Kaskus

Story

montormeburAvatar border
TS
montormebur
CINTA, AGAMA, &MAMA
Diubah oleh montormebur 25-08-2018 07:48
bukhoriganAvatar border
tesinuraeniAvatar border
kadal32672Avatar border
kadal32672 dan 14 lainnya memberi reputasi
11
268.4K
2.3K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
montormeburAvatar border
TS
montormebur
#1093
68
Selamat buat Dovi04 dan Ducati


________________________________________


Jam 6 pagi aku sudah sampai di kontrakan setelah nyambung pake taksi dari Gambir. Kondisi kontrakan sudah ramai, anak-anak kontrakan yang berebut sarapan di warteg. Di warteg ini bisa makan dulu dan bayarnya nanti awal bulan sekalian bayar kontrakan ,aku tahu dari Tono karena kebiasaan dia seperti itu. Tapi aku lebih suka langsung bayar sehabis makan biar gak ribet.

Setelah sarapan dan mandi aku langsung berangkat ke kampus. Ketemu temen-temen saling sapa dan ngobrol sampai dosen masuk. Siangnya waktu pulang aku ketemu Tony dan Dyah di halte depan. Ngobrol sambil ngopi dan udud. Dyah juga udud ya tapi dia gak suka kopi, rokok dia putih. Tak lama aku lihat Riri keluar kampus bareng cowok.....

Quote:



Sepertinya Riri melihat kami, karena dia melambaikan tangan ke arah kami lalu berjalan ke arah kami tapi cowok itu gak ikut , dia jalan ke arah lain.

Quote:


Toni dan Dyah cuma balas cie cie doang,kayak anak SD ajaemoticon-Nohope. Aku dan Riri pergi dari halte menuju ke tempat biasa kami nyetop angkot. Angkot yang lewat kontrakan Riri pun datang,lalu kami naik. Satu jam berlalu dan kami sudah sampai di kontrakan Riri. Kontrakan mbak Eli juga ding, tapi mbak Eli nya masih kerja. Eh ngapain juga ngapain juga ngomongin mbak Eli,dia kan udah gak mau ketemu aku lagi.

Quote:


Riri lalu beranjak ke dapur. Aku kangen kontrakan ini. Eh maksudku kontrakan sebelah. Penghuninya juga, iya aku kangen sama mbak Eli, rasa kangen seorang adik sama kakaknya. Satu tahun tinggal bareng, membuat chemistryantara aku dan mbak Eli makin dalam. Ya Tuhan,apa aku masih bisa dekat sama mbak Eli?

Tak lama Riri keluar membawa 2 gelas es teh. Kita ngobrol banyak sampai aku tertidur disana.

Sore aku di bangunin Riri.

Quote:


Setelah numpang mandi di tempat Riri ,aku langsung berangkat kerja. Kerja ku gitu-gitu aja jadi aku skip aja,udah sering aku tulis juga kan.

Malamnya, saat pulang kerja, Tante Siska sudah menunggu untuk meminta jatahnya. Dia lempar kunci mobilnya kepadaku. Gak pake lama kami langsung meluncur ke apart nya Tante Siska. Di sana ngapain lagi kalo bukan berolahragamalam. Tante Siska terlelap bahagia saat keringatnya mulai mengering. AC aku kecilin lalu tubuh polosnya aku tutup dengan selimut. Kemudian aku menikmati udud dan alkohol di balkon apart nya. Memandangi Jakarta yang masih ramai walau sudah dini hari. Kota yang tak pernah mati.

Yah kehidupan ku di Jakarta memang seperti itu, monoton. Kuliah,kerja, dan lembur , lemburnya kalo gak sama Tante Siska ya sama mbak Nova, atau keduanya hehe. Sabtu atau Minggu kadang kumanfaatkan buat tidur seharian kalo gak ada yang ngajak main. Senin-jumat aku gak ada waktu buat bersantai, sesekali ya bisa lah kalo kerjaan lagi sedikit dan gak lembur, tapi biasanya aku gunakan buat bersosialisasi sama anak-anak kontrakan.

Memasuki bulan puasa, kegiatan ku juga masih gitu-gitu aja. Dan aku gak pernah puasa (berat aku nulis ini), iya sebulan full aku gak puasa. Tiap malam aku selalu menumpuk dosa, gimana aku bisa puasa. Selama puasa 'cafe ' mbak Nova tutup, jadi aku ada waktu luang yang lebih banyak, tapi tetap saja lemburan jalan terus. Aku juga ikut buka bersama bareng anak-anak kontrakan atau sama Riri. Gak puasa tapi ikut buka boleh dong ya emoticon-Big Grinhehe.

