- Beranda
- Stories from the Heart
CINTA, AGAMA, &MAMA
...
TS
montormebur
CINTA, AGAMA, &MAMA
Ini hanya sebuah DONGENG, anggap saja anak SD yang di kasih tugas mengarang bebas
Sepenggal kisah seorang remaja menuju kedewasaan
Sebesar apapun cintamu, kamu pasti kalah sama yg selalu ada
Kesamaan nama, tempat, dan kejadian adalah hal yang tidak di sengaja
[B]Side Story
DONGENG
BAB 1
KOSONG
SIJI
LORO
TELU
PAPAT
LIMO
ENEM
PITU
WOLU
SONGO
SEPULOH
SEWELAS
ROLAS
TELULAS
PATBELAS
LIMOLAS
NEMBELAS
PITULAS
WOLULAS
SONGOLAS
RONGPULOH
SELIKUR
ROLIKUR
TELULIKUR
PATLIKUR
SELAWE
NEMLIKUR
PITULIKUR
WOLULIKUR
SONGOLIKUR
TELUNGPULUH
TELUNGPULUH SIJI
TELUNGPULUH LORO
TELUNG PULUH TELU
TELUNG PULUH PAPAT
TELUNG PULUH LIMO
TELUNG PULUH ENEM
TELUNG PULUH PITU
TELUNG PULUH WOLU
TELUNG PULUH SONGO
PATANG PULUH
SIJI
LORO
TELU
PAPAT
LIMO
ENEM
PITU
WOLU
SONGO
SEPULOH
SEWELAS
ROLAS
TELULAS
PATBELAS
LIMOLAS
NEMBELAS
PITULAS
WOLULAS
SONGOLAS
RONGPULOH
SELIKUR
ROLIKUR
TELULIKUR
PATLIKUR
SELAWE
NEMLIKUR
PITULIKUR
WOLULIKUR
SONGOLIKUR
TELUNGPULUH
TELUNGPULUH SIJI
TELUNGPULUH LORO
TELUNG PULUH TELU
TELUNG PULUH PAPAT
TELUNG PULUH LIMO
TELUNG PULUH ENEM
TELUNG PULUH PITU
TELUNG PULUH WOLU
TELUNG PULUH SONGO
PATANG PULUH
BAB 2
TERIMAKASIH
________________
Diubah oleh montormebur 25-08-2018 07:48
kadal32672 dan 14 lainnya memberi reputasi
11
269.3K
2.3K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•54.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
montormebur
#984
67 SEWIDAK PITU
Novi belum bisa bicara jujur semua padaku, aku emosi tapi aku masih bisa menguasai diri. Membiarkan sang waktu menjawab semuanya. Atau.....
Begitu masuk kamar aku lihat novi sedang ganti pakaian santainya dengan pakaian tidur yang super tipis itu
. Emosi langsung naik lagi, entah emosi atau nafsu,aku gak peduli, aku ingin menghajarnya abis-abisan malam ini. Kok terkesan jahat ya !! Iya aku akan jahat malam ini, aku ingin mengeluarkan emosi ku dengan cara paling nikmat hahaa
(ketawa jahat), andai saja ada alkohol ......
Hanya segitiga saja yang menempel di tubuhnya saat aku memeluk tubuh rampingnya dari belakang. Awalnya kaget, setelah tahu itu aku, Novi tersenyum manis. Pergulatan antara dua bibir pun tersaji indah, semakin lama semakin panas. Novi sudah selesai set pertamanya, sambil berdiri. aku masih baik hati,aku yang belum apa-apa memberikan dia waktu istirahat sejenak. Tapi jangan senang dulu, malam masih panjang......
Malam itu, mungkin sudah lewat tengah malam, aku lihat sepasang mata di atas pintu, kayaknya temennya Novi beneran ngintip. Biarkan saja, paling bingung sendiri nyari pelampiasannya
Maaf ya semua, jangan berimajinasi yang aneh-aneh.....sampai saat ini, aku masih menggunakan cara itu ketika istri ngeyel dan gak mau nurut...
Pagi yang indah, Novi tersenyum bahagia saat bangun dari tidurnya...sebuah kejujuran harus dia ucapkan malam tadi jika ingin mencapai puncak surga. Dan malam itu entah berapa kali dia sampai puncak, satu demi satu fakta terucap dari mulut manisnya. Ini trik yang aku dapat dari mbak Nova.
Cantik banget kamu dek......mas gak akan melepaskan mu dek.
