- Beranda
- Stories from the Heart
CINTA, AGAMA, &MAMA
...
TS
montormebur
CINTA, AGAMA, &MAMA
Ini hanya sebuah DONGENG, anggap saja anak SD yang di kasih tugas mengarang bebas
Sepenggal kisah seorang remaja menuju kedewasaan
Sebesar apapun cintamu, kamu pasti kalah sama yg selalu ada
Kesamaan nama, tempat, dan kejadian adalah hal yang tidak di sengaja
[B]Side Story
DONGENG
BAB 1
KOSONG
SIJI
LORO
TELU
PAPAT
LIMO
ENEM
PITU
WOLU
SONGO
SEPULOH
SEWELAS
ROLAS
TELULAS
PATBELAS
LIMOLAS
NEMBELAS
PITULAS
WOLULAS
SONGOLAS
RONGPULOH
SELIKUR
ROLIKUR
TELULIKUR
PATLIKUR
SELAWE
NEMLIKUR
PITULIKUR
WOLULIKUR
SONGOLIKUR
TELUNGPULUH
TELUNGPULUH SIJI
TELUNGPULUH LORO
TELUNG PULUH TELU
TELUNG PULUH PAPAT
TELUNG PULUH LIMO
TELUNG PULUH ENEM
TELUNG PULUH PITU
TELUNG PULUH WOLU
TELUNG PULUH SONGO
PATANG PULUH
SIJI
LORO
TELU
PAPAT
LIMO
ENEM
PITU
WOLU
SONGO
SEPULOH
SEWELAS
ROLAS
TELULAS
PATBELAS
LIMOLAS
NEMBELAS
PITULAS
WOLULAS
SONGOLAS
RONGPULOH
SELIKUR
ROLIKUR
TELULIKUR
PATLIKUR
SELAWE
NEMLIKUR
PITULIKUR
WOLULIKUR
SONGOLIKUR
TELUNGPULUH
TELUNGPULUH SIJI
TELUNGPULUH LORO
TELUNG PULUH TELU
TELUNG PULUH PAPAT
TELUNG PULUH LIMO
TELUNG PULUH ENEM
TELUNG PULUH PITU
TELUNG PULUH WOLU
TELUNG PULUH SONGO
PATANG PULUH
BAB 2
TERIMAKASIH
________________
Diubah oleh montormebur 25-08-2018 07:48
kadal32672 dan 14 lainnya memberi reputasi
11
268.2K
2.3K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
montormebur
#294
PATANG PULUH WOLU
Diruang tengah aku memainkan remote tv, seolah-olah sedang mencari saluran yang bagus. Mbah Pawiro sedang makan di dapur, untungnya tadi Mbah Pawiro masuk lewat pintu belakang dan langsung makan di dapur sehingga aku masih sempat pake baju dan pura-pura lagi nonton tv. Huhhhh selamat......
Tak lama Novi pun keluar dengan setelan sederhana, jeans pendek tanktop dan sweater. Memang dasarnya udah cantik mau pake apapun juga cantik, apalagi gak pake apa-apa
, eh .....
Hari udah mulai sore, dan kami hanya main yang dekat saja, Parangtritis. Duduk berdua di atas pasir menanti matahari terbenam, seperti dejavu saja rasanya. Kami bercanda dan ngobrol ringan melepas kangen setelah sebulan gak ketemu. Tapi sepertinya ketenangan kami sedikit terganggu, ada 4 pemuda datang mendekat ke arah kami, mungkin mau malak. Novi udah risih pengen ngajak pindah, tapi ntar dulu aku udah ngerasa nyaman disini, kalo emang mau malak ya udah kasih aja. Kasih tinju maksudnya, walaupun aku pasti kalah,1vs4 je
. Begitu udah dekat aku kenal salah satu dari mereka, sebut saja Wiji temen main voli dulu,tapi aku masih pura2 gak lihat......
Mereka pun pergi setelah minta maaf, mungkin mau cari mangsa lain. Novi yang tadinya takut , sudah bisa ketawa lagi. Matahari mulai terbenam, sinar jingga terpantul di air dan pasir yang basah, Novi mengeratkan pelukannya di pinggangku, dan bahagia ku hari ini terasa sempurna......
Setelah matahari benar-benar terbenam, kami memutuskan untuk pulang, tak lupa aku mampir ke mushola. Saat menuju parkiran aku melihat Wiji dan teman2nya lagi udud di warung...
Saat mobil kami akan keluar parkiran ,Wiji seperti memberi kode ke tukang parkir sehingga aku tak perlu membayar parkir. Dari Parangtritis kami mampir di tukang bakso langganan di deket gereja. Murah dan kata Novi ini bakso terenak di bant*l,tapi menurutku semua bakso sih rasanya sama aja .
Jam 8 malam kami sudah di rumahnya Novi,dan mbok Ponco sudah siap-siap mau pulang. Dan kata mbok Ponco, Mbah Pawiro ada acara di Wonosari dan gak pulang. Dan itu artinya? Malam ini bebas mau ngapain aja...