Hampir mendekati hari terakhir bulan puasa,saat itu aku pura-pura buka puasa di kontrakan Riri. Setelah buka puasa dan mengimami Riri sholat Maghrib, aku dan Riri nongkrong di teras. Saat asik ngobrol sama Riri, aku lihat mbak Eli datang naik si ganteng, sepertinya pulang kerja,tumben sampai malam. Setelah buka helm ,aku lihat pipinya basah. Kok nangis sih ,kenapa ya?.

Dia gak menyapa kami dan langsung masuk ke kontrakannya.

Quote:


Jujur saja aku merasa sakit lihat mbak Eli nangis tadi, siapa yang berani buat dia nangis?. Ingin aku menyusul ke kontrakannya, tapi aku dulu udah janji kalo gak akan ganggu dia lagi. Tapi hati kecilku seperti menyuruh untuk menemui mbak Eli.

Aku masih ngobrol sama Riri, tapi yang ada di pikiran ku itu mbak Eli. Dan sepertinya Riri sadar kalo aku sudah gak fokus sejak mbak Eli datang tadi. Tak lama seperti terdengar barang yang pecah. Kalo dari suaranya barang berbahan kaca....

Quote:


Sepertinya kata-kata Riri ada benarnya. Ok , aku coba buang ego ku. Aku melangkah ke kontrakan mbak Eli. Dari depan pintu aku bisa dengar sesenggukan si tuan rumah. Aku lalu mengetuk pintunya, sekali dua kali,tiga kali masih gak ada respon. Aku memegang handle pintu, dan ternyata tidak di kunci.

Quote:


Saat aku masuk, ruang depannya berantakan, ada apa ini?. Terdengar suara tangis mbak Eli dari dalam kamarnya. Pelan aku mendekati pintu kamarnya yang terbuka sedikit. Aku lihat mbak Eli terduduk disamping kasur sambil memeluk lututnya, dia masih menangis sesenggukan......

Aku lalu mendekat dan jongkok di depannya....

Quote:


Aku segera beranjak dan mulai berjalan meninggalkan kamarnya. Saat sampai pintu kamar, ada yang memelukku dari belakang, punggungku terasa basah dan hangat. Untuk sesaat aku biarkan dulu seperti ini. Setelah agak reda,aku coba mengendurkan pelukannya. Aku berbalik, menyibak rambut yang sedikit menutupi wajahnya....

Quote:


Mbak Eli nurut , dia ambil baju ganti lalu ke kamar mandi. Selagi mbak Eli mandi, aku memberesi kamar mbak Eli dan ruang depan yang berantakan. Saat aku keluar mengambil sapu, Riri tanya mbak Eli kenapa.... Riri membawa mukena, mungkin dia mau tarawih ke masjid....

Quote:


Lalu Riri meninggalkan ku ke masjid. Aku kembali masuk dan membersihkan kontrakan mbak Eli. Mandinya mbak Eli kali ini lebih lama dari biasanya. Saat aku selesai membereskan kontrakannya pun dia belum selesai mandi. Aku ambil hp sambil menunggu mbak Eli selesai mandi.....sms an lah sama pacar ku yang jauh disana emoticon-Coolhehe, emang jomblo sms ke random nomor nyari kenalan cewe baru alasannya salah kirim emoticon-Peaceemoticon-Shutuphaha. Ini fakta mblo....

Gak lama mbak Eli selesai mandi dan wajahnya kelihatan lebih segar, tapi tetap gak bisa menutupi wajahnya yang sedang sedih.......mbak Eli ikut duduk disampingku....

Quote:


Dan malam itu aku tidur di kontrakan mbak Eli. Saat mbak Eli sudah tidur,aku mengambil hp mbak Eli. Semoga ada foto Frans di hpnya. Lancang sebenarnya tapi terpaksa aku lakukan. Aku cari di galeri nya dan dapat, lalu aku bluetooth ke hp ku. Saat aku geser koleksi galeri nya...... brengsek kau Frans, banyak foto semimbak Eli dengan Frans,asuuuuuuuemoticon-Mad (S)........

Paginya setelah mbak Eli berangkat kerja, aku dan Riri berangkat ke kampus. Di kampus kita langsung pisah, Riri ke teman-temannya dan aku sudah janjian sama Toni di kantin.

Quote:


Aku gak memperdulikan ucapannya,aku langsung menuju kelas. Kegiatan di kampus gak ada yang menarik. Pulangnya aku sempat mengantar Riri pulang dulu lalu pergi lagi. Riri sempat tanya kemana, aku jawab aja mau main.

