- Beranda
- Stories from the Heart
Cerita Kita Untuk Selamanya 2 : Harpocrates [TAMAT]
...
TS
rendyprasetyyo
Cerita Kita Untuk Selamanya 2 : Harpocrates [TAMAT]
Quote:
SELAMAT DATANG DI CERITA KITA UNTUK SELAMANYA SERIES.
TENANG, CERITA KITA, APAPUN UJUNGNYA, AKAN DIKENANG SELAMANYA.
BASED ON TRUE STORY.
Seperti biasa, sebelum masuk ke inti cerita, ada beberapa hal yang harus gw jelasin dulu disini yah. Gak banyak kok dan sifatnya juga sepele, tapi demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan kedepannya hal-hal sedikit dan sepele ini tetep harus disampaikan
Pertama,dan yang paling penting, adalah cerita ini merupakan lanjutan dari cerita yang sudah gw tulis sebelumnya (Cerita kita untuk selamanya). 70% formatnya masih sama, cuma di cerita ini nanti ada beberapa tokoh baru dan latar baru juga. Anggap cerita ini fiksi supaya tidak ada asumsi-asumsi yang tidak diinginkan yang lahir dari anggapan kalau cerita ini non-fiksi, apa sih
ini cerita sebelumnya:
TENANG, CERITA KITA, APAPUN UJUNGNYA, AKAN DIKENANG SELAMANYA.
BASED ON TRUE STORY.
Seperti biasa, sebelum masuk ke inti cerita, ada beberapa hal yang harus gw jelasin dulu disini yah. Gak banyak kok dan sifatnya juga sepele, tapi demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan kedepannya hal-hal sedikit dan sepele ini tetep harus disampaikan

Pertama,dan yang paling penting, adalah cerita ini merupakan lanjutan dari cerita yang sudah gw tulis sebelumnya (Cerita kita untuk selamanya). 70% formatnya masih sama, cuma di cerita ini nanti ada beberapa tokoh baru dan latar baru juga. Anggap cerita ini fiksi supaya tidak ada asumsi-asumsi yang tidak diinginkan yang lahir dari anggapan kalau cerita ini non-fiksi, apa sih

ini cerita sebelumnya:
Cerita Kita Untuk Selamanya versi FULL SERIES (Series 1 dan 3) :
Kedua, Bibi masih ada? masih. bibi selalu ada didalam hati dan sanubari gw jadi dia masih dapet porsi dicerita ini, gak besar-besar amat tapi cukup, kalian ngertilah maksud gw apa.
Ketiga,karena cerita ini lanjutan dari cerita sebelumnya, jadi gw saranin kalian buat baca dulu cerita yang pertama sebelum lanjut ke cerita ini.
Ke-empat, poin ini masih gw tujukan untuk menjelaskan betapa apresiasi dari kalian itu berharga banget buat gw, jadi kalau berkenan selalu tinggalkan komen dan kalau suka jalan ceritanya bisa tinggalkan ratenya, it reaaallly means something guys for me, halah
Terakhir, sebelum baca cerita ini jangan lupa berdoa dulu, karena bakal ada adegan horror yang terjadi. jadi persiapkan diri kalian. Untuk genre, story lanjutan ini genre nya horror - romance - comedy
Jadwal update? Diusahakan tiap ada waktu luang.
Masih ada pertanyaan? we are good to go to first chapter?
Okeey, lets gooo.
------------------------------------
Ketiga,karena cerita ini lanjutan dari cerita sebelumnya, jadi gw saranin kalian buat baca dulu cerita yang pertama sebelum lanjut ke cerita ini.
Ke-empat, poin ini masih gw tujukan untuk menjelaskan betapa apresiasi dari kalian itu berharga banget buat gw, jadi kalau berkenan selalu tinggalkan komen dan kalau suka jalan ceritanya bisa tinggalkan ratenya, it reaaallly means something guys for me, halah

Terakhir, sebelum baca cerita ini jangan lupa berdoa dulu, karena bakal ada adegan horror yang terjadi. jadi persiapkan diri kalian. Untuk genre, story lanjutan ini genre nya horror - romance - comedy
Jadwal update? Diusahakan tiap ada waktu luang.
