- Beranda
- Stories from the Heart
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
...
TS
juraganpengki
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)

Cool Cover By Agan Linbara (Thanks, Bree)..
Prolog
Setelah bangun dari ‘Mati Suri’ karena memutuskan untuk mencoba membunuh diri sendiri untuk melindungi Kitab Langit dan melenyapkan Bayu Ambar, gw kembali ke dunia nyata.. Kehidupan gw sedikit jauh berbeda, karena pengalaman ‘Mati Suri’ itu berefek langsung pada kelebihan yang gw miliki.. Gw masih sama Anggie, meski ujian atas cinta kami masih saja mendera.. Ada musuh baru, tentu saja.. Tapi ada juga sahabat baru yang muncul.. Karena ini akhir dari cerita kami berempat..
Kembalinya Anak Ibu...
Pengorbanan Pedang Jagat Samudera...
Cintai Aku Sewajarnya, Yank...
Matinya Seorang Saudara (Versi Gw/Bimo)
Berkumpul Kembali...
Keanehan Yang Mulai Muncul...
Sambutan Ketiga Saudara Ke Reinata...
Sabar???
Cukup! Tinggalin Aku Sendiri!!!
Siapa Kau???
Aku Ikutin Kemauan Kamu...
Keputusan Sepihak Yang Pahit...
Semua Beban Menjadi satu
Semua Beban Menjadi Satu (2)...
Serangkum Rindu Untuk Ayah...
Munculnya Penguasa Laut Utara...
Bertemunya Dua Penguasa...
Sebuah Kesepakatan...
Ibu Kenapa Yah???
Lu Kenapa, Ka???
Wanted Dead Or Alive.. ANTON!!!
Mo 'Perabotan' Lu Hancur Apa Tanggung Jawab???
It's The End Of Us...
Di Kerjain Ibu...
Ridho!!!
Kelewatan!!!
Munculnya Dua Penjaga Gerbang Kerajaan Laut...
Dewi Arum Kesuma VS Dewi Ayu Anjani
Datangnya Sosok Seorang Pemisah Dan Shock Therapy Buat Gw...
Kerajaan Jin...
Terkuaknya Semua Jawaban...
Maafin Gw, Bree...
Pengakuan Suluh...
Akhirnya Boleh Gondrong...
Pernikahan Kak Silvi Yang Seharusnya Membuat Gw Bahagia...
Pernikahan Kak Silvi Yang seharusnya Membuat Gw Bahagia (2)...
Tunggu Pembalasan Gw!!!...
Ni Mas Linduri dan Banas Ireng...
Dua Sosok Penyelamat Misterius...
Ada Apa Sama Ridho?...
Kesalahan Fatal...
Kembalinya Jin Penjaga Ridho dan Suluh...
Akibat Terlalu Ikut Campur...
Setiap Perbuatan Akan Mendapat Balasan...
Munculnya Viny Dan Sebuah Tantangan Bertarung...
Manusia Cabul...
Suara Penolong Misterius...
Bertemunya Kembali Sepasang Kekasih...
Terkuaknya Kebenaran...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar (2)...
Jaket Dan Celana Jeans Robek Serta Sweater Hitam Kumal...
She's My True Love...
Dilema...
Pertengkaran Dengan Ibu...
Rambe Lantak...
Gendewa Panah Pramesti...
Akan Ku Balaskan Dendam Mu, Arum Kesuma!!!
Yang Hilang dan Yang Kembali...
Jawaban Ayu...
Mati Gw!!!
Aku Makin Sayang...
Nasihat Om Hendra...
Jera Mencuri...
Ajian Segoro Geni...
Pilihan Sulit...
Keputusasaan Anggie...
Kabar Baik dari Ridho dan Suluh...
Perjalanan Menuju Pembalasan Dendam...
Rawa Rontek...
Rawa Rontek 2 (Terbayarnya Dendam)...
Kedatangan Pak Sugi...
Orang Titipan...
Hukuman Paling Berat...
Tidurlah Di Pangkuan Ku...
Menjajal Kesaktian...
Menjajal Kesaktian (2)...
Pengakuan Mengejutkan Babeh Misar...
Pengajaran Ilmu Silat Betawi...
Di Kepret Babeh Misar Lagi...
Tasya...
Naga Caglak dan Bajing Item...
Misteri Sebuah Dendam...
Kekuatan Sejati Kitab Langit Bagian Matahari...
Perpisahan...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera (2)...
Kembalinya Ibu...
Empat Bayangan Hitam...
Siapa Ni Mas Laras Rangkuti???
Dendam Seorang Sahabat...
Ini Keputusan Yang Harus Gw Ambil...
Semua Pengorbanan Ini Demi Ibu...
Rapuh...
Kabar Mengejutkan Sekar dan Sebuah Restu...
Siasat Braja Krama...
