Kaskus

Story

juraganpengkiAvatar border
TS
juraganpengki
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)

GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
Cool Cover By Agan Linbara (Thanks, Bree)..

Prolog

Setelah bangun dari ‘Mati Suri’ karena memutuskan untuk mencoba membunuh diri sendiri untuk melindungi Kitab Langit dan melenyapkan Bayu Ambar, gw kembali ke dunia nyata.. Kehidupan gw sedikit jauh berbeda, karena pengalaman ‘Mati Suri’ itu berefek langsung pada kelebihan yang gw miliki.. Gw masih sama Anggie, meski ujian atas cinta kami masih saja mendera.. Ada musuh baru, tentu saja.. Tapi ada juga sahabat baru yang muncul.. Karena ini akhir dari cerita kami berempat..

Kembalinya Anak Ibu...
Pengorbanan Pedang Jagat Samudera...
Cintai Aku Sewajarnya, Yank...
Matinya Seorang Saudara (Versi Gw/Bimo)
Berkumpul Kembali...
Keanehan Yang Mulai Muncul...
Sambutan Ketiga Saudara Ke Reinata...
Sabar???
Cukup! Tinggalin Aku Sendiri!!!
Siapa Kau???
Aku Ikutin Kemauan Kamu...
Keputusan Sepihak Yang Pahit...
Semua Beban Menjadi satu
Semua Beban Menjadi Satu (2)...
Serangkum Rindu Untuk Ayah...
Munculnya Penguasa Laut Utara...
Bertemunya Dua Penguasa...
Sebuah Kesepakatan...
Ibu Kenapa Yah???
Lu Kenapa, Ka???
Wanted Dead Or Alive.. ANTON!!!
Mo 'Perabotan' Lu Hancur Apa Tanggung Jawab???
It's The End Of Us...
Di Kerjain Ibu...
Ridho!!!
Kelewatan!!!
Munculnya Dua Penjaga Gerbang Kerajaan Laut...
Dewi Arum Kesuma VS Dewi Ayu Anjani
Datangnya Sosok Seorang Pemisah Dan Shock Therapy Buat Gw...
Kerajaan Jin...
Terkuaknya Semua Jawaban...
Maafin Gw, Bree...
Pengakuan Suluh...
Akhirnya Boleh Gondrong...
Pernikahan Kak Silvi Yang Seharusnya Membuat Gw Bahagia...
Pernikahan Kak Silvi Yang seharusnya Membuat Gw Bahagia (2)...
Tunggu Pembalasan Gw!!!...
Ni Mas Linduri dan Banas Ireng...
Dua Sosok Penyelamat Misterius...
Ada Apa Sama Ridho?...
Kesalahan Fatal...
Kembalinya Jin Penjaga Ridho dan Suluh...
Akibat Terlalu Ikut Campur...
Setiap Perbuatan Akan Mendapat Balasan...
Munculnya Viny Dan Sebuah Tantangan Bertarung...
Manusia Cabul...
Suara Penolong Misterius...
Bertemunya Kembali Sepasang Kekasih...
Terkuaknya Kebenaran...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar (2)...
Jaket Dan Celana Jeans Robek Serta Sweater Hitam Kumal...
She's My True Love...
Dilema...
Pertengkaran Dengan Ibu...
Rambe Lantak...
Gendewa Panah Pramesti...
Akan Ku Balaskan Dendam Mu, Arum Kesuma!!!
Yang Hilang dan Yang Kembali...
Jawaban Ayu...
Mati Gw!!!
Aku Makin Sayang...
Nasihat Om Hendra...
Jera Mencuri...
Ajian Segoro Geni...
Pilihan Sulit...
Keputusasaan Anggie...
Kabar Baik dari Ridho dan Suluh...
Perjalanan Menuju Pembalasan Dendam...
Rawa Rontek...
Rawa Rontek 2 (Terbayarnya Dendam)...
Kedatangan Pak Sugi...
Orang Titipan...
Hukuman Paling Berat...
Tidurlah Di Pangkuan Ku...
Menjajal Kesaktian...
Menjajal Kesaktian (2)...
Pengakuan Mengejutkan Babeh Misar...
Pengajaran Ilmu Silat Betawi...
