Kaskus

Story

twnty1gunsAvatar border
TS
twnty1guns
Sebuah Kisah Jomblo Ngesot (Komedi, Cinta)
Halo gan n sist. Perkenalkan ane member baru di Kaskus. Jadi, di sini ane mau menyalurkan hobi ane yaitu menulis cerita. Sekaligus juga ane pengen berbagi keresahan-keresahan ane selama ini. Yang ane tulis dalam bentuk cerita yang dibuat sendiri. Dan ane juga pengen mendapat penilaian dari agan n sist soal cerita yang ane buat.

Ceritanya tentang seorang cowok bego yang pengen punya pacar, tapi gak tau caranya gimana, dia juga selalu disesatkan sama saran temennya sendiri. Karena ane baru sekali buat thread di kaskus, maaf kalo masih berantakan. Nanti ane pelajarin lagi hehehe emoticon-Embarrassment

Semoga agan n sist suka.... Selamat membaca!

Spoiler for Index:
Diubah oleh twnty1guns 04-08-2018 17:42
HellenOktaviaAvatar border
bukhoriganAvatar border
junti27Avatar border
junti27 dan 10 lainnya memberi reputasi
11
13K
76
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.6KAnggota
Tampilkan semua post
twnty1gunsAvatar border
TS
twnty1guns
#2
BAB 1 - Pertemuan Tak Diduga - Part 2
Galih cuma bisa diem, gue langsung cabut balik ke rumah. Sesampai di rumah gue langsung masuk kamar gue, mengunci kamar, matiin lampu, dan nutup korden. Tempat pertama yang gue tuju adalah kasur. Gue rebahan di sana, sambil nungguin jam push rank sama temen. Pandangan gue tertuju pada atap kamar gue, pikiran gue mulai mengawang. Mengingat semua kegagalan gue dalam mendapatkan cewek. Kegagalan seperti ditolak, diludahi, dihina, dijauhi oleh gebetan. Karena kebawa suasana, akhirnya gue pun nangis di kesunyian kamar.

Beberapa hari kemudian sekolah gue libur. Kebetulan hari itu juga Galih ngajakin gue buat makan di salah satu tempat makan enak di deket SD yang anak-anaknya brutal banget. Saking brutalnya, gue sama Galih sempat kena palak sekali waktu main ke sana. Walaupun agak serem juga takut kena palak lagi, tapi tempat itu emang enak. Harga murah, porsi banyak, dan yang paling penting… jauh dari orang pacaran.

Pagi itu gue bersiap untuk berangkat. Setelah selesai, gue turun ke bawah menuju ruang tamu. Di sana ada pembantu gue mbak Mina lagi duduk di sofa sambil ketawa gak jelas megangin hapenya. Mbak Mina melihat gue yang berpakaian rapi. "Mau ke mana mas?" tanya mbak Mina.

"Mau pergi mbak, kenapa ketawa sendiri?" Gue menjawab sekaligus penasaran kenapa mbak Mina senyum-senyum gak jelas di depan tv yang mati.

"Ini lho mas, barusan follower instagram saya nambah satu," jawab mbak Mina bersemangat.

Gue ketawa, lalu perlahan mendekat ke mbak Mina karena gue penasaran. "Wih selamat ya mbak, pencapaian yang luar biasa. Emangnya follower mbak sekarang ada berapa?" gue bertanya karena pengen tau banget.

"Lumayan sih mas, ada dua. Yang satu akun kedua saya. Yang satu lagi pembantu sebelah," jawab mbak Mina dengan polos.

Gue garuk-garuk kepala, gak tau harus ngerespon kayak gimana. "Oke deh mbak, saya pergi dulu. Tolong jaga rumah ya mbak." Gue mengambil jaket gue yang tergeletak di meja deket tv.

"Tunggu mas, mas gak boleh pergi," kata mbak Mina, gue kaget dan bingung.