Munculnya Kitab Langit...
Si Pembuka Kitab langit dan Sosok Asli Pak Sugi...
Rencana Yang Matang...
Lamaran Pribadi...
Keingintahuan Anggie...
Perubahan Rencana...
Hampir Terjebak...
Kekecewaan Sekar...
Dua Syarat Reinata...
Aku Harap Kamu dan Anggie Bahagia, Mam...
Rahasia Sepasang Suami Isteri...
Menitipkan Amanah...
Berkumpulnya Para Pembela Kitab Langit...
Siasat Ki Purwagalih...
Raja Jin Raja Muslihat (Nyesek, Bree)...
Pertukaran Tawanan...
Perang Gaib PunTak Terelakkan...
Sang Penyelamat Dari Utara...
Pertempuran Awal Dua Penguasa Kerajaan Gaib...
Bertekuk Lututnya Sekutu Braja Krama...
Pertarungan Dua Putera (Gugurnya Satu Sahabat Gaib)...
Krama Raja...
Braja Krama Versus Krama Raja...
Raja Licik...
Aku Lah Sang Pembuka...
Siasat Krama Raja dan Bayu Ambar...
Terbukanya Semua Ilmu Terlarang...
Sebuah Pengecualian...
Sri Baduga Maharaja...
Hilangnya Sebuah Pengecualian...
Hilangnya Sebuah Pengecualian (2)...
Sebuah Pengorbanan...
Pahlawan...
Sumpah...
Ilmu Pamungkas yang Terlarang...
Kabar Yang Mengejutkan...
Pulang...
Pulang (2)...
Sedikit Kisah Rio Sebelum Kisah Ini Tamat...
Terhalang Sumpah...
Bantuan Sahabat Baik...
Bachelor Party...
Keturunan Lain Sang Prabu...
Pembalasan Dendam Singgih...
Sepenggal Kisah Nyi Mas Roro Suwastri...
Tawaran Yang Mengejutkan...
Lawan Atau Kawan???
Terkuaknya Silsilah...
Sebuah Kebenaran...
Sebuah Kebenaran (2)...
Bertemunya Dua Keturunan Sang Prabu...
Pertempuran Dua Hati...
Cinta Pertama VS Cinta Terakhir Jagat Tirta...
Pengakuan Bayu Barata...
Ki Larang dan Nyi Mas Galuh Pandita???
Prana Kusuma...
Kau Benar Keturunan Kami, Ngger...
Our Big Day...
Insiden...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga (2)...
Dua Tamu Istimewa...
Semua Karena Cinta...
Keputusan Sekar Kencana...
Kena Gampar...
Bonyok!!!
RIBET!!!
Berdamai...
Keponakan Baru...
Malam Pertama dan Tiga Keanehan...
Ajian Warisan Para Leluhur (The Last Part/End Of All Chapters)
SIDE STORIES
Keturunan Yang Tersesat...
Keturunan Yang Tersesat (2)...

Cool Cover By Agan Linbara (Thanks, Bree)..
Prolog
Setelah bangun dari ‘Mati Suri’ karena memutuskan untuk mencoba membunuh diri sendiri untuk melindungi Kitab Langit dan melenyapkan Bayu Ambar, gw kembali ke dunia nyata.. Kehidupan gw sedikit jauh berbeda, karena pengalaman ‘Mati Suri’ itu berefek langsung pada kelebihan yang gw miliki.. Gw masih sama Anggie, meski ujian atas cinta kami masih saja mendera.. Ada musuh baru, tentu saja.. Tapi ada juga sahabat baru yang muncul.. Karena ini akhir dari cerita kami berempat..
Kembalinya Anak Ibu...
Pengorbanan Pedang Jagat Samudera...
Cintai Aku Sewajarnya, Yank...
Matinya Seorang Saudara (Versi Gw/Bimo)
Berkumpul Kembali...
Keanehan Yang Mulai Muncul...
Sambutan Ketiga Saudara Ke Reinata...
Sabar???
Cukup! Tinggalin Aku Sendiri!!!
Siapa Kau???
Aku Ikutin Kemauan Kamu...
Keputusan Sepihak Yang Pahit...
Semua Beban Menjadi satu
Semua Beban Menjadi Satu (2)...
Serangkum Rindu Untuk Ayah...
Munculnya Penguasa Laut Utara...
Bertemunya Dua Penguasa...
Sebuah Kesepakatan...
Ibu Kenapa Yah???
Lu Kenapa, Ka???
Wanted Dead Or Alive.. ANTON!!!
Mo 'Perabotan' Lu Hancur Apa Tanggung Jawab???
It's The End Of Us...
Di Kerjain Ibu...
Ridho!!!
Kelewatan!!!
Munculnya Dua Penjaga Gerbang Kerajaan Laut...