Novi memutuskan gak kuliah hari ini. Alasannya ingin menghabiskan waktu seharian sama kekasih hatinya,mas abenk. Padahal aku sudah menyuruhnya kuliah saja,itu lebih penting, tapi Novi keukeuh menolak, ya udah aku bisa apa selain menuruti kemauannya. Jadinya kita gak beranjak dari kasur pagi ini. Gak perlu aku ceritakan panjang kali lebar kali tinggi apa yang terjadi pagi itu. Yang jelas, Novi yang malam harinya kalah tak berdaya ingin membalas dendam pagi itu, karena aku pacar yang baik maka aku menyerah saja, membiarkan dia mengeksplorasi adik ku dan aku gak banyak melawan. Aku rasa ungkapan kejujuran semalam sudah cukup, dan sekarang aku membiarkan Novi mencapai puncak dengan mudah. Silahkan bersenang senang.......
Siangnya kita muter-muter keliling Jogja, cuaca memang sedang panas tapi tak bisa menyurutkan langkah kita. Novi membawa kamera digitalnya. Novi sudah punya akun jejaring sosial waktu itu, Friendster atau apalah namanya. Dia sering upload foto-fotonya di situ.
Jalan melilingi mall yang ada di Malioboro , numpang ngadem sambil makan siang . Padahal aku paling males ke Malioboro,tapi demi Novi sekali-kali gak papa lah. Puas ke Malioboro Novi ngajak ke bon-bin....
Sampai bon-bin Novi beneran minta naik perahu. Dan gak cuma sekali,Novi beli tiket 3 pasang, jadi kita muter 3 kali putaran pake perahu, aku sampai malu sama mas-mas yang jaga. Tapi aku suka saat sifat kekanak-kanakannya keluar, manjanya gak abis-abis. Habis naik perahu aku ngajak udahan aja dan pulang. Novi mengiyakan,tapi saat lihat sepasang suami istri dan anaknya yang masih kecil naik gajah, Novi jadi kepengen. Aku geleng-geleng kepala, maunya apa sih nih anak . Akupun terpaksa menuruti permintaannya, menemaninya naik gajah. Selama di bon-bin Novi banyak mengabadikan kegiatan kita menggunakan kameranya.
Maaf yang sebesar-besarnya,bukan maksudku menggurui atau apa, tapi itu yang aku rangkum selama ini ketika menghadapi makhluk yang namanya wanita. Tentu beda orang beda rasa. Trust your heart, kata pujangga.
Hari sudah sore, Novi minta ke Alkid. Ok aku turuti semua permintaan nya, aku akan membuat dia merasa bahagia bersamaku hari ini. Nongkrong sambil menikmati es dawet di Alkid. Sederhana tapi seru, lihat anak kecil pada bermain, tukang loak menjajakan barang bekasnya. Novi mengambil gambar anak-anak yang sedang bermain menggunakan kamera digitalnya. Bosan di Alkid,Novi ngajak ke tamansari. Ok karena menikmati Jogja itu lebih enak jalan kaki maka aku harus nyari tempat parkir yang aman buat si biru putih. Setelah jalan dari Alkid ,aku menuju pasar ngasem hanya sekedar nitip motor, soalnya aku kenal mas parkirnya hehe. Dari pasar ngasem kita jalan kaki menuju komplek Tamansari. Seperti orang pacaran pada umumnya,kita selalu bergandengan tangan yang membuat para jomblo iri ingin bunuh diri
. Tak lupa foto-foto pake kamera yang di bawa Novi.
Menyusuri lorong bawah tanah, foto-foto lagi disana. Untung gak ada penampakan
haha. Kita terus berjalan menikmati damainya Jogja. Tak terasa kita sudah jalan sampai alun-alun Utara saat hari mulai beranjak malam. Sambil melepas lelah, kita nge-ronde dulu di sana. Dari alun-alun Utara kita naik becak ke pasar ngasem, karena aku gak tega kalo Novi jalan lagi ke pasar ngasem.
Sampai pasar ngasem kita ambil motor dan mau langsung pulang ke kosan. Gak enaknya kalo sama mas parkir yang kita kenal itu mereka gak mau di bayar, tapi ya udah ,rokok merah ku yang isinya masih setengah aku kasih ke dia. Kalo di kasih rokok dia mau, dia cuma ambil sebatang tapi aku paksa buat ambil semua saja. Beres sama mas parkir kita pulang. Sepanjang jalan pulang Novi memelukku erat.
Sampai di kosan....