Gue memakai jaket, lalu menatap mbak Mina. "Loh, kenapa mbak?"

Mbak Mina megang handphone nya, sambil nunjuk-nunjuk ke layar handphone. "Mas gak boleh pergi sebelum follow instagram saya," kata Mbak Mina, mengancam gue.

Karena merasa terancam, jiwa laki gue keluar dengan sendirinya. Walau kadang jiwa lakinya suka kecampur sama jiwa perempuan. "Apaan sih mbak! Nanti aja kan bisa! Saya mau pergi nih," gue berkata dengan kesel.

"Follow saya dulu mas, baru boleh pergi. Kunci rumah saya yang megang loh." mbak Mina mengancam gue lebih sadis lagi.

Akhirnya gue pun pasrah, di saat seperti ini, nangis bukanlah pilihan yang bagus. Ancaman kunci rumah bener-bener menyeramkan. Karena di rumah gue ada dua pintu, tapi kuncinya satu untuk keduanya. "Oke deh mbak, nama instagramnya mbak apa?" gue berkata pasrah.

"Mina, garis bawah, imoetz," jawab Mbak Mina dengan antusias.

Lalu gue ngeluarin hape demi bisa pergi. Gue mencari nama tersebut di Instagram, ggak lama kemudian profile akun Mbak Mina muncul. Gue syok, gue kaget. Ngeliat foto profile Mbak Mina yang lagi selfie dikasih filter anjing. Deskripsi bionya juga keren, bekerja di pt mencari cinta sejati. Followernya beneran dua, following seribuan, dan itu semua artis korea. Gue pun ngefollow dengan terpaksa, demi kunci rumah.

"Udah mbak, mana kuncinya?" gue duduk menunggu respon Mbak Mina.

Mbak Mina memeriksa hapenya, lalu manggut-manggut. Abis itu dia ngeluarin kunci rumah yang ia dudukin. "Ini mas, silahkan keluar. Jangan diunfollow ya mas."

Gue mengangguk. Lalu mengambil kunci, dan keluar dari rumah dengan selamat tanpa kekurangan satu apa pun. Gue pergi menaiki motor menuju tempat janjian. 15 menit perjalan gue pun sampai, di sana udah ada Galih yang nungguin gue dengan gelisah.

"Lo lama banget sih! Ngabisin sabun ya?" Galih berkata nyolot.

Gue membuka helm. "Sorry, kunci rumah gue jadi korban sandera pembantu gue." gue berusaha menjelaskan alasan ketelatan gue yang sebenarnya, sering banget sih.

Galih memarkir motornya, gue juga. Lalu dia membuka helm. "Yaudah, yuk ke sana."

Gue sama Galih berjalan menuju tempat makan yang kami tuju. Parkiran sama tempat makannya lumayan agak jauh sih. Soalnya kita parkir di lapangan, demi menghindari bayar parkir. "Gue seneng banget makan di sana, tempatnya aman dari orang norak yang suka pacaran mesra di depan umum," gue berkata sambil terus berjalan.

"Yoi, gue juga seneng, karena gaada cewek yang bisa gue tolak lagi," Galih merespon songong.

Gak lama kemudian, tibalah gue di tempat makan tujuan. Gue sama Galih langsung syok. Bukan, bukan syok karena ketahuan parkir jauh, tapi karena tempatnya penuh dengan orang pacaran. Orang berpacaran sih biasa, tapi yang ini penuh anak SD pacaran. Di meja deket gue, ada anak SD yang entah mungkin kelas dua atau tiga lagi duduk sama pacarnya yang sama kecilnya kayak dia. Gila, baik masih berbentuk jerawat aja udah berani cinta-cintaan.

"Yaampun, ini sih udah melewati batas kemanusiaan," kata gue pada Galih.

Galih mengangguk. "Iya bener, udah ga waras orang-orang sekarang."
arifbws208e
andrian0509
HellenOktavia
HellenOktavia dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.