Masih ada pertanyaan? we are good to go to first chapter?
Okeey, lets gooo.

------------------------------------
Quote:
-------------------------------------------------------------------------------
CERITA KITA UNTUK SELAMANYA 2 : HARPOCRATES
KHATMANDU - PROLOG
PART I
DHAULAGIRI
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
DHAULAGIRI II
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
DHAULAGIRI III
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22
Chapter 23
Chapter 24
Chapter 25
Chapter 26
Chapter 27
PART II
MACHAPUCARE
Chapter 28
Chapter 29
Chapter 30
Chapter 31
Chapter 32
Chapter 33
Chapter 34
Chapter 35
Chapter 36
MACHAPUCARE I
Chapter 37
Chapter 38
Chapter 39
Chapter 40
Chapter 41
Chapter 42
Chapter 43
Chapter 44
Chapter 45
MACHAPUCARE II
Chapter 46
Chapter 47
Chapter 48
Chapter 49
Chapter 50
Chapter 51
Chapter 52
Chapter 53
Chapter 54
Chapter 55
Chapter 56
PART III
ANNAPURNA
Chapter 57
Chapter 58
Chapter 59 - Truth or Dare Part I
Chapter 60
Chapter 61
Chapter 62
Chapter 63
Chapter 64
Chapter 65
Chapter 66
ANNAPURNA I
Chapter 67
Chapter 68
Chapter 69
Chapter 70
Chapter 71
Chapter 72
Chapter 73
Chapter 74
Chapter 75
Chapter 76
ANNAPURNA II
Chapter 77
Chapter 78
Chapter 79
Chapter 80
Chapter 81
Chapter 82
Chapter 83
Chapter 84
PART IV
FINAL PART
Chapter 85
Chapter 86
Chapter 87
Chapter 88
Chapter 89
Chapter 90
Chapter 91
Chapter 92
Chapter 93
Chapter 94
Chapter 95
LAST PART
Chapter 96
Chapter 97
Chapter 98
Chapter 99
Chapter 100
Chapter 101
Chapter 102
Chapter 103
Chapter 104
Chapter 105
Chapter 106 - Truth or Dare Part II [END]
CERITA KITA UNTUK SELAMANYA 2 : HARPOCRATES
KHATMANDU - PROLOG
PART I
DHAULAGIRI
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
DHAULAGIRI II
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
DHAULAGIRI III
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22
Chapter 23
Chapter 24
Chapter 25
Chapter 26
Chapter 27
PART II
MACHAPUCARE
Chapter 28
Chapter 29
Chapter 30
Chapter 31
Chapter 32
Chapter 33
Chapter 34
Chapter 35
Chapter 36
MACHAPUCARE I
Chapter 37
Chapter 38
Chapter 39
Chapter 40
Chapter 41
Chapter 42
Chapter 43
Chapter 44
Chapter 45
MACHAPUCARE II
Chapter 46
Chapter 47
Chapter 48
Chapter 49
Chapter 50
Chapter 51
Chapter 52
Chapter 53
Chapter 54
Chapter 55
Chapter 56
PART III
ANNAPURNA
Chapter 57
Chapter 58
Chapter 59 - Truth or Dare Part I
Chapter 60
Chapter 61
Chapter 62
Chapter 63
Chapter 64
Chapter 65
Chapter 66
ANNAPURNA I
Chapter 67
Chapter 68
Chapter 69
Chapter 70
Chapter 71
Chapter 72
Chapter 73
Chapter 74
Chapter 75
Chapter 76
ANNAPURNA II
Chapter 77
Chapter 78
Chapter 79
Chapter 80
Chapter 81
Chapter 82
Chapter 83
Chapter 84
PART IV
FINAL PART
Chapter 85
Chapter 86
Chapter 87
Chapter 88
Chapter 89
Chapter 90
Chapter 91
Chapter 92
Chapter 93
Chapter 94
Chapter 95
LAST PART
Chapter 96
Chapter 97
Chapter 98
Chapter 99
Chapter 100
Chapter 101
Chapter 102
Chapter 103
Chapter 104
Chapter 105
Chapter 106 - Truth or Dare Part II [END]
----------------------------------------------------
![Cerita Kita Untuk Selamanya 2 : Harpocrates [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2020/06/21/6035474_20200621091137.gif)
![Cerita Kita Untuk Selamanya 2 : Harpocrates [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2020/06/21/6035474_20200621091137.gif)
Cerita Kita Untuk Selamanya versi FULL SERIES (Series 1 dan 3) :
BUDAYAKAN MENINGGALKAN JEJAK SUPAYA KITA BISA SALING KENAL


Polling
Poll ini sudah ditutup. - 8 suara
Perlu ditambah gak bre adegan BB17?
