- Beranda
- Stories from the Heart
CINTA, AGAMA, &MAMA
...
TS
montormebur
CINTA, AGAMA, &MAMA
Ini hanya sebuah DONGENG, anggap saja anak SD yang di kasih tugas mengarang bebas
Sepenggal kisah seorang remaja menuju kedewasaan
Sebesar apapun cintamu, kamu pasti kalah sama yg selalu ada
Kesamaan nama, tempat, dan kejadian adalah hal yang tidak di sengaja
[B]Side Story
DONGENG
BAB 1
KOSONG
SIJI
LORO
TELU
PAPAT
LIMO
ENEM
PITU
WOLU
SONGO
SEPULOH
SEWELAS
ROLAS
TELULAS
PATBELAS
LIMOLAS
NEMBELAS
PITULAS
WOLULAS
SONGOLAS
RONGPULOH
SELIKUR
ROLIKUR
TELULIKUR
PATLIKUR
SELAWE
NEMLIKUR
PITULIKUR
WOLULIKUR
SONGOLIKUR
TELUNGPULUH
TELUNGPULUH SIJI
TELUNGPULUH LORO
TELUNG PULUH TELU
TELUNG PULUH PAPAT
TELUNG PULUH LIMO
TELUNG PULUH ENEM
TELUNG PULUH PITU
TELUNG PULUH WOLU
TELUNG PULUH SONGO
PATANG PULUH
SIJI
LORO
TELU
PAPAT
LIMO
ENEM
PITU
WOLU
SONGO
SEPULOH
SEWELAS
ROLAS
TELULAS
PATBELAS
LIMOLAS
NEMBELAS
PITULAS
WOLULAS
SONGOLAS
RONGPULOH
SELIKUR
ROLIKUR
TELULIKUR
PATLIKUR
SELAWE
NEMLIKUR
PITULIKUR
WOLULIKUR
SONGOLIKUR
TELUNGPULUH
TELUNGPULUH SIJI
TELUNGPULUH LORO
TELUNG PULUH TELU
TELUNG PULUH PAPAT
TELUNG PULUH LIMO
TELUNG PULUH ENEM
TELUNG PULUH PITU
TELUNG PULUH WOLU
TELUNG PULUH SONGO
PATANG PULUH
BAB 2
TERIMAKASIH
________________
Diubah oleh montormebur 25-08-2018 07:48
kadal32672 dan 14 lainnya memberi reputasi
11
268.4K
2.3K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
montormebur
#369
SEKET TELU
"Kalian kenapa lagi sih?"
"Kami nginep dan orang sekampung tau, Simbah nya marah. Aku juga bodoh,mau nurutin permintaan konyolnya, padahal aku tau resikonya"
"Ah, kalian selalu aja bikin masalah. Heran aku sama kalian"
"Gak tau lah wi. Aku sebenarnya juga gak tega ninggalin dia dalam kondisi seperti ini....."
"Nanti aku coba ke rumahnya"
"Thanks wi. Eh kamu kok gak ngomong kalo udah cerita ke Novi"
"Ngomong apa?"
"Skandal Kaliurang"
"Hahaha asem, aku mana bisa ngumpetin sesuatu dari Novi"
" Ketawa Ig, masih penasaran ya?"
"Lambe mu mas, eling Novi mas"
"Novi cinta mati ku, calon istri ku. Tapi aku juga sayang sama sahabat nya" memancing di air keruh
"Karepmu, tak matiin ya. Soal Novi nanti aku kabari lagi " tutttttttt telpon terputus. Sedikit ada nada marah,tapi aku yakin dia sedang tersenyumSelesai telpon aku pergi mandi. Niatnya sehabis mandi mau sarapan, dari semalam belum makan dan tadi malah langsung minum bir. Habis mandi aku ke kamar Tante Siska,mau bangunin dan sekalian ngajak cari makan...
Quote:
Dan benar saja,tak lama ada yang ngetuk pintu, dan setelah aku buka pintu ada mas mas yang beberapa bungkus makanan.