Dewi Arum Kesuma VS Dewi Ayu Anjani
Datangnya Sosok Seorang Pemisah Dan Shock Therapy Buat Gw...
Kerajaan Jin...
Terkuaknya Semua Jawaban...
Maafin Gw, Bree...
Pengakuan Suluh...
Akhirnya Boleh Gondrong...
Pernikahan Kak Silvi Yang Seharusnya Membuat Gw Bahagia...
Pernikahan Kak Silvi Yang seharusnya Membuat Gw Bahagia (2)...
Tunggu Pembalasan Gw!!!...
Ni Mas Linduri dan Banas Ireng...
Dua Sosok Penyelamat Misterius...
Ada Apa Sama Ridho?...
Kesalahan Fatal...
Kembalinya Jin Penjaga Ridho dan Suluh...
Akibat Terlalu Ikut Campur...
Setiap Perbuatan Akan Mendapat Balasan...
Munculnya Viny Dan Sebuah Tantangan Bertarung...
Manusia Cabul...
Suara Penolong Misterius...
Bertemunya Kembali Sepasang Kekasih...
Terkuaknya Kebenaran...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar (2)...
Jaket Dan Celana Jeans Robek Serta Sweater Hitam Kumal...
She's My True Love...
Dilema...
Pertengkaran Dengan Ibu...
Rambe Lantak...
Gendewa Panah Pramesti...
Akan Ku Balaskan Dendam Mu, Arum Kesuma!!!
Yang Hilang dan Yang Kembali...
Jawaban Ayu...
Mati Gw!!!
Aku Makin Sayang...
Nasihat Om Hendra...
Jera Mencuri...
Ajian Segoro Geni...
Pilihan Sulit...
Keputusasaan Anggie...
Kabar Baik dari Ridho dan Suluh...
Perjalanan Menuju Pembalasan Dendam...
Rawa Rontek...
Rawa Rontek 2 (Terbayarnya Dendam)...
Kedatangan Pak Sugi...
Orang Titipan...
Hukuman Paling Berat...
Tidurlah Di Pangkuan Ku...
Menjajal Kesaktian...
Menjajal Kesaktian (2)...
Pengakuan Mengejutkan Babeh Misar...
Pengajaran Ilmu Silat Betawi...
Di Kepret Babeh Misar Lagi...
Tasya...
Naga Caglak dan Bajing Item...
Misteri Sebuah Dendam...
Kekuatan Sejati Kitab Langit Bagian Matahari...
Perpisahan...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera (2)...
Kembalinya Ibu...
Empat Bayangan Hitam...
Siapa Ni Mas Laras Rangkuti???
Dendam Seorang Sahabat...
Ini Keputusan Yang Harus Gw Ambil...
Semua Pengorbanan Ini Demi Ibu...
Rapuh...
Kabar Mengejutkan Sekar dan Sebuah Restu...
Siasat Braja Krama...
Munculnya Kitab Langit...
Si Pembuka Kitab langit dan Sosok Asli Pak Sugi...
Rencana Yang Matang...
Lamaran Pribadi...
Keingintahuan Anggie...
Perubahan Rencana...
Hampir Terjebak...
Kekecewaan Sekar...
Dua Syarat Reinata...
Aku Harap Kamu dan Anggie Bahagia, Mam...
Rahasia Sepasang Suami Isteri...
Menitipkan Amanah...
Berkumpulnya Para Pembela Kitab Langit...
Siasat Ki Purwagalih...
Raja Jin Raja Muslihat (Nyesek, Bree)...
Pertukaran Tawanan...
Perang Gaib PunTak Terelakkan...
Sang Penyelamat Dari Utara...
Pertempuran Awal Dua Penguasa Kerajaan Gaib...
Bertekuk Lututnya Sekutu Braja Krama...
Pertarungan Dua Putera (Gugurnya Satu Sahabat Gaib)...
Krama Raja...
Braja Krama Versus Krama Raja...
Raja Licik...
Aku Lah Sang Pembuka...
Siasat Krama Raja dan Bayu Ambar...
Terbukanya Semua Ilmu Terlarang...
Sebuah Pengecualian...
Sri Baduga Maharaja...
Hilangnya Sebuah Pengecualian...
Hilangnya Sebuah Pengecualian (2)...
Sebuah Pengorbanan...
Pahlawan...
Sumpah...
Ilmu Pamungkas yang Terlarang...
Kabar Yang Mengejutkan...
Pulang...
Pulang (2)...
Sedikit Kisah Rio Sebelum Kisah Ini Tamat...
Terhalang Sumpah...
Bantuan Sahabat Baik...
Bachelor Party...
Keturunan Lain Sang Prabu...
Pembalasan Dendam Singgih...
Sepenggal Kisah Nyi Mas Roro Suwastri...
Tawaran Yang Mengejutkan...
Lawan Atau Kawan???
Terkuaknya Silsilah...