perlu
25%
sangat perlu
13%
bentar gw baca dulu
0%
sesempet yang nulis aja
63%
Diubah oleh rendyprasetyyo 08-07-2023 22:57
ugalugalih dan 33 lainnya memberi reputasi
34
135.1K
802
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
rendyprasetyyo
#557
PART II - MACHAPUCARE
Chapter 48

ospek tahun 2011, kampus.
“Ren?” lisa dengan pakaian serba hitam berlari ke arah gw setelah menuruni tangga gedung 2 tingkat tempat acara ospek dilakukan sambil membawa Handy talkie. Rambutnya dibiarin terurai. Ntah lah, biasanya diacara-acara padat kegiatan kayak gini dia gak pernah ngebiarin rambutnya tergerai kayak gini.
“Ya? Lu darimana aja?” gw, yang baru aja selesai menyusuri rute masuk mahasiswa baru untuk mastiin gak ada satupun dari mereka yang melanggar peraturan, lagi duduk dibawah teras gedung diujung tangga tempat lisa berasal. Kayaknya sih dia dari ruang sekretariat. Gedung dua lantai ini terdiri dari aula super besar dilantai bawah dan beberapa ruang kesekretariatan organisasi di lantai atas. Ruang-ruang sekretariat ini dikhususkan untuk organisasi tingkat universitas dan BEM salah satunya. Hari ini, hari dimana ospek baru dimulai, adalah hari tersibuk untuk anak-anak BEM sepanjang tahun. Gw dan lisa jadi salah satu panitia inti dan harus berbagi tugas buat menyambut 2000 mahasiswa baru tahun ini.
“ah, untung ketemu. Nih HT lu, ketinggalan tadi di sekre. Maba udah didalem? Ada yang cakep? lu udah nemu target maba buat dikecengin?” Lisa duduk disebelah gw sambil minum air mineral botol yang gw beli dijalan sebelum duduk ditempat ini. Dari dalem gedung mulai terdengar suara teriakan “Hidup Mahasiswa” yang jadi jargon andalan dari mahasiswa organisasi dikampus. Gw sebagai panitia inti seksi acara harusnya ada didalem buat mengkondusifkan jalalnnya acara, tapi karena lisa dateng dan bawa hate jadi gw rasa gw punya waktu sebentar buat istirahat ditempat ini, berdua lisa. Toh kalaupun ada yang butuh gw mereka pasti bakal ngehubungin gw lewat HT.
“Hari pertama ospek dan pertanyaan lu adalah ada maba cakep atau gak? Lisa please, gak ada yang namanya maba cakep dihari pertama ospek. Maba ospek ya gitu-gitu aja, hambar. Kayak minum yang barusan lu abisin” gw jawab pertanyaan dia sambil ngecek minuman yang barusan diambil lisa. Didalam botol gak bersisa satu teguk air pun.
“hehehe, gw haus maap. Eh settingan kamera gw udah bener belum nih, bentar lagi gw juga udah harus masuk buat ngambil dokumentasi kegiatan” lisa, yang kebagian tugas sebagai seksi dokumentasi, mulai ngasih kameranya ke gw buat dicek. Riuh redam suara-suara dari 2000 mahasiswa baru didalam gedung silih berganti masuk ke telinga gw.
“udah pake auto aja, gak bakal ada waktu buat ngatur settingan di momen kayak gini, iket gih rambut lu, gw kok risih ya liatnya” gw balikin lagi kamera yang sebelumnya lisa kasih. Lisa dan gw adalah mahasiswa tingkat-2 sekarang. Mahasiswa tingkat 2 sih katanya kalau waktu gak dihabisin buat organisasi bakal percuma dan ini yang gw dan lisa kerjain sekarang.