Aku sudah ada rencana jahat buat Frans. Aku pesan kopi di warung yang letaknya agak jauh dari pintu keluar kantornya Frans, tapi masih sangat jelas untuk mengamati keluar masuknya karyawan, ya aku menunggu Frans pulang kantor. Satu jam berlalu dan aku lihat Frans keluar. Aku nyalakan motornya Toni, dan aku mengikutinya dari jarak aman. Aku mengikutinya sampai masuk ke sebuah perumahan, dan sekarang aku sudah tau rumahnya. Ok, misi pertama selesai dan akupun balik. 

Aku ke kosan Toni mau mengembalikan motor sekalian melaksanakan misi berikutnya. Orangnya ada di kamarnya sama Dyah. Ngamar mulu kerjaannya tuh orangemoticon-Nohope.... dasar penjahat kelam**..........ngaca woyyy

Quote:


Ok gw anggap urusan dengan Toni selesai, dan aku pamit pulang, dan tinggal nunggu kabar selanjutnya dari Toni. Bicara tentang Toni, walaupun tampilannya seperti orang biasa, tapi  hampir semua preman di Jakarta barat dia kenal. Makanya aku minta bantuan untuk masalah ini sama Toni. Kenapa gak aku hajar sendiri? Resikonya banyak, dan aku gak ada waktu untuk itu, selesai. Mau di bilang cemen, silahkan.emoticon-Ngakak (S)

Tiga hari berlalu, Toni nyamperin aku di halte depan kampus. Toni ngeluarin hpnya, dan tunjukin galeri fotonya . Aku lihat foto-foto Frans yang babak belur, dan sepertinya tangan kirinya patah. Aku puas lihat foto-foto itu. Toni gak minta tambahan lagi. Ok misi balas dendam selesai. Terkesan jahat? Memang. Aku waktu itu masih terlalu muda untuk menyelesaikan masalah sepele seperti itu dengan kekerasan, hanya cara itu terpikirkan waktu itu, dan sekarang seperti ada rasa penyesalan, sori Frans.

Kegiatan kampus sudah sepenuhnya di liburkan mendekati hari raya. Dan siang itu aku mengantar Riri ke terminal. Ya Riri mau mudik ke kampung halamannya. Dia hanya membawa satu tas ransel kecil. Aku menemaninya sampai busnya berangkat. Setelah dari terminal aku balik ke kontrakan. Oh iya,aku sudah balik dan tinggal bareng mbak Eli. Aku sebenarnya sudah betah di kontrakan lama, anak-anaknya aku sudah akrab semua. Aku juga merasakan kekecewaan Siti dan Sofi saat tau aku mau pindah lagi ke tempat mbak Eli. Tapi mau gimana lagi,aku lebih sayang sama kakakku, apalagi kakakku sedang terpuruk, aku gak tega membiarkan dia sendirian. Tapi di sisi lain,Riri kelihatan senang aku balik ke sana.

Jangan iri mblooooo,aku memang mempesona di mata wanitaemoticon-Cool.....tanya saja sama ny.abenk kalo gak percayaemoticon-Nohope....ok kalian lebih tampan,tapi pesona dan kharisma ku tak ada lawan...... sesekali sombong boleh lah yaemoticon-Smilie .....

Kini giliran aku dan mbak Eli yang mudik, seperti biasa aku numpang mudik gratis menggunakan bus yang disediakan perusahaan mbak Eli.

Kembali ke malam terakhir sebelum mudik, aku ada di salah satu kamar hotel berbintang di Jakarta Selatan. Sebuah kamar yang lumayan mewah, kami bertiga mengadakan pesta. Anggap saja pesta perpisahan sementara antara aku ,mbak Nova dan Tante Siska. Kami sudah ada di kamar suite dari jam 8 malam, minuman highclass sudah ada di depan kami. Perlahan isi dari botol mulai berkurang, dan kami sudah mulai tinggi. Terlihat jelas dari wajah mbak Nova Tante Siska yang mulai merah. Satu persatu apa yang menempel di tubuh kami meninggalkan tempatnya. Dan pesta sesungguhnya pun dimulai.........

Disaat orang lain mengejar malam seribu bulan untuk mencari pintu surga, kami malah sengaja menuju pintu neraka........ Bangga??? Ooo, Tidak sama sekali, aku malah berharap malam itu tak pernah ada dalam perjalanan hidupku. Sekarang, setiap malam aku selalu bersujud memohon ampun untuk dosa-dosaku di masa laluemoticon-Frown, dan juga mendoakan orang-orang yang bersamaku di masa lalu.........

JOGJA, AKU KEMBALI LAGI........



_____________________________


nge-slow dulu


kaskus-image
jenthek
dany.agus
dany.agus dan jenthek memberi reputasi
2
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.