Sebuah Kebenaran...
Sebuah Kebenaran (2)...
Bertemunya Dua Keturunan Sang Prabu...
Pertempuran Dua Hati...
Cinta Pertama VS Cinta Terakhir Jagat Tirta...
Pengakuan Bayu Barata...
Ki Larang dan Nyi Mas Galuh Pandita???
Prana Kusuma...
Kau Benar Keturunan Kami, Ngger...
Our Big Day...
Insiden...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga (2)...
Dua Tamu Istimewa...
Semua Karena Cinta...
Keputusan Sekar Kencana...
Kena Gampar...
Bonyok!!!
RIBET!!!
Berdamai...
Keponakan Baru...
Malam Pertama dan Tiga Keanehan...
Ajian Warisan Para Leluhur (The Last Part/End Of All Chapters)
SIDE STORIES
Keturunan Yang Tersesat...
Keturunan Yang Tersesat (2)...
Diubah oleh juraganpengki 15-07-2018 20:23
iskrim dan 132 lainnya memberi reputasi
127
2.1M
8K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
juraganpengki
#7179
Dua Tamu Istimewa...
Pandangan gw sempat tak berkedip menatap sosok Kakek Tua berpakaian serba hitam, yang masih berdiri sambil bertolak pinggang persis didepan pintu masuk.. Beberapa orang tamu yang berada cukup dekat nampak sedikit demi sedikit menjauh, saat melihat sebuah golok berserangka (sarung) terbuat dari kayu terselip dipinggang Babeh Misar yang terikat sabuh besar berwarna hijau.. Ada hal sedikit aneh yang terlihat dari sosok Babeh Misar, beliau tidak juga mau berjalan masuk dan tetap berdiri saja didepan pintu sambil terus menatap tajam ke arah gw..
“Yank, aku kedepan sebentar boleh yah?” Tanya gw ke Anggie yang nampak tertegun menatap ke arah depan..
“Ehh, mo ngapain, Beb?”
“Mmm.. Kamu inget Babeh Misar ga? Yang pernah nampung aku waktu diusir dari rumah sama Ibu? Dia ada di depan pintu masuk tuh.. Kek nya dia marah, Yank.. Aku bener-bener lupa dateng ke rumahnya buat ngundang” Jawab gw sambil sesekali melirik ke arah Babeh Misar..
“Kau tidak perlu melakukannya, Kang Mas.. Biar aku yang menemui kakek tua itu.. Kau tetap saja disini bersama isteri mu untuk menyambut Ratu Penguasa Kerajaan Laut Utara dan Senopati Jaka Wastra.. Akan tidak sopan jika kau tidak meyambut kedatangan mereka berdua” Ucap Sekar Kencana yang tiba-tiba terdengar dalam batin gw..
Tanpa menunggu jawaban gw, Sekar Kencana nampak melesat dengan cepat ke arah depan pintu masuk dan langsung melayang berdiri di hadapan Babeh Misar.. Sejenak, gw sempat melihat Sekar Kencana berbicara empat mata.. Hingga akhirnya Babeh Misar nampak pergi keluar yang kemudian disusul oleh Sekar..
“Kamu nyuruh Sekar buat nemuin Babeh Misar, Beb?” Tanya Anggie yang juga sempat menatap hilangnya dua sosok yang dimaksud dibalik pintu masuk..
“Ga, Yank.. Sekar sendiri yang mau.. Kata nya aku harus nemuin Penguasa Kerajaan Laut Utara dan Senopati nya disini”
Anggie seketika menarik lengan gw dengan kedua mata sedikit membesar..
“Kamu serius ada dua sosok gaib dari Laut Utara hadir di pesta pernikahan kita?” Tanya Anggie yang langsung gw yakinkan dengan anggukan kepala, lalu melempar pandangan ke arah depan..
“Kamu liet wanita cantik bergaun panjang warna emas yang lagi jalan kesini sama laki-laki mirip body guard nya? Itu Ratu Penguasa Laut Utara dan Senopati Jaka Wastra.. Kamu ngerasa ga, pas mereka masuk hawa di dalem gedung berubah makin sejuk, berasa kek ada angin dan suara ombak yang kedengeran dari jauh” Terang gw ke Anggie yang nampak tertegun menatap dua sosok yang sedang berjalan menuju ke arah panggung pelaminan kami..
Anggie nampak tertegun mendengar penjelasan gw sampai akhirnya dua sosok tamu istimewa kami pun tiba dan sedang menaiki anak tangga panggung pelaminan.. Wajah jelita Ratu Laut Utara yang sudah berdiri dihadapan kami berdua, nampak menyunggingkan senyuman sangat manis sambil memandangi gw dan Anggie secara bergantian..
