- Beranda
- Stories from the Heart
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
...
TS
juraganpengki
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)

Cool Cover By Agan Linbara (Thanks, Bree)..
Prolog
Setelah bangun dari ‘Mati Suri’ karena memutuskan untuk mencoba membunuh diri sendiri untuk melindungi Kitab Langit dan melenyapkan Bayu Ambar, gw kembali ke dunia nyata.. Kehidupan gw sedikit jauh berbeda, karena pengalaman ‘Mati Suri’ itu berefek langsung pada kelebihan yang gw miliki.. Gw masih sama Anggie, meski ujian atas cinta kami masih saja mendera.. Ada musuh baru, tentu saja.. Tapi ada juga sahabat baru yang muncul.. Karena ini akhir dari cerita kami berempat..
Kembalinya Anak Ibu...
Pengorbanan Pedang Jagat Samudera...
Cintai Aku Sewajarnya, Yank...
Matinya Seorang Saudara (Versi Gw/Bimo)
Berkumpul Kembali...
Keanehan Yang Mulai Muncul...
Sambutan Ketiga Saudara Ke Reinata...
Sabar???
Cukup! Tinggalin Aku Sendiri!!!
Siapa Kau???
Aku Ikutin Kemauan Kamu...
Keputusan Sepihak Yang Pahit...
Semua Beban Menjadi satu
Semua Beban Menjadi Satu (2)...
Serangkum Rindu Untuk Ayah...
Munculnya Penguasa Laut Utara...
Bertemunya Dua Penguasa...
Sebuah Kesepakatan...
Ibu Kenapa Yah???
Lu Kenapa, Ka???
Wanted Dead Or Alive.. ANTON!!!
Mo 'Perabotan' Lu Hancur Apa Tanggung Jawab???
It's The End Of Us...
Di Kerjain Ibu...
Ridho!!!
Kelewatan!!!
Munculnya Dua Penjaga Gerbang Kerajaan Laut...
Dewi Arum Kesuma VS Dewi Ayu Anjani
Datangnya Sosok Seorang Pemisah Dan Shock Therapy Buat Gw...
Kerajaan Jin...
Terkuaknya Semua Jawaban...
Maafin Gw, Bree...
Pengakuan Suluh...
Akhirnya Boleh Gondrong...
Pernikahan Kak Silvi Yang Seharusnya Membuat Gw Bahagia...
Pernikahan Kak Silvi Yang seharusnya Membuat Gw Bahagia (2)...
Tunggu Pembalasan Gw!!!...
Ni Mas Linduri dan Banas Ireng...
Dua Sosok Penyelamat Misterius...
Ada Apa Sama Ridho?...
Kesalahan Fatal...
Kembalinya Jin Penjaga Ridho dan Suluh...
Akibat Terlalu Ikut Campur...
Setiap Perbuatan Akan Mendapat Balasan...
Munculnya Viny Dan Sebuah Tantangan Bertarung...
Manusia Cabul...
Suara Penolong Misterius...
Bertemunya Kembali Sepasang Kekasih...
Terkuaknya Kebenaran...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar (2)...
Jaket Dan Celana Jeans Robek Serta Sweater Hitam Kumal...
She's My True Love...
Dilema...
Pertengkaran Dengan Ibu...
Rambe Lantak...
Gendewa Panah Pramesti...
Akan Ku Balaskan Dendam Mu, Arum Kesuma!!!
Yang Hilang dan Yang Kembali...
Jawaban Ayu...
Mati Gw!!!
Aku Makin Sayang...
Nasihat Om Hendra...
Jera Mencuri...
Ajian Segoro Geni...
Pilihan Sulit...
Keputusasaan Anggie...
Kabar Baik dari Ridho dan Suluh...
Perjalanan Menuju Pembalasan Dendam...
Rawa Rontek...
Rawa Rontek 2 (Terbayarnya Dendam)...
Kedatangan Pak Sugi...
Orang Titipan...
Hukuman Paling Berat...
Tidurlah Di Pangkuan Ku...
Menjajal Kesaktian...
Menjajal Kesaktian (2)...
Pengakuan Mengejutkan Babeh Misar...
Pengajaran Ilmu Silat Betawi...
Di Kepret Babeh Misar Lagi...
Tasya...
Naga Caglak dan Bajing Item...
Misteri Sebuah Dendam...
Kekuatan Sejati Kitab Langit Bagian Matahari...
Perpisahan...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera (2)...
Kembalinya Ibu...
Empat Bayangan Hitam...
Siapa Ni Mas Laras Rangkuti???
Dendam Seorang Sahabat...
Ini Keputusan Yang Harus Gw Ambil...
Semua Pengorbanan Ini Demi Ibu...
Rapuh...
Kabar Mengejutkan Sekar dan Sebuah Restu...
Siasat Braja Krama...
Munculnya Kitab Langit...
Si Pembuka Kitab langit dan Sosok Asli Pak Sugi...
Rencana Yang Matang...
Lamaran Pribadi...
Keingintahuan Anggie...
Perubahan Rencana...
Hampir Terjebak...
Kekecewaan Sekar...
Dua Syarat Reinata...
Aku Harap Kamu dan Anggie Bahagia, Mam...
Rahasia Sepasang Suami Isteri...
Menitipkan Amanah...
Berkumpulnya Para Pembela Kitab Langit...
Siasat Ki Purwagalih...
Raja Jin Raja Muslihat (Nyesek, Bree)...
Pertukaran Tawanan...
Perang Gaib PunTak Terelakkan...
Sang Penyelamat Dari Utara...
Pertempuran Awal Dua Penguasa Kerajaan Gaib...
Bertekuk Lututnya Sekutu Braja Krama...
Pertarungan Dua Putera (Gugurnya Satu Sahabat Gaib)...