Di Kepret Babeh Misar Lagi...
Tasya...
Naga Caglak dan Bajing Item...
Misteri Sebuah Dendam...
Kekuatan Sejati Kitab Langit Bagian Matahari...
Perpisahan...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera (2)...
Kembalinya Ibu...
Empat Bayangan Hitam...
Siapa Ni Mas Laras Rangkuti???
Dendam Seorang Sahabat...
Ini Keputusan Yang Harus Gw Ambil...
Semua Pengorbanan Ini Demi Ibu...
Rapuh...
Kabar Mengejutkan Sekar dan Sebuah Restu...
Siasat Braja Krama...
Munculnya Kitab Langit...
Si Pembuka Kitab langit dan Sosok Asli Pak Sugi...
Rencana Yang Matang...
Lamaran Pribadi...
Keingintahuan Anggie...
Perubahan Rencana...
Hampir Terjebak...
Kekecewaan Sekar...
Dua Syarat Reinata...
Aku Harap Kamu dan Anggie Bahagia, Mam...
Rahasia Sepasang Suami Isteri...
Menitipkan Amanah...
Berkumpulnya Para Pembela Kitab Langit...
Siasat Ki Purwagalih...
Raja Jin Raja Muslihat (Nyesek, Bree)...
Pertukaran Tawanan...
Perang Gaib PunTak Terelakkan...
Sang Penyelamat Dari Utara...
Pertempuran Awal Dua Penguasa Kerajaan Gaib...
Bertekuk Lututnya Sekutu Braja Krama...
Pertarungan Dua Putera (Gugurnya Satu Sahabat Gaib)...
Krama Raja...
Braja Krama Versus Krama Raja...
Raja Licik...
Aku Lah Sang Pembuka...
Siasat Krama Raja dan Bayu Ambar...
Terbukanya Semua Ilmu Terlarang...
Sebuah Pengecualian...
Sri Baduga Maharaja...
Hilangnya Sebuah Pengecualian...
Hilangnya Sebuah Pengecualian (2)...
Sebuah Pengorbanan...
Pahlawan...
Sumpah...
Ilmu Pamungkas yang Terlarang...
Kabar Yang Mengejutkan...
Pulang...
Pulang (2)...
Sedikit Kisah Rio Sebelum Kisah Ini Tamat...
Terhalang Sumpah...
Bantuan Sahabat Baik...
Bachelor Party...
Keturunan Lain Sang Prabu...
Pembalasan Dendam Singgih...
Sepenggal Kisah Nyi Mas Roro Suwastri...
Tawaran Yang Mengejutkan...
Lawan Atau Kawan???
Terkuaknya Silsilah...
Sebuah Kebenaran...
Sebuah Kebenaran (2)...
Bertemunya Dua Keturunan Sang Prabu...
Pertempuran Dua Hati...
Cinta Pertama VS Cinta Terakhir Jagat Tirta...
Pengakuan Bayu Barata...
Ki Larang dan Nyi Mas Galuh Pandita???
Prana Kusuma...
Kau Benar Keturunan Kami, Ngger...
Our Big Day...
Insiden...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga (2)...
Dua Tamu Istimewa...
Semua Karena Cinta...
Keputusan Sekar Kencana...
Kena Gampar...
Bonyok!!!
RIBET!!!
Berdamai...
Keponakan Baru...
Malam Pertama dan Tiga Keanehan...
Ajian Warisan Para Leluhur (The Last Part/End Of All Chapters)

SIDE STORIES

Keturunan Yang Tersesat...
Keturunan Yang Tersesat (2)...

Diubah oleh juraganpengki 15-07-2018 20:23
devanpancaAvatar border
iskrimAvatar border
adriantzAvatar border
adriantz dan 133 lainnya memberi reputasi
128
2.1M
8K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.4KAnggota
Tampilkan semua post
juraganpengkiAvatar border
TS
juraganpengki
#7288
Bonyok...

“Bree, lu lompat ke belakang.. Biar gw yang hadapin si Babeh.. Palingan dia cuma ngetes doank” Kata gw yang sempat melirik ke arah Ridho di samping..