Gw yang merasa tidak percaya diri dipandangi sebegitu rupa oleh Penguasa Gaib Kerajaan Laut Utara, langsung tertunduk dan membungkuk untuk meraih tangan kanannya agar bisa dicium sebagai ucapan salam.. Namun, Ratu Laut Utara menarik tangannya dan seketika memeluk diri ini dengan sangat erat untuk beberapa lama.. Gw sempat melirik ke arah Anggie yang nampak sama terkejutnya melihat tindakan Ratu Laut Utara..
“Aku yakin puteri ku Arum Kesuma pasti sangat bahagia melihat mu hari ini bersanding dengan gadis pilihan hati, menantu ku” Ucap Penguasa Laut Utara saat sudah melepas pelukannya dengan kedua mata indah yang nampak berkaca-kaca..
Gw sempat tertegun mendengar ucapan Sang Ratu yang menyebut nama puteri kesayangannya mendiang Dewi Arum Kesuma.. Lalu menganggukkan kepala sambil tersenyum..
“Aku pun meyakini hal itu, Kanjeng Ratu”
Sosok jelita Penguasa Laut Utara nampak tersenyum setelah menyeka sedikit air mata yang hampir jatuh menggenangi pipinya..
“Aah, tidak seharusnya aku menangis dihari pernikahan mu, menantu ku.. Terlebih dihadapan isteri mu yang terlihat sangat cantik” Jawab Ratu Penguasa Laut Utara seraya melempar pandangan ke arah Anggie dan memegang dagu gadis itu yang sedikit panjang..
Mendapat pujian langsung dari sosok Penguasa Laut Utara membuat Anggie seketika tersipu dan tertunduk malu..
“Terima kasih atas kedatangan mu, Kanjeng Ratu.. Tuan Senopati, kau juga sudah menyempatkan diri untuk mendatangi pernikahan kami.. Aku ucapkan banyak terima kasih.. Mohon maaf jika aku tidak mengundang secara pribadi datang langsung ke Kerajaan Laut Utara” Ucap gw dengan sangat tulus ke arah sosok Ratu Laut Utara dan Raden Jaka Wastra..
“Tentu saja aku tidak akan melewatkan hal ini, Ngger.. Kau tahu, kabar akan menikahnya dirimu hari ini sudah tersebar luas di seantero alam halus daratan Tanah Pasundan.. Ini adalah kali ketiga aku mendatangi dunia manusia menggunakan tubuh kasar yang dapat dilihat siapapun.. Salah satu nya saat menghadiri pernikahan Kakek Moyang isteri mu dengan Nyi Ambet Kasih puteri Ki Gedeng Sindangkasih.. Tak di sangka, hari ini aku menghadiri pernikahan mu dengan salah satu keturunan Sri Baduga Maharaja”
“Maaf, Kanjeng Ratu.. Kau mengetahui aku keturunan Prabu Siliwangi?” Tanya Anggie yang langsung menyambar kalimat Penguasa Laut Utara..
Sosok jelita Penguasa Gaib Kerajaan Laut Utara untuk sejenak tersenyum mendengar pertanyaan Anggie.. Perlahan, Beliau menarik tangan kanan isteri gw dan mengusap-usap punggung tangannya..
“Tentu saja aku tahu, Cah Ayu.. Garis putih lurus di kuku tangan mu dan tiga tanda lahir berbentuk segitiga tepat di atas payu dara kanan mu, adalah tanda utama bahwa kau salah satu keturunan Sri Baduga Maharaja yang terpilih.. Selain itu, ada nya sosok Ki Larang disini tak lain untuk menjaga mu” Jawab Ratu Penguasa Kerajaan Laut Utara yang membuat Anggie dan gw sama-sama terkejut..
Gw yang baru mengetahui dimana letak tanda lahir berupa tahi lalat membentuk pola segitiga di tubuh Anggie, langsung melempar pandangan ke arah payu dara kanannya.. Namun, Anggie dengan cepat memalingkan tubuh dengan wajah memerah menahan malu.. Melihat hal tersebut, sosok jelita Penguasa Laut Utara dan raden Jaka Wastra sempat tertawa kecil.. Gw yang mendengar Ratu Laut Utara tertawa, perlahan menggaruk-garuk kepala dan senyum-senyum sendiri..
“Nampaknya kau masih harus bersabar untuk bisa melihat langsung dimana letak tanda khusus itu, Ngger” Ucap Penguasa Laut Utara, yang sepertinya sengaja mengejek gw karena tahu bahwa Anggie sedang haid..
Konyolnya lagi, Raden Jaka Wastra sempat mendekat dan mengelus-elus punggung gw seolah sedang menambah tajam ejekan Junjungannya..
“Sudah-sudah, Senopati.. Jangan membuat menantuku semakin nelangsa.. Lagipula, kita tidak bisa berlama-lama disini” Kata Penguasa Laut Utara sambil sesekali menahan tawa..