Krama Raja...
Braja Krama Versus Krama Raja...
Raja Licik...
Aku Lah Sang Pembuka...
Siasat Krama Raja dan Bayu Ambar...
Terbukanya Semua Ilmu Terlarang...
Sebuah Pengecualian...
Sri Baduga Maharaja...
Hilangnya Sebuah Pengecualian...
Hilangnya Sebuah Pengecualian (2)...
Sebuah Pengorbanan...
Pahlawan...
Sumpah...
Ilmu Pamungkas yang Terlarang...
Kabar Yang Mengejutkan...
Pulang...
Pulang (2)...
Sedikit Kisah Rio Sebelum Kisah Ini Tamat...
Terhalang Sumpah...
Bantuan Sahabat Baik...
Bachelor Party...
Keturunan Lain Sang Prabu...
Pembalasan Dendam Singgih...
Sepenggal Kisah Nyi Mas Roro Suwastri...
Tawaran Yang Mengejutkan...
Lawan Atau Kawan???
Terkuaknya Silsilah...
Sebuah Kebenaran...
Sebuah Kebenaran (2)...
Bertemunya Dua Keturunan Sang Prabu...
Pertempuran Dua Hati...
Cinta Pertama VS Cinta Terakhir Jagat Tirta...
Pengakuan Bayu Barata...
Ki Larang dan Nyi Mas Galuh Pandita???
Prana Kusuma...
Kau Benar Keturunan Kami, Ngger...
Our Big Day...
Insiden...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga (2)...
Dua Tamu Istimewa...
Semua Karena Cinta...
Keputusan Sekar Kencana...
Kena Gampar...
Bonyok!!!
RIBET!!!
Berdamai...
Keponakan Baru...
Malam Pertama dan Tiga Keanehan...
Ajian Warisan Para Leluhur (The Last Part/End Of All Chapters)
SIDE STORIES
Keturunan Yang Tersesat...
Keturunan Yang Tersesat (2)...

Cool Cover By Agan Linbara (Thanks, Bree)..
Prolog
Setelah bangun dari ‘Mati Suri’ karena memutuskan untuk mencoba membunuh diri sendiri untuk melindungi Kitab Langit dan melenyapkan Bayu Ambar, gw kembali ke dunia nyata.. Kehidupan gw sedikit jauh berbeda, karena pengalaman ‘Mati Suri’ itu berefek langsung pada kelebihan yang gw miliki.. Gw masih sama Anggie, meski ujian atas cinta kami masih saja mendera.. Ada musuh baru, tentu saja.. Tapi ada juga sahabat baru yang muncul.. Karena ini akhir dari cerita kami berempat..
Kembalinya Anak Ibu...
Pengorbanan Pedang Jagat Samudera...
Cintai Aku Sewajarnya, Yank...
Matinya Seorang Saudara (Versi Gw/Bimo)
Berkumpul Kembali...
Keanehan Yang Mulai Muncul...
Sambutan Ketiga Saudara Ke Reinata...
Sabar???
Cukup! Tinggalin Aku Sendiri!!!
Siapa Kau???
Aku Ikutin Kemauan Kamu...
Keputusan Sepihak Yang Pahit...
Semua Beban Menjadi satu
Semua Beban Menjadi Satu (2)...
Serangkum Rindu Untuk Ayah...
Munculnya Penguasa Laut Utara...
Bertemunya Dua Penguasa...
Sebuah Kesepakatan...
Ibu Kenapa Yah???
Lu Kenapa, Ka???
Wanted Dead Or Alive.. ANTON!!!
Mo 'Perabotan' Lu Hancur Apa Tanggung Jawab???
It's The End Of Us...
Di Kerjain Ibu...
Ridho!!!
Kelewatan!!!
Munculnya Dua Penjaga Gerbang Kerajaan Laut...
Dewi Arum Kesuma VS Dewi Ayu Anjani
Datangnya Sosok Seorang Pemisah Dan Shock Therapy Buat Gw...
Kerajaan Jin...
Terkuaknya Semua Jawaban...
Maafin Gw, Bree...
Pengakuan Suluh...
Akhirnya Boleh Gondrong...
Pernikahan Kak Silvi Yang Seharusnya Membuat Gw Bahagia...
Pernikahan Kak Silvi Yang seharusnya Membuat Gw Bahagia (2)...
Tunggu Pembalasan Gw!!!...
Ni Mas Linduri dan Banas Ireng...
Dua Sosok Penyelamat Misterius...
Ada Apa Sama Ridho?...
Kesalahan Fatal...
Kembalinya Jin Penjaga Ridho dan Suluh...
Akibat Terlalu Ikut Campur...
Setiap Perbuatan Akan Mendapat Balasan...
Munculnya Viny Dan Sebuah Tantangan Bertarung...
Manusia Cabul...
Suara Penolong Misterius...
Bertemunya Kembali Sepasang Kekasih...
Terkuaknya Kebenaran...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar (2)...
Jaket Dan Celana Jeans Robek Serta Sweater Hitam Kumal...
She's My True Love...
Dilema...
Pertengkaran Dengan Ibu...
Rambe Lantak...
Gendewa Panah Pramesti...
Akan Ku Balaskan Dendam Mu, Arum Kesuma!!!
Yang Hilang dan Yang Kembali...
Jawaban Ayu...
Mati Gw!!!
Aku Makin Sayang...
Nasihat Om Hendra...
Jera Mencuri...
Ajian Segoro Geni...
Pilihan Sulit...
Keputusasaan Anggie...
Kabar Baik dari Ridho dan Suluh...
Perjalanan Menuju Pembalasan Dendam...
Rawa Rontek...
Rawa Rontek 2 (Terbayarnya Dendam)...
Kedatangan Pak Sugi...
Orang Titipan...