Ridho menganggukkan kepala dan langsung melompat hingga tiga tombak ke belakang.. Melihat Ridho sudah menjauh, gw mulai memasang kuda-kuda untuk bersiap menghadapi jurus Kelaba*g Nye*rang..

Pandangan mata gw yang terfokus pada gerakan kaki dan tangan Babeh Misar yang cukup sulit dibaca.. Itu memang kelebihan salah satu jurus silat andalan dari Tanah Betawi.. Gerakan kaki dan tangan si pemilik jurus dapat bergerak dengan sangat cepat hingga mampu membuat lawan sulit menentukan bagian mana yang akan menyerang terlebih dahulu..

TAP .. TAP.. DAK..

Suara beradunya tulang lengan gw saat berhasil menangkis serangan dari tangan Babeh Misar, terdengar beberapa kali.. Disusul satu suara benturan tulang kaki yang mencoba menahan sapuan kaki kanan Beliau.. Dengan gerakan cukup cepat yang terus mendesak, gw masih bisa meladeni tiap serangan Sang Bajing Item.. Hingga kurang lebih lima jurus terlewati, Babeh Misar belum berhasil mendaratkan satupun pukulan atau tendangan..

“Ilmu silat lu udah ningkat rupa nya” Ucap Babeh Misar, yang setelahnya berputar sambil setengah berjongkok menyapukan kaki kanannya kembali mencoba untuk menjatuhkan gw..

Gw sendiri sempat tersenyum sejenak karena menyadari Babeh Misar sedang mencoba mengalihkan perhatian ini dengan cara menanyakan hal sepele.. Tapi gw yang tetap waspada langsung menggeser badan ke samping sambil mengangkat kaki kanan sebelum terjegal oleh sapuan kaki nya..

“Ningkat dikit doank, Beh” Jawab gw seraya menangkis serangan sikut Babeh Misar yang datang menyusul..

Melihat serangan sikutnya berhasil gw tangkis lagi, Babeh Misar bergerak maju ke kanan.. Lalu kembali ke arah gw dengan menambahkan kecepatan serangan pada kedua tangannya yang hendak menjambret kaus..

Gw yang mengetahui Babeh Misar berniat menjatuhkan gw dengan cara menarik kaus dan membanting tubuh ini ditanah, segera berkelit ke samping.. Tapi sayangnya, gerakan berkelit gw hanya menggeser bahu kanan saja tanpa memindahkan kaki.. Dan kelengahan ini pun di manfaatkan Babeh Misar yang seketika menyapu kaki kanannya dan berhasil menjegal kaki gw..

Tanpa ampun, gw langsung kehilangan keseimbangan dan hendak jatuh menghantam tanah keras.. Namun, gw tidak mau begitu saja dapat dikalahkan Babeh Misar dengan cara mudah.. Tepat sebelum tubuh ini jatuh ke tanah, tangan kanan langsung gw tempat kan ke bawah dan berhasil menahan tubuh dengan telapak tangan yang tertumpu diatas tanah.. Akan tetapi, Sang Bajing Item bukan lah lawan sembarangan..

Melihat gw berhasil menyelamatkan diri tanpa terjatuh, Babeh Misar menyapukan lagi kaki nya dan tepat mengenai pergelangan tangan gw yang menumpu tubuh.. Alhasil, gw pun kehilangan tumpuan dan terjatuh ke atas tanah meski tidak begitu keras..

Mengetahui posisi gw sedang dalam keadaan tidak menguntungkan, Babeh Misar terlihat melompat dua tombak ke atas dan kembali turun dengan kaki kanan tegak lurus ke bawah siap menginjak perut.. Gw sempat terkejut begitu melihat kedua mata Babeh Misar nampak tajam menyorot, saat ia dengan gerakan sangat cepat turun ke bawah.. Seolah, ia seperti sedang benar-benar bernafsu ingin melukai gw..

Tak mau perut ini terinjak oleh kaki kanan Babeh Misar, gw menggebukkan telapak tangan kanan yang sudah terisi tenaga dalam ke tanah untuk membuat hentakan agar bisa dengan sangat cepat bangkit melompat dan menghindari serangan..

