- Beranda
- Stories from the Heart
Cinta Dalam Diam
...
TS
ummi85
Cinta Dalam Diam
PROLOG


Mencintai dalam diam itu sangat lah tidak mengenak kan Mas brow,bayangin aja kita mencintai seseorang yang tidak pernah tau apa yang kita rasakan ke orang tersebut tanpa berharap orang itu membalas cinta kita, Kisah ini di awali ketika tahun 2012 dimana saat itu diriku masih jadi pengangguran kelas wahid.
rutunitasku saat itu adalah pergi ke warnet didekat rumah ku untuk bermain game online yang ada di facebuk, kalau sudah kenal dengan yang namanya dunia maya udah enggak inget lagi sama dunia nyata hingga berjam jam pun diriku betah duduk di depan komputer.
Setelah selesai hampir 2 jam lebih aku kemudian berdiri ingin pulang karna perut sudah mulai keroncongan, saat hendak berjalan menuju meja kasir tiba tiba lengan ku bersenggolan dengan seseorang.
Aku "eh maaf Mbak, Gue nggak sengaja soalnya mau buru buru". tanpa melihat wajahnya
Wanita "Mas Brot?". terdengar suara wanita yang nggak asing bagiku
Aku "eh Elo Pao". terbata bata tanpa bisa berkata banyak
Pao "gimana kabarnya Mas?lama Lo enggak main kerumah?".
Aku "hehe...maklum sibuk".
*sibuk ngitungin cintaku padamu eaaaa😅*
Aku "kabar Lo gimana Pao?".
Pao " baik Mas, oia Gue masuk dulu yah ada yang mau Gue kerjain ini tugas dari kampus".
Aku "oh iyah silahkan".
Pao bukan nama sebenernya, nama nya adalah May namun orang di kampung menjulukinya Pao karna pipinya Chubby kaya Bak Pao makanya sebutan Pao sudah melekat untuknya sedari kecil, aslinya bukan gemuk badannya malah berisi proposianal dengan tinggi 150.
Perempuan ini sukses membuat ku ngejomblo beberapa tahun, karna dirinya telah mengalihkan perhatian ku dari beberapa wanita yang lain, semenjak kelas 3 smp hati ku mulai jatuh hati kepadanya namun sampai saat ini 8 tahun lamanya tak ada keberanian juga untuk menyatakan perasaan suka kepadanya, alasannya di karnakan rumahnya dan rumah ku hanya berbeda RT namun masih satu kampung di sisi lain dan juga karna doi adalah adik dari teman kampung ku, itu lah mengapa sampai saat ini perasaan itu masih saja aku pendam tanpa sepengetahuan doi.
Harum parfum yang Pao pakai sangat lah wangi semerbak menghiasi indra penciuman ku hingga aku keluar Warnet pun tetap tercium, aku kemudian berhenti sejenak didepan Warnet, berpikir sepertinya ada yang keluapaan,apa yah?
Penjaga Warnet "BROTO MAU KEMANA LO?".
Aku "ya mau pulang Nong, kenapa?Lo kangen ama Gue".
Penjaga Warnet "eh somplak, Lo engga nyadar kalau Lo belum bayar Warnet tadi". dengan ancang acang sandal yang ada di tangannya
Aku "astagfirullah, sorry sorry Nong Gue lupa hehe". menepok jidat
Aku lalu berjalan kembali masuk kewarnet bersama penjaganya seorang wanita yang kebetulan Aku berteman baik dengannya semenjak kelas 1 SD sebut saja namanya Enong wanita yang berperawakan tegap, badan montok, wajah manis kek gula merah tapi sayang item kulitnya😆.
Kebetulan Enong juga berteman dengan Pao dikarnakan dulu Kakaknya Pao pernah berpacaran dengan Enong karna itu lah mereka saling mengenal satu sama lain.
Enong "Lo yee abis ketemu pujaan hati ampe enggak inget dunia". sambil menahan emosi
Aku "hehe, Lo pan tau Nong Gue kaya gimana, kaya Lo enggak pernah jatuh cinta aja".
Enong "makanya kalau Lo jatuh cinta ungkapin, jangan di pendem sendiri, seneng amat bikin penyakit".
Aku "ah bawel Lo Nong kek Emak Gue, berapa tagihannya?".
Enong "5000".
Setelah membayar, aku kemudian berjalan keluar warnet, sesekali kupandangi Box yang didalamnya terdapat seorang wanita pujaan namun tak kunjung keluar juga, akhirnya ku putuskan untuk pulang kerumah.