Hukuman Paling Berat...
Tidurlah Di Pangkuan Ku...
Menjajal Kesaktian...
Menjajal Kesaktian (2)...
Pengakuan Mengejutkan Babeh Misar...
Pengajaran Ilmu Silat Betawi...
Di Kepret Babeh Misar Lagi...
Tasya...
Naga Caglak dan Bajing Item...
Misteri Sebuah Dendam...
Kekuatan Sejati Kitab Langit Bagian Matahari...
Perpisahan...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera (2)...
Kembalinya Ibu...
Empat Bayangan Hitam...
Siapa Ni Mas Laras Rangkuti???
Dendam Seorang Sahabat...
Ini Keputusan Yang Harus Gw Ambil...
Semua Pengorbanan Ini Demi Ibu...
Rapuh...
Kabar Mengejutkan Sekar dan Sebuah Restu...
Siasat Braja Krama...
Munculnya Kitab Langit...
Si Pembuka Kitab langit dan Sosok Asli Pak Sugi...
Rencana Yang Matang...
Lamaran Pribadi...
Keingintahuan Anggie...
Perubahan Rencana...
Hampir Terjebak...
Kekecewaan Sekar...
Dua Syarat Reinata...
Aku Harap Kamu dan Anggie Bahagia, Mam...
Rahasia Sepasang Suami Isteri...
Menitipkan Amanah...
Berkumpulnya Para Pembela Kitab Langit...
Siasat Ki Purwagalih...
Raja Jin Raja Muslihat (Nyesek, Bree)...
Pertukaran Tawanan...
Perang Gaib PunTak Terelakkan...
Sang Penyelamat Dari Utara...
Pertempuran Awal Dua Penguasa Kerajaan Gaib...
Bertekuk Lututnya Sekutu Braja Krama...
Pertarungan Dua Putera (Gugurnya Satu Sahabat Gaib)...
Krama Raja...
Braja Krama Versus Krama Raja...
Raja Licik...
Aku Lah Sang Pembuka...
Siasat Krama Raja dan Bayu Ambar...
Terbukanya Semua Ilmu Terlarang...
Sebuah Pengecualian...
Sri Baduga Maharaja...
Hilangnya Sebuah Pengecualian...
Hilangnya Sebuah Pengecualian (2)...
Sebuah Pengorbanan...
Pahlawan...
Sumpah...
Ilmu Pamungkas yang Terlarang...
Kabar Yang Mengejutkan...
Pulang...
Pulang (2)...
Sedikit Kisah Rio Sebelum Kisah Ini Tamat...
Terhalang Sumpah...
Bantuan Sahabat Baik...
Bachelor Party...
Keturunan Lain Sang Prabu...
Pembalasan Dendam Singgih...
Sepenggal Kisah Nyi Mas Roro Suwastri...
Tawaran Yang Mengejutkan...
Lawan Atau Kawan???
Terkuaknya Silsilah...
Sebuah Kebenaran...
Sebuah Kebenaran (2)...
Bertemunya Dua Keturunan Sang Prabu...
Pertempuran Dua Hati...
Cinta Pertama VS Cinta Terakhir Jagat Tirta...
Pengakuan Bayu Barata...
Ki Larang dan Nyi Mas Galuh Pandita???
Prana Kusuma...
Kau Benar Keturunan Kami, Ngger...
Our Big Day...
Insiden...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga (2)...
Dua Tamu Istimewa...
Semua Karena Cinta...
Keputusan Sekar Kencana...
Kena Gampar...
Bonyok!!!
RIBET!!!
Berdamai...
Keponakan Baru...
Malam Pertama dan Tiga Keanehan...
Ajian Warisan Para Leluhur (The Last Part/End Of All Chapters)
SIDE STORIES
Keturunan Yang Tersesat...
Keturunan Yang Tersesat (2)...
Diubah oleh juraganpengki 15-07-2018 20:23
adriantz dan 133 lainnya memberi reputasi
128
2.1M
8K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
juraganpengki
#7089
Munculnya Para Tamu Tak Terduga...
Setelah sesi photo kami berakhir, Arya nampak turun menghampiri panggung kecil tempat para pemain Wedding Band sewaan Ridho akan membawakan lagu-lagu romantis di resepsi pernikahan gw dan Anggie.. Sementara ketiga saudara gw beserta Binar dan Singgih kembali menuruni panggung pelaminan dan menuju tempat stand makanan..
Dari gaya akrabnya Arya yang memberi salam tos ke tiap pemain Wedding Band, jelas terlihat bahwa ia cukup mengenal mereka.. Sambil mendengarkan lagu ‘RUDE’ dari group band asal Kanada ‘MAGIC’ yang di nyanyikan oleh seorang vocalist laki-laki bertubuh pendek dan gempal berkulit hitam eksotik, Arya nampak sedang serius berbicara dengan vocalist perempuan di belakang panggung..
Gw sempat melirik ke arah Singgih yang nampak sedang sesekali melirik ke arah Arya.. Dari pandangan nya yang sedikit menyiratkan rasa tidak suka, gw berasumsi mungkin Singgih mulai menaruh rasa dengan Arya..
“Yank, kamu coba liet Singgih deh.. Kek nya kalo aku ga salah liet, dia suka ngelirik Arya yang lagi ngobrol sama cewe itu” Ucap gw sambil mendekatkan wajah ke arah Anggie..
Isteri gw itu melempar pandangan sesaat ke Singgih dan Arya.. Lalu menyunggingkan senyuman manis..
“Ehh, iya, Beb.. Kelihatan banget Singgih lagi ngelirik Arya yah.. Masa iya dia udah mulai ada rasa? Tapi bisa jadi sih, Beb.. Waktu Singgih nemuin aku kemarin dia sempet bilang pernah ketemuan sama Arya dan sering WA an juga”
“Anjay.. Si Arya gesit juga gerakannya.. Tanpa sepengetahuan gw, dia udah mulai bergerak mendekati Singgih” Ucap gw dalam hati sambil senyum-senyum sendiri memandangi Arya dan Singgih..
