Kaskus

Story

okarin89Avatar border
TS
okarin89
ANDAI - Cerita Fiksi Time Travel Bersambung
ANDAI - Cerita Fiksi Time Travel Bersambung


Salam untuk semua penghuni Kaskus khususnya semua penghuni SFTH emoticon-Shakehand2 emoticon-Shakehand2 emoticon-Shakehand2


Mohon izinkan Okarin membuat cerita bergenre Fiksi Futuristik ya. Ceritanya ini bersifat Fiksi jadi tidak perlu ditanyakan dan diperdebatkan ya.


Jika suka ya tolong beri cendol supaya semangat. Moga-moga nggak kentang ya karena ceritanya lumayan njelimet.


Jika suka dengan cerita Okarin tolong beri Okarin cendol yang banyak ya en rate bintang lima supaya Okarin tambah semangat nulisnya. emoticon-Peace



Spoiler for Prolog:



CHAPTER INDEX


DAFTAR GARIS DUNIA


DAFTAR GARIS WAKTU


CHAPTER 1 : YA GITU DEH !


CHAPTER 2 : TITIK PERTEMUAN


CHAPTER 3 : HAH !!!!!!!


CHAPTER 4 : WAKTU YANG BERJALAN MUNDUR


CHAPTER 5 : ADA APA DENGAN RALINE ?


CHAPTER 6 : PESAWAT YANG JATUH BAGIAN 1& BAGIAN 2


CHAPTER 7 : MEMBUAT MESIN WAKTU SEBENARNYA 1 BAGIAN 1 & BAGIAN 2


CHAPTER 8 : KEINGINAN TERDALAM JULIE BAGIAN 1 , 2 , 3 , 4 , 5 , 6 , 7 , 8 , 9 , 10 , 11 ,12 ,13


Diubah oleh okarin89 17-08-2019 20:45
duychildAvatar border
bukhoriganAvatar border
bonita71Avatar border
bonita71 dan 13 lainnya memberi reputasi
8
71.1K
427
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.1KAnggota
Tampilkan semua post
okarin89Avatar border
TS
okarin89
#243
CHAPTER 8 - KEINGINAN TERDALAM JULIE BAGIAN 12
Rumah Galih Jatmiko, Selasa 21 April 2054 pukul 12:39 WIB, Garis Dunia Alaseis, Garis Waktu Sigma Σ, Jalur Delta Δ.


kaskus-image


10 menit setelah tragedi pembakaran Prof. Galih Jatmiko dan Prof. Nadya Prameswari itu terjadi tampak terlihat Garin dewasa yang menangis super histeris sedangkan Garin kecil tampak tegar dan berusaha menenangkan Seno kecil tatkala mereka bertiga melihat Ayah dan Bunda mereka mati dalam keadaan hangus terbakar.


AAAAAAAAAAAAAAAARGH !!!!!!!!!!!!!!!!!!


Pekik Garin dewasa penuh penyesalan karena tidak bisa berbuat apa-apa untuk menyelamatkan kedua orang tuanya sambil memeluk tubuh Ayah Bundanya yang hitam legam hangus terbakar api dengan sangat kuat tanpa ia sadari air matanya mengalir sangat deras membanjiri kedua pipinya.


“Sudahlah Kak Garin ! … Apa yang telah terjadi biarlah terjadi tidak perlu disesali apalagi ditangisi !”. ujar Garin kecil dengan sangat bijak membuat Garin dewasa tertegun mendengar nasihat yang terlontar keluar dari mulut seorang anak laki-laki yang masih berusia 6 tahun itu.


“MENGAPA KAMU MASIH BISA TENANG SAAT AYAH DAN BUNDA KAMU MATI HANGUS TERBAKAR ?”. tanya Garin dewasa sangat heran dengan sikap tenang yang ditunjukkan oleh Garin kecil setelah itu melepaskan pelukannya dari kedua jasad Ayah Bundanya yang hangus terbakar api dan kemudian segera beranjak bangun.


“JADI SAYA HARUS BAGAIMANA APA SAYA HARUS TERIAK HISTERIS SEPERTI KAK GARIN LAKUKAN ATAU SAYA HARUS MENANGIS TERUS SEPERTI YANG SENO LAKUKAN !!!!! … Katakan saya harus bagaimana Kak ?”


Jawab Garin kecil dengan suara yang agak keras dan mata berkaca-kaca namun pada akhirnya suaranya berubah menjadi sangat lirih.


Garin dewasa pun hanya terdiam membisu mendengar jawaban yang terdengar sangat frontal dan jujur dari seorang anak kecil yang masih berusia 6 tahun sambil mengingat perkataan Bunda Nadya “Tentunya jika Bunda dan Ayah masih hidup tentunya kamu tidak akan pernah punya usaha martabak dan Seno tidak akan bisa kuliah sampai S3 serta kalian berdua tentu tidak akan pernah menciptakan Time Machine Scanner ! … Ini semua sudah diatur oleh Garis Waktu Psi nak !”.