Dimalam hari tepat pergantian tahun 2012-2013 aku hanya bermalas malasan dirumah, banyak sebenernya teman teman ingin mengajak ku untuk sekedar nongkrong di alun alun kota ku, namun aku tolak karna ujung ujungnya paling minta traktir, ogah banget dah jadi ATM berjalan.
Iseng ku buka akun Facebuk ku melalui Laptop untuk melihat,ada kabar apa dari Grub game yang aku main kan, sebelum membuka grub mata ku tertuju kepada sebuah notifikasi pesan yang ada di sisi atas beranda Facebuk.
bathinku "tumbenan ada pesan?siapa yah? Cewek? Teman di facebuk yang cewek rata rata sudah kenal semua".
Saat membuka inbox ternyata ada 1 teman cewek yang juga satu kampung dengan ku namun masih satu RT dengan Pao, sebut saja namanya Embul seorang wanita berperawakan tinggi 160 an dengan badan sedikit gendut dengan pipi kek crayon shinchan,tomboy sifatnya dan sangat mudah bergaul dengan siapapun.
Embul "Mas brot, Lo ada acara enggak besok pagi?".
Pesan tersebut aku diam kan beberapa menit sembari berpikir ngapain ini anak nanya besok ada acara apa enggak?
Embul "Mas BROOOTTT kebiasaan Lo ye ngebaca pesan tapi lama balesnya, kalau Lu sibu Gua ngajak yang lain aja dah".
Karna didesak akhirnya aku membalas pesan tersebut.
Aku "ada apa sih Mbul?".
Embul "anak anak pengen ngajak jalan tapi kekurangan satu personil ini".
Aku "aduh males banget Gua Mbul mau jalan, capek enak dirumah aja ah".
Embul "yah Elo gitu Mas,masa cowok dirumah mulu, pantes cewek Lo enggak punya wong kuper".
Aku tidak "kampret Lo ngeledeknya enggak enak banget dah, emang mau kemana sih?siapa aja personilnya?".
Embul "ke pasar terapung Mas, personilnya Gue, Pao, Enong, itu aja".
Aku "DEAL!!!".
Embul "eh buset pelan pelan ngetiknya woy jebol capslock Lo entar😂".
Aku "jam berapa perginya?".
Embul "abis sholat Subuh kami jemput Lo, jangan kesiangan bangunnya".
Aku "oke".
Perasaan Ku saat itu tak dapat aku gambarkan lagi, karna saking senangnya bertemu pujaan hati yang dulu hanya bisa sembunyi sembunyi di balik tabir ketika kangen ingin melihat wajahnya dan kini keinginan itu akhirnya terkabulkan juga, selama 8 tahun baru ini bisa jalan bareng dengannya.
Bathinku "ah tak sabar rasanya menunggu waktu sampai subuh nanti".


Aku Memang Mencintaimu Sejak Dahulu, Tapi Enngkau Hanyalah Ilusi Yang Aku Ciptakan Di Otakku
Aku Ingin Memilikimu, Tapi Cintaku Takkan Pernah Kau Tau. Karna Cinta Ini Hanya Berlaku Dalam Diamku.
Dirimu Dan Diriku, Hanyalah Fatamorgana. Yang Ku Anggap Tidak Akan Pernah Ada Di Dunia Zambrut Khatulistiwa.
Cinta Dalam Diam Adalah Angan Diluar Batas Tanpa Penantian
Aku Ingin Memilikimu, Tapi Cintaku Takkan Pernah Kau Tau. Karna Cinta Ini Hanya Berlaku Dalam Diamku.
Dirimu Dan Diriku, Hanyalah Fatamorgana. Yang Ku Anggap Tidak Akan Pernah Ada Di Dunia Zambrut Khatulistiwa.
Cinta Dalam Diam Adalah Angan Diluar Batas Tanpa Penantian
Mencintai dalam diam itu sangat lah tidak mengenak kan Mas brow,bayangin aja kita mencintai seseorang yang tidak pernah tau apa yang kita rasakan ke orang tersebut tanpa berharap orang itu membalas cinta kita, Kisah ini di awali ketika tahun 2012 dimana saat itu diriku masih jadi pengangguran kelas wahid.
rutunitasku saat itu adalah pergi ke warnet didekat rumah ku untuk bermain game online yang ada di facebuk, kalau sudah kenal dengan yang namanya dunia maya udah enggak inget lagi sama dunia nyata hingga berjam jam pun diriku betah duduk di depan komputer.
Setelah selesai hampir 2 jam lebih aku kemudian berdiri ingin pulang karna perut sudah mulai keroncongan, saat hendak berjalan menuju meja kasir tiba tiba lengan ku bersenggolan dengan seseorang.