“Kamu kenapa senyum-senyum sendiri, Beb?” Tanya Anggie sambil menekuk kedua alisnya..
“Engga, Yank.. Aku cuma lagi lucu aja lietin reaksinya Singgih sama Arya.. Kadang-kadang kiasan Love At The First Sight ada bener nya juga yah?”
“Iya, kek kamu waktu pertama kali liet aku kan” Jawab Anggie dengan gaya manja..
“Yee.. Itu sih bukan Love At First Sight.. Tapi, Love At The First Kiss.. Kan kamu yang tahu-tahu nyium aku waktu itu” Timpal gw yang disusul sebuah cubitan gemas di pipi Anggie..
Pandangan gw yang awalnya gemas menatap wajah Anggie, mendadak berubah saat melihat air muka isteri gw itu tiba-tiba diam termenung..
“Yank, kamu koq diem.. Ga suka candaan aku yah?” Tanya gw sambil menggenggam jemari Anggie..
Gadis itu perlahan melempar pandangan nya dan menatap sendu sambil menyunggingkan senyuman getir..
“Ga, Beb.. Aku ga apa-apa koq.. Tapi aku ga tahu, kenapa jadi illfeel sendiri kalo bayangin masa-masa itu.. Untung nya aku ketemu kamu yang bisa tahan sama aku dan bikin aku jadi wanita lebih baik.. That’s why I really love you with all my heart” Kata Anggie yang langsung gw balas dengan kecupan lembut di punggung tangan kanannya..
“I really hope Allah SWT will listen to my pray, to make me such a better man for you.. Aku janji, Inshaa Allah, aku akan jaga pernikahan kita sebaik dan sekuat mungkin” Jawab gw diiringi senyuman Anggie dan dua tetes air mata nya, saat kedua bibir isteri gw itu bergerak mengucapkan aamiin..
Setelah cukup lama duduk menyalami para tamu undangan, gw mulai merasa lapar.. Ibu yang tahu persis wajah anaknya saat tersiksa oleh perut yang keroncongan, perlahan menuruni panggung dan berjalan menuju stand makanan.. Lalu, beliau kembali lagi dengan membawa sepiring nasi dilengkapi lauk pauk..
Anggie yang melihat Ibu datang bersama sepiring nasi ditangannya, perlahan berdiri dan mendekati Ibu sambil mengulurkan tangan bersiap menerima uluran piring dari Ibu.. Namun, Ibu menggelengkan kepala sambil mengulum senyuman manis ke menantunya..
“Sayang, kamu jangan marah yah.. Biar Ibu nyuapin suami kamu untuk terakhir kali nya”
Gw dan Anggie sempat bertatapan karena sedikit bingung mendengar ucapan Ibu.. (Jujur, kalo gw inget akan moment ini berasa kek salah satu pertanda sebelum berpulangnya Ibu ke Illahi#Nangis)..
Tapi dengan sangat manis Anggie menganggukkan kepala dan mempersilahkan Ibu untuk menyuapi gw.. Awalnya, gw sedikit merasa risih untuk disuapi oleh Ibu disaat sedang menjadi seorang pengantin..
“Bu, apa ga malu-maluin kalo nyuapin Abang didepan orang banyak?” Tanya gw sambil membuka mulut bersiap menerima satu suapan nasi dari sendok yang dipegang Ibu..
“Ga usah mikirin pendapat orang, Bang.. Ibu yakin dalam hati mereka yang bergunjing melihat Ibu nyuapin kamu, pasti ada rasa rindu akan suapan Ibu nya sendiri.. Lagian, Ibu bilang kan ini suapan Ibu yang terakhir buat kamu.. Besok-besok, kamu pasti disuapin sama menantu Ibu yang cantik itu” Jawab Ibu sambil menyeka sedikit nasi yang menempel di sudut bibir..
Gw sempat melirik ke arah Anggie yang nampak sedang tersenyum bahagia melihat perlakuan penuh kasih sayang Ibu terhadap gw.. Kedua mertua gw pun sama menyunggingkan senyuman melihat kami.. Hingga akhirnya Anggie mendekatkan diri ke Ibu..
“Bu, aku juga kan sekarang sudah jadi anak Ibu.. Jadi aku berhak donk disuapin sama Ibu?” Tanya Anggie yang dibalas senyuman dan anggukkan kepala oleh wanita yang paling gw sayangi di dunia..
Lalu, Ibu pun bergantian menyuapi menantunya itu sesuap demi sesuap.. Melihat sang puteri dan sang mertua asyik bersuapan, Mamahnya Anggie ikut bangkit dari tempat duduk dan berjalan mendekati kami..
“Bu Sumi, boleh saya gantikan suapin Anggie dan menantu saya?” Tanya Mamahnya Anggie..
Ibu nampak tersenyum sambil kembali menganggukkan kepala.. Kemudian mengulurkan sepiring nasi yang masih tersisa setengah ke arah besannya itu..
“Nah, sekarang gantian Mamah yang suapin kalian yah” Ucap Mamahnya Anggie ke arah gw dan puteri nya..
Dengan berakhirnya lagu 311 yang berjudul Love Song, suara Adzan Juhur terdengar berkumandang.. Gw sempat meminta Ridho untuk memberitahukan para tamu lewat MC, bahwa gw dan Anggie akan istirahat sejenak guna melaksanakan Shalat Juhur.. Diruang belakang, gw menunaikan Shalat Juhur berjamaah berdua dengan Ibu.. Karena Anggie kebetulan sedang halangan di hari yang terakhir.. Sebenarnya itu kabar buruk bagi gw sebagai pengantin baru.. Tapi, apa mau dikata kalau sedang ‘lampu merah’ masa iya gw main labrak aja..
