Kaskus

Story

sun81Avatar border
TS
sun81
Mistery : Kasus Sleep Ever After
Mistery : Kasus Sleep Ever After




Sudah lama banget nggak nulis di siniemoticon-Embarrassmentemoticon-Embarrassment

Ini karya terbaru saya, Fiksi Mistery.............................................Mohon dibaca hingga selesai yaemoticon-Kiss (S)emoticon-Kiss (S)




Dalam setiap kisah, akan ada kisah lainnya. Ada kisah yang ditinggalkan, ada kisah yang berlanjut. Ada kisah yang dibicarakan, ada kisah yang disembunyikan. Ada kisah yang dikenang, ada kisah yang dilupakan. Ada kisah yang diingat dan ada kisah yang dipendam.

Ada saatnya nanti setiap kisah akan bercerita. Bercerita dengan caranya sendiri-sendiri, tapi dari kacamata yang berbeda.































PS : Akan diupdate secepatnyaemoticon-Shakehand2emoticon-Shakehand2

Lanjut ke GWP


Spoiler for Karya-karyaku yang lain di Kaskus, mohon kunjungannya juga :
Diubah oleh sun81 29-06-2025 00:35
0
4.3K
36
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
sun81Avatar border
TS
sun81
#21
Bab III B


Rosie menarik beberapa lembar kertas dari samping laptopnya dan menyodorkan ke Pete.

“Aku buat naskah zombie romantis untu valentine nanti, dan karena kau pernah terlibat di teater sekolah, aku ingin kau melatih anak-anak perpustakaan"

Pete melotot. Pacarnya ini memang sangat unik. Bila gadis-gadis lain berpikiran tentang kisah romantis normal layaknya drama Shakespear untuk valentine, Rosie justru menciptakan zombie untuk kisah di valentine.

Yah, walaupun dia jelas-jelas menambahkan kata romantis, tapi sekali zombie tetaplah zombie.

“Eh, aku tidak yakin, Rosie”

“Tentang ceritanya?”

Iya , jerit hati kecilnya. Tapi itu bukan alasan utama saat ini.

“Kau tahu sendiri. Saat ini ada kasus baru yang sangat penting. Aku dan rekan-rekan diminta untuk konsentrasi ke situ. Maaf, sayang. Mungkin orang lain?”

Rosie mengangkat bahu dengan lesu “ Aku sudah meminta Bratt, Max dan Tiara. Semuanya bilang punya rencana di malam Valentine. Oh, bahkan tadi pagi aku sudah menghubungi Nyonya Wasyet saking putus asa, tapi dia juga menolak. Alasan sesuatu tentang anak bungsunya. Jadi bagaimana? Kau terpikirkan orang lain?”

Pete memilih bungkam. Mengusulkan orang lain sama saja dengan menyatakan orang itu orang yang menyedihkan karena harus menghabiskan malam valentinenya untuk membantu anak-anak perpustakaan mementaskan drama Zombie Romantis.

🎆🎆🎆🎆🎆🎆🎆🎆

Sebuah mobil baru saja parkir di depan motel kecil. Kelly langsung membalikkan tubuh dan membiarkan pantulan etalase toko yang membantunya untuk mengamati.

Dia saat ini berada di kota yang tiga kali lipat lebih besar dan puluhan kali lipat lebih ramai dari kotanya. Kota ini berjarak hampir dua jam perjalanan dengan mobil dari rumahnya. Tapi untunglah kasus yang ditanganinya saat ini berlokasi di pinggiran kota, sehingga dia dapat mencuri waktu untuk mencari kebutuhannya tanpa diketahui siapa pun yang berasal dari kotanya.

Kelly memeluk bungkusan belanjaannya sambil mengamati mobil berwarna batu kali dengan gugup. Seramai apapun kota ini, dia tidak mungkin tidak mengenali mobil milik Joanna Pemohat.

Seharusnya dia tidak terlalu kaget jika bertemu Joanna di sini. Bagaimanapun jaringan usaha wanita itu pasti juga merambat ke kota ini, walaupun tidak sebesar jaringan di kotanya sendiri. Tapi mengingat adanya kasus dugaan sleep ever after terbaru, Kelly mungkin secara tidak sadar berharap Joanna ikut terpuruk dengan kabar terbaru ini sehingga sedikit melupakan bisnisnya.

Joana Pemohat adalah ibu dari korban kedua kasus dugaan Sleep ever after, Ellica Pemohat. Korban kedua yang juga ditemukan terlambat sama seperti Pedro tapi di lokasi yang berbeda. Ellica ditemukan di salah satu bangku sebuah stasiun pada pukul sebelas malam oleh pihak keamanan stasiun, sepuluh menit sebelum stasiun ditutup. Telah meninggal lebih dari lima jam.

Kelly mengernyit kesal. Hampir semenit dengan tegang dia menunggu Joanna turun dari mobilnya, tapi yang keluar justru suami kedua Joanna, Jillian Comren. Pria Rusia berusia dua puluhan yang dinikahi Joanna tiga bulan setelah kematian suami pertamanya Todd Pemohat dan setahun sebelum kematian Ellica itu memang tampan, tapi hanya itulah yang dapat dibanggakan selain sebagai tukang mabuk.

Kelly menunggu beberapa menit lagi hingga Jillian sudah benar-benar masuk ke dalam motel itu. Dia tidak dapat menduga apapun tentang yang dilakukan pria itu di tempat seperti itu selain mungkin dia diutus Joanna untuk mengerjakan sesuatu sehubungan dengan bisnisnya. Bagaimanapun, suami keduanya itu adalah contoh konkrit dari pengangguran tulen yang hidup dari uang istri.

Sedikit tergesa, dia memasuki mobilnya yang berjarak dua puluh meter dari tempatnya berdiri tadi. Memeriksa kembali belanjaannya untuk memastikan bahwa setidaknya dia tidak perlu lagi kembali ke kota ini dalam jangka waktu dekat, sudut matanya menangkap sosok yang lagi-lagi dikenalnya.

Seorang wanita dengan scarf warna-warni hampir menutupi setengah wajahnya melewati depan mobilnya dengan jauh lebih terburu-buru dari yang dilakukannya tadi. Menit berikutnya wanita itu memasuki motel yang sama yang dimasuki Jillian tadi.

Kelly mengernyit. Walaupun wanita itu menutupi wajahnya, tapi Kelly berani bersumpah yang dilihatnya tadi adalah Nyonya Wasyet, istri Vabio Wasyet dan ibu dari Pedro Wasyet, korban pertama dugaan kasus sleep ever after.

“Ada apa ini? Ada reuni keluarga para korban kasus sleep ever after kah?” gumamnya tanpa sadar.

Tapi setelah pikiran normalnya berjalan, dan ac mobil sudah mulai terasa fungsinya, Kelly tertawa keras. Ya, itu memang bukan urusannya. Lagipula dia harus singgah dulu ke satu tempat, menyelesaikan urusan-urusan kecil yang cukup penting, sebelum kembali ke rumah.

Kelly bersenandung kecil sepanjang perjalanan pulang. Hatinya sedang senang. Pemandangan yang dilihatnya hari ini bagaikan memenangkan jackpot satu juta dolar.

Kelly tahu jika Vabio dan Joanna yang melihat pemandangan yang dilihatnya tadi, mereka akan merasa pailit seketika. Tapi itulah hidup, katanya membatin.

Yah, Kelly berharap mereka segera melihatnya.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.