“Ayah … bangun Ayah ! … Ayah … bangun Ayah ! … Ayah … Ayo main bola lagih sama Seno ! … Ayah kok diam ajah !”. ujar Seno kecil dengan diiringi isak tangis sambil melihat wajah Ayahnya yang hitam gosong sementara kedua tangan mungilnya sibuk menarik baju lab Ayahnya mengajaknya bermain bola.


“Bunda … bangun Bunda ! … Cariin kaos bola Seno … Bunda ! … Ayo Bunda cepetan cariin kaos bola Seno ! … Bunda kok diam ajah !”. ujar Seno kecil dengan diiringi isak tangis yang makin menjadi sambil mencium kening Sang Bunda yang hitam gosong sementara kedua tangan mungilnya sibuk menggoyang-goyangkan tubuh Bundanya memintanya mencarikan kaos bola karena ia akan bermain bola dengan Sang Ayah.


“Abang Garin kenapa Ayah Bunda diem ajah Bang ? … Kenapa muka mereka item gosong semua Bang ?”. tanya Seno kecil polos dengan diiringi isak tangis yang makin menjadi-jadi pada Garin kecil setelah itu ia memeluk erat tubuh Sang Kakak.


“Mereka berdua sudah meninggalkan dunia kita ini Seno ! … Tuhan menghukum Ayah Bunda makanya wajah dan tubuh Ayah Bunda item gosong semua Seno !”. jawab Garin kecil jujur dengan kedua mata berkaca-kaca sambil menghapus air mata Seno.


“Mengapa Ayah Bunda nggak pamit sama Seno kalau mau pergi Bang ?”. tanya Seno kecil lagi dengan diiringi isak tangis yang menghebat sambil memeluk tubuh Sang Kakak makin erat.


“Mungkin Ayah dan Bunda tidak mau Abang dan Seno tidak terlalu sedih makanya Ayah dan Bunda nggak pamit sama Abang maupun sama Seno ! … Walaupun Ayah dan Bunda sudah tidak ada tapi ada Abang Garin di sini yang akan selalu menjaga dan melindungi Seno walaupun nyawa Abang Garin yang menjadi taruhannya”. jawab Garin kecil panjang lebar sambil memeluk tubuh Seno kecil dengan erat dan menepuk-nepuk punggungnya secara pelan-pelan menenangkannya.


“Apa Ayah dan Bunda pergi ke Surga Bang Garin ?”. tanya Seno kecil polos.


“Iya !”. jawab Garin kecil pendek.


“Kak Garin mau Seno buatin teh hangat ?”. tanya Seno kecil pada Garin dewasa sambil menghapus kedua matanya yang basah dengan kedua jari telunjuknya.


“Boleh !”. jawab Garin dewasa pendek dengan mimik wajah sangat depresi dan sangat tertekan.


“Okey Dokey akan Seno buatkan Kak Garin ! … Sabar ya Kak Garin !”. ujar Seno kecil dengan sangat antusias setelah itu bergegas menuju dapur.


“Apa Kak Garin pernah melihat Ayah dan Bunda dibakar sebelumnya ?”. tanya Garin kecil setelah memastikan Seno kecil menuju dapur.


“Iya !”. jawab Garin Dewasa dengan mata berkaca-kaca.


“Kak Garin harus kembali ! … Ini bukan tempat Kak Garin ! … Lagipula Kak Garin sudah ingat tentang projek Galileo K6205 dan sudah bertemu Ayah dan Bunda ! … Mungkin Seno dewasa yang ada di masa depan sangat mengkhawatirkan Kak Garin ! … Kembalilah Kak Garin !”. saran Garin kecil sekenanya.



TAAAAAAA !!!!!!!


Pekik Garin dewasa penuh berapi-api yang tiba-tiba keberadaannya di Garis Dunia Alaseis dan Garis Waktu Sigma Σ dihapus oleh Garis Waktu Psi Ψ sambil berusaha menyentuh tangan mungil Garin kecil untuk bersalaman namun tangannya tidak dapat menyentuhnya, lalu ia melihat dirinya sendiri makin lama makin halus, dan kemudian ia membelalakkan kedua matanya sangat terkejut saat melihat tubuhnya hanya tinggal setengah badan.


“Selamat Tinggal Diriku Masa Depan !”. ujar Garin kecil dengan penuh antusias sambil melambaikan tangan kanannya pada Garin dewasa yang hanya tinggal kepalanya saja.


Diubah oleh okarin89 06-08-2018 23:11
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.