Selepas menunaikan Shalat Juhur, Sekar kencana sempat mendatangi gw yang sedang merapikan penampilan lagi.. Melihat Sekar muncul, gw sedikit menjaga jarak dari Ibu yang sedang kembali dirias oleh juru rias sewaan keluarga..
“Siapa yang sudah berniat buruk ke isteri ku, Sekar?” Tanya gw sambil berpura-pura merapikan setelan jas pengantin..
Sekar Kencana nampak melirik sesaat ke arah Ki Larang yang sedang melayang di bawah panggung pelaminan dengan tatapan mata terus menyisir sekitar gedung..
“Pelaku nya adalah gadis sama yang pernah menjerat mu dengan Ajian Raja Pengasih, Kang Mas”
Sontak mata gw terbelalak mendengar jawaban Sekar..
“Viny?” Tanya gw dengan suara cukup keras yang membuat Ibu seketika menoleh ke arah gw dambil mengerutkan dahi karena bingung..
Gw perlahan kembali berpura-pura mengulum senyuman seolah tak terjadi apa-apa, seraya bertingkah seperti sedang merapikan jas lagi.. Sementara, Sekar sempat terlihat menganggukkan kepala nya..
“Benar, Kang Mas.. Gadis itu sengaja mengutus Jin Wanita golongan hitam yang mengaku masih bersaudara dengan Raja Siluman.. Dan kau tahu, kesaktian Jin itu hanya setingkat berada dibawah Ki Larang, Kang Mas.. Dengan bantuan Sri Baduga Maharaja, Ki Larang mampu memusnahkan Jin tersebut bersama Nyi Roro Suwastri” Jawab Sekar yang membuat gw tertegun..
Viny.. Gw sama sekali tidak menyangka gadis itu akan berbuat senekat ini.. Seingat gw, di pertemuan terakhir kami saat gw sedang bersama Ayu puteri nya Pak Sugi, Viny sempat mengucap salam perpisahan karena akan pergi jauh.. Tak dinyana, kepergiannya mungkin ada hubungan dengan kemunculan Jin wanita yang telah dimusnahkan oleh Ki Larang..
“Apa Ki Larang juga melenyapkan Viny, Sekar?” Tanya gw yang merasa sedikit cemas akan keselamatan Viny, bagaimana pun juga gadis itu pernah menjadi sosok yang gw sayang dimasa lalu..
“Tidak, Kang Mas.. Atas perintah Sri Baduga Maharaja, Ki Larang tidak diperbolehkan membinasakan gadis yang pernah beberapa kali berniat buruk pada mu itu.. Ki Larang hanya mencabut semua ilmu hitam yang ia miliki, setelah menemui gadis itu di sebuah gubuk reot di area pekuburan para tetua, yang bodohnya lagi selama ini selalu dikeramatkan oleh penduduk sekitar”
Mendengar jawaban Sekar Kencana, gw merasa sedikit lebih lega setelah mengetahui nasib yang diterima Viny.. Biarlah ia menjadi gadis biasa yang hidup tanpa memiliki Ilmu apapun, apalagi Ilmu hitam.. Mungkin jalan hidup seperti itu akan membuat Viny menjadi gadis yang jauh lebih baik..
“Sebaiknya kau segera kembali ke pelaminan, Kang Mas.. Pangantin wanita mu nampak sedang gelisah menantikan kehadiran mempelai nya yang nampak sangat tampan hari ini.. Terus terang, aku merasa iri melihat wajah kalian yang nampak serasi sekali.. Mudah-mudahan ini pertanda bahwa jodoh kalian berdua akan langgeng”
Gw sempat mengamini ucapan Sekar Kencana dan memberitahu Ibu bahwa akan duluan kembali ke pelaminan.. Saat masih berjalan beriringan dengan Sekar yang melayang disamping, gw kembali teringat akan masalahnya dengan Jagat Tirta..
“Sekar, bagaimana hubungan mu dengan suamimu, Jagat Tirta?” Tanya gw dengan pandangan terus menatap ke depan agar tidak terlihat aneh..
Cukup lama Sekar Kencana tidak menjawab pertanyaan gw.. Sempat diri ini melirik ke arahnya yang berwajah murung..
“Nanti saja selepas selesai acara pernikahan, aku akan menceritakan semua nya kepada mu, Kang Mas:” Jawab Sekar saat gw sudah menaiki anak tangga..
Gw menganggukkan kepala karena tidak mau memaksakan kehendak ke Sekar Kencana yang berhenti melayang dan kembali ke dekat Nyi Mas Roro Suwastri serta Bayu Barata.. Saat gw sudah kembali duduk disebelah Anggie, isteri gw itu menggeser wajah ini ke arah Arya yang ternyata sudah berdiri diatas panggung Wedding Band dengan sebuah gitar yang talinya terkalungkan di leher..
“Assalammualaikum.. Perkenalkan gw Arya temennya sepasang pengantin ganteng dan cantik yang wajahnya sama-sama sedang menyiratkan kebahagiaan dipelaminan sana” Kata Arya sambil melambaikan tangannya ke arah gw dan Anggie..
Kami berdua sama-sama menyunggingkan senyuman manis membalas lambaian tangan Arya.. Kemudian, gw sengaja melempar pandangan ke arah Singgih yang nampak sedang berpura-pura asyik berbincang dengan seorang pemuda, meski sesekali pandangan mata nya melirik ke arah Arya..
“Sebelum gw nyanyiin lagu, gw boleh cerita singkat ga soal Imam dan Anggie dan apa hubungannya dengan gw?” Tanya Arya ke semua tamu yang dibalas beragam reaksi, mulai dari jawaban iya, tidak sampai suara ‘huuu’ yang terdengar..
