- Beranda
- Stories from the Heart
Mereka Yang Hidup Dalam Gelap Season 3 - FANA
...
TS
bakamonotong
Mereka Yang Hidup Dalam Gelap Season 3 - FANA
Tidak bisa kita elakkan bahwa kita selalu hidup berdampingan dengan mereka yang ada di dunia yang penuh kegelapan, tidak bisa kita pungkiri bahwa mereka bersanding hidup bersama kita, mereka yang kita kenal sebagai Mereka Yang Hidup Dalam Gelap.
Seakan tak pernah berhenti aku percaya bahwa mereka adalah satu sisi dari koin dan kita adalah sebaliknya, dan tanpa kita sadari kita hidup berkegantungan, bahwa manusia, dan kaum jin seperti mereka, terikat pada satu titik yang terhubung pada lini masa antar dimensi, sehingga kita secara tak sadar ada dan menjadi bagian dari mereka.
Silahkan baca Season 1 :
Quote:
dan lanjutkan ke season 2 :
Quote:
Dan disinilah kisah berikutnya akan dimulai tentang FANA
Story
Quote:
Diubah oleh bakamonotong 29-05-2023 10:32
kemintil98 dan 2 lainnya memberi reputasi
1
13.9K
49
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
bakamonotong
#11
Part 2 - Dia Yang Dirundung Duka
Deg.. deg.. deg.. detak jantungku makin meningkat bahkan tak sanggup aku menengok ke belakang, tida kada alasan lain karena cukup ngeri melihat ekspresi dari wanita tersebut. Sedikit aku melirik memberanikan diri, masih terlihat senyumnya yang tipis dan terkesan ngeri, aku yang masih shock memberanikan sedikit bertanya, "antar kemana mbak?",
"antar saya ke dekat bundaran kampus ekonomi mas", kata wanita itu lirih, aku memang ketakutan, tapi daripada makin lama dia menempel di dekatku, lebih baik aku segera pergi mengantarkannya, dan sepanjang perjalanan aku hanya mendengar lirih suara nya tersedu menangis, rasa takut mulai tertutup oleh penasaran dg apa yang terjadi pada wanita ini sebelumnya. Ada apa gerangan dengan wanita ini, kenapa dia menangis dan tadi tersenyum. aku membawa motorku sedikit lebih lambat dan dalam penasaran aku mulai melirik ke arah belakang dan bertanya "nama mbak siapa?",
"nama saya banyak mas, tapi mahasiswa sini mengenal saya dengan nama Yayuk", jawabnya, baru aku mau bertanya kenapa dia sedih begitu, "saya tidak bisa kelaur dari lingkaran sini mas, tak tahu kenapa saya tidak bisa pergi, terikat pada satu memori jasad yang lalu mas, bunuh diri adalah penyesalan terbesar saya, dan menjadi pengikat saya disini, banyak cerita tentang saya bunuh diri karena skripsi di tolak, mungkin begitu tapi juga ada beberapa faktor lain", lanjutnya yang kemudian aku hentikan motor karena sudah sampai tujuan, tiba- tiba saja dia menghilang dan motorku menjadi enteng, "Terima Kasih", sebuah suara lirih menghilang perlahan ditelan angin malam, aku yang awal nya merinding kini melihat sosok tadi wanita cantik berbaju seperti dress putih dengna renda di bawahnya, rambut panjang wanita ini terurai dan kini, senyumnya menjadi sangat cantik, walau tiba2 dia hilang bak asap yang mngabur, tapi ya begitulah dia, wanita yang dikenal dengan nama Yayuk, sebuah legenda di kampus ini, entah benar itu yayuk atau bukan, tapi ya cukup menarik untuk menjadi pengalamanku.
Tak lama aku kembali menuju ke asrama putri temapt temna- teman berkumpul, aku meminta maaf pada mereka karena telat, dan dimulai sebuah kesibukan dimana aku harus membuat seperti pom pom yang digunakan cheerleader, dan juga menjadikan pom pom tadi sebagai sebuah rok untuk menari sajojo, ah cukup banyak kerjaan yang kami lakuakn, termasuk harus berlatih koreografi untuk tarian sajojo. memang penat, tapi cukup menarik, menghiburku, aku sangat menikmati kegiatan ini, apalagi beberapa teman di sana cukup cantik, walau mereka sudah punya pacar, apa salahnya kau mengagumi kan?