Aku pulang dari kosannya Novi dengan perasaan bahagia. Tapi kebahagiaan ku akan lengkap kalo malam ini bisa ketemu Dewi....di luar gerbang kosan Novi aku menelpon Dewi......
Dewi di rumah, dan ijin main sudah dapat. Gak buang-buang waktu aku langsung meluncur ke rumahnya. Sampai rumahnya keadaan memang benar sepi. Aku ketuk pintu rumahnya,dan tak lama Dewi sendiri yang membukakan pintu. Ya iyalah dab,dia kan lagi sendirian di rumah. Berarti ada kesempatan dong buat..... Jangan ngarep,ikuti alur saja, kalo beruntung ya dapat.....
Gak butuh waktu lama buat menghabiskan sepiring nasi goreng. Setelah nasi goreng habis ,aku dan Dewi lanjut ngobrol, sebenarnya aku pengen udud dulu, tapi aku tahan karena waktu yang singkat bersama Dewi itu lebih penting daripada sekedar rokok. Jam sudah menunjukkan jam 8 malam lebih saat aku mau pamit. Tapi Dewi menahan ku ..
Aku balas memeluknya sambil memainkan rambutnya, wanginya beda sama Novi,tapi sama-sama segar dan bikin betah. Sambil memegang kepalanya dengan kedua tanganku,aku mencoba melepaskan pelukannya pelan-pelan. Mata kami bertemu saat pelukannya sudah mulai longgar..... untuk sesaat kami hanya bisa terdiam, menyelami perasaan kami masing-masing..... perlahan kepala saling mendekat.......
Cuppp,. dan dua bibir pun akhirnya bertemu. Sebuah ciuman yang lama, tanganku sudah menjelajahi daerah sensitifnya, begitu juga dengan tangannya. Tapi aku segera tersadar, saat ini aku gak mau lebih dari ini.....aku melepaskan ciumanku dan menarik tanganku dari daerah sensitifnya......
Tepat jam 9 malam aku meninggalkan rumah Dewi. Gak lama aku sudah di rumah. Aku di berondong banyak pertanyaan sama ibu, pulang bukannya di rumah malah kelayapan. Tapi gak papa itu namanya ibuku perhatian sama anak pertamanya.
Aku sms anggota geng mercon, aku ajak mereka ngumpul dan minum di cakruk. Mereka semua setuju tapi mereka minta aku yang nge-boss-i malam ini. Gak masalah,aku yang ngajak ya aku yang keluar duit. Singkatnya saat tengah malam , semua sudah siap, tadi Eko dan Arif yang keluar cari logistik setelah aku kasih beberapa lembar 50ribuan.
Oplosan Anggur,TM,fanta sudah ada di depan kami, karena hanya itu yang mudah di dapatkan di kampungku. Surungannya juga komplit, borong di angkringan. Ada sate usus,sate ampela, rica-rica dan gorengan...... mantab....... nikmat mana lagi yang kau dustakan...... orang kampung sudah paham kelakuan nakal kami, dan kami sudah kebal di omong jelek.
Aku yang anaknya pak kaum dan muadzin sedikit di hormati, padahal aku gak butuh. Sendi yang anaknya pejabat dan termasuk orang paling kaya sekampung juga masih di segani. Nah tiga anggota geng mercon yang lain itu yang jadi sasaran mulut-mulut suci di kampung, katanya mereka membawa pengaruh buruk bagi aku dan sendi. Hahaa kasihan tapi emang dasarnya geng mercon itu anggotanya orang-orang yang cuek, jadi semua omongan hanya masuk kuping kiri keluar kuping kanan.
Skip ke keesokan harinya, semalam gak ada yang sampai teler , yang ada malah bikin badan jadi enteng. Salah satu tujuan aku pulang adalah bikin SIM A, buat jaga-jaga aja walaupun selama ini selalu aman. Siangnya, SIM A sudah di tangan ku. Gak pake test apapun, cukup bayar sekian dan semua beres.
Malamnya aku ke stasiun bareng bapak naik Pitungkesayangannya. Bapak sekalian berangkat narik becak malam ini. Aku sudah minta beliau untuk berhenti narik becak, aku sudah beliin beberapa ekor kambing buat pengganti kesibukan bapak di rumah. Tapi jawaban bapak....