Aku "eh maaf Mbak, Gue nggak sengaja soalnya mau buru buru". tanpa melihat wajahnya
Wanita "Mas Brot?". terdengar suara wanita yang nggak asing bagiku
Aku "eh Elo Pao". terbata bata tanpa bisa berkata banyak
Pao "gimana kabarnya Mas?lama Lo enggak main kerumah?".
Aku "hehe...maklum sibuk".
*sibuk ngitungin cintaku padamu eaaaa😅*
Aku "kabar Lo gimana Pao?".
Pao " baik Mas, oia Gue masuk dulu yah ada yang mau Gue kerjain ini tugas dari kampus".
Aku "oh iyah silahkan".
Pao bukan nama sebenernya, nama nya adalah May namun orang di kampung menjulukinya Pao karna pipinya Chubby kaya Bak Pao makanya sebutan Pao sudah melekat untuknya sedari kecil, aslinya bukan gemuk badannya malah berisi proposianal dengan tinggi 150.
Perempuan ini sukses membuat ku ngejomblo beberapa tahun, karna dirinya telah mengalihkan perhatian ku dari beberapa wanita yang lain, semenjak kelas 3 smp hati ku mulai jatuh hati kepadanya namun sampai saat ini 8 tahun lamanya tak ada keberanian juga untuk menyatakan perasaan suka kepadanya, alasannya di karnakan rumahnya dan rumah ku hanya berbeda RT namun masih satu kampung di sisi lain dan juga karna doi adalah adik dari teman kampung ku, itu lah mengapa sampai saat ini perasaan itu masih saja aku pendam tanpa sepengetahuan doi.
Harum parfum yang Pao pakai sangat lah wangi semerbak menghiasi indra penciuman ku hingga aku keluar Warnet pun tetap tercium, aku kemudian berhenti sejenak didepan Warnet, berpikir sepertinya ada yang keluapaan,apa yah?
Penjaga Warnet "BROTO MAU KEMANA LO?".
Aku "ya mau pulang Nong, kenapa?Lo kangen ama Gue".
Penjaga Warnet "eh somplak, Lo engga nyadar kalau Lo belum bayar Warnet tadi". dengan ancang acang sandal yang ada di tangannya
Aku "astagfirullah, sorry sorry Nong Gue lupa hehe". menepok jidat
Aku lalu berjalan kembali masuk kewarnet bersama penjaganya seorang wanita yang kebetulan Aku berteman baik dengannya semenjak kelas 1 SD sebut saja namanya Enong wanita yang berperawakan tegap, badan montok, wajah manis kek gula merah tapi sayang item kulitnya😆.
Kebetulan Enong juga berteman dengan Pao dikarnakan dulu Kakaknya Pao pernah berpacaran dengan Enong karna itu lah mereka saling mengenal satu sama lain.
Enong "Lo yee abis ketemu pujaan hati ampe enggak inget dunia". sambil menahan emosi
Aku "hehe, Lo pan tau Nong Gue kaya gimana, kaya Lo enggak pernah jatuh cinta aja".
Enong "makanya kalau Lo jatuh cinta ungkapin, jangan di pendem sendiri, seneng amat bikin penyakit".
Aku "ah bawel Lo Nong kek Emak Gue, berapa tagihannya?".
Enong "5000".
Setelah membayar, aku kemudian berjalan keluar warnet, sesekali kupandangi Box yang didalamnya terdapat seorang wanita pujaan namun tak kunjung keluar juga, akhirnya ku putuskan untuk pulang kerumah.
Dimalam hari tepat pergantian tahun 2012-2013 aku hanya bermalas malasan dirumah, banyak sebenernya teman teman ingin mengajak ku untuk sekedar nongkrong di alun alun kota ku, namun aku tolak karna ujung ujungnya paling minta traktir, ogah banget dah jadi ATM berjalan.
Iseng ku buka akun Facebuk ku melalui Laptop untuk melihat,ada kabar apa dari Grub game yang aku main kan, sebelum membuka grub mata ku tertuju kepada sebuah notifikasi pesan yang ada di sisi atas beranda Facebuk.
bathinku "tumbenan ada pesan?siapa yah? Cewek? Teman di facebuk yang cewek rata rata sudah kenal semua".
Saat membuka inbox ternyata ada 1 teman cewek yang juga satu kampung dengan ku namun masih satu RT dengan Pao, sebut saja namanya Embul seorang wanita berperawakan tinggi 160 an dengan badan sedikit gendut dengan pipi kek crayon shinchan,tomboy sifatnya dan sangat mudah bergaul dengan siapapun.
Embul "Mas brot, Lo ada acara enggak besok pagi?".