“Singgah lah lebih lama lagi, Kanjeng Ratu.. Kami merasa sangat terhormat untuk bisa menerima dan menjamu” Pinta gw dengan tulus..
Sosok jelita Ratu Laut Utara nampak menyunggingkan senyuman manis, lalu perlahan memegangi lengan gw dan Anggie..
“Aku ingin.. Demi Allah Sang Maha Pencipta, aku ingin sekali berada lebih lama disini, Ngger.. Tapi, alam mu tetap saja tak bisa menerima kehadiran ku dan Senopati Jaka Wastra lebih lama.. Kami harus segera kembali ke Laut Utara.. Lagipula, aku enggan berlama-lama menutupi pandangan puluhan mata laki-laki yang ada disini” Jawab sosok jelita bergaun panjang warna emas yang membuat kecantikannya makin sempurna sambil menoleh ke belakang..
Gw memang sedikit merasa aneh saat pertama kali kedua sosok gaib yang menguasai Laut Utara itu muncul, sama sekali tidak menarik tiap pasang mata laki-laki yang ada didalam gedung.. Kehadiran mereka berdua terasa sangat normal sebagai tamu biasa.. Seharusnya, semua mata kaum adam yang menyadari betapa cantik wajah jelita sosok Penguasa Laut Utara sudah terbelalak tak berkedip sedari tadi.. Gw jadi teringat sewaktu pertama kali melihat kecantikan wajah Ratu Laut Utara.. Saat itu, mendiang Dewi Arum Kesuma sendiri yang menegur gw untuk menundukkan wajah, karena Ibunda nya tidak suka jika menjadi pusat pandangan mata laki-laki.. Hal yang terjadi sekarang sedikit berbeda, sebab Penguasa Laut Utara sendiri yang mengatakan bahwa ia telah menutupi semua pasang mata laki-laki agar tidak menyadari betapa cantik parasnya..
“Dengarkan aku, Cah Ayu.. Saat ini, aku memang tidak memberikan hadiah apapun untuk pernikahan kalian.. Tapi, aku berjanji saat kau Inshaa Allah mengandung nanti, aku akan menemui mu secara pribadi untuk memberikan sesuatu kepada calon putera mu” Ucap Penguasa Laut Utara sambil memegangi tangan Anggie dan memandang ke arah perutnya..
Baik gw dan Anggie sama-sama tertegun untuk beberapa saat mendengar penuturan Ratu Laut Utara.. Lalu, kami berdua sempat saling pandang dan melempar senyuman ke arah dua sosok gaib dari Kerajaan Laut Utara..
“Baiklah, aku selaku Penguasa Kerajaan Gaib Laut Bagian Utara bersama Senopati Jaka Wastra dan segenap penghuni Kerajaan, sekali lagi mengucapkan selamat berbahagia atas pernikahan Keturunan Braja Krama dan Keturunan Sri Baduga Maharaja.. Semoga Sang Maha Penjaga Qolbu menetapkan hati kalian berdua untuk selalu saling mencinta hingga ajal menjemput” Ucap Ratu Laut Utara yang gw dan Anggie sama-sama aminkan dalam hati kami masing-masing..
Sekembali nya Dua Tamu istimewa dari Kerajaan Laut Utara yang ditemani Ki Larang, Sekar Kencana pun muncul dari balik dinding dan melempar senyuman ke arah gw..
“Kakek Tua yang membantu kita melawan Braja Krama telah kembali pulang bersama Naga Wadas pemberian Sang Prabu, Kang Mas.. Ia juga berpesan, agar esok hari kau harus mengunjunginya.. Karena ia berkata peci merah diatas kepalanya sudah sangat siap digunakan untuk menampar wajahmu” Kata Sekar dalam hati yang membuat gw membesarkan kedua mata sekaligus menelan ludah..
“Bisa berabe urusannya nih besok sama si Babeh” Ucap gw dengan rasa getir dalam hati..
Tidak lama setelah itu, Ibu dan kedua orang tua nya Anggie datang untuk menemani kembali diatas panggung pelaminan.. Dari wajah mereka terpancar raut kebahagiaan saat melirik ke arah kami berdua..
Jam sudah hampir menunjukkan pukul setengah dua siang, tinggal satu setengah jam lagi waktu yang tersisa bagi kami, penyewa gedung untuk berada disini.. Hampir sembilan puluh persen tamu gw dan Anggie sudah datang.. Oh, iya.. Saat Ibu dan kedua orang tua nya Anggie kembali ke panggung pelaminan, tadi Pak Sugi bersama keluarga nya mendatangi kami untuk memberikan ucapan selamat.. Untuk sesaat, gw bisa melihat raut kesedihan terpancar dari wajah Ayu, meski gadis itu sebisa mungkin berusaha menutupi nya.. Pak Sugi pun nampak sedikit kaku..