Tak terasa waktu sudah menunjukkan tengah malam, kami mulai di usir oleh satpam dari asrama kampus tadi, dan ya, kini kami meninggalkan kampus, mencari tempat lain untuk mengerjakan beberapa kerjaan tugas yang belum beres, dan sekedar makan karena merasa sangat lapar. Aku memutuskan pergi ke sebuah warung di emperan jalan kaliurang, banyak pilihan disana dan mudah diakses serta buka hingga larut malam. Kembali keluar dari asrama aku melihat ke arah lapangan dan sekitar, takut ada seperti mbak yayuk disana, membuatku sedikit parno, dan tak lama aku melewati jembatan yang cukup terkenal di kampus ini, jembatan dengan sejuta cerita mistis tentang wanita berbaju putih atau orang memanggil kuntilanak menyebrang jembatan itu dan tiba- tiba hilang. Dan kini kulihat lagi sosok itu, sosok yang cukup terkenal di kalangan mahasiswa di sekitar sana.
Wanita ber dress putih yang tak lain dan tak bukan adalah Yayuk itu sendiri, kenapa dai kembali lagi kesini, bukankah sudah kuantar ke tujuannya. aku berhenti diatas motor dan memandang ke atas melihat Yayuk, aku beranikan diri menanyakan nya dengan batinku, "Kenapa masih disini?", kulihat dia menatapku, dengna ekspresi sedih dan wajahnya yang terlihat berduka, dia menatapku dan berkata
"aku tak bisa lepas dari sini , aku hanya menjalani lingkaran ini saja, aku-"
belum sempat dia melanjutakan kulihat dia meloncat, terdengar suara badan jatuh, tapi tidak kuliaht sosok Yayuk, dan menghilang lagi seperti ditelan bumi. Aku memutuskan turun dari motor, kulihat tempat ini terasa lumayan sepi dan jarang motor lewat, aku matikan mesin dan menuju ke lokasi jatuhnya Yayuk, aku merasakan energi kuat dari sana, kutelurusi dan yah kali ini aku melihat sosok muda seorang wanita yang mirip Yayuk semasa hidup, dia menuju ke arahku, dan dalam senyumnya dia menghilang lagi, aku masih tak mengerti apa yang diinginkan sosok ini, aku merasa ada sesuatu yang dia sembunyikan, entah apa itu, aku memang penasaran, tapi cukup penasaran saja, aku tidak mau segalanya menjadi kacau, karena terlalu ikut campur, dan sepertinya Yayuk tidak ingin banyak orang yang ikut campur. AKu kembali ke motor dan memutuskan pulang saja, ijin ke teman- temanku, dan pulang dalam rasa penasaran, tentang siapa dan apa yang terjadi pada Yayuk, ada apa sebenarnya?
Deg.. deg.. deg.. detak jantungku makin meningkat bahkan tak sanggup aku menengok ke belakang, tida kada alasan lain karena cukup ngeri melihat ekspresi dari wanita tersebut. Sedikit aku melirik memberanikan diri, masih terlihat senyumnya yang tipis dan terkesan ngeri, aku yang masih shock memberanikan sedikit bertanya, "antar kemana mbak?",
"antar saya ke dekat bundaran kampus ekonomi mas", kata wanita itu lirih, aku memang ketakutan, tapi daripada makin lama dia menempel di dekatku, lebih baik aku segera pergi mengantarkannya, dan sepanjang perjalanan aku hanya mendengar lirih suara nya tersedu menangis, rasa takut mulai tertutup oleh penasaran dg apa yang terjadi pada wanita ini sebelumnya. Ada apa gerangan dengan wanita ini, kenapa dia menangis dan tadi tersenyum. aku membawa motorku sedikit lebih lambat dan dalam penasaran aku mulai melirik ke arah belakang dan bertanya "nama mbak siapa?",
"nama saya banyak mas, tapi mahasiswa sini mengenal saya dengan nama Yayuk", jawabnya, baru aku mau bertanya kenapa dia sedih begitu, "saya tidak bisa kelaur dari lingkaran sini mas, tak tahu kenapa saya tidak bisa pergi, terikat pada satu memori jasad yang lalu mas, bunuh diri adalah penyesalan terbesar saya, dan menjadi pengikat saya disini, banyak cerita tentang saya bunuh diri karena skripsi di tolak, mungkin begitu tapi juga ada beberapa faktor lain", lanjutnya yang kemudian aku hentikan motor karena sudah sampai tujuan, tiba- tiba saja dia menghilang dan motorku menjadi enteng, "Terima Kasih", sebuah suara lirih menghilang perlahan ditelan angin malam, aku yang awal nya merinding kini melihat sosok tadi wanita cantik berbaju seperti dress putih dengna renda di bawahnya, rambut panjang wanita ini terurai dan kini, senyumnya menjadi sangat cantik, walau tiba2 dia hilang bak asap yang mngabur, tapi ya begitulah dia, wanita yang dikenal dengan nama Yayuk, sebuah legenda di kampus ini, entah benar itu yayuk atau bukan, tapi ya cukup menarik untuk menjadi pengalamanku.