Kali ini cium bibirnya lagi,kali ini lebih lama. Pakaian yang menempel di tubuh kami satu persatu mulai terlepas, posisi kami masih di ruang tengah. Dan adegan nikmat pun tersaji di atas sofa.
"Mas nginep sini ya"rengeknya manja setelah kami sama-sama lelah, aku bersandar di sofa dan Novi duduk di atasku.
Hp Novi yang ada di atas meja bergetar dan terdengar nada dering dari Tito.
"Ika nelfon mas" kata Novi setelah mengambil hpnya,dan Novi masih telanjang
"Ya udah angkat aja dek"
"Iya dek apa?"
"............."
"Kayaknya mbak masih ada dek"
"............"
"Kesini aja"
"........."
"Ok"
Setelah 10 menit, Ika nyampe ke sini. Aku sempat bersih-bersih dan cuci muka. Dan Novi masih di kamarnya mencari buku yang akan di pinjam Ika.
Cuuppppppp. Novi mencium ku kemudian melepaskan ciumannya dan berbisik pelan di telinga ku .....
"Adek juga gak tau waktu saat bersama mas"
Dan malam itu entah berapa kali adik ku muntah di dalam goa. Kami benar-benar menikmati momen bersama, karena memang waktuku tidak banyak.
Keesokan harinya aku di ajak bapak ke tempat pak Warto. Sempat nganter Novi sekolah dulu,dan nanti sore juga mau jemput.
Rumahnya masuk kampung, dan sedikit menanjak, lumayan jauh dari jalan utama . Kalo mau ke pantai goa C**ara lewat sapu***in, kan di timur jalan ada perbukitan tuh,nah daerah situ rumahnya. Saat sampai sana,pak Warto lagi gak di rumah,lagi bantu2 di tetangganya. Di rumah cuma ada Indri, adiknya dan istri pak Warto. Istri pak Warto menyuruh adik Indri menyusul suaminya. Setelah pak Warto pulang, bapak dan pak Warto tenggelam dalam obrolan mereka, kadang serius kadang tertawa,yah seperti sahabat yang lama tak berjumpa,aku di cuekin. Tapi kemudian pak Warto memanggil Indri, dan singkatnya aku dan Indri duduk berdua di teras, sedang mereka ada di ruang tamu, entah apa yang mereka omongin.
Suasana terlihat kaku dan awkward banget lah, karena dulu walaupun sekelas aku gak pernah ngobrol sama Indri. Sekilas tentang Indri, tubuhnya makin jadi ada daripada terakhir aku lihat pas SMP, dadanya makin gede, dan belakang nya makin nungging, deskripsi macam apa ini . Yang jelas, dengan fisik Indri sekarang , cowo pasti akan ngiler melihatnya
.
Obrolan terus berlanjut tapi banyak diemnya, bosen sebenarnya pengen lepas dari situasi ini. Setelah beberapa akhirnya bapak ngajak pulang, akhirnya. Masih ada 1 jam sebelum Novi minta jemput.
Aku dapat cuti cuma 2 hari, jadi Selasa aku sudah harus balik ke Jakarta. Selama libur,aku sama Novi lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar. Tiap ku ajak jalan sedikit jauh gak pernah mau, paling jauh cuma lesehan di alun-alun. Sempet juga ketemu Dewi,tapi gak banyak yang kita bicarakan.
Waktu terus berjalan,dan aku juga harus kembali ke Jakarta. Novi mengantarkanku nyampe terminal Jombor. Di dalam mobil setelah sampai di terminal Jombor.
Aku mencium keningnya lalu keluar dari mobil, Novi tersenyum manis dari dalam mobil dan perlahan mobil mulai berjalan menjauh.
Aku sudah duduk di dalam bis,deretan kursi tengah. Jakarta tunggu aku,.........
Quote:
Tak lama Novi pun keluar dengan setelan sederhana, jeans pendek tanktop dan sweater. Memang dasarnya udah cantik mau pake apapun juga cantik, apalagi gak pake apa-apa
, eh .....Hari udah mulai sore, dan kami hanya main yang dekat saja, Parangtritis. Duduk berdua di atas pasir menanti matahari terbenam, seperti dejavu saja rasanya. Kami bercanda dan ngobrol ringan melepas kangen setelah sebulan gak ketemu. Tapi sepertinya ketenangan kami sedikit terganggu, ada 4 pemuda datang mendekat ke arah kami, mungkin mau malak. Novi udah risih pengen ngajak pindah, tapi ntar dulu aku udah ngerasa nyaman disini, kalo emang mau malak ya udah kasih aja. Kasih tinju maksudnya, walaupun aku pasti kalah,1vs4 je
. Begitu udah dekat aku kenal salah satu dari mereka, sebut saja Wiji temen main voli dulu,tapi aku masih pura2 gak lihat......Quote:
Mereka pun pergi setelah minta maaf, mungkin mau cari mangsa lain. Novi yang tadinya takut , sudah bisa ketawa lagi. Matahari mulai terbenam, sinar jingga terpantul di air dan pasir yang basah, Novi mengeratkan pelukannya di pinggangku, dan bahagia ku hari ini terasa sempurna......