"Novi di rumah sepupunya, hpnya masih di bawa Simbahnya" pesan Dewi setelah main ke rumah Novi.
Perkiraan ku tentang Novi salah. Aku kira setelah masalah kemarin Novi akan pergi ke rumahnya Dewi tapi ternyata tidak. Novi ngungsi ke rumah Om nya yang terakhir, rumahnya Ika. Syukur lah, setidaknya masih ada sedikitkeluarga yang peduli.
Aku 3 hari numpang di apart nya Tante Siska, sebelum akhirnya aku pulang ke rumahnya mbak Eli. Mbak Eli sendiri sudah masuk kerja, sedang aku masih seminggu lagi sebelum sibuk kerja dan kuliah. Terus ngapain aku seminggu disini? Enakan juga liburan di kampung, selesaikan dulu masalahnya Novi. Aku ada kerjaan pribadi dengan Tante Siska yang mengharuskan ku segera balik ke Jakarta. Untuk masalah Novi, dengan membuang rasa malu aku meminta tolong sama Dewi,lagi. Yah , sudah berulang kali aku atau kami merepotkannya. Pacar macam apa aku ini.
Siang itu, aku dan mbak Eli sedang duduk di teras setelah selesai membersihkan rumah karena memang hari ini hari Minggu. Hpku berbunyi, ringtone khas Sony Ericsson terdengar nyaring....nomer baru,belum tersimpan di kontak.....
Quote:
Obrolan di telpon masih terus berlanjut,udah gak meloww lagi, Novi sudah bisa tertawa, dan aku juga ikut seneng. Tetaplah tersenyum dek.....eh tapi kan aku udah ada kontaknya Ika..oh iya dia kan masih bocah, sukanya gonta-ganti nomer

. Paginya sebelum ke kampus aku mampir ke sebuah ATM,aku transfer duit ke rekening Ika, cukuplah kalo untuk beli hp kayak punyaku.Lanjut beberapa hari setelah itu, kehidupan sudah mulai berjalan normal. Kerja kuliah lembur jadi kegiatan rutinitas ku sehari-hari. Tapi ada yang berbeda dari mbak Eli, sering ada cowo yang main kerumah. Mungkin calon pacarnya mbak Eli atau malah udah pacaran, aku belum tau. Tapi dari sikap mbak Eli yang akhir akhir ini sering senyum menandakan kalo mbak Eli juga ada rasa sama cowo itu. Yeah mbak Eli juga butuh sosok cowo yang bisa membuatnya merasa nyaman..... Eh tapi kok mbak Eli gak pernah cerita kalo sedang dekat sama seseorang! Mau cerita gimana kalo kamu nya jarang pulang. Aku terlalu sibuk dengan duniaku sendiri hingga melupakan sosok malaikat penolong ku. Ah kayaknya aku harus sedikit meluangkan waktu buat mbak Eli....
Di sudut kantin kampus yang sepi, karena ini terlalu sore mahasiswa sudah banyak yang pulang. Aku dan Riri sedang menikmati siomay setelah lelah berkutat dengan kegiatan kuliah. Toni sendiri sibuk dengan teman temannya sesama anggota pencinta alam yang rencananya akan naik ke Rinjani akhir tahun nanti. Dan hubungan mereka juga sedang renggang. Aku dan Toni bisa di bilang hanya punya sedikit waktu kosong, siang kita kuliah dan malamnya kerja. Jadi wajar kalo Riri merasa kurang di perhatikan sebagai pacar, aku saja akhir-akhir ini jarang ada waktu buat mbak Eli.
Quote:
Aku menemaninya naik angkot sampai kosan nya, dan memang benar Toni gak ada di kos. Kemana lagi tu bocah,aku kan jadi enak hehe
. Riri memaksaku mampir di kosannya. Di dalam kamarnya Riri duduk di pinggiran kasur memeluk kedua lututnya. Aku lihat ada yang mengalir di pipinya, Riri kembali menangis, "aku harus gimana benk"
kata Riri pelan. Aku lalu duduk di sampingnya lalu memeluknya ,mengusap rambutnya
" udah ah, nanti aku yang ngomong sama Toni, aku yakin Toni punya alasan untuk ini, yang aku tau Toni juga mencintai mu...... istirahat aja, aku pulang dulu ya!"