Tak lama aku kembali menuju ke asrama putri temapt temna- teman berkumpul, aku meminta maaf pada mereka karena telat, dan dimulai sebuah kesibukan dimana aku harus membuat seperti pom pom yang digunakan cheerleader, dan juga menjadikan pom pom tadi sebagai sebuah rok untuk menari sajojo, ah cukup banyak kerjaan yang kami lakuakn, termasuk harus berlatih koreografi untuk tarian sajojo. memang penat, tapi cukup menarik, menghiburku, aku sangat menikmati kegiatan ini, apalagi beberapa teman di sana cukup cantik, walau mereka sudah punya pacar, apa salahnya kau mengagumi kan?
Tak terasa waktu sudah menunjukkan tengah malam, kami mulai di usir oleh satpam dari asrama kampus tadi, dan ya, kini kami meninggalkan kampus, mencari tempat lain untuk mengerjakan beberapa kerjaan tugas yang belum beres, dan sekedar makan karena merasa sangat lapar. Aku memutuskan pergi ke sebuah warung di emperan jalan kaliurang, banyak pilihan disana dan mudah diakses serta buka hingga larut malam. Kembali keluar dari asrama aku melihat ke arah lapangan dan sekitar, takut ada seperti mbak yayuk disana, membuatku sedikit parno, dan tak lama aku melewati jembatan yang cukup terkenal di kampus ini, jembatan dengan sejuta cerita mistis tentang wanita berbaju putih atau orang memanggil kuntilanak menyebrang jembatan itu dan tiba- tiba hilang. Dan kini kulihat lagi sosok itu, sosok yang cukup terkenal di kalangan mahasiswa di sekitar sana.
Wanita ber dress putih yang tak lain dan tak bukan adalah Yayuk itu sendiri, kenapa dai kembali lagi kesini, bukankah sudah kuantar ke tujuannya. aku berhenti diatas motor dan memandang ke atas melihat Yayuk, aku beranikan diri menanyakan nya dengan batinku, "Kenapa masih disini?", kulihat dia menatapku, dengna ekspresi sedih dan wajahnya yang terlihat berduka, dia menatapku dan berkata
"aku tak bisa lepas dari sini , aku hanya menjalani lingkaran ini saja, aku-"
belum sempat dia melanjutakan kulihat dia meloncat, terdengar suara badan jatuh, tapi tidak kuliaht sosok Yayuk, dan menghilang lagi seperti ditelan bumi. Aku memutuskan turun dari motor, kulihat tempat ini terasa lumayan sepi dan jarang motor lewat, aku matikan mesin dan menuju ke lokasi jatuhnya Yayuk, aku merasakan energi kuat dari sana, kutelurusi dan yah kali ini aku melihat sosok muda seorang wanita yang mirip Yayuk semasa hidup, dia menuju ke arahku, dan dalam senyumnya dia menghilang lagi, aku masih tak mengerti apa yang diinginkan sosok ini, aku merasa ada sesuatu yang dia sembunyikan, entah apa itu, aku memang penasaran, tapi cukup penasaran saja, aku tidak mau segalanya menjadi kacau, karena terlalu ikut campur, dan sepertinya Yayuk tidak ingin banyak orang yang ikut campur. AKu kembali ke motor dan memutuskan pulang saja, ijin ke teman- temanku, dan pulang dalam rasa penasaran, tentang siapa dan apa yang terjadi pada Yayuk, ada apa sebenarnya?
regmekujo dan 7 lainnya memberi reputasi
8