Kaskus

Story

montormeburAvatar border
TS
montormebur
CINTA, AGAMA, &MAMA
Diubah oleh montormebur 25-08-2018 07:48
bukhoriganAvatar border
tesinuraeniAvatar border
kadal32672Avatar border
kadal32672 dan 14 lainnya memberi reputasi
11
268.4K
2.3K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
montormeburAvatar border
TS
montormebur
#1665
75
Apa yang sebenarnya terjadi dengan Ika! Kenapa malam-malam dia menangis.


Quote:



Novi mau nikah?? Dia bilang sendiri kalo gak mau nikah sebelum lulus, kenapa sekarang malah mau nikah? .Tuhan gak lagi bercanda kan?? Jujur aku masih belum menerima apa yang Ika ucapkan tadi. Logika ku masih berjalan, gak mungkin Novi ninggalin aku, gak mungkin.......

Tut.....Tut....Tut....... Berkali kali aku nelpon Novi tapi gak di angkat. Kalo yang di katakan Ika benar, gak mungkin Novi sudah tidur. Tapi kenapa gak di angkat-angkat. Lalu tiba-tiba ada SMS masuk.......nomer baru.......

Quote:



Gilaaa,ini bener-bener gila, gak mungkin....... aku masuk kamar, aku lihat mbak Eli pulas tertidur, aku berjalan menuju lemari ku,  di laci kecil di dalam lemari aku mengambil sebuah kotak merah. Aku kembali ke depan sambil membawa kotak itu. Perlahan aku buka kotak itu, ada dua cincin di sana. Disisi masing-masing cincin terukir namaku dan novi.

Quote:


Ku taruh saja kotak itu di meja,sambil sesekali aku pandangi. Vodka masih setengah botol langsung aku tenggak habis, aku kembali menyalakan rokok.

Sampai pagi aku benar-benar gak tidur, dan hanya duduk di teras. Selepas subuh, mbak Eli keluar....


Quote:



Mbak Eli pun berlalu ke dalam sambil menepuk pundak ku pelan. Aku masih diam membisu di teras saat matahari mulai menunjukkan sinarnya. Mbak keluar beli sarapan pun aku gak sadar. Mbak Eli meletakkan nasi uduk di meja dan menyuruh sarapan dulu, aku hanya meng-iya-kan.....


Quote:



Setelah Riri pergi, tak lama mbak Eli juga pamit. Aku sampai siang masih di teras sudah seperti orang bego. Aku masih berharap semua ini mimpi. Aku kembali masuk ke kontrakan Riri, mau mengambil beberapa botol alkohol, eh ternyata tinggal satuemoticon-Nohope. Di ruang tamu kontrakan Riri, aku kembali minum, udud plus nyalain home teather nya. Blink 182 play, kombinasi yang sempurna.........aku belum sarapan, nasi uduk tadi masih utuh di teras depan. Aku gak peduli, walaupun perut masih kosong,aku tetap minum.......aku masih berusaha menghubungi Novi, tapi nomernya sudah gak aktif.....shitt

Sorenya,mbak Eli dan Riri belum pulang. Aku hanya mandi sekedarnya, ambil jaket dan langsung meluncur ke stasiun, sama sekali gak bawa apa-apa, hanya baju yang menempel. Aku cuma bawa hp,ipod, dompet dan cincin. Aku sampai stasiun saat hampir magrib. Beli tiket eksekutif ke Jogja, dan menunggu pemberangkatan di stasiun......

Quote:


Aku kirim SMS ke banyak nomer, mbak Eli, Riri, dan duo sahabat partner in mesum. Setelah itu telepon aku matikan. Keluarin ipod, dan lanjut play blink182. Gak lama aku sudah di dalam kereta eksekutif, mahal gak masalah yang penting nyaman.

Di dalam kereta aku masih berusaha menghubungi Novi, tapi sayangnya masih belum aktif juga. Perasaan ku jadi semakin tak menentu. Takut, emosi, penasaran semua campur jadi satu. Perutku sama sekali belum terisi nasi, tapi aku sama sekali gak merasa lapar. Otak ku buntu, gak bisa mikir apapun. Tak lama, aku tertidur di kereta.

Subuh ,aku sudah turun di stasiun. Aku mencari sarapan, walaupun aku gak merasa lapar tapi aku harus makan, gak lucu kan kalo aku malah jadi sakit karena kelaparan. Selesai sarapan dan udud di stasiun, aku langsung menuju kosan Novi. Disana masih sepi ,gerbang masih di kunci karena mungkin masih terlalu pagi. Ya udah terpaksa aku nunggu di depan gerbang.

Aku nyalakan hp ku, banyak sms masuk dari orang-orang di Jakarta, tapi aku abaikan. Aku langsung mencari kontak Novi "cintaaquh" , aku coba melakukan panggilan......masih gak aktif.....sial. Aku hanya duduk termenung di depan gerbang kosan, tiba-tiba terlintas nama Nayla. Ok, aku mencoba menghubungi Nayla...dan di angkat.....


Quote:



Telepon langsung di matiin, dan tak lama Nayla keluar. Masih pake baju tidurnya yang super mini, bikin siapapun laki normal yang melihat pasti ngileremoticon-Genit.

Quote:


Lalu Nayla masuk ke kamar mandi. Sambil menunggu Nayla mandi, aku kirim pesan ke orang itu, mbak Dita, dan Ika...

emoticon-mail"Aku sudah di Jogja, kirim alamatmu" ke orang itu.

emoticon-mail"Nanti siang ada acara gak mbak?" ke mbak Dita

emoticon-mail"Mbak mu di rumah ka?"

