- Beranda
- Stories from the Heart
MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP -[Based On True Story]- Side Story (The Untold)
...
TS
bakamonotong
MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP -[Based On True Story]- Side Story (The Untold)
Thread ini adalah Thread yang ditujukan untuk mengisi kekosongan beberap jeda waktu dan pengalaman yang tidak diceritakan dalam story season 1- akhir, sehingga disini kalian akan menjumpai pengalaman horror, interdimensional, dan lainnya oleh kreator.
The Main Stories :
SEASON 1 Mereka Yang Hidup Dalam Gelap
Selamat menikmati Side Story disini, tanpa perlu prolog langsung cekidot aja
mari kita bercengkrama bersama mereka yang hidup dalam gelap
SIDE STORY INDEX :
Side Story 1 (SS - 1)
Side Story 2 (SS - 2) part 1
Side Story 2 (SS - 2) part 2
Side Story 3 (SS - 3 )
Side Story 4 (SS - 4)
Side Story 5 (SS - 5) Part 1
Side Story 5 (SS - 5) Part 2
Side Story 6 (SS - 6)
Side Story 7 (SS - 7) Part 1
Side Story 7 (SS - 7) Part 2
Side Story 8 (SS - 8) Part 1
Side Story 8 (SS - 8) Part 2
Side Story 9 (SS - 9)
Side Story 10 (SS - 10)
Side Story 11(SS - 11)
Side Story 11 (SS - 11) REMAKE
Side Story 12 (SS - 12)
![MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP -[Based On True Story]- Side Story (The Untold)](https://s.kaskus.id/images/2018/02/27/8611989_20180227041403.JPG)
The Main Stories :
SEASON 1 Mereka Yang Hidup Dalam Gelap
Selamat menikmati Side Story disini, tanpa perlu prolog langsung cekidot aja
mari kita bercengkrama bersama mereka yang hidup dalam gelap
SIDE STORY INDEX :
Side Story 1 (SS - 1)
Side Story 2 (SS - 2) part 1
Side Story 2 (SS - 2) part 2
Side Story 3 (SS - 3 )
Side Story 4 (SS - 4)
Side Story 5 (SS - 5) Part 1
Side Story 5 (SS - 5) Part 2
Side Story 6 (SS - 6)
Side Story 7 (SS - 7) Part 1
Side Story 7 (SS - 7) Part 2
Side Story 8 (SS - 8) Part 1
Side Story 8 (SS - 8) Part 2
Side Story 9 (SS - 9)
Side Story 10 (SS - 10)
Side Story 11(SS - 11)
Side Story 11 (SS - 11) REMAKE
Side Story 12 (SS - 12)
Quote:
Diubah oleh bakamonotong 06-07-2018 13:04
1
35.3K
102
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•54.1KAnggota
Tampilkan semua post
TS
bakamonotong
#96
SS - 12 Dia yang Merindukan Dalam Fana
kira- kira tahun 2013 an, saat itu saya sedang pergi ke Bandung, main ke tempat mbah saya (adik dari nenek kandung saya), saat itu perjalanan menggunakan kereta bisnis, dan aku menikmati malam di keret, menghabiskan waktu dengan mendengarkan lagu di laptop sembari membuat sebuah rundown acara untuk event di akhir tahun, sebuah nuansa penuh kerinduan, mendengarkan bait lagu Mocca dan suara aduan rel dan roda besi, sebuah kerinduan yang selalu aku rasakan. Perjalanan 8 jam yang terasa begitu cepat.
Sekitar pukul 3 pagi aku sampai di stasiun Bandung, rencana aku menunggu subuh dahulu, karena kasihan jika aku jam 3 hars membangunkan nenek dan kakekku, dan aku memutuskan untuk tiduran di Stasiun, menunggu subuh, sholat dan kemudian menuju ke rumah menggunakan angkot atau taksi. Perlahan aku mulai terkantuk, mataku mulai terpejam, dengan berbantal Tas ransel yang berisi baju untuk persediaan beberapa hari, aku tertidur, dalam lamunan tidurku, mimpi ku membawaku pada suatu masa, dalam kesadaran alam bawahku, aku berjalan mengitari sekitar daerah situ, sebuah tempat yang aku tak pernah lihat sebelumnya, tempat dengan sebuah aroma kuno dan penuh kerinduan disana.