Pesan tersebut aku diam kan beberapa menit sembari berpikir ngapain ini anak nanya besok ada acara apa enggak?
Embul "Mas BROOOTTT kebiasaan Lo ye ngebaca pesan tapi lama balesnya, kalau Lu sibu Gua ngajak yang lain aja dah".
Karna didesak akhirnya aku membalas pesan tersebut.
Aku "ada apa sih Mbul?".
Embul "anak anak pengen ngajak jalan tapi kekurangan satu personil ini".
Aku "aduh males banget Gua Mbul mau jalan, capek enak dirumah aja ah".
Embul "yah Elo gitu Mas,masa cowok dirumah mulu, pantes cewek Lo enggak punya wong kuper".
Aku tidak "kampret Lo ngeledeknya enggak enak banget dah, emang mau kemana sih?siapa aja personilnya?".
Embul "ke pasar terapung Mas, personilnya Gue, Pao, Enong, itu aja".
Aku "DEAL!!!".
Embul "eh buset pelan pelan ngetiknya woy jebol capslock Lo entar😂".
Aku "jam berapa perginya?".
Embul "abis sholat Subuh kami jemput Lo, jangan kesiangan bangunnya".
Aku "oke".
Perasaan Ku saat itu tak dapat aku gambarkan lagi, karna saking senangnya bertemu pujaan hati yang dulu hanya bisa sembunyi sembunyi di balik tabir ketika kangen ingin melihat wajahnya dan kini keinginan itu akhirnya terkabulkan juga, selama 8 tahun baru ini bisa jalan bareng dengannya.
Bathinku "ah tak sabar rasanya menunggu waktu sampai subuh nanti".
Spoiler for Index Cerita:
Diubah oleh ummi85 02-08-2018 21:32
anasabila memberi reputasi
1
10.2K
26
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
ummi85
#15
IV
Aku dan Pao akhirnya pulang juga karna matahari sudah meninggi, diperjalanan Pao kerjaannya ngoceh terus sedangkan aku diam hanya sesekali menjawab ocehannya, bukan karna apa apa soalnya doi terus terusan membahas lelaki yang dia idam idamkan males banget dengernya.
Beberapa menit kemudian akhirnya sampai juga aku didepan rumahnya, ku tengok kanan dan kiri mencari cari Babenya Pao namun tak kudapati beliau ada dirumahnya, "Alhamdulillah". Bathin ku seraya mengelus dada, kalau ketahuan bawa anaknya bisa berabe yang ada, bakal di introgasi soalnya Beliau imam mesjid di kampungku bisa malu yang ada kalau tau anaknya di bawa ama jemaahnya😂.
Pao "Lo enggak mampir dulu Mas?".
Aku "enggak ah,udah siang Pao, sebentar lagi masuk Dzuhur kan(padahal alasan supaya menghindar dari Babenya😅)".
Pao "yaudah kalau gitu, hati hati yah, makasih udah mau dengerin curhat ku tadi😘".
Aku "iyah sama sama, Assalamu'alaikum".
Pao "wa'alaikumsalam".
Aku kemudian melanjutkan perjalanan kerumah Enong, karna disana lah tempat diriku selalu mengadukan permasalahan ketika sedang galau.
Enong "muka Lo kenapa Brot ditekuk gitu? Ah Gue tau palingan Lo lagi galau kan😅"
Aku "kek baru kenal Gue aja Lo, bikinin teh gih sono".
Enong "eh buset ini bocah😒, dateng dateng nyuruh Gue lagi, seharusnya Lo yang bawain Gue minuman atau camilan kek".
Aku "yaelah Nong, tapi kan Gue baru nyampe masa balik lagi".
Enong "enggak ada tapi tapian, hari gini curhat enggak ada yang gratis😛".
Aku "iya deh iya ah dasar emak emak bawel".
Aku kemudian balik lagi ke mini market membelikan minuman dan makanan untuk Enong, kebiasaan emang kalau lagi curhat mesti harus ada timbal baliknya.
Enong "Lo kenapa Brot? Lo bukannya seneng abis jalan sama pujaan Lo?".
Aku "seneng sih, tapi...?"
Enong "tapi apa?"
Aku "dia juga punya pria idaman lain Nong"
Enong "sukurin"
Aku "oh sukurin yee, udah ah Gue balik"
Enong "yah dia ngambek, kaga kaga dah sini duduk ceritain apa aja yang doi omongin ke Elo". Sambil menarik tangan ku dah menyuruhku duduk disampingnya.
Aku kemudian menceritakan awal kejadian pilu itu kepada Enong sampai akhir.
