- Beranda
- Stories from the Heart
Diary 2 Dunia
...
TS
agusk1988
Diary 2 Dunia

Terima kasih mas AWAYAYE untuk cover keren nya.
Ilustrasi Ronggo Geni

Ilustrasi Dewi Puspa Kenanga

Halo agan/aganwati kaskuser sekalian. Halo juga untuk para momod sekalian. Gue adalah silent reader yang udah lama melintang di forum kaskus. Terkhusus untuk sub forum stories from the heart. Kali ini perkenankan gue untuk menceritakan sebuab kisah klasik tentang perjalanan anak manusia yang berawal mula beberapa tahun lalu.
Jika kalian bertanya ini real atau fiksi.? gue kembali kan ke pribadi para reader sekalian. Daripada pada nanti para reader sekalian kepo, anggap saja cerita ini fiksi
Tapi terlepas dari itu semua,, percaya lah bahwa " mereka", beserta " dunia mereka" itu ada. Jadi hormati lah " mereka" seperti kita menghormati sesama kita. Karena pada dasarnya " mereka" sama seperti kita. Ada baik, jahat beserta segala hal yang tak bisa di jelaskan secara logika.
Dan yang terakhir, harap patuhi rule yang berlaku di sub forum ini. Karena menghormati orang lain itu secara tidak langsung membuat kita juga akan di hormat i.
Silahkan di nikmati
Quote:
Spoiler for ILUSTRASI:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 165 suara
Menurut Kalian Bagaimana Seharusnya Thread Ini Berjalan Ke Depannya
Tetep seperti sudah sudah mas, penuh dengan pesan kehidupan
90%
Tamat in saja mas,, sudah terlalu mainstream seperti Thread lain
9%
No Comment mas, emang situ siapa..?
1%
Diubah oleh agusk1988 18-07-2021 04:03
User telah dihapus dan 26 lainnya memberi reputasi
23
1M
2.9K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•54KAnggota
Tampilkan semua post
TS
agusk1988
#2734
PART 103
Aku dan pak dhe ku akhirnya keluar dari ruang tamu pak kades dan berjalan menuju rumah kosong yang terletak sekitar 10 m di seberang jalan rumah milik pak kades..
Karena diliputi rasa penasaran, mas bagas dan mbak bunga merengek ingin ikut dengan ku dan pak dhe ke rumah nenek tersebut..
Pak dhe sebenarnya melarang mereka untuk ikut. Namun setelah aku memberi garansi kalau aku yang bertanggung jawab atas keamanan mereka, pak dhe akhirnya mengizinkan..
Seorang nenek tua dengan busana kebaya serta jarit yang lusuh, muncul dari bilik bambu di kegelapan malam ..Rambut panjang nya yang penuh dengan uban, dibiarkan terurai begitu saja..
Berbeda dengan qarin kebanyakan, wujud nenek ini terlihat biasa.. Tidak menyeramkan seperti qarin qarin bekas kecelakaan atau korban pembunuhan..
Mungkin karena nenek ini mati secara wajar dan karena umurnya yang sudah tua.. Tapi yang jadi pertanyaan,? kenapa tiba-tiba beliau menampakkan wujud nya di malam sebelum resepsi pernikahan putri pak kades..
Melihat wujud orang yang sudah meninggal berada di depan matanya, mas bagas dan mbak bunga spontan sembunyi di balik punggung ku.. Tubuh mereka bergetar dengan peluh keringat yang membasahi..
Karena jin qarin dari nenek tersebut tak memiliki niat jahat, pak dhe membiarkan nya begitu saja. Bahkan pak dhe berbesar hati untuk membuka pagar gaib yang sudah susah susah dipasang cuma supaya agar sang nenek bisa bertemu istri pak kades..
Aku hanya tersenyum melihat kebaikan yang diberikan pak kades dan keluarga besarnya..
Pukul 22.30 aku berangkat dari rumah kades menuju rumah ku sendiri..
Sosok nenek tak lagi kulihat saat motor ku perlahan melewati rumahnya.. Mungkin beliau menepati janji nya untuk kembali ke alam nya setelah diizinkan pak dhe ku bertemu pak kades dan istri nya untuk terakhir kalinya..
Menyusuri jalanan desa waktu malam yang sepi dan dingin, aku memacu motor ku perlahan karena kondisi jalan yang berlubang serta tanpa penerangan sama sekali.. Praktis aku hanya mengandalkan lampu motor ku ditambah sorot lampu pengendara lain untuk menerangi jalan yang aku lewati..
Saat melewati hutan jati yang tadi sore ada batang pohon yang patah di tengah nya, terlihat sosok gendruwo dan teman-teman nya yang tadi siang membantu ku sedang memandangiku dari kejauhan..