BRAKK..

Sebuah daya dorong cukup kuat tercipta dari hentakan telapak tangan gw diatas tanah.. Sedetik sebelum injakan kaki Babeh Misar mendarat dan menjebol perut, gw berhasil melompat berputar kesamping.. Dan mendarat meski dengan posisi setengah tengkurap, dua tombak dari jarak Babeh Misar..

BRAKK..

Lagi-lagi terdengar suara cukup keras dari kaki kanan Bajing Item yang hanya berhasil menginjak tanah kosong.. Masih dengan posisi setengah tengkurap, kedua mata gw terbelalak saat melihat tanah keras bekas injakan kaki kanan Babeh Misar nampak ambles sekitar setengah jengkal.. Gw sempat tertegun tak percaya, sambil bergidik membayangkan apa yang terjadi jika tadi tidak berhasil menghindari serangan dan injakan kaki kanan beliau mengenai perut.. Bisa amburadul isi perut gw kalo sampai kena injakan barusan..

Menyadari ini bukan lagi sebuah ajang ujian, permainan ataupun bentuk sambutan dari Babeh Misar, gw langsung berdiri dengan kedua tangan terulur ke depan, sebagai isyarat permintaan agar sang Bajing Item tak lagi melanjutkan serangan..

“Tunggu, Beh.. Tunggu! Babeh kek nya bukan lagi main-main lagi.. Babeh kek beneran mo bikin saya terluka” Kata gw dengan wajah menyiratkan kebingungan..

Babeh Misar yang sementara menghentikan serangan, nampak menyunggingkan senyuman dingin dari wajahnya yang penuh keriput, seraya memutar kaki kanannya dan membuat tanah di bawah pijakan kaki ambles kian dalam.. Melihat hal tersebut, gw hanya bisa menelan ludah dibuatnya..

“Kata siapah gua lagi maen-maen.. Dari kemaren, gua udah niatin buat bikin muka lu petot penjol sampe bonyok”

Gw kembali tersentak mendengar jawaban Babeh Misar.. Lalu melempar pandangan ke arah Ridho, yang terlihat sama kagetnya..

“Koq jadi gini urusannya, Bree?” Tanya Ridho dengan suaranya yang terdengar dalam batin gw..

Gw terdiam mendengar pertanyaan Ridho yang memang sama menggelayuti benak.. Perlahan pandangan gw terlempar kembali ke Sang Bajing Item, yang sesekali masih menyunggingkan senyuman meremehkan..

“Gw bingung, Bree.. Mo bantuin lu hadapin si Babeh, tapi gw takut kualat” Kata Ridho lagi..

“Lu bedua jangan pake banyak bekoar dalem ati.. Ontong pake takut kualat.. Gua kaga keder pisan ama lu bedua.. Jangan kata ngelawan turunan Raja Jin.. Turunan Raja Setan, gua adepin nih ari”

Pandangan gw yang masih tertegun menatap Babeh Misar, kembali membesar mengetahui ia bisa mendengar apa Ridho ucapkan dalam batin.. Kedengarannya memang aneh.. Setahu gw, tingkat kesaktian Babeh Misar dahulu tidak sampai bisa mendengarkan pembicaraan batin seseorang.. Apa mungkin gw yang lupa, atau memang Babeh Misar selama ini sudah mengasah ilmu nya hingga semakin tinggi..

Mendengar ucapan Babeh Misar yang sedikit sombong, gw hanya bisa menghela nafas.. Gw tahu, Beliau memang masih marah karena merasa tidak dihargai sebab tidak diundang secara langsung oleh gw ke pernikahan kemarin.. Akan tetapi, gw bukan lah tipe manusia yang akan lupa pada jasa seseorang yang pernah membantu gw itu.. Gw berhutang jasa dengan Babeh Misar.. Oleh karenanya dalam hati, gw memutuskan untuk tidak akan melawan Beliau..

