- Beranda
- Stories from the Heart
Kisah Tak Sempurna
...
TS
aldiansyahdzs
Kisah Tak Sempurna
Quote:

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh.
Selamat pagi warga Kaskus di Seluruh Muka Bumi.
Terimakasih kepada Agan / Aganwati yang sudah mampir di Thread ini. Terimakasih pula untuk sesepuh dan moderator SFTH. Thread ini adalah thread pertama kali saya main kaskus . Saya berharap Thread pertama kali saya di Kaskus bisa membuat Agan / Aganwati terhibur dengan coretan sederhana saya ini.
Thread ini bercerita tentang kisah putih abu - abu seorang laki laki yang saya beri nama Erlangga. Dari pada penasaran, lebih baik langsung baca aja gan! Selamat galau eh selamat membacaaa.
NB; Kritik dan Saran sangat saya butuhkan agar saya dapat menulis lebih baik lagi.
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Keep in touch with me.
twitter: aldiansyahdzs
instagram : aldisabihat
twitter: aldiansyahdzs
instagram : aldisabihat
Diubah oleh aldiansyahdzs 17-06-2019 18:30
JabLai cOY dan 31 lainnya memberi reputasi
32
132.3K
879
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
aldiansyahdzs
#731
Badai - Part 3
Ku coba untuk menatap wajah sang senior. Matanya tajam. Seperti mengisyaratkan jika ia akan merobek – robek. Aku menatapnya dengan tenang. Namun matanya tetap saja memandangku tajam.
Aku tertunduk lesu. Bodohnya di buku ku tadi tidak ada materi satupun yang ku tulis. Malah pikiran – pikiran tidak jelas yang hilir mudik di kepalaku. Ingin rasanya aku membela diri. Tapi aku tak bisa. Ini memang kesalahanku dan aku harus menerimanya.
Sang senior sambil menerima surat kegagalan seleksi ia mengantarkanku menuju ruang Dekan Fakultas. Aku sepanjang jalan mengutuk diriku sendiri. Jika bisa aku berpisah dengan ragaku sudah ku lakukan dari tadi.
Tidak pernah aku mengalami hari seburuk hari ini. Masalah, karena tidak menulis mengakibatkan aku teracam bisa kehilangan beasiswa. Bagaimana jika orang tua ku tau beasiswaku dicabut. Bagaimana jika aku berhenti kuliah.
Baru ku rasakan jika sakit mental bisa menyebabkan sakit kepada fisik. Sudah 4 kali hidung ku bercucuran darah. Kepalaku sakit. Badanku lemas. Aku tidak sanggup untuk berangkat kuliah. Untuk mengambil makan ke dapur saja aku tidak kuat.
Aku tidak sanggup untuk bercerita kepada kedua orang tuaku jika beasiswaku terancam. Begitupun dengan teman sekelasku.
Di dalam pikiranku hanya berputar – putar pertanyaan bagaimana aku bisa kuliah.
Aku bukan orang yang bisa berbicara dua kali. Dean seolah – olah menyepelekan kondisiku. Tentang rindu, tentang aku yang terancam beasiswaku dicabut. Aku menelannya sendirian. Ingin bercerita tapi akibat aku yang terabaikan membuat aku berpikir aku menjadi beban hidupnya. Padahal saat dahulu sebelum berpacaran, ia sering bertanya tentang hari – hariku. Bahkan hal yang menurutku tak penting ia tetap mendengarnya dan mencoba untuk mengimbangi.
Teman - teman sekelasku menelponku. Bertanya mengapa sudah 1 minggu tidak masuk kuliah. Ku jawab aku terserang demam. Tapi mereka malah berniat untuk mengjengukku. Ku tolak saja. Tapi mereka malah nekat datang.
Aku memasang topeng senyum. Mencoba untuk memudarkan sejenak masalah yang aku alami. Tapi memang aku tak pandai berbohong akhirnya mereka mengetahui apa yang sebenarnya aku alami.
Quote:
Aku tertunduk lesu. Bodohnya di buku ku tadi tidak ada materi satupun yang ku tulis. Malah pikiran – pikiran tidak jelas yang hilir mudik di kepalaku. Ingin rasanya aku membela diri. Tapi aku tak bisa. Ini memang kesalahanku dan aku harus menerimanya.
Sang senior sambil menerima surat kegagalan seleksi ia mengantarkanku menuju ruang Dekan Fakultas. Aku sepanjang jalan mengutuk diriku sendiri. Jika bisa aku berpisah dengan ragaku sudah ku lakukan dari tadi.
Quote:
***
Tidak pernah aku mengalami hari seburuk hari ini. Masalah, karena tidak menulis mengakibatkan aku teracam bisa kehilangan beasiswa. Bagaimana jika orang tua ku tau beasiswaku dicabut. Bagaimana jika aku berhenti kuliah.
Quote:
***
Baru ku rasakan jika sakit mental bisa menyebabkan sakit kepada fisik. Sudah 4 kali hidung ku bercucuran darah. Kepalaku sakit. Badanku lemas. Aku tidak sanggup untuk berangkat kuliah. Untuk mengambil makan ke dapur saja aku tidak kuat.
Aku tidak sanggup untuk bercerita kepada kedua orang tuaku jika beasiswaku terancam. Begitupun dengan teman sekelasku.
Di dalam pikiranku hanya berputar – putar pertanyaan bagaimana aku bisa kuliah.
Quote:
Aku bukan orang yang bisa berbicara dua kali. Dean seolah – olah menyepelekan kondisiku. Tentang rindu, tentang aku yang terancam beasiswaku dicabut. Aku menelannya sendirian. Ingin bercerita tapi akibat aku yang terabaikan membuat aku berpikir aku menjadi beban hidupnya. Padahal saat dahulu sebelum berpacaran, ia sering bertanya tentang hari – hariku. Bahkan hal yang menurutku tak penting ia tetap mendengarnya dan mencoba untuk mengimbangi.
***
Teman - teman sekelasku menelponku. Bertanya mengapa sudah 1 minggu tidak masuk kuliah. Ku jawab aku terserang demam. Tapi mereka malah berniat untuk mengjengukku. Ku tolak saja. Tapi mereka malah nekat datang.
Aku memasang topeng senyum. Mencoba untuk memudarkan sejenak masalah yang aku alami. Tapi memang aku tak pandai berbohong akhirnya mereka mengetahui apa yang sebenarnya aku alami.
Quote:
junti27 dan 3 lainnya memberi reputasi
4