Karena mereka telah membantu ku,. Aku pun membunyikan klakson motor ku sebanyak tiga kali untuk menyapa mereka.. Dan sepertinya mereka paham wmaksud ku.. Terlihat mereka tersenyum ke arah ku.. Meski mereka saat tersenyum atau tidak wajah nya tetap saja sama sama menakutkan..
Pukul 23.15 aku sampai dirumah dan langsung tidur tanpa di interogasi terlebih dahulu seperti biasanya oleh kedua orang tua ku..
Setelah sosok mbak Rima menghilang, aku lanjut untuk memarkirkan motor ku dan langsung menuju ke kelas..
Suasana kelas mendadak heboh saat melihat kemunculan ku..
Peringatan joko akhirnya benar benar terjadi.. guru BP yang terkenal killer, rupanya menjadi guru piket hari senin itu. dan beliau melihat ku merebahkan kepala di atas meja..
Quote:
Aku dan pak dhe ku akhirnya keluar dari ruang tamu pak kades dan berjalan menuju rumah kosong yang terletak sekitar 10 m di seberang jalan rumah milik pak kades..
Karena diliputi rasa penasaran, mas bagas dan mbak bunga merengek ingin ikut dengan ku dan pak dhe ke rumah nenek tersebut..
Pak dhe sebenarnya melarang mereka untuk ikut. Namun setelah aku memberi garansi kalau aku yang bertanggung jawab atas keamanan mereka, pak dhe akhirnya mengizinkan..
Quote:
Seorang nenek tua dengan busana kebaya serta jarit yang lusuh, muncul dari bilik bambu di kegelapan malam ..Rambut panjang nya yang penuh dengan uban, dibiarkan terurai begitu saja..
Berbeda dengan qarin kebanyakan, wujud nenek ini terlihat biasa.. Tidak menyeramkan seperti qarin qarin bekas kecelakaan atau korban pembunuhan..
Mungkin karena nenek ini mati secara wajar dan karena umurnya yang sudah tua.. Tapi yang jadi pertanyaan,? kenapa tiba-tiba beliau menampakkan wujud nya di malam sebelum resepsi pernikahan putri pak kades..
Melihat wujud orang yang sudah meninggal berada di depan matanya, mas bagas dan mbak bunga spontan sembunyi di balik punggung ku.. Tubuh mereka bergetar dengan peluh keringat yang membasahi..
Quote:
Karena jin qarin dari nenek tersebut tak memiliki niat jahat, pak dhe membiarkan nya begitu saja. Bahkan pak dhe berbesar hati untuk membuka pagar gaib yang sudah susah susah dipasang cuma supaya agar sang nenek bisa bertemu istri pak kades..
Quote:
Aku hanya tersenyum melihat kebaikan yang diberikan pak kades dan keluarga besarnya..
Pukul 22.30 aku berangkat dari rumah kades menuju rumah ku sendiri..
Sosok nenek tak lagi kulihat saat motor ku perlahan melewati rumahnya.. Mungkin beliau menepati janji nya untuk kembali ke alam nya setelah diizinkan pak dhe ku bertemu pak kades dan istri nya untuk terakhir kalinya..
Menyusuri jalanan desa waktu malam yang sepi dan dingin, aku memacu motor ku perlahan karena kondisi jalan yang berlubang serta tanpa penerangan sama sekali.. Praktis aku hanya mengandalkan lampu motor ku ditambah sorot lampu pengendara lain untuk menerangi jalan yang aku lewati..
Saat melewati hutan jati yang tadi sore ada batang pohon yang patah di tengah nya, terlihat sosok gendruwo dan teman-teman nya yang tadi siang membantu ku sedang memandangiku dari kejauhan..
Karena mereka telah membantu ku,. Aku pun membunyikan klakson motor ku sebanyak tiga kali untuk menyapa mereka.. Dan sepertinya mereka paham wmaksud ku.. Terlihat mereka tersenyum ke arah ku.. Meski mereka saat tersenyum atau tidak wajah nya tetap saja sama sama menakutkan..
Pukul 23.15 aku sampai dirumah dan langsung tidur tanpa di interogasi terlebih dahulu seperti biasanya oleh kedua orang tua ku..
Quote:
Setelah sosok mbak Rima menghilang, aku lanjut untuk memarkirkan motor ku dan langsung menuju ke kelas..
Suasana kelas mendadak heboh saat melihat kemunculan ku..
Quote:
Peringatan joko akhirnya benar benar terjadi.. guru BP yang terkenal killer, rupanya menjadi guru piket hari senin itu. dan beliau melihat ku merebahkan kepala di atas meja..
efti108 dan 9 lainnya memberi reputasi
10