“Beh, saya minta maaf.. Saya memang melakukan kesalahan karena lupa mengundang Babeh ke pernikahan saya kemarin.. Tapi, itu bener-bener karena saya lupa, Beh.. Ga ada maksud sama sekali buat sengaja ngelupain Babeh.. Saya terima kalo Babeh mo marah.. Atau Babeh mao ngepret saya pake peci, juga saya pasrah.. Tapi, saya ga mau ngelawan Babeh.. Saya nolak duel sama seseorang yang sudah saya anggap seperti Engkong saya sendiri”

Babeh Misar nampak tertegun mendengar ucapan gw.. Namun, sekali lagi ia menyunggingkan senyuman dingin. Lalu, meludah ke samping..

“Cihh.. Gua juga kaga sudi dateng ke nikahan lu.. Gw nyesel udah nampung lu dulu di marih.. Mulain nih ari, gua kaga anggep lu cucu lagi.. Gw kaga peduli lu mao ngelawan apa kaga” Kata Babeh Misar dengan suara yang bergetar..

Entah kenapa, hati gw terasa perih mendengar ucapan Babeh Misar.. Sebegitu kecewa dan marahnya kah Beliau ke gw? Sampai-sampai tak mau menganggap gw sebagai cucunya lagi.. Tapi, rasa hati yang sedikit sakit ini seketika lenyap, begitu melihat Babeh Misar nampak mulai meringsek maju dengan gerakan zig zag khas jurus Kelaban* Nye*rang..

“Lu jangan coba-coba ikut campur, Bree.. Ini urusan gw.. Biar gw yang hadapin Babeh Misar” Teriak gw ke arah Ridho, yang sempat terlihat hendak melompat untuk membantu..

Melihat Ridho mengurungkan niatnya dengan wajah sedikit menyiratkan raut cemas, gw kembali melempar pandangan ke arah Babeh Misar yang dengan gerakan cepat mulai mendekat..

“Gw ga boleh nyerang.. Gw harus bisa nahan tiap serangan.. Gimana pun juga, dia Engkong gw sendiri” Kata gw dalam hati, sambil memejamkan kedua mata untuk sesaat, seraya menyalurkan seluruh tenaga dalam ke tiap sendi sebelum menerima serangan..

Tepat saat gw membuka mata, sebuah kepalan tangan sudah tiba persis di depan mata.. Gw yang telah memutuskan untuk tidak melawan Babeh Misar, menutup mata kembali bersiap untuk merasakan sakit..

BUGGH..

“BREE!!!”

Suara pukulan hampir bersamaan dengan teriakan suara Ridho, terdengar saling susul di telinga gw.. Gw langsung terpental dan jatuh menghantam tanah sekitar dua tombak ke belakang, setelah terkena pukulan di wajah.. Rasa sakit dan perih seketika terbit dari wajah, bersamaan dengan mengucurnya darah merah nan segar dari sela bibir yang pecah.. Sambil meringis menahan sakit, gw kembali bangkit dan melempar pandangan tajam ke arah Ridho yang wajahnya sudah merah menahan amarah dan kedua tangan terkepal..

Babeh Misar yang melihat gw sudah kembali bangkit, bergerak maju kedepan masih menggunakan jurus sama yang mengandalkan kecepatan serangan tangan dan kaki.. Setelah sempat menyeka darah dari sela bibir, gw mempersiapkan lagi diri ini untuk menerima serangan..

Sebenarnya, ada satu hal yang membuat gw hampir mengulum senyuman di sela rasa sakit.. Pukulan dari Babeh Misar tadi, tidak menggunakan tenaga dalam sama sekali.. Gw tahu akan hal itu, dari luka robek akibat pukulan tangan kosong biasa yang ada disela bibir.. Jika Beliau benar-benar berniat untuk mencelakai diri ini, tentu dengan mudahnya Babeh Misar bisa membuat tulang rahang gw remuk lewat pukulan nya apabila diisi tenaga dalam..

Tapi, itu baru hanya suggesti gw setelah menerima serangan pertama.. Bisa jadi, dugaan gw meleset dan saat menerima serangan kedua, keadaan luka yang akan gw derita jauh berbeda.. Mudah-mudahan saja tidak..