Enong "tragis amat hidup Lo Brot, kalau Gue jadi Elo mungkin Gue udah nyerah kali dan Gue bakal mencari wanita yang ngerti dengan perasaan Gue, Gue heran aja kenapa Lo kok betah betahnya nyimpen perasaan ampe 8 tahun lamanya ke doi"
Aku "kan Lo tau Nong Kakaknya itu temen sekolah Gue, dia bakal shock kalau tau temennya suka sama Adiknya"
Enong "kenapa sih Lo enggak lepasin aja perasaan Lo ke Pao? Udah tau kalau perasaan Lo ke pao itu salah dan serba sulit, masih aja Lo bertahan, enggak ada cewek lain apa?"
Aku "yaudah kalau gitu Lo penggantinya". Canda ku
Enong "hah?? Apa Lo bilang??, enggak salah denger nih Gue?"
Aku "enggak, Lo mau kan jadi pacar Gue😁"
Enong "ini sendal tipis Brot, keknya enak nempel di pipi Lo?".seraya mengambil sendal jepit
Aku "ampun ampun😰, damai damai Gue becanda kali"
Enong "lagi, becanda Lo enggak lucu"
Aku "terus gimana dong? Gue mesti gimana? Pertahanin atau apa? Kasih saran kek"
Enong "Gue juga enggak tau, soalnya saran Gue juga enggak Lo pake, tapi yah terserah Lo deh kalau Lo masih kekeh nyimpen tuh hati enggak Lo ungkapin ke pao siap siap deh tiap hari bakal makan hati"
Aku "apa Gue ungkapin aja yah?"
Enong "terserah Lo, tapi Lo mesti terima konsekuensinya, Lo dijauhi temen Lo, kalau pun Pao menerima hubungan Lo ama dia bakal serba susah"
Akhirnya aku berdiri hendak mendekati motorku untuk pulang, pikiran ruet dan kacau menyelimuti otak ku, bener kata Enong mau diterima atau di tolak sama sama susah.
Enong "kemana Lo?"
Aku "pulang, pusing kepala Gue"
Akhir aku pulang kerumah dengan tangan hampa, tak ada satu pun saran Enong yang membantu permasalahan ku. Ku rebahkan sejenak tubuh ku yang mulai lelah seraya menatap langit langit rumah, merenung kan perkataan Enong tadi bathin ku "apa aku ungkapin aja yah perasaan ini ke doi? Tapi apa jadinya kalau doi tau ternyata aku adalah cowok yang dia anggap teman ternyata diam diam punya hati dengannya, tapi mengungkapkan perasaan ke orang yang di suka bukanlah sesuatu kedzoliman, kalau di pendam yang ada aku sendiri yang mendzolimi diri sendiri, AH SHIT lah kenapa Aku jadi kaya orang bodoh gini sih" seraya menggebuk guling yang enggak ada sangkut pautnya sama ini masalah.
Kalau aja dari awal cinta ini enggak bersemi selama 8 tahun yang lalu mungkin kejadiannya enggak begini banget, tapi aku sendiri enggak bisa sepenuhnya menyalahkan soal perasaan karna cinta sendiri datangnya dari Yang Maha Kuasa.
Keesokan harinya di waktu sore aku duduk di ruang tamu memandang Hp ku yang sudah setengah jam yang lalu aku liatin tanpa aku sentuh, niatnya mau ngirim sms ke Pao, untuk mengajaknya jalan makan di luar tapi rasanya berat untuk mengetik pesan tersebut dan akhirnya hp ku letak kan lagi di meja.
"ah bodo lah pokoknya malam ini kudu aku ungkapin perasaan ini, mau enggak mau, suka enggak suka Pao harus tau, soal dia marah atau kecewa urusan belakangan" bathin ku yang mulai mengetik pesan ke doi.
"TING....TING" Tiba tiba notifikasi hp ku berbunyi tanda ada pesan masuk.
Aku lalu menghentikan aktifitas jariku yang sedang mengetik pesan lalu membuka pesan masuk yang barusan ku terima, setelah membuka pesan diriku tersenyum sendiri "pucuk di cinta" ternyata Pao yang mengirim pesan kepadaku.
Pao " mas ada waktu enggak? Habis maghrib bisa temenin Gue keluar makan bakso subur?"
Aku " ada kok, traktir yah😀"
Pao " iya"
Aku "Gue yang jemput apa Lo kerumah?"
Pao "jemput kerumah Gue aja Mas Brot"
Aku " oke, eh.. Tapi Babe Zainul ada dirumahnya enggak?" jaga jaga kalau ketahuan bawa anaknya bisa diruqyah yang ada😆
Pao "tenang Babe lagi ikut majelis taklim, yaudah Gue tunggu habis maghrib"
Aku "oke"
Aku pun melompat dari kursi tamu kemudian berdandan seganteng gantengnya, tapi tetep aja ini muka gak ada ganteng gantengnya😑, enggak lupa pengharum aku semprot keseluruh tubuh supaya enggak kecium bau bunga bangke😂.