“Justru gw lagi males ngiket rambut, eh gak kerasa yah kita jadi panitia ospek sekarang. Lu masih inget gak kita pertama kali ketemu dulu waktu ospek univ? Kita sekelompok dan lu selalu jadi bagian yang dimarahin sama senior HAHAHAHA. Bales dendam yuk sekarang” lisa ngejawab. Ntah lah lisa keliatan sama aja buat gw dengan rambut dikuncir ataupun gak dikuncir. Dan dia bener, waktu berlalu begitu cepat. Momen ospek kayak gini selalu teringat dibenak gw. Sialnya di momen ospek jugalah gw ketemu sama lisa pertama kali.
“Iya inget, males. Gw jadi panitia bukan buat bales dendam. Gw murni pengen melakukan sesuatu yang berguna dan gak nyia-nyiain waktu kosong gw. Kalau lu mau bales dendam sini gw temenin, tapi kayaknya lu gak bakal punya kesempatan buat marahin maba, lu kan seksi dokumentasi hahaha” gw jawab pertanyaan dia sambil menghirup rokok yang tinggal setengah yang sekarang ada ditangan gw. Satu hal yang gw salut dari lisa adalah, dia bukan tipe cewek yang neko-neko yang gak boleh ngebolehin cowok ngerokok dideket dia. Ngobrol bareng lisa adalah ngobrol paling realistis yang selalu ngisi-ngisi waktu gw. Jarang berhubungan lewat sosial media, jarang ketemu di jam kuliah, tapi sekalinya ketemu di rapat event gw selalu nyempatin waktu buat ngobrol berdua kayak gini.
“hahaha. Dewasa sekarang? Mana rendy yang dulu yang rambutnya dibotakin senior dikamar mandi karena nekat dateng tanpa potong rambut?” lisa ngeflasback beberapa kenangan ospek yang dulu gw lewatin bareng dia dan kenangan yang dia inget adalah kenangan dimana kejadian-kejadian jelek tentang gw. Kampus, gak kayak hari biasa, terlalu sepi untuk ukuran kampus. Suara daun daun bergerak ditiup angin aja bisa gw denger, parkiran kosong, dan ya terlalu sepi.
“oh gitu? Mana lisa yang dulu nangis waktu tau tas karungnya gw tinggalin dikost-an karena gw dateng kesiangan gak ada yang bangunin?” canda-an lisa gw bales dengan balesan yang sepadan. Lisa 2 tahun yang lalu adalah lisa yang dikit-dikit nangis dan gak bisa jauh dari orang tua. Sekarang dia udah keliatan lebih dewasa.
“gw nangis bukan gara-gara lu tapi murni karena gw sedih jerih payah gw buat jadi maba yang baik malah hancur gara-gara tas karung gw ketinggalan” lisa ngejawab sewot.
“oh maap kalau gitu, kan tas karung lu ketinggalan juga karena gw HAHAHAHA gw puas sih sebenernya”
“Apaan sih lu? Belum pernah ditampol HT?
“Belum. Kenapa? Mau nampol gw? Boleh sih, kapan lagi, nih pipi gw”
“bener ya?”
“iya”
“tutup mata lu sekarang”
“buat apa?”
“udah percaya sama gw, biar rasanya gak terlalu sakit”
“oke”
“siap-siap... 1... 2... 3...”
“srett,,,, sreett.... ada yang liat rendy?”
“eh kok tiba-tiba hate nya bunyi sih? Eh ren ada yang nyariin lu nih” lisa yang kaget mulai mendorong-dorong badan gw karena ht yang lagi dia pegang mendadak bunyi.
“ah, gak jadi kan nampolny, sini mana hatenya” gw buka mata gw sambil ngambil HT dari tangan lisa.
“iya gw rendy, lagi dibelakng gsk”
“bisa kebackstage sekarang? Nih pak rektor mau ngasih materi pengen ketemu lu dulu”
“ya udah gw kesana”
“kayaknya nampol pake hate nya harus ditunda” gw mulai berdiri dan siap-siap masuk kedalam gedung. Lisa gw liat juga mulai ngelakuin hal yang sama sambil memakai kamera di lehernya dan bersiap buat ngambil dokumentasi didalem gedung nanti.