Ya sudah, mau gimana lagi. Memang bapak ku gak pernah berhenti bergerak, apa yang bisa di kerjakan pasti di kerjakan sendiri. Sampai beberapa tahun kemudian bapak menghembuskan nafas terakhir saat terjatuh dari pohon kelapa, padahal sudah di ingatkan ibu kalo pohonnya masih licin karena habis hujan. Aku , mehonk dan pamanku yang turun ke liang lahat meletakkan jenazah bapak di tempat peristirahatan terakhirnya. Sepeninggal bapak , sedih sudah pasti, gak gairah mau ngapa-ngapain, hati ku ancur di tinggal orang paling aku hormati. Belum hilang rasa kesedihan di tinggal bapak ,hatiku kembali di hancur leburkan sampai tak bersisa saat terima sebuah 'kertas' dari dia......aku bagai mayat hidup.......eh.....
Aduh kok jadi meloww gini. Lanjut...... Di stasiun Novi sudah menunggu, Novi salim dan cium tangan bapak sebelum bapak pergi dari stasiun. Sambil menunggu keberangkatan kereta, kami ngobrol santai. Aku lihat Novi bisa tertawa lepas malam itu.
Kereta sudah mau berangkat, sebelum masuk kereta Novi memelukku erat, dan ciuman di bibir melepas kepergian ku ke Jakarta. Novi gak peduli kalo semua orang di stasiun memperhatikan kami.
Jakarta.......aku kembali..... tunggu aku di kotamu.......
Begitu masuk kamar aku lihat novi sedang ganti pakaian santainya dengan pakaian tidur yang super tipis itu
. Emosi langsung naik lagi, entah emosi atau nafsu,aku gak peduli, aku ingin menghajarnya abis-abisan malam ini. Kok terkesan jahat ya !! Iya aku akan jahat malam ini, aku ingin mengeluarkan emosi ku dengan cara paling nikmat hahaa
(ketawa jahat), andai saja ada alkohol ......Hanya segitiga saja yang menempel di tubuhnya saat aku memeluk tubuh rampingnya dari belakang. Awalnya kaget, setelah tahu itu aku, Novi tersenyum manis. Pergulatan antara dua bibir pun tersaji indah, semakin lama semakin panas. Novi sudah selesai set pertamanya, sambil berdiri. aku masih baik hati,aku yang belum apa-apa memberikan dia waktu istirahat sejenak. Tapi jangan senang dulu, malam masih panjang......
Quote:
Malam itu, mungkin sudah lewat tengah malam, aku lihat sepasang mata di atas pintu, kayaknya temennya Novi beneran ngintip. Biarkan saja, paling bingung sendiri nyari pelampiasannya
Maaf ya semua, jangan berimajinasi yang aneh-aneh.....sampai saat ini, aku masih menggunakan cara itu ketika istri ngeyel dan gak mau nurut...
Pagi yang indah, Novi tersenyum bahagia saat bangun dari tidurnya...sebuah kejujuran harus dia ucapkan malam tadi jika ingin mencapai puncak surga. Dan malam itu entah berapa kali dia sampai puncak, satu demi satu fakta terucap dari mulut manisnya. Ini trik yang aku dapat dari mbak Nova.
Cantik banget kamu dek......mas gak akan melepaskan mu dek.
Novi memutuskan gak kuliah hari ini. Alasannya ingin menghabiskan waktu seharian sama kekasih hatinya,mas abenk. Padahal aku sudah menyuruhnya kuliah saja,itu lebih penting, tapi Novi keukeuh menolak, ya udah aku bisa apa selain menuruti kemauannya. Jadinya kita gak beranjak dari kasur pagi ini. Gak perlu aku ceritakan panjang kali lebar kali tinggi apa yang terjadi pagi itu. Yang jelas, Novi yang malam harinya kalah tak berdaya ingin membalas dendam pagi itu, karena aku pacar yang baik maka aku menyerah saja, membiarkan dia mengeksplorasi adik ku dan aku gak banyak melawan. Aku rasa ungkapan kejujuran semalam sudah cukup, dan sekarang aku membiarkan Novi mencapai puncak dengan mudah. Silahkan bersenang senang.......

Siangnya kita muter-muter keliling Jogja, cuaca memang sedang panas tapi tak bisa menyurutkan langkah kita. Novi membawa kamera digitalnya. Novi sudah punya akun jejaring sosial waktu itu, Friendster atau apalah namanya. Dia sering upload foto-fotonya di situ.
Jalan melilingi mall yang ada di Malioboro , numpang ngadem sambil makan siang . Padahal aku paling males ke Malioboro,tapi demi Novi sekali-kali gak papa lah. Puas ke Malioboro Novi ngajak ke bon-bin....