Sholat maghrib akhirnya aku tunaikan, setelah itu aku bersiap meluncur dengan motor matic kesayangan menuju rumahnya yang hanya 5 menit dari rumahku. Dari kejauhan terlihat Pao sedang menunggu didepan rumahnya sambil memainkan Hpnya, aku pun menghampirinya.
Perjalanan kami lanjutkan ke daerah alun alun yang disana warung makan menjamur disekeliling alun alun, lalu kami singgah di satu rumah makan Bakso subur. Aku dan pao kemudian memesan bakso dan teh es kepada pelayannya, sembari menunggu aku kemudian membuka pembicaraan.
Aku "tumbenan Pao ngajak Gue kesini? Kok enggak ngajak Mbul dan Enong sekalian?"
Pao "sengaja, kan yang tau permasalahan Gue cuman Elo Mas"
Aku "masalah yang amana emang?"
Pao "aduh baru kemaren udah lupa, yang itu loh Mas, yang Gue kenalin foto cowok yang kemaren"
Semangatku yang udah menggebu gebu kini kembali ngedrop setelah mengetahui ternyata doi mengajak ku kesini hanya untuk membicarakan soal lelaki idamannya itu lagi, namun aku berusaha tidak menunjukan bahwa aku sedang kecewa didepannya supaya moodnya enggak ilang gegara tau apa yang aku rasakan saat ini.
Aku "oh terus gimana perkembangannya?"
Pao "hmmm..." wajah Pao tiba tiba menunduk
Aku "Lo kenapa Pao? Apa dia ngecewain Lo?" aku mulai khawatir
Namun beberapa saat kemudian Pao memandang wajah ku seraya tersenyum lebar sembari berucap.
Pao "dia enggak ngecewain Gue kok malah bikin Gue gembira hari ini, dan tau nggak dia bilang apa setelah Gue ungkapin perasaan Gue kedia melalui sebuah pesan singkat?"
Aku "apa?" sebenernya sudah tau jawaban yang akan aku dengarkan dari pao
Pao "dia ternyata sudah punya perasaan yang sama Mas Brot, ya Allah seneng banget pokoknya Gue hari ini" seraya menggenggam kedua tangannya menunjukan ekspresi seperti orang abis dapet hadiah gede
Aku "jadi Lu ngajak Gue kesini untuk?"
Pao "yah neraktir Elo Mas, ucapan terimakasih Gue ke Elo yang memotivasi supaya Gue ungkapin perasaan ke dia"
"tapi Gue enggak butuh dengan cara seperti ini Pao, Gue berharap tuh cowok nolak Lo, jahat yah Gue? Bodo amat lah"bathin ku
Aku "selamat yah, semoga dia menjadi yang terbaik buat Elo" kemudian menjabat tangannya dengan ekspresi seperti tidak terjadi apa apa, padahal hancur dah ini hati entah jadi berapa keping, yang ku harapkan malam ini bisa menyatakan perasaan ku ke doi akhirnya aku telen lagi bulat bulat perasaan itu, entah sampai kapan aku bisa tahan menyimpan perasaan ini
Beberapa menit kemudian akhirnya sampai juga aku didepan rumahnya, ku tengok kanan dan kiri mencari cari Babenya Pao namun tak kudapati beliau ada dirumahnya, "Alhamdulillah". Bathin ku seraya mengelus dada, kalau ketahuan bawa anaknya bisa berabe yang ada, bakal di introgasi soalnya Beliau imam mesjid di kampungku bisa malu yang ada kalau tau anaknya di bawa ama jemaahnya😂.
Pao "Lo enggak mampir dulu Mas?".
Aku "enggak ah,udah siang Pao, sebentar lagi masuk Dzuhur kan(padahal alasan supaya menghindar dari Babenya😅)".
Pao "yaudah kalau gitu, hati hati yah, makasih udah mau dengerin curhat ku tadi😘".
Aku "iyah sama sama, Assalamu'alaikum".
Pao "wa'alaikumsalam".
Aku kemudian melanjutkan perjalanan kerumah Enong, karna disana lah tempat diriku selalu mengadukan permasalahan ketika sedang galau.
Enong "muka Lo kenapa Brot ditekuk gitu? Ah Gue tau palingan Lo lagi galau kan😅"
Aku "kek baru kenal Gue aja Lo, bikinin teh gih sono".