Awalnya, Arya nampak sedikit kikuk menerima bermacam reaksi.. Hingga setelah gw mengacungkan jempol pertanda memperbolehkan dia untuk berbicara, baru Arya memberanikan diri lagi mendekatkan mulut ke mikropon..
“Gw kenal Imam cukup singkat.. Waktu itu, gw adalah jodoh yang dipilihkan oleh Papahnya Anggie untuk puterinya yang saat ini sedang bersanding disebelah Imam.. Maaf ya Om Andy”
Arya sempat menghentikan kalimatnya, dan sengaja melirik ke arah Papahnya Anggie yang nampak sedang menelan ludah.. Dalam hati, gw memuji tindakan Arya meski jelas sempat membuat orang yang dimaksud berdehem beberapa kali..
“Gw sempat ribut sama Imam buat pertahanin Anggie.. Gw pikir secara wajah gw ga kalah dari Imam, ya kan?”
Kembali terdengar suara ‘huuu’ panjang dari para tamu.. Namun, Arya tidak goyah.. Dia malah melempar senyuman ke arah gw yang juga sedang tersenyum ke arah nya..
“Dan lu tau akhirnya gimana? Gw kalah telak dari Imam.. Bukan cuma kalah tampang, gw juga kalah ribut ngelawan dia.. Terlebih, ternyata Anggie sama sekali ga punya rasa ke gw dan memang dia sangat mencintai Imam” Kata Arya sambil memasang wajah pura-pura murung..
Kali ini suara gelak tawa terdengar dari semua tamu undangan.. Bahkan Ridho sempat iseng berteriak ‘kasian deh lu’dan membuat Arya tertawa sambil mengepalkan tangan ke arah suaminya Suluh..
“Waktu itu, gw sempet ngerasa down meski sudah merelakan Anggie yang lebih memilih Imam.. Gw juga sempet mikir kalo gw ga bakal bisa jatuh cinta lagi ke cewe.. Tapi, Allah SWT ternyata masih mempercayakan gw untuk kembali luluh di depan senyuman seorang gadis yang juga hadir disini” Ucap Arya sambil melemparkan pandangannya ke berbagai arah seperti sedang mencari sosok seseorang..
Gw juga mengikuti pandangan Arya yang ternyata sudah terhenti di salah satu sosok gadis cantik berwajah manis berambut sebahu, yang nampak sedang mengacuhkan pemuda teman nya berbincang dan tertegun menatap Arya.. Setelah sempat menyunggingkan senyuman manis ke arah Singgih, Arya kembali menatap gw dan Anggie sambil memetik senar gitarnya be berapa kali..
“Harus gw akuin, gw terus terang iri dengan kisah perjuangan cinta Imam dan Anggie.. Kalian berdua tetep saling mencinta meski pernah sama-sama goyah dan rapuh diterpa badai yang mencoba memisahkan.. Cinta kalian berdua bener-bener menjadi kiblat buat gw.. Semoga suatu hari, gw bisa menjadi setegar Imam dan dapat memiliki seorang gadis setabah Anggie” Ucap Arya lagi yang sengaja melemparkan pandangannya ke arah Singgih dan membuat gadis itu tertunduk merona di tengah keramaian..
“Tembak aja sekarang, Ar” Teriak gw penuh semangat, yang tanpa sadar memecah suasana syahdu, dan membuat gelak tawa para tamu undangan kembali terdengar..
Anggie yang melihat aksi norak gw, langsung mencubit pinggang ini dan berhasil membuat gw meringis kesakitan..
“Apa-apa an sih, Beb.. Ngerusak suasana aja deh” Keluha Anggie dengan wajah sedikit kesal..
Gw sempat tertawa melihat reaksinya dan mencoba membujuk-bujuk isteri gw itu agar tak lagi merajuk..
“Oke, Mam.. gw ikutin saran lu.. Hari ini.. Di resepsi pernikahan kalian berdua yang gw udah anggap lebih dari saudara, gw akan menyatakan isi hati gw ke gadis yang berhasil meluluhkan hati ini”
Singgih nampak masih tertunduk dan kembali mencoba berbincang dengan pemuda yang tadi sempat menemaninya..
“Buat Singgih, gadis cantik yang nampak kian bersinar dengan kebaya hitam berbunga emas disana.. Lagu ini aku nyanyiin buat kamu” Kata Arya sambil menunjuk ke arah Singgih dan membuat gadis itu nampak terbelalak dengan wajah bersemu merah..
Dari dentingan suara gitar akustik yang sedang dipetik Arya, gw segera mengulum senyuman karena tahu lagu apa yang akan dinyanyikan sahabat baik gw itu..
“Lagu apaan yang mo dinyanyiin Arya buat Singgih, Beb?” Tanya Anggie yang terlihat antusias..
“Kamu tahu film AADC yang jadul ga.. Ada satu lagu keren dari Anda yang judulnya Tentang Seseorang, Yank.. Gila kan! Bisa aja Arya milih lagu yang bakal bikin Singgih kelepek-kelepek” Jawab gw bersamaan dengan tertempelnya mulut Arya ke mikropon dan mulai menyanyikan lagu..
Teruntuk mu hatiku.. Ingin ku bersuara..
Merangkai semua kata.. Imaji yang terlintas..
Berjalan pada satu, tanya slalu menggangguku..
Seseorang, itu kah dirimu kasih..
Kepada yang tercinta.. Ingin nya ku mengeluh..
Sebuah resah di diri.. Mencari jawab pasti..
Akan kah seseorang, yang ku impikan kan hadir..
Raut halus, menyelimuti jantung ku..
Cinta.. Hanya lah cinta.. Hidup dan mati untuk mu..