Quote:
Sampai bon-bin Novi beneran minta naik perahu. Dan gak cuma sekali,Novi beli tiket 3 pasang, jadi kita muter 3 kali putaran pake perahu, aku sampai malu sama mas-mas yang jaga. Tapi aku suka saat sifat kekanak-kanakannya keluar, manjanya gak abis-abis. Habis naik perahu aku ngajak udahan aja dan pulang. Novi mengiyakan,tapi saat lihat sepasang suami istri dan anaknya yang masih kecil naik gajah, Novi jadi kepengen. Aku geleng-geleng kepala, maunya apa sih nih anak . Akupun terpaksa menuruti permintaannya, menemaninya naik gajah. Selama di bon-bin Novi banyak mengabadikan kegiatan kita menggunakan kameranya.
Quote:
Maaf yang sebesar-besarnya,bukan maksudku menggurui atau apa, tapi itu yang aku rangkum selama ini ketika menghadapi makhluk yang namanya wanita. Tentu beda orang beda rasa. Trust your heart, kata pujangga.
Hari sudah sore, Novi minta ke Alkid. Ok aku turuti semua permintaan nya, aku akan membuat dia merasa bahagia bersamaku hari ini. Nongkrong sambil menikmati es dawet di Alkid. Sederhana tapi seru, lihat anak kecil pada bermain, tukang loak menjajakan barang bekasnya. Novi mengambil gambar anak-anak yang sedang bermain menggunakan kamera digitalnya. Bosan di Alkid,Novi ngajak ke tamansari. Ok karena menikmati Jogja itu lebih enak jalan kaki maka aku harus nyari tempat parkir yang aman buat si biru putih. Setelah jalan dari Alkid ,aku menuju pasar ngasem hanya sekedar nitip motor, soalnya aku kenal mas parkirnya hehe. Dari pasar ngasem kita jalan kaki menuju komplek Tamansari. Seperti orang pacaran pada umumnya,kita selalu bergandengan tangan yang membuat para jomblo iri ingin bunuh diri
. Tak lupa foto-foto pake kamera yang di bawa Novi. Menyusuri lorong bawah tanah, foto-foto lagi disana. Untung gak ada penampakan
haha. Kita terus berjalan menikmati damainya Jogja. Tak terasa kita sudah jalan sampai alun-alun Utara saat hari mulai beranjak malam. Sambil melepas lelah, kita nge-ronde dulu di sana. Dari alun-alun Utara kita naik becak ke pasar ngasem, karena aku gak tega kalo Novi jalan lagi ke pasar ngasem. Sampai pasar ngasem kita ambil motor dan mau langsung pulang ke kosan. Gak enaknya kalo sama mas parkir yang kita kenal itu mereka gak mau di bayar, tapi ya udah ,rokok merah ku yang isinya masih setengah aku kasih ke dia. Kalo di kasih rokok dia mau, dia cuma ambil sebatang tapi aku paksa buat ambil semua saja. Beres sama mas parkir kita pulang. Sepanjang jalan pulang Novi memelukku erat.
Quote:
Sampai di kosan....
Quote:
Aku pulang dari kosannya Novi dengan perasaan bahagia. Tapi kebahagiaan ku akan lengkap kalo malam ini bisa ketemu Dewi....di luar gerbang kosan Novi aku menelpon Dewi......
Quote:
Dewi di rumah, dan ijin main sudah dapat. Gak buang-buang waktu aku langsung meluncur ke rumahnya. Sampai rumahnya keadaan memang benar sepi. Aku ketuk pintu rumahnya,dan tak lama Dewi sendiri yang membukakan pintu. Ya iyalah dab,dia kan lagi sendirian di rumah. Berarti ada kesempatan dong buat..... Jangan ngarep,ikuti alur saja, kalo beruntung ya dapat.....
Quote:
Gak butuh waktu lama buat menghabiskan sepiring nasi goreng. Setelah nasi goreng habis ,aku dan Dewi lanjut ngobrol, sebenarnya aku pengen udud dulu, tapi aku tahan karena waktu yang singkat bersama Dewi itu lebih penting daripada sekedar rokok. Jam sudah menunjukkan jam 8 malam lebih saat aku mau pamit. Tapi Dewi menahan ku ..
Quote:
Aku balas memeluknya sambil memainkan rambutnya, wanginya beda sama Novi,tapi sama-sama segar dan bikin betah. Sambil memegang kepalanya dengan kedua tanganku,aku mencoba melepaskan pelukannya pelan-pelan. Mata kami bertemu saat pelukannya sudah mulai longgar..... untuk sesaat kami hanya bisa terdiam, menyelami perasaan kami masing-masing..... perlahan kepala saling mendekat.......