Setelah matahari benar-benar terbenam, kami memutuskan untuk pulang, tak lupa aku mampir ke mushola. Saat menuju parkiran aku melihat Wiji dan teman2nya lagi udud di warung...
Quote:
Saat mobil kami akan keluar parkiran ,Wiji seperti memberi kode ke tukang parkir sehingga aku tak perlu membayar parkir. Dari Parangtritis kami mampir di tukang bakso langganan di deket gereja. Murah dan kata Novi ini bakso terenak di bant*l,tapi menurutku semua bakso sih rasanya sama aja .
Jam 8 malam kami sudah di rumahnya Novi,dan mbok Ponco sudah siap-siap mau pulang. Dan kata mbok Ponco, Mbah Pawiro ada acara di Wonosari dan gak pulang. Dan itu artinya? Malam ini bebas mau ngapain aja...

Quote:
Kali ini cium bibirnya lagi,kali ini lebih lama. Pakaian yang menempel di tubuh kami satu persatu mulai terlepas, posisi kami masih di ruang tengah. Dan adegan nikmat pun tersaji di atas sofa.
"Mas nginep sini ya"rengeknya manja setelah kami sama-sama lelah, aku bersandar di sofa dan Novi duduk di atasku.
Hp Novi yang ada di atas meja bergetar dan terdengar nada dering dari Tito.
"Ika nelfon mas" kata Novi setelah mengambil hpnya,dan Novi masih telanjang

"Ya udah angkat aja dek"
"Iya dek apa?"
"............."
"Kayaknya mbak masih ada dek"
"............"
"Kesini aja"
"........."
"Ok"Quote:
Setelah 10 menit, Ika nyampe ke sini. Aku sempat bersih-bersih dan cuci muka. Dan Novi masih di kamarnya mencari buku yang akan di pinjam Ika.
Quote:
Cuuppppppp. Novi mencium ku kemudian melepaskan ciumannya dan berbisik pelan di telinga ku .....
"Adek juga gak tau waktu saat bersama mas"
Dan malam itu entah berapa kali adik ku muntah di dalam goa. Kami benar-benar menikmati momen bersama, karena memang waktuku tidak banyak.
Keesokan harinya aku di ajak bapak ke tempat pak Warto. Sempat nganter Novi sekolah dulu,dan nanti sore juga mau jemput.
Rumahnya masuk kampung, dan sedikit menanjak, lumayan jauh dari jalan utama . Kalo mau ke pantai goa C**ara lewat sapu***in, kan di timur jalan ada perbukitan tuh,nah daerah situ rumahnya. Saat sampai sana,pak Warto lagi gak di rumah,lagi bantu2 di tetangganya. Di rumah cuma ada Indri, adiknya dan istri pak Warto. Istri pak Warto menyuruh adik Indri menyusul suaminya. Setelah pak Warto pulang, bapak dan pak Warto tenggelam dalam obrolan mereka, kadang serius kadang tertawa,yah seperti sahabat yang lama tak berjumpa,aku di cuekin. Tapi kemudian pak Warto memanggil Indri, dan singkatnya aku dan Indri duduk berdua di teras, sedang mereka ada di ruang tamu, entah apa yang mereka omongin.
Suasana terlihat kaku dan awkward banget lah, karena dulu walaupun sekelas aku gak pernah ngobrol sama Indri. Sekilas tentang Indri, tubuhnya makin jadi ada daripada terakhir aku lihat pas SMP, dadanya makin gede, dan belakang nya makin nungging, deskripsi macam apa ini . Yang jelas, dengan fisik Indri sekarang , cowo pasti akan ngiler melihatnya
. Quote:
Obrolan terus berlanjut tapi banyak diemnya, bosen sebenarnya pengen lepas dari situasi ini. Setelah beberapa akhirnya bapak ngajak pulang, akhirnya. Masih ada 1 jam sebelum Novi minta jemput.
Spoiler for :
Aku dapat cuti cuma 2 hari, jadi Selasa aku sudah harus balik ke Jakarta. Selama libur,aku sama Novi lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar. Tiap ku ajak jalan sedikit jauh gak pernah mau, paling jauh cuma lesehan di alun-alun. Sempet juga ketemu Dewi,tapi gak banyak yang kita bicarakan.
Waktu terus berjalan,dan aku juga harus kembali ke Jakarta. Novi mengantarkanku nyampe terminal Jombor. Di dalam mobil setelah sampai di terminal Jombor.
Quote:
Aku mencium keningnya lalu keluar dari mobil, Novi tersenyum manis dari dalam mobil dan perlahan mobil mulai berjalan menjauh.
Aku sudah duduk di dalam bis,deretan kursi tengah. Jakarta tunggu aku,.........
Diubah oleh montormebur 06-07-2018 07:11
0
,balik dulu ya"
"
,udah sono sono pulang
"
"
"
"
, sini dulu masak langsung pulang"
"
"