Kaskus

Story

montormeburAvatar border
TS
montormebur
CINTA, AGAMA, &MAMA
Diubah oleh montormebur 25-08-2018 07:48
bukhoriganAvatar border
tesinuraeniAvatar border
kadal32672Avatar border
kadal32672 dan 14 lainnya memberi reputasi
11
268.8K
2.3K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.6KAnggota
Tampilkan semua post
montormeburAvatar border
TS
montormebur
#523
SEWIDAK SIJI
Ratusan rumah hancur, ribuan orang meninggal, anak kehilangan orang tua, orang tua kehilangan anak.

Aku mencoba menghubungi mehonk , puluhan kali aku coba tapi selalu di luar jangkauan. Novi, Ika juga sama saja di luar jangkauan. Semua orang yang di Jogja aku hubungi gak ada yang bisa nyambung. Aku panik luar biasa , di benak ku selalu memikirkan keadaan mereka yang di Jogja. Apa yang terjadi sebenarnya....

Quote:


Aku cuma cuci muka, lalu pamit sama mbak nova. Mobil yang lebih sering nganggur di garasi mbak Nova itu aku keluarkan dari garasi. Aku masih ingat jelas , Galantyang belum ada setahun itu aku bawa keluar dari komplek rumahnya mbak Nova menuju kontrakan.  Jalanan lumayan padat, maklum jam berangkat karyawan. Satu jam lebih aku baru sampai kontrakan. Aku lihat mbak Eli sudah nunggu di teras kontrakan masih dengan pakaian kerja, mungkin mau berangkat kerja tapi gak jadi... Dan mbak Eli gak sendiri tapi bertiga, mbak Eli, Riri, dan satunya aku gak kenal.....tapi wajahnya juga gak kalah panik,siapa dia....

Quote:


Mbak Eli duduk di sampingku, dibelakang ada Riri dan cewe itu. Di dalam mobil yang mulai meninggalkan kontrakan.....

Quote:


Jam 9 pagi kami start dari kontrakan. Aduh jalanan masih macet lagi ,lepas tol Cawang baru bisa sedikit ngebut. Aku ambil jalur Bandung, Cipali belum ada sih. Di Bandung istirahat sambil makan siang. Aku baru pertama kali lewat jalur selatan di siang hari. Dan pemandangan di kanan kirinya wow menakjubkan,keren. Sayang ini bukan liburan, jadi gak ada waktu buat berhenti foto-foto.

Aku gak tau sampai mana waktu itu, tapi aku merasa butuh istirahat. Ya maklum lah, semalam habis di kuras tenaganya, dan paginya langsung nyopir jarak jauh.

Quote:


Tak lama di depan sudah kelihatan ada pom. Kebetulan pom lagi sepi, jadi langsung bisa ngisi tangki si galant. Selesai ngisi aku parkir dekat mushola. Aku langsung keluar cari spot buat udud, dan disamping pom ternyata ada warung kopi,cocok banget.... keluarkan udud, pesan kopi, dan gorengan di meja warung masih hangat, uh mantabbbbbb......

Quote:


Aku lalu pergi meninggalkan warung, setelah aku taruh 50ribuan di atas meja warung. Aku masuk mobil dan menyeting posisi jok biar bisa buat tiduran.....aku mencoba memejamkan mata...... sejam berlalu dan mereka sudah masuk ke mobil....

Kami melanjutkan perjalanan, aku dan mbak Eli diam membisu. Sedang Riri dan Siti masih asik ngobrol di belakang.... mungkin menyadari kalo aku dan mbak Eli sedang perang dingin. Mbak Eli hanya memandang keluar dari kaca sebelah kirinya...

Quote:


Jam 8 malam, kami melewati gapura selamat datang di Yogyakarta. Di Temonaku isi bensin lagi takutnya di Jogja pom pada tutup. Jam 9 kami sudah sampai di rumahnya mbak Eli.

Alhamdulillah kondisi keluarganya baik-baik saja. Kondisi rumahnya juga masih baik, hanya beberapa genteng yang jatuh. Di sana hanya beberapa menit lalu kami pamit. Mbak Eli masih diam,jadi aku pamit sama orang tuanya. Listrik di daerah mbak Eli sudah nyala, sinyal juga ada. Aku ngabarin mbak Nova kalo aku sudah sampai Jogja.

Memasuki daerah bant*l kondisi sangat gelap, mati listrik. Ambulance berseliweran, rumah-rumah banyak yang ambruk, tenda-tenda darurat banyak di bangun dipinggir jalan. Dan benar gak ada sinyal sama sekali. Ya Allah separah ini kah. Bapak ibu dan adik-adik ku gimana kondisinya sekarang, semoga mereka selamat.

Dengan arahan dari Siti, kami sampai di rumahnya. Tangis Siti langsung pecah saat lihat rumahnya rata dengan tanah. Di depan rumahnya ada halaman cukup luas, dan banyak dibangun tenda darurat dan penerangannya menggunakan lampu petromax. Siti langsung lari ke arah tenda. Aku dan Riri ikut keluar, dan ngobrol sebentar dengan beberapa warga di sana. Info dari bapak-bapak yang ngobrol dengan ku barusan, bapaknya Siti kakinya retak dan masih di RS dan lain selamat, 9orang di kampungnya meninggal terkena reruntuhan tembok. Aku gak lama dan langsung pamit, karena aku juga sudah sangat kawatir dengan anggota keluarga ku, dan Novi tentu saja. Ibunya dan saudaranya mengucapkan terimakasih karena sudah mengantar Siti pulang, dan mereka juga mendoakan keluarga ku aku karena menurut mereka kampungku juga lumayan parah.

