Original Posted By bydandanāŗUnek-unek Lexi.
First Impression.
Yamaha Lexi sebenernya motor yang saya tunggu-tunggu. Alasannya :
- Udah bosen sama merk sebelah
- Butuh motor dengan utilitas tinggi di perkotaan untuk keperluan usaha, bawa barang dan gak sayang buat baret-baretan
- Mencari kenyamanan di atas motor rata-rata
- Harganya yang reasonable dalam arti harga boleh naik tapi ada performa atau fitur-fitur yang mengkuti perkembangan jaman.
Akhirnya, per tanggal 11 Juli 2018 Lexi Standar sampai juga di tangan. Belinya kredit 35 bulan, Syukrnya dapet DP yang murah banget. Jadi kalau ada kenapa-kenapa sakit hatinya gak sebesar kalo beli cash.
Hari pertama motor tanpa plat langsung saya ajak keliling komplek rumah. Bagi saya yg tingginga 170 cm dan berat 55 kg seperti yang dibilang oleh media, bahwa suspensinya Lexi ini keras. Ya memang tergolong keras. Bagusnya body dari motor Lexi ini kokoh banget, meski ada lobang body tetap mantab tidak ada suara decitan maupun celah longgar.
Tapi..., Namanya barang baru keluar dari cetakan pabrik, pasti persendiannya perlu pemanasan. Ibarat orang baru bangun tidur, masih kaku badannya. Yup, akhirnya setelah plat nomor sementara (STCK) keluar, kesempatan bagi saya untuk "membentuk" karakter si Lexi ini.
Pertama, saya beruntung setiap hari mengantar istri pergi kerja. Otomatis parts-parts motor "dilatih" pada batas maksimalnya. Awalnya tarikan motor terasa tertahan di kecepatan 40-50 an km/jam. Tapi, memang ada tekniknya untuk tancap gas dengan kecepatan diatas 60 km/jam. Yang perlu diketahui, hasil pengamatan saya, rpm mesin motor Lexi ketika di gas hampir penuh pada beban maksimum akan berada pada 6000 an rpm. Artinya 6000 rpm itu adalah batas tarikan gas supaya motornya tetap awet. Sebagai perbandingan, motor scorpio standar saja yang 225 cc saja dengan 6000 rpm pada gigi tertinggi bisa mencapai 80-90 km/ jam.
Kedua, setelah kurang lebih 3 minggu pemakaian dalam kota. Saya memberanikan diri untuk "melatih" kembali si Lexi untuk perjalanan jauh. Rutenya Bandung - Lembang - Sumedang - Lembang - Bandung. Kontur jalan melewati pegunungan, berkelok-kelok, kondisi jalan ada yang mulus, ada yang bekas tambalan semua. Cukup untuk mewakili kapasitas maksimum kemampuan si Lexi. Alhasil suspensi belakang terasa empuk, melebihi dari yang saya bayangkan. Namun, permasalahan muncul pada suspensi depan. Suspensi depan tidak bedaya ketika melewati jalanan yang penuh dengan bekas tambalan, performa motor menurun drastis, seakan-akan ciut/ loyo melibas jalanan. Kemanan pengemudi tertahan pada kecepatan 30 an km/jam. Pertanyaannya, apakah karena karakter motor matic berkruan kecil ? apakah sudut dan travel suspensi depannya yang membuat keras (tidak berdaya) ?
Kesimpulannya :
- Sesuai tagline nya "Si Sexy Lexy", motor ini pure untuk pengguna di perkotaan. Karena kapasitas tangki bensin yg kecil 4 liter cukup untuk PP Bandung - Lembang - Sumedang - Lembang - Bandung (kurang lebih 160 km). Kecepatan motor tertahan di 50 an km/jam.
- Utilitas motor ini tidak perlu dipertanyakan, joss abis, saya bisa membawa koper berukuran kecil di depan. Untuk belanja-belanja dengan volume besar dan banyak tidak perlu diragukan.
- Tugas yang perlu dbenahi adalah suspensi depannya dan rem depan. Karakter remnya ini tidak agresif, dia bergradasi, Jadi kalau ada moment yang butuh pengereman instant, dapat dipastikan ada miss nya. Kembali lagi ini juga sangat berpengaruh pada performa suspensi depannya. Kalau suspensi depannya gak diperbaiki, mau sekencang sebagus papapun rem cakramnya, gak akan prima hasilnya, malah justru membahayakan.
Intinya : Safety first, ketahui batas kemampuan kendaraan anda, syukuri apa yang sudah dimiliki. Jangan lupa hormati pejalan kaki.
Salam.

jos om share nya.. kalau menurut feel ane sih juga gitu..agak ketahan di rpm bawah.. tp kalo udh jalan konstan, dan vva udh hidup, rasanya alus bener..ngisi terus.. tau2 udh 70km aja pas diliat š