Tapi berbeda dengan Umi Aisyah.. Wanita berbusana Syar’i itu nampak sangat legowo memberikan ucapan selamat ke gw dan Anggie.. Meski gw sempat mendengar Ibu hendak meminta maaf, namun Umi Aisyah langsung menggelengkan kepala agar Ibu tidak sampai menyelesaikan kalimatnya.. Terus gimana reaksi Anggie atas kedatangan Ayu? You know, Bree... Semanis-manisnya Anggie menyunggingkan senyuman ke Ayu, tetap saja gw masih bisa merasakan getaran arus listrik berbentrokan saat pandangan mereka bertemu..
Selepas keluarga nya Ayu turun dari pelaminan, Carla dan kekasihnya datang untuk melakukan hal sama.. Carla, gadis berhijab yang dulu gw sempat bersimpati itu, dengan sangat tulus mengucapkan selamat ke gw dan Anggie.. Sedikit berbeda dengan Ayu, reaksi Anggie ke Carla terasa jauh lebih hangat.. Mungkin karena gadis itu datang bersama kekasihnya, jadi tidak ada ancaman yang dirasakan Anggie.. Bang Darren dan isteri nya juga datang meski sedikit terlambat karena ada keperluan yang harus ia selesaikan terlebih dahulu.. Melihat kedatangan Darren, wajah Mamahnya Anggie nampak sedikit berubah untuk sesaat.. Namun, ia segera menutupi perubahan wajahnya itu karena tidak mau hal kecil dan sepele merusak suasana pesta pernikahan puteri semata wayangnya..
Saat para tamu sudah hampir sepi, gw sempat mencari-cari keberadaan Tante Septi dan Om Hendra.. Beberapa saat lalu, mereka nampak masih sibuk ikut menyambut para tamu undangan.. Anggie juga beberapa kali menanyakan Kak Silvi yang sampai di akhir acara belum juga kelihatan batang hidungnya.. Begitu melihat Rio yang sedang melayangkan jebakan modusnya ke seorang gadis yang merupakan kerabat Anggie, gw langsung turun dan berjalan mendekati nya..
“Nyet! Nyokap/bokap lu mana? Kak Silvi ama laki nya juga belom dateng? Bini gw nanyain tuh” Kata gw yang langsung dibalas kedipan mata Rio agar tidak mengganggunya..
Sebenarnya, cewe yang lagi di modusin si Item itu nampak tidak terlalu bersemangat menimpali obrolan Rio.. Terlihat jelas dari reaksinya yang terus membuang muka.. Tapi, gw tahu persis tabiat si kambing.. Muka tebel nya pasti ga ngerasa kalo tuh cewe ga ada respon.. Karena tak mau mengganggunya lebih lama, gw kembali ke panggung pelaminan dan mendekati Ibu..
“Bu, Om Hendra sama Tante Septi kemana yak? Terus Kak Silvi juga kek nya belom dateng deh” Tanya gw yang membuat Ibu sedikit terkejut..
“Kamu belum tau memangnya, Bang? Tadi Tante kamu nyamperin Ibu ke ruang belakang.. Kata menantunya, Silvi sudah dibawa ke rumah sakit karena mau melahirkan.. Mungkin sekarang sudah selesai persalinannya”
Gw seketika membesarkan kedua mata mendengar kabar baik yang cukup mengejutkan dari Ibu.. Tapi, tunggu.. Jika Om Hendra dan Tante Septi pergi ke rumah sakit untuk melihat Kak Silvi melahirkan, kenapa si Item masih leha-leha disini yak? Padahal kan Kakak nya sendiri yang mo lahiran..
“Bener-bener dah si Item.. Dia lebih mentingin modusin cewe dibanding lahiran Kakaknya?” Kata gw sambil berjalan kembali dan duduk disebelah Anggie..
“Kenapa, Beb? Kamu ga suka ya liet Rio deketin sodara jauh aku Risa?” Tanya Anggie yang melempar pandangannya saat melihat mata gw tertuju ke Rio..
“Bukan soal itu, Yank.. Aku tahu sodara kamu ga bakal kena di modusin si Item.. Yang bikin aku sebel, dia lebih mentingin modusin Risa.. Padahal Om Hendra dan Tante Septi udah pergi buat liet Kak Silvi di rumah sakit mo lahiran?”
“Hah! Kamu serius Silvi mo lahiran.. Ya ampun, Beb.. Masih lama ga sih acara kita? Aku mo liet Silvi juga donk” Kata Anggie yang langsung berdiri sambil menarik tangan gw..
Gw sempat melirik Ibu dan kedua orang tua Anggie.. Mereka nampak saling memandang untuk beberapa saat setelah menatap ke depan.. Tamu-tamu undangan yang tersisa memang hanya tinggal sanak family dan sahabat baik saja.. Ketiga saudara gw pun masih ada dan sedang ngobrol-ngobrol ringan dibagian pojok dekat panggung wedding band..
