- Beranda
- Stories from the Heart
Diary 2 Dunia
...
TS
agusk1988
Diary 2 Dunia

Terima kasih mas AWAYAYE untuk cover keren nya.
Ilustrasi Ronggo Geni

Ilustrasi Dewi Puspa Kenanga

Halo agan/aganwati kaskuser sekalian. Halo juga untuk para momod sekalian. Gue adalah silent reader yang udah lama melintang di forum kaskus. Terkhusus untuk sub forum stories from the heart. Kali ini perkenankan gue untuk menceritakan sebuab kisah klasik tentang perjalanan anak manusia yang berawal mula beberapa tahun lalu.
Jika kalian bertanya ini real atau fiksi.? gue kembali kan ke pribadi para reader sekalian. Daripada pada nanti para reader sekalian kepo, anggap saja cerita ini fiksi
Tapi terlepas dari itu semua,, percaya lah bahwa " mereka", beserta " dunia mereka" itu ada. Jadi hormati lah " mereka" seperti kita menghormati sesama kita. Karena pada dasarnya " mereka" sama seperti kita. Ada baik, jahat beserta segala hal yang tak bisa di jelaskan secara logika.
Dan yang terakhir, harap patuhi rule yang berlaku di sub forum ini. Karena menghormati orang lain itu secara tidak langsung membuat kita juga akan di hormat i.
Silahkan di nikmati
Quote:
Spoiler for ILUSTRASI:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 165 suara
Menurut Kalian Bagaimana Seharusnya Thread Ini Berjalan Ke Depannya
Tetep seperti sudah sudah mas, penuh dengan pesan kehidupan
90%
Tamat in saja mas,, sudah terlalu mainstream seperti Thread lain
9%
No Comment mas, emang situ siapa..?
1%
Diubah oleh agusk1988 18-07-2021 04:03
User telah dihapus dan 26 lainnya memberi reputasi
23
1M
2.9K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
agusk1988
#2625
PART 99
Dengan mengendarai mobil yang dikemudikan oleh mbak Arin, kami berlima pun berangkat menuju toko buku yang ada di salah satu stan di supermarket..
Sebenarnya kang paijo dkk mau ikut..
Namun karena keterbatasan tempat duduk , mbak Arin dengan amat sangat terpaksa menolak keinginan mereka.. Kang paijo dkk dengan legowo memaklumi hal itu.. Apalagi setelah mbak silvi bilang kalau pulang nya nanti mereka akan dibelikan oleh-oleh..
Mbak silvi memang cewek idaman setiap pria.. Dia tau bagaimana mengambil hati seseorang dengan caranya sendiri..
Ditemani pemandangan persawahan yang membentang sepanjang jalan, mbak Arin memacu mobil nya perlahan menyusuri jalanan pedesaan .. Meski kadang mobil bergoyang karena jalan yang bergelombang dan berlubang, Dia tetap sabar mengemudikan mobil yang saat ini dikendarainya..
Sembari menunggu mbak Arin yang memarkirkan mobil nya, kami memilih duduk di bangku yang terbuat dari beton yang berada di depan halaman supermarket ..
Hawa dingin langsung menyerang tubuh ku saat selesai menghempaskan pantat ku di atas bangku beton yang keras .. Tak lupa bulu kuduk ku juga ikut berdiri..
Sepertinya mbak Tasya juga mengalami apa yang saat ini aku alami.. Sebab saat aku menoleh ke arah nya, dia terlihat memegang tengkuk belakang nya seraya menoleh ke kanan kiri untuk mencari sesuatu..
Sengaja aku buru buru mengajak Stella dan yang lain masuk area supermarket karena aku melihat makhluk bertubuh tinggi besar dengan bulu berwarna hijau yang dulu aku temui saat menunggu mbak silvi dan Stella yang tengah asyik berbelanja..
Dia menatap ku dingin tanpa berekspresi sekali pun dari atas pohon yang berdiri tegak dekat bangku beton yang saat ini kita duduki..
Ntah karena dia tertarik akan aura ku lagi atau dia kini tertarik akan aura yang mbak Arin serta mbak Tasya miliki..
Meski kedua sepupu mbak silvi tersebut tidak bisa melihat makhluk tak kasat mata secara langsung, tapi kepekaan rasa mereka bisa menarik ketertarikan makhluk gaib..
