- Beranda
- Stories from the Heart
Mereka Yang Hidup Dalam Gelap Season 3 - FANA
...
TS
bakamonotong
Mereka Yang Hidup Dalam Gelap Season 3 - FANA
Tidak bisa kita elakkan bahwa kita selalu hidup berdampingan dengan mereka yang ada di dunia yang penuh kegelapan, tidak bisa kita pungkiri bahwa mereka bersanding hidup bersama kita, mereka yang kita kenal sebagai Mereka Yang Hidup Dalam Gelap.
Seakan tak pernah berhenti aku percaya bahwa mereka adalah satu sisi dari koin dan kita adalah sebaliknya, dan tanpa kita sadari kita hidup berkegantungan, bahwa manusia, dan kaum jin seperti mereka, terikat pada satu titik yang terhubung pada lini masa antar dimensi, sehingga kita secara tak sadar ada dan menjadi bagian dari mereka.
Silahkan baca Season 1 :
Quote:
dan lanjutkan ke season 2 :
Quote:
Dan disinilah kisah berikutnya akan dimulai tentang FANA
Story
Quote:
Diubah oleh bakamonotong 29-05-2023 10:32
kemintil98 dan 2 lainnya memberi reputasi
1
14K
49
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
bakamonotong
#1
Prologue
Kuliah adalah masa- masa yang paling ditunggu oleh siswa SMA< mereka akan memulai hidup lebih baru, meneruskan ke jenjang yang lebih dewasa, dimana tidak ada tanggung jawab berseragam, dan tidak ada hal yang perlu dirisaukan masalah dimarahi guru karena tidak memperhatikan pelajaran, karena menurut guru SMA bahwa dosen tidak akan memahari satu persatu siswa yang tidak memperhatikan. Dan kehidupan SMA seperti di sinetron- sinetron yang bebas, bisa pacaran dan lain lain menjadi imajinasi para siswa SMA saat itu,dan seperti kebahagiaan yang sebentar lagi akan kami jalani.
Tapi tidak seperti apa yang kubayangkan, perjuangan memperebutkan kursi masuk ke Univ favorit sangatlah susah. Berbeda dengan yang melalui jalur Undangan (kami menyebut jalur undian, nanti akan kujelaskan kenapa), kami yang harus melalui SNMPTN (sekarang SBMPTN), dan jalur mandiri adalah perjuangan berat, walau faktanya aku santai saja, kala itu dilema melanda ketika aku maah diterima di beberapa Univ Negri di Indonesia, mulai dari yang melalui SBMPTN, juga dari yang melalui Ujian Mandiri, semua lolos, dan membuatku dilema. berbeda dengan ku, beberapa gagal masuk ke kampus yang mereka tuju, sedikit ada rasa iri terhadap mereka yang mendapat jalur undian tadi, oh ya, kenapa undian? karena notabene, sekolah ku mengatrol nilai siswa cukup ekstrim, membuat beberapa dari kami di kelas favorit tidak terima dengna perlakuan nilai dari para guru terhadap kami dari kelas (yang katanya) favorit. Memang begitulah sistem pendidikan negara ini yang butut dan tidak adil, tapi bagaimana lagi, jika tidak di katrol nilainya, 40 bahkan hingga 50 persen siswa sekolah kami bisa tidak lulus.
Perjuangan masuk yang terbayar lunas sudah kini membuatku memilih satu kampus negri terkenal di Jogjakarta, yang khas dengan kata "bundaran" kampusnya, sebuah kampus negri dengan fasilitas yang cukup bagus dan kala itu biaya murah. dan jurusan yang kupilih saat itu Elektronika dan Instrumentasi, 2012, angkatanku memulai jejak baru kami di dunia perkuliahan, dan aku bertemu mereka yang menghuni gedung kampus sekolahku, mereka yang masing- masing memiliki cerita yang ingin disampaikan, serta mereka yang cukup mengganggu dan menghantui gedung dan wilayah kampus ini.
Kuliah adalah masa- masa yang paling ditunggu oleh siswa SMA< mereka akan memulai hidup lebih baru, meneruskan ke jenjang yang lebih dewasa, dimana tidak ada tanggung jawab berseragam, dan tidak ada hal yang perlu dirisaukan masalah dimarahi guru karena tidak memperhatikan pelajaran, karena menurut guru SMA bahwa dosen tidak akan memahari satu persatu siswa yang tidak memperhatikan. Dan kehidupan SMA seperti di sinetron- sinetron yang bebas, bisa pacaran dan lain lain menjadi imajinasi para siswa SMA saat itu,dan seperti kebahagiaan yang sebentar lagi akan kami jalani.
Tapi tidak seperti apa yang kubayangkan, perjuangan memperebutkan kursi masuk ke Univ favorit sangatlah susah. Berbeda dengan yang melalui jalur Undangan (kami menyebut jalur undian, nanti akan kujelaskan kenapa), kami yang harus melalui SNMPTN (sekarang SBMPTN), dan jalur mandiri adalah perjuangan berat, walau faktanya aku santai saja, kala itu dilema melanda ketika aku maah diterima di beberapa Univ Negri di Indonesia, mulai dari yang melalui SBMPTN, juga dari yang melalui Ujian Mandiri, semua lolos, dan membuatku dilema. berbeda dengan ku, beberapa gagal masuk ke kampus yang mereka tuju, sedikit ada rasa iri terhadap mereka yang mendapat jalur undian tadi, oh ya, kenapa undian? karena notabene, sekolah ku mengatrol nilai siswa cukup ekstrim, membuat beberapa dari kami di kelas favorit tidak terima dengna perlakuan nilai dari para guru terhadap kami dari kelas (yang katanya) favorit. Memang begitulah sistem pendidikan negara ini yang butut dan tidak adil, tapi bagaimana lagi, jika tidak di katrol nilainya, 40 bahkan hingga 50 persen siswa sekolah kami bisa tidak lulus.
Perjuangan masuk yang terbayar lunas sudah kini membuatku memilih satu kampus negri terkenal di Jogjakarta, yang khas dengan kata "bundaran" kampusnya, sebuah kampus negri dengan fasilitas yang cukup bagus dan kala itu biaya murah. dan jurusan yang kupilih saat itu Elektronika dan Instrumentasi, 2012, angkatanku memulai jejak baru kami di dunia perkuliahan, dan aku bertemu mereka yang menghuni gedung kampus sekolahku, mereka yang masing- masing memiliki cerita yang ingin disampaikan, serta mereka yang cukup mengganggu dan menghantui gedung dan wilayah kampus ini.
kemintil98 dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Tutup