“Gimana, Bu? Sudah selesai kan acaranya?” Tanya gw ke Ibu yang perlahan melirik jam dinding..
“Kalo dilihat jam sih harusnya masih ada waktu tersisa, Bang.. Tapi hampir semua tamu sudah pulang.. Tinggal kerabat kita sama sahabat kamu aja.. Ibu sih terserah gimana baiknya menurut keluarga Anggie? Ibu juga udah capek, pengen istirahat” Kata Ibu sambil melempar pandangan ke Mamahnya Anggie..
“Sebaiknya, Bu Sumi ke belakang lebih dulu untuk mengganti baju.. Kamu sama Imam juga boleh ganti baju sekarang, sayang.. Mamah sama Papah mau nemuin pengelola gedung dulu, setelah itu baru nyusul kalian ke belakang” Jawab Mamahnya Anggie sambil mengulum senyuman..
Gw dan Anggie serta Ibu sama-sama menganggukkan kepala pertanda setuju.. Lalu, kami bertiga pun mulai berjalan menuruni anak tangga panggung pelaminan.. Tepat saat gw membantu Ibu untuk menuruni anak tangga, setelah sebelumnya membantu Anggie, terdengar suara teriakan seorang laki-laki cukup lantang dari arah pintu masuk yang membuat semua pandangan mata tertuju padanya..
“BEBEB!!! TUNGGU, JANGAN SELESAI DULU ACARANYA”
Hampir semua pasang mata yang menatap ke arah sama, terbelalak begitu melihat sosok seorang laki-laki bertubuh sedikit atletis dengan jas warna pink dan celana ketat berwarna putih sedang berlari sambil melambaikan tangan ke arah Anggie.. Gw sempat melihat Ridho dan Bimo tertawa geli melihat mahluk dua alam.. Siapa lagi kalau bukan Anton..
“Aku duluan ke belakang yah, Yank sama Ibu” Kata gw ke Anggie yang sebenarnya hanya sebuah alasan karena malas bertemu Anton..
“Eeh, jangan dulu, Beb.. Itu Anton baru dateng.. Ga enak aah” Jawab Anggie sambil menahan tangan gw..
Ibu yang sempat berhenti karena melihat juga kemunculan Anton, menganggukkan kepalanya ke arah gw agar gw menuruti permintaan Anggie.. Dengan menghela nafas sangat-sangat dalam, akhirnya gw mengulum senyuman dan kembali berdiri bersebelahan dengan Anggie yang nampak sangat antusias melihat kedatangan sahabat sejatinya, Anton..
“Ya Ampyuun!! Maafin gw ya, Beb.. Gw bangun kesiangan abis party semaleman.. Oh iya.. Selamat ya Beb atas pernikahan kamu sama Babang Ganteng” Ucap Anton dengan gaya centil sambil bercipika cipiki dengan Anggie..
“Gw boleh cium pipi lekong lu juga kan, Beb?”
“KAGA!!! Pipi gw cuma buat bini gw doank.. Lu bukan muhrim gw” Sahut gw tanpa menunggu jawaban dari Anggie..
Anggie yang mendengar sambaran kalimat gw hanya tertawa sambil memegangi tangan Anton yang wajahnya nampak ketus menatap..
“Iiih, dari dulu lekong lu tuh ga pernah bisa lembut ama gw yah.. Heran deh” Geruru Anton yang sempat terdengar ditelinga gw..
“Yank, aku ganti baju duluan yah.. Sekalian nemenin Ibu dibelakang” Ucap gw lagi ke arah Anggie yang langsung dibalas dengan anggukan kepala nya..
Tanpa pikir panjang, gw langsung setengah berlari ngibrit ke arah ruang belakang.. Disana, gw lihat Ibu sudah kembali menggunakan baju gamis panjangnya lengkap dengan jilbab hitam.. Ayu yang ternyata sudah ada diruangan sama juga, nampak sudah mengganti pakaiannya.. Dengan sedikit cepat, gw membuka jas dan kemeja yang langsung di bawa Ayu ke dalam mobil bersama pakaian Ibu serta pakaiannya.. Lalu, dengan hanya menggunakan kaus oblong putih polos dan celana panjang pasangan jas, gw kembali ke depan untuk menemui Anggie..
Pandangan mata gw seketika terbelalak begitu melihat sosok seorang gadis berambut sebahu sudah berdiri mematung sekitar tiga tombak di depan Anggie dan Anton.. Sementara, Ki Larang dan Sekar Kencana nampak sedang menghadangnya satu tombak dihadapan Anggie..
“Viny.. Mo apa lagi dia kesini???” Tanya gw lirih dengan suara bergetar menyiratkan amarah..
leobersamage107 dan 15 lainnya memberi reputasi
16