Setelah menunggu beberapa waktu, toko yang jual segala macam buku pun dibuka juga pada akhirnya..
Kami berlima langsung bergegas masuk ke dalam toko tersebut dan menuju segmen pendidikan agama..
Buku yang dijual ditoko ini lumayan lengkap.. Mulai dari buku ilmiah sampai kitab primbon pun ada.. Pemilik toko ini juga hafal dengan ku. Sebab aku sering diajak pak dhe ku buat beli buku buku primbon disini..
Kali ini aku tidak protes lagi..
Sebab aku cukup senang bisa melihat mbak Tasya tertawa lepas kembali setelah tadi menangis karena pertanyaan ku yang mengingatkan nya akan sosok kedua orang tua nya..
Setelah membeli dua juzz amma yang seusai dengan bacaan huruf Arab mbak Tasya serta mbak Arin, mbak silvi mengajak kami untuk makan siang terlebih dahulu di food Court supermarket ini yang berada di lantai dua..
Dengan mengendarai mobil yang dikemudikan oleh mbak Arin, kami berlima pun berangkat menuju toko buku yang ada di salah satu stan di supermarket..
Sebenarnya kang paijo dkk mau ikut..
Namun karena keterbatasan tempat duduk , mbak Arin dengan amat sangat terpaksa menolak keinginan mereka.. Kang paijo dkk dengan legowo memaklumi hal itu.. Apalagi setelah mbak silvi bilang kalau pulang nya nanti mereka akan dibelikan oleh-oleh..
Mbak silvi memang cewek idaman setiap pria.. Dia tau bagaimana mengambil hati seseorang dengan caranya sendiri..
Ditemani pemandangan persawahan yang membentang sepanjang jalan, mbak Arin memacu mobil nya perlahan menyusuri jalanan pedesaan .. Meski kadang mobil bergoyang karena jalan yang bergelombang dan berlubang, Dia tetap sabar mengemudikan mobil yang saat ini dikendarainya..
Quote:
Sembari menunggu mbak Arin yang memarkirkan mobil nya, kami memilih duduk di bangku yang terbuat dari beton yang berada di depan halaman supermarket ..
Hawa dingin langsung menyerang tubuh ku saat selesai menghempaskan pantat ku di atas bangku beton yang keras .. Tak lupa bulu kuduk ku juga ikut berdiri..
Sepertinya mbak Tasya juga mengalami apa yang saat ini aku alami.. Sebab saat aku menoleh ke arah nya, dia terlihat memegang tengkuk belakang nya seraya menoleh ke kanan kiri untuk mencari sesuatu..
Quote:
Sengaja aku buru buru mengajak Stella dan yang lain masuk area supermarket karena aku melihat makhluk bertubuh tinggi besar dengan bulu berwarna hijau yang dulu aku temui saat menunggu mbak silvi dan Stella yang tengah asyik berbelanja..
Dia menatap ku dingin tanpa berekspresi sekali pun dari atas pohon yang berdiri tegak dekat bangku beton yang saat ini kita duduki..
Ntah karena dia tertarik akan aura ku lagi atau dia kini tertarik akan aura yang mbak Arin serta mbak Tasya miliki..
Meski kedua sepupu mbak silvi tersebut tidak bisa melihat makhluk tak kasat mata secara langsung, tapi kepekaan rasa mereka bisa menarik ketertarikan makhluk gaib..
Quote:
Setelah menunggu beberapa waktu, toko yang jual segala macam buku pun dibuka juga pada akhirnya..
Kami berlima langsung bergegas masuk ke dalam toko tersebut dan menuju segmen pendidikan agama..
Buku yang dijual ditoko ini lumayan lengkap.. Mulai dari buku ilmiah sampai kitab primbon pun ada.. Pemilik toko ini juga hafal dengan ku. Sebab aku sering diajak pak dhe ku buat beli buku buku primbon disini..
Quote:
Kali ini aku tidak protes lagi..
Sebab aku cukup senang bisa melihat mbak Tasya tertawa lepas kembali setelah tadi menangis karena pertanyaan ku yang mengingatkan nya akan sosok kedua orang tua nya..
Setelah membeli dua juzz amma yang seusai dengan bacaan huruf Arab mbak Tasya serta mbak Arin, mbak silvi mengajak kami untuk makan siang terlebih dahulu di food Court supermarket ini yang berada di lantai dua..
efti108 dan 6 lainnya memberi reputasi
7