Gak berapa lama pesan pun berbalas....

emoticon-mail"Nanti malam jam 8 aku tunggu di cafe xxxx" balasan dari orang itu. cafe yang sama tempat aku memata-matai sama mbak Dita dulu.

emoticon-mail"Di kosan aja benk, lagi gak enak badan nih. Kamu pulang?" balasan dari mbak Dita

emoticon-mail"Gak mas, udah balik kosan" balasan dari Ika

Sms dari orang itu dan Ika gak aku balas, aku hanya membalas sms mbak Dita....
kata Ika, Novi sudah balik ke kosan, tapi kosan mana....

emoticon-mail"Iya, ya udah nanti aku kesana" terkirim ke mbak Dita

Dan sudah gak ada balasan lagi....

Gak lama Nayla keluar dari kamar mandi, polosan tanpa pake apapun buat menutupi tubuhnya. Dia menuju lemarinya mau pilih baju.


Quote:



Dan Nayla pun pake baju di depanku, jujur aku pun ngileremoticon-Genit, tapi ini bukan waktu yang tepat. Aku ngobrol banyak sebelum dia berangkat ke kampus nya. Tapi sebelumnya aku minta tolong di antar ke kosan mbak Dita dulu. Dan dengan senang hati Nayla mau mengantarku. Dan ternyata mereka sudah akrab, setelah dulu ke distronya mbak Dita , Nayla jadi sering mampir ke distronya. Karena waktu sudah mepet, Nayla gak mampir , hanya ngobrol sebentar dan langsung ke kampus.

Di kamar mbak Dita....kamar yang dulu sering aku gunakan untuk numpang tidur.....


Quote:



Mbak Dita langsung sedikit bergeser, memberi tempat untukku tidur. Karena memang aku sudah ,aku pun nurut. Tak butuh waktu lama buatku hilang ke alam mimpi.


Spoiler for POV mbak Dita:


***

Tidurku sedikit terganggu saat aku dengar orang yang lagi ngobrol. Aku bangun dan melihat dua perempuan sedang ngobrol di depan meja komputer. Mereka membelakangiku, yang satu jelas itu mbak Dita, yang satunya kok masih pake seragam SMA....


Quote:



Setelah masuk mobil, kami lalu meninggalkan kosan mbak Dita dan langsung menuju ke arah distro. Mbak Dita duduk di belakang dan Ika duduk di sampingku.


Quote:



Kami makan siang di warung Padang yang ada di dekat distronya mbak Dita, dan kali ini di bayarin sama mbak Dita. Setelah itu kita ke distro, aku di kasih baju ganti baru sama mbak Dita. Aku bayar mbak Dita nya gak mau, karena aku lagi gak mau debat jadi aku terima saja, biasanya kan aku selalu nolak kalo di kasih gratisan.

Di distro kami ngobrol banyak tapi sama sekali gak menyangkut soal novi, hingga menjelang sore hari.....

Quote:



Mau sama siapa aja sih sebenarnya gak masalah, malah pengennya aku sendirian aja. Hari mulai beranjak malam, dan aku harus nganterin mbak Dita balik ke kosan dulu. Di kosan mbak Dita, Ika numpang ke kamar mandi dulu, gak tau deh ngapain, setelah keluar dia masih pake seragam putih abu-abu nya yang di balut cardigan biru. Ika memang cantikemoticon-Kiss (S) dan manis, dengan seragam SMA nya dia terlihat imut-imut menggemaskanemoticon-Genit. Gak kalah sama mbaknya. Sekarang aja tingginya sudah sama , suatu saat nanti aku yakin bakal lebih tinggi Ika daripada Novi. Aku memang suka cewe model kaki panjang seperti merekaemoticon-Genit.

Jam setengah delapan, aku dan Ika meninggalkan kosan mbak Dita. Kami akan menuju ke cafe xxxx tempat dimana orang itu ngajak ketemu. Jalanan lumayan padat, hingga kami sedikit molor saat tiba di cafe. Setelah memarkirkan mobil, aku mengajak Ika masuk ke cafe. Di dalam dalam aku aku mencari orang itu. Aku sengaja gak ngabarin kalo sudah sampai, semoga dia bisa di pegang janjinya. Di bawah lampu temaram cafe memang agak sulit untuk mencari seseorang. Hingga mataku tertuju ke salah satu sudut.....ya dia disana, tapi dia gak sendiri, dia bersama Novi.....jantung ku langsung berdetak lebih cepat, tanganku sudah mengepal keras, emosiku sudah mencapai puncak tertinggi.

Tapi tiba-tiba Ika memegang tanganku, jari jemarinya berusaha masuk ke sela-sela jariku yang sudah terkepal. Sentuhan tangan Ika membuat emosiku sedikit turun, dan ketika jemarinya sudah masuk di antara jariku, tangan Ika menggenggam erat tanganku. Dan emosiku langsung turun drastis. Aku gak tau apa yang terjadi dengan diriku, tapi dengan adanya Ika di sampingku dan sentuhannya membuatku bisa jauh lebih tenang......

Pelan, aku melangkah ke meja mereka. Setelah melihat kedatangan kami, orang itu tersenyum. Novi juga melihat kami, tapi aku gak melihat ekspresi apapun di wajahnya..... Raut mukanya sedikit terkejut saat pandangannya sedikit turun dan melihat kami bergandengan........

Quote:


_______________________________
dany.agus
dany.agus memberi reputasi
2
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.