Mungkah semua tanya kau yang jawab..
Dan tentang seseorang, itu pula diri mu..
Ku bersumpah akan mencintai..
Gw langsung berdiri dan bertepuk tangan dengan penuh semangat disusul suara tepuk tangan lain dari para tamu undangan, saat Arya sudah selesai menyanyikan lagu nya untuk Singgih.. Arya nampak sedang tersenyum memandangi Singgih, seolah sangat berharap gadis yang masih tertegun itu memberikan sinyal.. Namun, bukan senyuman yang diberikan Singgih, melainkan sebuah tatapan nanar penuh kebencian ke Arya.. Bukan hanya Arya yang terkejut melihat reaksi Singgih.. Gw dan Anggie juga sama kaget nya melihat sambutan gadis itu yang langsung pergi meninggalkan pesta pernikahan kami tanpa mengucap sepatah kata pun..
Saat Arya nampak sedang menuruni anak tangga dengan wajah murung, Rio terlihat setengah berlari menuju pelaminan dan menghampiri gw serta langsung berbisik..
“Bree, Teh Yuyun dateng, Bree.. Lu liet deh disana”
Mendengar ucapan Rio, gw langsung membesarkan mata dan melempar pandangan ke arah sosok seorang perempuan bertubuh sintal yang nampak berpenampilan sedikit mencolok sedang diajak berbicara oleh Joni dan Mail..
“Ya elaaah, kenapa pake dateng sih dia, Bree?” Tanya gw ke Rio yang sedang memasang wajah tak bersalah..
“Siapa sih, Beb? Koq kamu panik gitu?” Tanya Anggie sambil menarik lengan gw dan membuat diri ini langsung berbalik menatap nya dengan tatapan bingung...
Setelah sesi photo kami berakhir, Arya nampak turun menghampiri panggung kecil tempat para pemain Wedding Band sewaan Ridho akan membawakan lagu-lagu romantis di resepsi pernikahan gw dan Anggie.. Sementara ketiga saudara gw beserta Binar dan Singgih kembali menuruni panggung pelaminan dan menuju tempat stand makanan..
Dari gaya akrabnya Arya yang memberi salam tos ke tiap pemain Wedding Band, jelas terlihat bahwa ia cukup mengenal mereka.. Sambil mendengarkan lagu ‘RUDE’ dari group band asal Kanada ‘MAGIC’ yang di nyanyikan oleh seorang vocalist laki-laki bertubuh pendek dan gempal berkulit hitam eksotik, Arya nampak sedang serius berbicara dengan vocalist perempuan di belakang panggung..
Gw sempat melirik ke arah Singgih yang nampak sedang sesekali melirik ke arah Arya.. Dari pandangan nya yang sedikit menyiratkan rasa tidak suka, gw berasumsi mungkin Singgih mulai menaruh rasa dengan Arya..
“Yank, kamu coba liet Singgih deh.. Kek nya kalo aku ga salah liet, dia suka ngelirik Arya yang lagi ngobrol sama cewe itu” Ucap gw sambil mendekatkan wajah ke arah Anggie..
Isteri gw itu melempar pandangan sesaat ke Singgih dan Arya.. Lalu menyunggingkan senyuman manis..
“Ehh, iya, Beb.. Kelihatan banget Singgih lagi ngelirik Arya yah.. Masa iya dia udah mulai ada rasa? Tapi bisa jadi sih, Beb.. Waktu Singgih nemuin aku kemarin dia sempet bilang pernah ketemuan sama Arya dan sering WA an juga”
“Anjay.. Si Arya gesit juga gerakannya.. Tanpa sepengetahuan gw, dia udah mulai bergerak mendekati Singgih” Ucap gw dalam hati sambil senyum-senyum sendiri memandangi Arya dan Singgih..
“Kamu kenapa senyum-senyum sendiri, Beb?” Tanya Anggie sambil menekuk kedua alisnya..
“Engga, Yank.. Aku cuma lagi lucu aja lietin reaksinya Singgih sama Arya.. Kadang-kadang kiasan Love At The First Sight ada bener nya juga yah?”
“Iya, kek kamu waktu pertama kali liet aku kan” Jawab Anggie dengan gaya manja..
“Yee.. Itu sih bukan Love At First Sight.. Tapi, Love At The First Kiss.. Kan kamu yang tahu-tahu nyium aku waktu itu” Timpal gw yang disusul sebuah cubitan gemas di pipi Anggie..
Pandangan gw yang awalnya gemas menatap wajah Anggie, mendadak berubah saat melihat air muka isteri gw itu tiba-tiba diam termenung..
“Yank, kamu koq diem.. Ga suka candaan aku yah?” Tanya gw sambil menggenggam jemari Anggie..
Gadis itu perlahan melempar pandangan nya dan menatap sendu sambil menyunggingkan senyuman getir..
“Ga, Beb.. Aku ga apa-apa koq.. Tapi aku ga tahu, kenapa jadi illfeel sendiri kalo bayangin masa-masa itu.. Untung nya aku ketemu kamu yang bisa tahan sama aku dan bikin aku jadi wanita lebih baik.. That’s why I really love you with all my heart” Kata Anggie yang langsung gw balas dengan kecupan lembut di punggung tangan kanannya..
“I really hope Allah SWT will listen to my pray, to make me such a better man for you.. Aku janji, Inshaa Allah, aku akan jaga pernikahan kita sebaik dan sekuat mungkin” Jawab gw diiringi senyuman Anggie dan dua tetes air mata nya, saat kedua bibir isteri gw itu bergerak mengucapkan aamiin..