"Ah ini mimpi!", pikirku saat itu, hingga aku sadar, melihat sekitar, aku masih berada di Stasiun Bandung, hingga mataku tertarik pada satu titik diantara 2 rel, biasa berdiri petugas keamanan disana, tapi kali ini, aku melihat sesosok pria berdiri terpatung, terdiam menatap ke bawah, dengan baju model lawasnya, pria ini tertunduk dengan penuh aura kesedihan. Aku yang merasakan emosinya menuju kearahnya dan kusentuhkan tanganku di bahunya, "ada apa?", kataku.
"Kamu bisa mlihat aku?" katanya takjub, "Jarang ada yang bisa melihatku dan mau menemuiku, sebagian dari mereka takut", lanjutnya, iba ku rasa hati ini, dan aku segera menariknya menjauh dari rel, mungkin bagi orang awam aku seperti orang gila, tapi aku tidak gila, aku sangat sadar akan apa yang aku lakukan, kembali ke tempat duduk dimana aku tidur, dia kuminta duduk disebelahku, dan perlahan kulihat kesedihannya berkurang, dan aku melihat sedikit cerah auranya, "kutanya lagi padamu, kenapa kamu disini?", dan dia hanya tertunduk, kulihat mulutnya mulai mencoba berbicara, tapi seperti tertahan. Aku mulai menyentuhkan tanganku pada punggungnya, menarik semua memorinya, memancingnya untuk berbicara.
"Aku sebenarnya tidak tinggal di sini, aku berasal dari kota ini, aku tinggal di dekat sini, dan aku mencari kekasihku, menunggu nya, aku ingin bertemu dengannya, menuntaskan janjiku padanya, janji untuk aku pulang ke Bandung dan menemuinya.", katanya, "Aku saat itu berada di Jawa Tengah, kereta yang ku tumpangi saat itu tak sengaja menabrak truk dan membuat ku meninggal, sebuah kecelakaan yang tragis, dan membuatku tak bisa menepati janjiku pada kekasihku di Bandung", lanjutnya.
"Kenapa tak kau temui dia di rumahnya?", kataku, "Saat itu aku mengikuti beberapa kereta ke arah Bandung, dan aku menuju kemari, dan mencari kekasihku, ke rumahnya, tapi saat aku telah sampai, waktu berlalu begitu cepat, tak terasa sudah beberapa tahun berlalu dan dia sudah menikah, aku mencoba mengirimkan gambaran tempat tinggalnya, aku menoba mencapainya dan selalu gagal, aku ingin menunjukkan bahwa aku masih ada setia dan menunggunya", kata nya menjawab, dan dengan perasaan dilemanya, "Aku tak bisa membantumu, aku hanya bisa mendoakan semoga kamu bisa lepas dari belenggu disini", kataku, sekali ku coba menetralkan energinya, dan tak terasa subuh menjelang, aku segera pergi dan melihat nya kembali ke tengah rel, dalam tundukannya, sekali lagi aku rasakan, sebuah kesedihan dan rasa rindu, akna kasih yang tak sampai, mengikat qori nya hingga tidak bisa kembali. Dia yang Merindukan Dalam Fana
kira- kira tahun 2013 an, saat itu saya sedang pergi ke Bandung, main ke tempat mbah saya (adik dari nenek kandung saya), saat itu perjalanan menggunakan kereta bisnis, dan aku menikmati malam di keret, menghabiskan waktu dengan mendengarkan lagu di laptop sembari membuat sebuah rundown acara untuk event di akhir tahun, sebuah nuansa penuh kerinduan, mendengarkan bait lagu Mocca dan suara aduan rel dan roda besi, sebuah kerinduan yang selalu aku rasakan. Perjalanan 8 jam yang terasa begitu cepat.