“ah, gw udah berharap bisa nampol beneran. Mau masuk? Yuk?” lisa yang tampak antusias dengan ospek hari ini tiba-tiba narik tangan gw dan mulai ngambil jalan pintas buat bisa masuk kedalam gedung.
Chapter 48

ospek tahun 2011, kampus.
“Ren?” lisa dengan pakaian serba hitam berlari ke arah gw setelah menuruni tangga gedung 2 tingkat tempat acara ospek dilakukan sambil membawa Handy talkie. Rambutnya dibiarin terurai. Ntah lah, biasanya diacara-acara padat kegiatan kayak gini dia gak pernah ngebiarin rambutnya tergerai kayak gini.
“Ya? Lu darimana aja?” gw, yang baru aja selesai menyusuri rute masuk mahasiswa baru untuk mastiin gak ada satupun dari mereka yang melanggar peraturan, lagi duduk dibawah teras gedung diujung tangga tempat lisa berasal. Kayaknya sih dia dari ruang sekretariat. Gedung dua lantai ini terdiri dari aula super besar dilantai bawah dan beberapa ruang kesekretariatan organisasi di lantai atas. Ruang-ruang sekretariat ini dikhususkan untuk organisasi tingkat universitas dan BEM salah satunya. Hari ini, hari dimana ospek baru dimulai, adalah hari tersibuk untuk anak-anak BEM sepanjang tahun. Gw dan lisa jadi salah satu panitia inti dan harus berbagi tugas buat menyambut 2000 mahasiswa baru tahun ini.
“ah, untung ketemu. Nih HT lu, ketinggalan tadi di sekre. Maba udah didalem? Ada yang cakep? lu udah nemu target maba buat dikecengin?” Lisa duduk disebelah gw sambil minum air mineral botol yang gw beli dijalan sebelum duduk ditempat ini. Dari dalem gedung mulai terdengar suara teriakan “Hidup Mahasiswa” yang jadi jargon andalan dari mahasiswa organisasi dikampus. Gw sebagai panitia inti seksi acara harusnya ada didalem buat mengkondusifkan jalalnnya acara, tapi karena lisa dateng dan bawa hate jadi gw rasa gw punya waktu sebentar buat istirahat ditempat ini, berdua lisa. Toh kalaupun ada yang butuh gw mereka pasti bakal ngehubungin gw lewat HT.
“Hari pertama ospek dan pertanyaan lu adalah ada maba cakep atau gak? Lisa please, gak ada yang namanya maba cakep dihari pertama ospek. Maba ospek ya gitu-gitu aja, hambar. Kayak minum yang barusan lu abisin” gw jawab pertanyaan dia sambil ngecek minuman yang barusan diambil lisa. Didalam botol gak bersisa satu teguk air pun.
“hehehe, gw haus maap. Eh settingan kamera gw udah bener belum nih, bentar lagi gw juga udah harus masuk buat ngambil dokumentasi kegiatan” lisa, yang kebagian tugas sebagai seksi dokumentasi, mulai ngasih kameranya ke gw buat dicek. Riuh redam suara-suara dari 2000 mahasiswa baru didalam gedung silih berganti masuk ke telinga gw.
“udah pake auto aja, gak bakal ada waktu buat ngatur settingan di momen kayak gini, iket gih rambut lu, gw kok risih ya liatnya” gw balikin lagi kamera yang sebelumnya lisa kasih. Lisa dan gw adalah mahasiswa tingkat-2 sekarang. Mahasiswa tingkat 2 sih katanya kalau waktu gak dihabisin buat organisasi bakal percuma dan ini yang gw dan lisa kerjain sekarang.
“Justru gw lagi males ngiket rambut, eh gak kerasa yah kita jadi panitia ospek sekarang. Lu masih inget gak kita pertama kali ketemu dulu waktu ospek univ? Kita sekelompok dan lu selalu jadi bagian yang dimarahin sama senior HAHAHAHA. Bales dendam yuk sekarang” lisa ngejawab. Ntah lah lisa keliatan sama aja buat gw dengan rambut dikuncir ataupun gak dikuncir. Dan dia bener, waktu berlalu begitu cepat. Momen ospek kayak gini selalu teringat dibenak gw. Sialnya di momen ospek jugalah gw ketemu sama lisa pertama kali.