Enong "eh buset ini bocah😒, dateng dateng nyuruh Gue lagi, seharusnya Lo yang bawain Gue minuman atau camilan kek".
Aku "yaelah Nong, tapi kan Gue baru nyampe masa balik lagi".
Enong "enggak ada tapi tapian, hari gini curhat enggak ada yang gratis😛".
Aku "iya deh iya ah dasar emak emak bawel".
Aku kemudian balik lagi ke mini market membelikan minuman dan makanan untuk Enong, kebiasaan emang kalau lagi curhat mesti harus ada timbal baliknya.
Enong "Lo kenapa Brot? Lo bukannya seneng abis jalan sama pujaan Lo?".
Aku "seneng sih, tapi...?"
Enong "tapi apa?"
Aku "dia juga punya pria idaman lain Nong"
Enong "sukurin"
Aku "oh sukurin yee, udah ah Gue balik"
Enong "yah dia ngambek, kaga kaga dah sini duduk ceritain apa aja yang doi omongin ke Elo". Sambil menarik tangan ku dah menyuruhku duduk disampingnya.
Aku kemudian menceritakan awal kejadian pilu itu kepada Enong sampai akhir.
Enong "tragis amat hidup Lo Brot, kalau Gue jadi Elo mungkin Gue udah nyerah kali dan Gue bakal mencari wanita yang ngerti dengan perasaan Gue, Gue heran aja kenapa Lo kok betah betahnya nyimpen perasaan ampe 8 tahun lamanya ke doi"
Aku "kan Lo tau Nong Kakaknya itu temen sekolah Gue, dia bakal shock kalau tau temennya suka sama Adiknya"
Enong "kenapa sih Lo enggak lepasin aja perasaan Lo ke Pao? Udah tau kalau perasaan Lo ke pao itu salah dan serba sulit, masih aja Lo bertahan, enggak ada cewek lain apa?"
Aku "yaudah kalau gitu Lo penggantinya". Canda ku
Enong "hah?? Apa Lo bilang??, enggak salah denger nih Gue?"
Aku "enggak, Lo mau kan jadi pacar Gue😁"
Enong "ini sendal tipis Brot, keknya enak nempel di pipi Lo?".seraya mengambil sendal jepit
Aku "ampun ampun😰, damai damai Gue becanda kali"
Enong "lagi, becanda Lo enggak lucu"
Aku "terus gimana dong? Gue mesti gimana? Pertahanin atau apa? Kasih saran kek"
Enong "Gue juga enggak tau, soalnya saran Gue juga enggak Lo pake, tapi yah terserah Lo deh kalau Lo masih kekeh nyimpen tuh hati enggak Lo ungkapin ke pao siap siap deh tiap hari bakal makan hati"
Aku "apa Gue ungkapin aja yah?"
Enong "terserah Lo, tapi Lo mesti terima konsekuensinya, Lo dijauhi temen Lo, kalau pun Pao menerima hubungan Lo ama dia bakal serba susah"
Akhirnya aku berdiri hendak mendekati motorku untuk pulang, pikiran ruet dan kacau menyelimuti otak ku, bener kata Enong mau diterima atau di tolak sama sama susah.
Enong "kemana Lo?"
Aku "pulang, pusing kepala Gue"
Akhir aku pulang kerumah dengan tangan hampa, tak ada satu pun saran Enong yang membantu permasalahan ku. Ku rebahkan sejenak tubuh ku yang mulai lelah seraya menatap langit langit rumah, merenung kan perkataan Enong tadi bathin ku "apa aku ungkapin aja yah perasaan ini ke doi? Tapi apa jadinya kalau doi tau ternyata aku adalah cowok yang dia anggap teman ternyata diam diam punya hati dengannya, tapi mengungkapkan perasaan ke orang yang di suka bukanlah sesuatu kedzoliman, kalau di pendam yang ada aku sendiri yang mendzolimi diri sendiri, AH SHIT lah kenapa Aku jadi kaya orang bodoh gini sih" seraya menggebuk guling yang enggak ada sangkut pautnya sama ini masalah.
Kalau aja dari awal cinta ini enggak bersemi selama 8 tahun yang lalu mungkin kejadiannya enggak begini banget, tapi aku sendiri enggak bisa sepenuhnya menyalahkan soal perasaan karna cinta sendiri datangnya dari Yang Maha Kuasa.
Keesokan harinya di waktu sore aku duduk di ruang tamu memandang Hp ku yang sudah setengah jam yang lalu aku liatin tanpa aku sentuh, niatnya mau ngirim sms ke Pao, untuk mengajaknya jalan makan di luar tapi rasanya berat untuk mengetik pesan tersebut dan akhirnya hp ku letak kan lagi di meja.