Sekitar pukul 3 pagi aku sampai di stasiun Bandung, rencana aku menunggu subuh dahulu, karena kasihan jika aku jam 3 hars membangunkan nenek dan kakekku, dan aku memutuskan untuk tiduran di Stasiun, menunggu subuh, sholat dan kemudian menuju ke rumah menggunakan angkot atau taksi. Perlahan aku mulai terkantuk, mataku mulai terpejam, dengan berbantal Tas ransel yang berisi baju untuk persediaan beberapa hari, aku tertidur, dalam lamunan tidurku, mimpi ku membawaku pada suatu masa, dalam kesadaran alam bawahku, aku berjalan mengitari sekitar daerah situ, sebuah tempat yang aku tak pernah lihat sebelumnya, tempat dengan sebuah aroma kuno dan penuh kerinduan disana.
"Ah ini mimpi!", pikirku saat itu, hingga aku sadar, melihat sekitar, aku masih berada di Stasiun Bandung, hingga mataku tertarik pada satu titik diantara 2 rel, biasa berdiri petugas keamanan disana, tapi kali ini, aku melihat sesosok pria berdiri terpatung, terdiam menatap ke bawah, dengan baju model lawasnya, pria ini tertunduk dengan penuh aura kesedihan. Aku yang merasakan emosinya menuju kearahnya dan kusentuhkan tanganku di bahunya, "ada apa?", kataku.
"Kamu bisa mlihat aku?" katanya takjub, "Jarang ada yang bisa melihatku dan mau menemuiku, sebagian dari mereka takut", lanjutnya, iba ku rasa hati ini, dan aku segera menariknya menjauh dari rel, mungkin bagi orang awam aku seperti orang gila, tapi aku tidak gila, aku sangat sadar akan apa yang aku lakukan, kembali ke tempat duduk dimana aku tidur, dia kuminta duduk disebelahku, dan perlahan kulihat kesedihannya berkurang, dan aku melihat sedikit cerah auranya, "kutanya lagi padamu, kenapa kamu disini?", dan dia hanya tertunduk, kulihat mulutnya mulai mencoba berbicara, tapi seperti tertahan. Aku mulai menyentuhkan tanganku pada punggungnya, menarik semua memorinya, memancingnya untuk berbicara.
"Aku sebenarnya tidak tinggal di sini, aku berasal dari kota ini, aku tinggal di dekat sini, dan aku mencari kekasihku, menunggu nya, aku ingin bertemu dengannya, menuntaskan janjiku padanya, janji untuk aku pulang ke Bandung dan menemuinya.", katanya, "Aku saat itu berada di Jawa Tengah, kereta yang ku tumpangi saat itu tak sengaja menabrak truk dan membuat ku meninggal, sebuah kecelakaan yang tragis, dan membuatku tak bisa menepati janjiku pada kekasihku di Bandung", lanjutnya.
"Kenapa tak kau temui dia di rumahnya?", kataku, "Saat itu aku mengikuti beberapa kereta ke arah Bandung, dan aku menuju kemari, dan mencari kekasihku, ke rumahnya, tapi saat aku telah sampai, waktu berlalu begitu cepat, tak terasa sudah beberapa tahun berlalu dan dia sudah menikah, aku mencoba mengirimkan gambaran tempat tinggalnya, aku menoba mencapainya dan selalu gagal, aku ingin menunjukkan bahwa aku masih ada setia dan menunggunya", kata nya menjawab, dan dengan perasaan dilemanya, "Aku tak bisa membantumu, aku hanya bisa mendoakan semoga kamu bisa lepas dari belenggu disini", kataku, sekali ku coba menetralkan energinya, dan tak terasa subuh menjelang, aku segera pergi dan melihat nya kembali ke tengah rel, dalam tundukannya, sekali lagi aku rasakan, sebuah kesedihan dan rasa rindu, akna kasih yang tak sampai, mengikat qori nya hingga tidak bisa kembali. Dia yang Merindukan Dalam Fana
Diubah oleh bakamonotong 06-07-2018 13:03
kemintil98 dan 3 lainnya memberi reputasi
4