“Iya inget, males. Gw jadi panitia bukan buat bales dendam. Gw murni pengen melakukan sesuatu yang berguna dan gak nyia-nyiain waktu kosong gw. Kalau lu mau bales dendam sini gw temenin, tapi kayaknya lu gak bakal punya kesempatan buat marahin maba, lu kan seksi dokumentasi hahaha” gw jawab pertanyaan dia sambil menghirup rokok yang tinggal setengah yang sekarang ada ditangan gw. Satu hal yang gw salut dari lisa adalah, dia bukan tipe cewek yang neko-neko yang gak boleh ngebolehin cowok ngerokok dideket dia. Ngobrol bareng lisa adalah ngobrol paling realistis yang selalu ngisi-ngisi waktu gw. Jarang berhubungan lewat sosial media, jarang ketemu di jam kuliah, tapi sekalinya ketemu di rapat event gw selalu nyempatin waktu buat ngobrol berdua kayak gini.
“hahaha. Dewasa sekarang? Mana rendy yang dulu yang rambutnya dibotakin senior dikamar mandi karena nekat dateng tanpa potong rambut?” lisa ngeflasback beberapa kenangan ospek yang dulu gw lewatin bareng dia dan kenangan yang dia inget adalah kenangan dimana kejadian-kejadian jelek tentang gw. Kampus, gak kayak hari biasa, terlalu sepi untuk ukuran kampus. Suara daun daun bergerak ditiup angin aja bisa gw denger, parkiran kosong, dan ya terlalu sepi.
“oh gitu? Mana lisa yang dulu nangis waktu tau tas karungnya gw tinggalin dikost-an karena gw dateng kesiangan gak ada yang bangunin?” canda-an lisa gw bales dengan balesan yang sepadan. Lisa 2 tahun yang lalu adalah lisa yang dikit-dikit nangis dan gak bisa jauh dari orang tua. Sekarang dia udah keliatan lebih dewasa.
“gw nangis bukan gara-gara lu tapi murni karena gw sedih jerih payah gw buat jadi maba yang baik malah hancur gara-gara tas karung gw ketinggalan” lisa ngejawab sewot.
“oh maap kalau gitu, kan tas karung lu ketinggalan juga karena gw HAHAHAHA gw puas sih sebenernya”
“Apaan sih lu? Belum pernah ditampol HT?
“Belum. Kenapa? Mau nampol gw? Boleh sih, kapan lagi, nih pipi gw”
“bener ya?”
“iya”
“tutup mata lu sekarang”
“buat apa?”
“udah percaya sama gw, biar rasanya gak terlalu sakit”
“oke”
“siap-siap... 1... 2... 3...”
“srett,,,, sreett.... ada yang liat rendy?”
“eh kok tiba-tiba hate nya bunyi sih? Eh ren ada yang nyariin lu nih” lisa yang kaget mulai mendorong-dorong badan gw karena ht yang lagi dia pegang mendadak bunyi.
“ah, gak jadi kan nampolny, sini mana hatenya” gw buka mata gw sambil ngambil HT dari tangan lisa.
“iya gw rendy, lagi dibelakng gsk”
“bisa kebackstage sekarang? Nih pak rektor mau ngasih materi pengen ketemu lu dulu”
“ya udah gw kesana”
“kayaknya nampol pake hate nya harus ditunda” gw mulai berdiri dan siap-siap masuk kedalam gedung. Lisa gw liat juga mulai ngelakuin hal yang sama sambil memakai kamera di lehernya dan bersiap buat ngambil dokumentasi didalem gedung nanti.
“ah, gw udah berharap bisa nampol beneran. Mau masuk? Yuk?” lisa yang tampak antusias dengan ospek hari ini tiba-tiba narik tangan gw dan mulai ngambil jalan pintas buat bisa masuk kedalam gedung.
regmekujo dan rendicf memberi reputasi
2
![Cerita Kita Untuk Selamanya 2 : Harpocrates [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2020/05/16/6035474_202005160112400749.png)
Cerita kita untuk selamanya: HARPOCRATES [A SEKUEL]