"ah bodo lah pokoknya malam ini kudu aku ungkapin perasaan ini, mau enggak mau, suka enggak suka Pao harus tau, soal dia marah atau kecewa urusan belakangan" bathin ku yang mulai mengetik pesan ke doi.
"TING....TING" Tiba tiba notifikasi hp ku berbunyi tanda ada pesan masuk.
Aku lalu menghentikan aktifitas jariku yang sedang mengetik pesan lalu membuka pesan masuk yang barusan ku terima, setelah membuka pesan diriku tersenyum sendiri "pucuk di cinta" ternyata Pao yang mengirim pesan kepadaku.
Pao " mas ada waktu enggak? Habis maghrib bisa temenin Gue keluar makan bakso subur?"
Aku " ada kok, traktir yah😀"
Pao " iya"
Aku "Gue yang jemput apa Lo kerumah?"
Pao "jemput kerumah Gue aja Mas Brot"
Aku " oke, eh.. Tapi Babe Zainul ada dirumahnya enggak?" jaga jaga kalau ketahuan bawa anaknya bisa diruqyah yang ada😆
Pao "tenang Babe lagi ikut majelis taklim, yaudah Gue tunggu habis maghrib"
Aku "oke"
Aku pun melompat dari kursi tamu kemudian berdandan seganteng gantengnya, tapi tetep aja ini muka gak ada ganteng gantengnya😑, enggak lupa pengharum aku semprot keseluruh tubuh supaya enggak kecium bau bunga bangke😂.
Sholat maghrib akhirnya aku tunaikan, setelah itu aku bersiap meluncur dengan motor matic kesayangan menuju rumahnya yang hanya 5 menit dari rumahku. Dari kejauhan terlihat Pao sedang menunggu didepan rumahnya sambil memainkan Hpnya, aku pun menghampirinya.
Perjalanan kami lanjutkan ke daerah alun alun yang disana warung makan menjamur disekeliling alun alun, lalu kami singgah di satu rumah makan Bakso subur. Aku dan pao kemudian memesan bakso dan teh es kepada pelayannya, sembari menunggu aku kemudian membuka pembicaraan.
Aku "tumbenan Pao ngajak Gue kesini? Kok enggak ngajak Mbul dan Enong sekalian?"
Pao "sengaja, kan yang tau permasalahan Gue cuman Elo Mas"
Aku "masalah yang amana emang?"
Pao "aduh baru kemaren udah lupa, yang itu loh Mas, yang Gue kenalin foto cowok yang kemaren"
Semangatku yang udah menggebu gebu kini kembali ngedrop setelah mengetahui ternyata doi mengajak ku kesini hanya untuk membicarakan soal lelaki idamannya itu lagi, namun aku berusaha tidak menunjukan bahwa aku sedang kecewa didepannya supaya moodnya enggak ilang gegara tau apa yang aku rasakan saat ini.
Aku "oh terus gimana perkembangannya?"
Pao "hmmm..." wajah Pao tiba tiba menunduk
Aku "Lo kenapa Pao? Apa dia ngecewain Lo?" aku mulai khawatir
Namun beberapa saat kemudian Pao memandang wajah ku seraya tersenyum lebar sembari berucap.
Pao "dia enggak ngecewain Gue kok malah bikin Gue gembira hari ini, dan tau nggak dia bilang apa setelah Gue ungkapin perasaan Gue kedia melalui sebuah pesan singkat?"
Aku "apa?" sebenernya sudah tau jawaban yang akan aku dengarkan dari pao
Pao "dia ternyata sudah punya perasaan yang sama Mas Brot, ya Allah seneng banget pokoknya Gue hari ini" seraya menggenggam kedua tangannya menunjukan ekspresi seperti orang abis dapet hadiah gede
Aku "jadi Lu ngajak Gue kesini untuk?"
Pao "yah neraktir Elo Mas, ucapan terimakasih Gue ke Elo yang memotivasi supaya Gue ungkapin perasaan ke dia"
"tapi Gue enggak butuh dengan cara seperti ini Pao, Gue berharap tuh cowok nolak Lo, jahat yah Gue? Bodo amat lah"bathin ku
Aku "selamat yah, semoga dia menjadi yang terbaik buat Elo" kemudian menjabat tangannya dengan ekspresi seperti tidak terjadi apa apa, padahal hancur dah ini hati entah jadi berapa keping, yang ku harapkan malam ini bisa menyatakan perasaan ku ke doi akhirnya aku telen lagi bulat bulat perasaan itu, entah sampai kapan aku bisa tahan menyimpan perasaan ini
Diubah oleh ummi85 31-07-2018 04:19
0