- Beranda
- Stories from the Heart
Black Part Of Woman
...
TS
anism
Black Part Of Woman
Spoiler for Peringatan:
Spoiler for Anissa : Aku Bukan pramuria:
Spoiler for Ibu?!:
Spoiler for I Must Found a Father for You:
Wanita itu unik. Karena itu perlakuan terhadap mereka pun berbeda-beda dan spesial.
mereka selalu punya cerita menarik yang pantas disimak
Anism & (edit by) Fanzangela
Diubah oleh anism 30-05-2019 11:43
devarisma04 dan 6 lainnya memberi reputasi
7
48.2K
379
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
anism
#348
Prolog
Jika Anda membaca tulisan di atas. Akan ada dua kubu pola berpikir yang saya dapati. (Silahkan menambahkan jika sekiranya ada yang lain).
Pertama, ada yang akan berpikir. ‘Apa sih orang ini? Kurang kerjaan atau saking mau tenarnya jadi bikin tulisan begitu?’.
Banyak orang berpikir menulis dengan tema “Ibu” akan menjadi pijakan aman yang menguntungkan dalam dunia penulisan.
Kedua, ada yang akan mengernyitkan dahi dan berpikir. ‘Apa maksudnya tulisan ini?’.
Jika Anda adalah kubu kedua. Saya sangat ingin berbagi dengan Anda mengenai buah-buah pemikiran saya sebagai seorang calon ibu.
Apa yang Anda pikirkan saat Anda pertama kali menemukan bahwa ada dua garis di testpack Anda atau saat Anda mengira diri Anda masuk angin. Anda ke dokter, berharap obatnya tidak terlalu banyak dan biaya pengobatan tidak terlalu mahal. Ternyata yang Anda dapatkan adalah “Selamat Ibu, Bapak. Ibunya mengandung.”
Wow… Indah dan sempurna sekali rasanya. Iya. Itu yang saya rasakan bersama dengan suami saya. Walaupun bukan dengan konteks
‘masuk angin’.
Oke, disini saya tidak akan membahas soal romantisme saya dan suami. Tapi apa saja pembelajaran dan bagaimana pengalaman membuat saya ingin menulis soal ‘dapat’ dan ‘berkemampuan’ menjadi seorang Ibu.
Tulisan ini saya tulis dengan harapan menjadi pengingat bagi saya, apabila kelak saya tidak mampu menghadapi kenakalan anak saya. *peace*
Jika Anda membaca tulisan di atas. Akan ada dua kubu pola berpikir yang saya dapati. (Silahkan menambahkan jika sekiranya ada yang lain).
Pertama, ada yang akan berpikir. ‘Apa sih orang ini? Kurang kerjaan atau saking mau tenarnya jadi bikin tulisan begitu?’.
Banyak orang berpikir menulis dengan tema “Ibu” akan menjadi pijakan aman yang menguntungkan dalam dunia penulisan.
Kedua, ada yang akan mengernyitkan dahi dan berpikir. ‘Apa maksudnya tulisan ini?’.
Jika Anda adalah kubu kedua. Saya sangat ingin berbagi dengan Anda mengenai buah-buah pemikiran saya sebagai seorang calon ibu.
Apa yang Anda pikirkan saat Anda pertama kali menemukan bahwa ada dua garis di testpack Anda atau saat Anda mengira diri Anda masuk angin. Anda ke dokter, berharap obatnya tidak terlalu banyak dan biaya pengobatan tidak terlalu mahal. Ternyata yang Anda dapatkan adalah “Selamat Ibu, Bapak. Ibunya mengandung.”
Wow… Indah dan sempurna sekali rasanya. Iya. Itu yang saya rasakan bersama dengan suami saya. Walaupun bukan dengan konteks
‘masuk angin’.
Oke, disini saya tidak akan membahas soal romantisme saya dan suami. Tapi apa saja pembelajaran dan bagaimana pengalaman membuat saya ingin menulis soal ‘dapat’ dan ‘berkemampuan’ menjadi seorang Ibu.
Tulisan ini saya tulis dengan harapan menjadi pengingat bagi saya, apabila kelak saya tidak mampu menghadapi kenakalan anak saya. *peace*
Diubah oleh anism 09-08-2018 19:18
0