Cuppp,. dan dua bibir pun akhirnya bertemu. Sebuah ciuman yang lama, tanganku sudah menjelajahi daerah sensitifnya, begitu juga dengan tangannya. Tapi aku segera tersadar, saat ini aku gak mau lebih dari ini.....aku melepaskan ciumanku dan menarik tanganku dari daerah sensitifnya......
Quote:
Tepat jam 9 malam aku meninggalkan rumah Dewi. Gak lama aku sudah di rumah. Aku di berondong banyak pertanyaan sama ibu, pulang bukannya di rumah malah kelayapan. Tapi gak papa itu namanya ibuku perhatian sama anak pertamanya.
Aku sms anggota geng mercon, aku ajak mereka ngumpul dan minum di cakruk. Mereka semua setuju tapi mereka minta aku yang nge-boss-i malam ini. Gak masalah,aku yang ngajak ya aku yang keluar duit. Singkatnya saat tengah malam , semua sudah siap, tadi Eko dan Arif yang keluar cari logistik setelah aku kasih beberapa lembar 50ribuan.
Oplosan Anggur,TM,fanta sudah ada di depan kami, karena hanya itu yang mudah di dapatkan di kampungku. Surungannya juga komplit, borong di angkringan. Ada sate usus,sate ampela, rica-rica dan gorengan...... mantab....... nikmat mana lagi yang kau dustakan...... orang kampung sudah paham kelakuan nakal kami, dan kami sudah kebal di omong jelek.
Aku yang anaknya pak kaum dan muadzin sedikit di hormati, padahal aku gak butuh. Sendi yang anaknya pejabat dan termasuk orang paling kaya sekampung juga masih di segani. Nah tiga anggota geng mercon yang lain itu yang jadi sasaran mulut-mulut suci di kampung, katanya mereka membawa pengaruh buruk bagi aku dan sendi. Hahaa kasihan tapi emang dasarnya geng mercon itu anggotanya orang-orang yang cuek, jadi semua omongan hanya masuk kuping kiri keluar kuping kanan.
Skip ke keesokan harinya, semalam gak ada yang sampai teler , yang ada malah bikin badan jadi enteng. Salah satu tujuan aku pulang adalah bikin SIM A, buat jaga-jaga aja walaupun selama ini selalu aman. Siangnya, SIM A sudah di tangan ku. Gak pake test apapun, cukup bayar sekian dan semua beres.
Malamnya aku ke stasiun bareng bapak naik Pitungkesayangannya. Bapak sekalian berangkat narik becak malam ini. Aku sudah minta beliau untuk berhenti narik becak, aku sudah beliin beberapa ekor kambing buat pengganti kesibukan bapak di rumah. Tapi jawaban bapak....
Quote:
Ya sudah, mau gimana lagi. Memang bapak ku gak pernah berhenti bergerak, apa yang bisa di kerjakan pasti di kerjakan sendiri. Sampai beberapa tahun kemudian bapak menghembuskan nafas terakhir saat terjatuh dari pohon kelapa, padahal sudah di ingatkan ibu kalo pohonnya masih licin karena habis hujan. Aku , mehonk dan pamanku yang turun ke liang lahat meletakkan jenazah bapak di tempat peristirahatan terakhirnya. Sepeninggal bapak , sedih sudah pasti, gak gairah mau ngapa-ngapain, hati ku ancur di tinggal orang paling aku hormati. Belum hilang rasa kesedihan di tinggal bapak ,hatiku kembali di hancur leburkan sampai tak bersisa saat terima sebuah 'kertas' dari dia......aku bagai mayat hidup.......eh.....
Aduh kok jadi meloww gini. Lanjut...... Di stasiun Novi sudah menunggu, Novi salim dan cium tangan bapak sebelum bapak pergi dari stasiun. Sambil menunggu keberangkatan kereta, kami ngobrol santai. Aku lihat Novi bisa tertawa lepas malam itu.
Quote:
Kereta sudah mau berangkat, sebelum masuk kereta Novi memelukku erat, dan ciuman di bibir melepas kepergian ku ke Jakarta. Novi gak peduli kalo semua orang di stasiun memperhatikan kami.
Jakarta.......aku kembali..... tunggu aku di kotamu.......
Diubah oleh montormebur 03-08-2018 17:50
1
"Halo wi, sibuk gak?"