Kaskus

Story

montormeburAvatar border
TS
montormebur
CINTA, AGAMA, &MAMA
Diubah oleh montormebur 25-08-2018 07:48
bukhoriganAvatar border
tesinuraeniAvatar border
kadal32672Avatar border
kadal32672 dan 14 lainnya memberi reputasi
11
268.2K
2.3K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.2KAnggota
Tampilkan semua post
montormeburAvatar border
TS
montormebur
#849
65
Hari ini aku freeee. Update dikit lah....
*Bangun tidur terus mandi tak lupa gosok gigi
*Ke mushola subuh berjamaah
*Lari pagi 5 km on strava
*Nyuci motor
*Ngopi udud sambil ngetik apdet(kasihan gw sama yang kojel-kojel nunggu apdet)
*Denger musik dari knalpot 4 cylinder yang lagi di panasin

Yuk ah...........

*******

Di sudut samping jendela aku lihat 2 orang yang sedang duduk berhadapan, salah satunya aku kenal luar dalam. Dan satunya adalah orang yang pernah dekat dengannya. Jantung ku berdetak lebih cepat, mungkin kalo kulit ku lebih putih sedikit, wajah ku pasti kelihatan merah, sayang kulit ku eksotis khas orang Indonesia, apa lagi anak pantai seperti ku..... eh kok malah ngomongin kulit sih......

Katanya sama teman-temannya, tapi kenapa cuma berdua? Sama orang itu lagi,kan jadi curiga. Walaupun aku percaya penuh sama Novi gak akan bermain di belakangku, tapi yang aku lihat sekarang ini bikin panas juga. Aku lalu berjalan ke arah mereka tapi mbak Dita menahan tanganku....

Quote:


Mbak Dita kemudian melepaskan pegangan tangannya dan akupun mendekat ke meja mereka. Posisi Novi membelakangiku jadi Novi gak tau kalo aku ada disana. Begitu juga dengan si cowok, walaupun posisinya menghadap ke arahku tapi sepertinya gak menyadari kehadiranku.

Quote:



Aku dan Mbak Dita kemudian melangkah keluar meninggalkan resto. Aku lihat sekilas Novi masih di mejanya dan si cowok memberikan tisu, asuuuuuuu. Mobil meninggalkan parkiran dan langsung mengarah ke kota ,"langsung ke rumah aja mbak"kataku ke mbak Dita. Mbak Dita gak menjawab dan tetap fokus ke jalan.

Aku gak tau apa yang aku rasakan. Seperti raga tak bernyawa, kosong saja rasanya. Aku gak nyangka dan belum siap melihat 'pemandangan' seperti tadi.

Quote:


Satu jam berlalu dan kita sudah sampai di halaman rumah mbak Dita. Aku ikut mbak Dita masuk ke rumahnya.

Quote:


Mbak Dita langsung bablas ke dapur, dan aku langsung menghempaskan tubuhku ke sofa.....lalu hpku bergetar....ada panggilan, siapa ini kok di rahasiakan nomernya....

emoticon-phone"Iya, siapa ya?"

emoticon-phone"Mas...kamu dimana?emoticon-Frown" Suara cewe sedikit serak dan sambil menangis...

emoticon-phone"Ini siapa?"

emoticon-phone"Adek mas, mas marah banget ya sampai gak mengenali adek lagi?" Masih nangis

emoticon-phone"Oh adek, kok pake di rahasiakan nomernya? Mas di rumah mbak Dita. Kenapa? Udah selesai?"

emoticon-phone"Nanti adek jelasin, adek kesana ya!"

emoticon-phone"Iya, mas tunggu"

Novi udah gak menjawab tapi sambungan telpon belum terputus, ya udah langsung aku pencet tombol merah.