Jam 10 malam,aku sudah masuk ke kampung ku, memang gak separah daerahnya Siti, tapi ada beberapa rumah yang ambruk. Saat sampai rumah aku juga lihat tenda darurat di halaman. Rumahku masih berdiri, tapi tembok retak parah, masjid dan rumah om ku gak rusak sama sekali, hanya beberapa genteng yang jatuh, maklum sih bangunan baru. Tapi walaupun begitu gak ada yang berani tidur dalam rumah. Gempa skala kecil masih  terasa. Aku turun lalu ketemu bapak ibu ,dan cium tangan, adik-adik ku nampak sudah tidur di dalam tenda. Tapi mehonk malah gak keliatan.....bocah gemblung....

Quote:


Halaman masjid sebagian dijadikan sebagai dapur umum. Sisa-sisa bungkusan makanan masih ada di tempat sampah samping masjid. Mungkin sisa makan malam tadi.

Quote:


Lalu mereka kenalan, kemudian sama ibu, om Tante dan sepupuku. Sepupuku ini seumuran sama Ika dan mehonk,  cantik dan sahabatan dengan Ika.  Tapi gak aku masukkan di dongeng ini. Riri sudah akrab dengan sepupuku, mungkin karena sesama cewe ya. Setelah tau kondisi keluarga ku, aku pamit mau ke rumah Ika. Aku tinggalkan Riri dengan keluarga ku......ini sebenarnya sudah terlalu malam, tapi gak papa, aku hanya ingin memastikan kondisinya....

Di depan rumah Ika juga sama ada tenda darurat, rumahnya terlihat masih berdiri kokoh, kecuali bagian belakang atau dapurnya yang terlihat hancur. Lampu petromax ada dua dan masih menyala semua, sepertinya tadi habis di pake tahlilan. Terlihat bapaknya Ika dan beberapa tetangga sedang ngobrol lesehan di depan tenda....

Quote:


Tak lama Novi keluar dari balik tenda, mungkin dengar suara ku "

Quote:


Novi kembali masuk ke tenda, dan aku pamit sama bapak-bapak disana, sempat di bullydulu sama mereka emoticon-Big Grinhehe. Saat berjalan pulang aku kembali merasakan gempa,cuma sebentar terus hilang lagi. Kali ini lumayan besar, dari tadi memang gempa kecil masih terasa. Sampai rumah suasana tampak sepi, mungkin sudah pada tidur. Aku lihat semua tenda sudah penuh, Riri tidur bareng sepupuku.

Aku buka pintu mobil, setting posisi jok dan akupun merebahkan badan, pintu kanan kiri sengaja aku buka....dan aku nyalakan rokok, fiuhhhhh. Gak papa lah mobil mbak Nova bau rokok, besok sebelum di kembalikan aku cuci bersih dan semprot pewangi.....gak berapa lama kantuk menyerang dan aku tertidur.....

Pagi setelah sholat subuh, dapur umum tampak ramai ibu-ibu. Tak ketinggalan,Riri juga ikut membantu. Pembawaannya supel dan mudah akrab dengan siapapun, apalagi dia bisa bahasa Jawa jadi dengan mudah dia cepat akrab dengan ibu-ibu. Aku bisa lihat dengan jelas, ibu-ibu yang sedang bicara dengannya bisa tertawa. Jujur dalam hati aku kagum sama Riri, cewe sebaik dia bisa di sia-siakan sama Toni. Dan seandainya hatiku belum ada Novi, pasti aku rela melakukan apapun untuk mendapatkannya. Aku berdoa semoga kamu mendapatkan jodoh laki-laki yang terbaik.

Setelah semua makanan matang, perwakilan tiap RT mengambil jatahnya masing-masing. Aku acungkan jempol untuk pemerintah daerah dan propinsi ,tanggap dan cepat mengurusi warganya. Di beberapa daerah ada yang rusuh rebutan bahan pangan, ya maklum lah dampak bencana hampir merata wajar kalo orang-orang di pemerintahan kerepotan.

Pagi setelah sarapan bersama, ada sedikit ribut. Pak kepala dusun dan beberapa warga mau ambil bantuan beras , mie instan, dan bahan lain menggunakan truk tapi gak ada yang mau nyopir. Dan akhirnya aku yang bawa, pak RT di sampingku dan 3 orang ada di bak belakang. Gak lama aku sudah sampai di posko bencana, dan yang bikin aku males,antrinya luar biasa panjang. Bayangin aja, dari jam 8, kami baru dapat bagian kami jam 1 siang. Bahan makanan,terpal ,alat mck dan barang lain sudah masuk ke bak truk,dan kami pun pulang.

Sampai rumah aku lihat hawa gak enak dan sedikit panas, ada Riri dan Novi ............. Modyarrrrrr.....
Diubah oleh montormebur 27-07-2018 21:08
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.