Lalu tanganku di pegang erat..
"Temenin aku dulu ya benk, aku mohon...."
Aku tersenyum kecil sambil mengangguk,lalu ku kecup keningnya......Riri merebahkan diri di kasurnya dan tangannya masih memegang erat tanganku seolah meminta ku untuk selalu disampingnya. Aku pulang setelah Riri hanyut dalam mimpinya.
Suatu malam...... beberapa hari setelah itu....
Quote:
Aku baru saja menjemputnya dari gereja, dan sekarang kita mampir ke resto di sekitar kembangan. Mbak Eli libur dari sebelum Natal sampai nanti habis tahun baru.
Quote:
Pulang ke kontrakan menyusuri padatnya jalan Jakarta, sungguh menyebalkan,tapi gimana lagi aku sudah memilih Jakarta sebagai pelarianku. Walaupun begitu jakarta juga punya sisi yang menyenangkan,aku bertemu banyak orang baik di kota ini di tengah kerumunan orang individualis.
Saat di kontrakan,dan ngobrol sebentar mbak Eli pamit mau tidur duluan, sedang aku masih betah di teras lagian aku juga belum ngucapin selamat natal buat pacar ku....
Quote:
Dan gak ada balasan lagi. Hpnya Novi udah balik, tapi kok gak ngabarin ya. Terus apa sudah balik ke rumah Mbah Pawiro? Lalu tiba-tiba ada panggilan masuk, ada nama "cintaaquh" di layar , kadang aku geli lihat nama kontak yang di tulis Novi sendiri....
Quote:
Mungkin ini yang namanya berkah Natal, hadiah dari om sinterklashehe. Yeah setidaknya hak nya Novi udah di balikin.
Keesokan harinya aku berjalan menyusuri jalan di depan stasiun Senen, beberapa menit yang lalu kereta yang membawa mbak Eli sudah melaju menuju kota kelahiranku, Yogyakarta.
Tak terasa sudah hampir 6 bulan aku di Jakarta. Dan sedikit demi sedikit aku mulai menyukai kota ini. Dua hari sebelum pergantian tahun aku akan sejenak meninggalkan kota ini, aku ingin menikmati momen pergantian tahun di kota ku, Jogja. Dan tentu saja bersama pacar ku yang paling cantik, Theresia Novi Damayanti. Entah apa yang mendorong ku untuk pulang, padahal kerjaku gak libur.
Hari terakhir di tahun 2005 aku udah tiba di Jogja, aku gak langsung pulang ke rumah tapi aku mampir dulu ke dealer motor bekas oke. Aku beli motor yang satu spesies sama Oren nya Novi, dan yang aku beli warnanya biru putih. Ini sebenarnya gak sengaja, ketika turun dari bis AKAP Jakarta Jogja dan nunggu bis yang ke Bantul aku lihat motor itu di pajang di sebuah showroom motor seken yang kebetulan letaknya dekat pemberhentian bus. Sedikit nego sama penjualnya akhirnya deal di angka 7 koma sekian juta. Lalu aku keluar kan hp, mau nelpon seseorang, aku juga gak tau kenapa aku malah nelpon dia, ide yang muncul begitu saja.....
Quote:
Telepon ku matikan. Ketika STNK dan BPKB si biru putih udah di tangan, kupaksa biru putih membelah mulusnya jalan di Jogja di rpm tinggi,yah itung-itung ngreyen lah, hingga tiba di sebuah rumah...
Diubah oleh montormebur 16-07-2018 18:17
dany.agus memberi reputasi
1
"
"
" jawabnya sambil mengaduk aduk siomay di depannya dengan sendok.
" aku mengangkat kedua alisku, seolah minta penjelasan lebih.
"
"
hmmmmmm"
" Pipinya sedikit merona
"Selamat Natal ya dek"