Melihat Babeh Misar sudah datang lagi dengan serangan kedua, gw sempat menerima sebuah tendangan di dada.. Dan tersurut kembali dua tombak ke belakang.. Rasa sesak seketika terbit di dada yang terkena tendangan.. Gw sempat jatuh berlutut dalam keadaan sulit bernafas.. Namun, hal itu tak berlangsung lama.. Setelah tenaga dalam gw salurkan ke bagian yang sakit, rasa sesak tersebut perlahan lenyap..

Sebuah senyuman tersimpul dari wajah gw saat mencoba bangkit.. Kali ini, gw yakin Babeh Misar ternyata benar-benar tidak berniat membuat gw celaka.. Diserangan kedua pun, beliau masih tidak menggunakan tenaga dalam..

“Mao sampe kapan lu kaga ngelawan gua, bocah bego?” Bentak Babeh Misar sambil melayangkan pukulan yang sepertinya sengaja ia arahkan bukan ke bagian vital penunjang kehidupan gw..

“Sampe Babeh mau maafin saya” Jawab gw yang sempat terdorong ke belakang setelah menerima pukulan di atas dada kiri..

Babeh Misar nampak tertegun meski tak lama dan kembali meringsek maju menyerang kembali.. Beberapa pukulan dan tendangan serta bantingan dari Babeh Misar gw terima dengan lapang dada.. Rasa sakit yang gw rasakan pun sudah tak lagi terhitung terbitnya dari beberapa bagian tubuh yang terkena serangan..

Tapi tak mengapa.. Gw terima semua itu sebagai bentuk hukuman dari Babeh Misar karena kesalahan yang tanpa sengaja telah gw lakukan.. Hingga akhirnya, gw sempat melompat sambil merentangkan kedua kaki dan menahan cengkraman tangan Banjing Item menggunakan dua telapak tangan, saat beliau sepertinya sengaja hendak meremas kantong kemenyan di selangkangan gw..

Pandangan gw yang membesar karena terkejut melihat Babeh Misar sengaja menyerang senjata rahasia yang baru akan gw gunakan ke Anggie nanti malam, sempat bertemu tatap dengan pandangannya.. Dengan konyol, Babeh Misar malah mengedipkan mata saat pandangan kami bertemu untuk sesaat.. Lalu beliau menarik serangan cengkraman tangannya yang gagal meremas kantong kemenyan gw karena berhasil gw tahan.. Kemudian mengganti ke serangan berikut berupa sapuan kaki kiri..

Gw yang sudah kembali berpijak, langsung menyunggingkan senyuman sumringah saat menduga bahwa Babeh Misar sudah memaafkan.. Setelahnya, gw kembali melompat untuk menghindari serangan sapuan kaki Babeh Misar.. Akan tetapi, senyuman gw lagi-lagi lenyap begitu melihat dua telapak tangan Babeh Misar sudah berada di depan dada..

BUGGH...

Tubuh gw seketika tersurut beberapa tombak ke belakang setelah terkena hantaman dua telapak tangan Babeh Misar yang kali ini ternyata sedikit di aliri tenaga dalam.. Untungnya, Ridho langsung melompat dan menahan tubuh gw dari belakang agar tidak sampai jatuh..

“Cukup, Bree! Gw ga bisa tinggal diam dan lietin lu bonyok dijadiin samsak sama tuh aki-aki” Kata Ridho dengan nada geram sambil menatap nanar ke Babeh Misar..

Gw yang kembali merasa sesak dan nyeri di dada, berusaha menyeimbangkan diri untuk berdiri tanpa bantuan Ridho.. Mengetahui gw sudah bisa berpijak diatas dua kaki lagi, Ridho melepaskan dua tangannya dari punggung gw, dan mulai berjalan ke depan.. Gw sempat melempar pandangan ke arah Babeh Misar yang nampak tersengal-sengal dengan posisi masih memasang kuda-kuda bersiap untuk menyerang lagi..

“Jangan, Bree!” Seru gw, dengan suara lirih karena masih merasakan sedikit sesak sambil mencengkram bahu Ridho..
Diubah oleh juraganpengki 01-07-2018 22:12
jenggalasunyi
sampeuk
dodolgarut134
dodolgarut134 dan 13 lainnya memberi reputasi
14
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.