Quote:


Mbak Dita lalu ikut duduk disampingku. Ambil remote dan menyalakan TV. "Udah itu aja mbak"kataku saat melihat acara Highlight MotoGP di salah satu stasiun televisi swasta. Yeah Nicky Hayden lagi nongol di layar kaca.Untuk sesaat Novi tersingkirkan, aku lebih tertarik lihat Nicky Hayden. Kalo gak salah waktu itu MotoGP masih menyisakan satu seri lagi. Posisi the doctor masih di puncak klasemen dan the Kentucky kid mengekor di belakangnya. Dan hasilnya setelah seri terakhir Nicky Hayden keluar sebagai juara dunia walaupun hanya di podium ketiga. Rossi yang punya peluang lebih besar menjadi juara dunia malah ndlozorrrr. Salah satu musim terbaik dalam sejarah MotoGP, gap poin yang sangat tipis hingga akhir musim. R.I.P Nicky Hayden.

Sambil nonton TV,mbak Dita mengajak aku ngobrol karena melihat ku yang hanya diam saja. Ya aku tahu maksudnya,agar aku gak terlalu memikirkan Novi, tapi aku memang gak lagi memikirkan Novi,aku sedang fokus nonton TV.

Aku masih ngobrol santai dengan mbak Dita, gak lama ada yang ketok pintu....mbak Dita yang bukain. Ya iyalah,dia kan tuan rumah....

Quote:


Aku lalu keluar menuju ke si biru putih. Di luar aku gak lihat mobil atau motornya Novi, tapi ada mobil hitam yang aku duga pasti milik cowo tadi.

Quote:


Cowo itu dari tadi masih diam. Novi naik ke belakang si biru putih. Aku menuju warung es yang ada di pinggir jalan raya yang dekat dengan kampungku,jalan yang sama kalo mau ke gereja. Ternyata mobil tadi mengikuti ku . Aku pesen 2 mangkok es ke simbok penjual es .

Quote:


Kami lalu pergi meninggalkan warung itu meninggalkan cowok itu yang masih meringis memegangi hidungnya. Aku mengajak Novi ke tempat kita mengungkapkan perasaan dulu. Gak lama, karena memang dekat kita sudah sampai kesana. Dulu aku kenal salah satu penjaga TPRnya jadi gak perlu bayar,lewat aja.

Quote:


Duh, kosan Novi kan di tengah kota, dan kita gak pake helm. Sudah malam ini,semoga aja gak ada pak pol. Butuh satu jam lebih buat sampai ke kosannya Novi karena aku sengaja gak ngebut, ngeri gak pake helm.

Kosannya Novi ini kos campur, dan sekarang suasana lumayan sepi, maklum sih hari minggu. Gak mewah gak jelek juga, kamar mandi dalam. Aku ikut masuk ke kosannya Novi.

Quote:


Sambil nunggu Novi mandi aku melihat hp ku, ada beberapa sms dari mbak Dita dan teman-teman di Jakarta, dua sahabat juga ada tapi langsung aku hapus. Aku balas mereka satu persatu. Setengah jam Novi keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk yang bisa dibilang mini,pahanya terekspos sempurna. Sesuatu dalam diriku langsung berontak. Lama gak menyentuhnya dan rasa rindu yang sudah menumpuk karena hampir 4 bulan gak ketemu membuatku tak mampu menahan hasrat.......

Saat dia memilih pakaian di lemarinya, aku memeluknya dari belakang, mencium lehernya.

"Ih mas....."

Novi berbalik, mata bertemu sesaat sebelum akhirnya bibir sudah beradu. Handuk terlepas.....dan selanjutnya hehee mainkan imajinasi kalian sendiri ya mblooooo. Ini masih pagi jangan aneh-aneh ya mblooooo....

Novi masih panas seperti dulu dan kebiasaannya pun tak pernah hilang. Jari lentiknya bermain rambut yang tumbuh di dadaku setelah kami sama-sama lelah dalam pertempuranyang nikmatnya gak bisa di tuliskan dengan kata-kata. Setelah itu Novi mandi lagi, dan mandinya sama aku. Gak perlu aku tuliskan yang terjadi di dalam kamar mandi,kalian sudah pasti tau, yang pasti gak sebentar.

Namanya bertempur pasti membutuhkan banyak energi, jadi sekarang saatnya mengisi ulang energi yang sudah terkuras. Nasi goreng dekat kosan menjadi pilihan kami malam itu. Dan apesnya duit 50ribuan yang aku kasih ke mbok penjual es tadi adalah 50ribu terakhir yaitu di dompet, aku belum sempat narik duit lagi dari kemarin. Dan setelah nasi goreng di piring habis.....

Quote:


Aku masukin motor ke garasi kos. Si Oren ada di dalam garasi juga,dan aku taruh si biru putih tepat di sampingnya. Novi ke kampus kadang pake si Oren tapi lebih banyak jalan kaki. Si merah di tinggal di rumah Ika. Dari garasi aku mengikuti Novi masuk ke kamar kosnya.

Quote:


Novi lalu bikin dua gelas teh dari dispensernya. Sambil menikmati teh hangat bikinannya,kita ngobrol santai dan kadang ada sedikit serius. Cerita tentang kehidupan sehari-hari, keluarga, pekerjaan dan banyak hal.

Saat asik ngobrol ada yang ketuk pintu kamar. Duh siapa ya , jangan-jangan pak RT lagi haha. Novi membuka pintu, dan ternyata tetangga kosannya,cewe lumayan cakep juga, mau minjem charger.

Malam semakin larut, teh sudah habis. Kita yang tadinya ngobrol sambil duduk, sekarang sudah sambil tiduran di atas kasur. Dan sekarang bukan hanya mulut saja yang bicara, tapi tangan juga ikut bicara. Memegang yang enak di pegang. Untuk urusan ini tanganku sudah sangat terlatih, karena aku sudah belajar langsung dari master nya emoticon-Coolhehe. Baru dengan tangan kiri saja Novi sudah minta istirahat sejenak. Dan selanjutnya gak cuma tangan kiri yang bekerja, semua anggota tubuhku gak mau kalah.

Aku terbangun saat mendengar adzan subuh, Novi masih tertidur di dalam pelukanku....aku mencium rambutnya...... untuk sesaat aku masih menikmati hangat tubuhnya yang tak terhalang apapun

Quote:


Pagi yang indah, tanpa aku minta Novi sudah tau caranya menidurkan adik bandel itu. Anggap saja sebagai pengganti olah raga pagi dan di akhiri dengan mandi bareng lagi.

Novi sudah siap berangkat ke kampus. Dan aku bingung bagaimana caranya pulang, aku gak pake helm. Novi yang sangat baik hati pun meminjamkan helmnya. Aku mengantarkan Novi ke kampusnya sebelum akhirnya aku lanjut pulang ke rumah.

emoticon-mail"Ngampus gak wi?"

5 menit kemudian

emoticon-mail"Ini mau berangkat mas,kenapa?"

emoticon-mail"Kangen aja , aku tunggu di depan kampusmu kalo boleh ketemu"

emoticon-mail"Loh mas dimana? Ke rumah aja mas, aku bisa kok berangkat agak siang"

emoticon-mail"Aku masih di depan kampusnya Novi, jauh kalo ke rumah, aku tunggu ya"

emoticon-mail"Ok"

Kampusnya Dewi itu dekat terminal baru, jadi 'agak' searah lah kalo mau pulang, melenceng dikit sih tapi gak papa. Aku langsung jalan ke kampusnya Dewi ,ngopi di warung dekat kampus sambil nunggu Dewi. Rokok belum habis saat ada sms masuk....

emoticon-mail"Mas dimana?"

emoticon-mail"Warung sebelah kampus"

Singkatnya aku dan Dewi sudah duduk di dekat warung. Aku ceritain semua apa yang terjadi antara aku dan Novi seharian kemarin, yang enak-enak aku skip.

Quote:


Dewi masuk ke kampusnya dan aku melanjutkan pulang. Ternyata Novi udah ngekos dari dulu, apalagi yang di sembunyikan Novi dariku?
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.