Setelah cukup lama duduk menyalami para tamu undangan, gw mulai merasa lapar.. Ibu yang tahu persis wajah anaknya saat tersiksa oleh perut yang keroncongan, perlahan menuruni panggung dan berjalan menuju stand makanan.. Lalu, beliau kembali lagi dengan membawa sepiring nasi dilengkapi lauk pauk..
Anggie yang melihat Ibu datang bersama sepiring nasi ditangannya, perlahan berdiri dan mendekati Ibu sambil mengulurkan tangan bersiap menerima uluran piring dari Ibu.. Namun, Ibu menggelengkan kepala sambil mengulum senyuman manis ke menantunya..
“Sayang, kamu jangan marah yah.. Biar Ibu nyuapin suami kamu untuk terakhir kali nya”
Gw dan Anggie sempat bertatapan karena sedikit bingung mendengar ucapan Ibu.. (Jujur, kalo gw inget akan moment ini berasa kek salah satu pertanda sebelum berpulangnya Ibu ke Illahi#Nangis)..
Tapi dengan sangat manis Anggie menganggukkan kepala dan mempersilahkan Ibu untuk menyuapi gw.. Awalnya, gw sedikit merasa risih untuk disuapi oleh Ibu disaat sedang menjadi seorang pengantin..
“Bu, apa ga malu-maluin kalo nyuapin Abang didepan orang banyak?” Tanya gw sambil membuka mulut bersiap menerima satu suapan nasi dari sendok yang dipegang Ibu..
“Ga usah mikirin pendapat orang, Bang.. Ibu yakin dalam hati mereka yang bergunjing melihat Ibu nyuapin kamu, pasti ada rasa rindu akan suapan Ibu nya sendiri.. Lagian, Ibu bilang kan ini suapan Ibu yang terakhir buat kamu.. Besok-besok, kamu pasti disuapin sama menantu Ibu yang cantik itu” Jawab Ibu sambil menyeka sedikit nasi yang menempel di sudut bibir..
Gw sempat melirik ke arah Anggie yang nampak sedang tersenyum bahagia melihat perlakuan penuh kasih sayang Ibu terhadap gw.. Kedua mertua gw pun sama menyunggingkan senyuman melihat kami.. Hingga akhirnya Anggie mendekatkan diri ke Ibu..
“Bu, aku juga kan sekarang sudah jadi anak Ibu.. Jadi aku berhak donk disuapin sama Ibu?” Tanya Anggie yang dibalas senyuman dan anggukkan kepala oleh wanita yang paling gw sayangi di dunia..
Lalu, Ibu pun bergantian menyuapi menantunya itu sesuap demi sesuap.. Melihat sang puteri dan sang mertua asyik bersuapan, Mamahnya Anggie ikut bangkit dari tempat duduk dan berjalan mendekati kami..
“Bu Sumi, boleh saya gantikan suapin Anggie dan menantu saya?” Tanya Mamahnya Anggie..
Ibu nampak tersenyum sambil kembali menganggukkan kepala.. Kemudian mengulurkan sepiring nasi yang masih tersisa setengah ke arah besannya itu..
“Nah, sekarang gantian Mamah yang suapin kalian yah” Ucap Mamahnya Anggie ke arah gw dan puteri nya..
Dengan berakhirnya lagu 311 yang berjudul Love Song, suara Adzan Juhur terdengar berkumandang.. Gw sempat meminta Ridho untuk memberitahukan para tamu lewat MC, bahwa gw dan Anggie akan istirahat sejenak guna melaksanakan Shalat Juhur.. Diruang belakang, gw menunaikan Shalat Juhur berjamaah berdua dengan Ibu.. Karena Anggie kebetulan sedang halangan di hari yang terakhir.. Sebenarnya itu kabar buruk bagi gw sebagai pengantin baru.. Tapi, apa mau dikata kalau sedang ‘lampu merah’ masa iya gw main labrak aja..
Selepas menunaikan Shalat Juhur, Sekar kencana sempat mendatangi gw yang sedang merapikan penampilan lagi.. Melihat Sekar muncul, gw sedikit menjaga jarak dari Ibu yang sedang kembali dirias oleh juru rias sewaan keluarga..
“Siapa yang sudah berniat buruk ke isteri ku, Sekar?” Tanya gw sambil berpura-pura merapikan setelan jas pengantin..
Sekar Kencana nampak melirik sesaat ke arah Ki Larang yang sedang melayang di bawah panggung pelaminan dengan tatapan mata terus menyisir sekitar gedung..
“Pelaku nya adalah gadis sama yang pernah menjerat mu dengan Ajian Raja Pengasih, Kang Mas”
Sontak mata gw terbelalak mendengar jawaban Sekar..
“Viny?” Tanya gw dengan suara cukup keras yang membuat Ibu seketika menoleh ke arah gw dambil mengerutkan dahi karena bingung..
Gw perlahan kembali berpura-pura mengulum senyuman seolah tak terjadi apa-apa, seraya bertingkah seperti sedang merapikan jas lagi.. Sementara, Sekar sempat terlihat menganggukkan kepala nya..
“Benar, Kang Mas.. Gadis itu sengaja mengutus Jin Wanita golongan hitam yang mengaku masih bersaudara dengan Raja Siluman.. Dan kau tahu, kesaktian Jin itu hanya setingkat berada dibawah Ki Larang, Kang Mas.. Dengan bantuan Sri Baduga Maharaja, Ki Larang mampu memusnahkan Jin tersebut bersama Nyi Roro Suwastri” Jawab Sekar yang membuat gw tertegun..
Viny.. Gw sama sekali tidak menyangka gadis itu akan berbuat senekat ini.. Seingat gw, di pertemuan terakhir kami saat gw sedang bersama Ayu puteri nya Pak Sugi, Viny sempat mengucap salam perpisahan karena akan pergi jauh.. Tak dinyana, kepergiannya mungkin ada hubungan dengan kemunculan Jin wanita yang telah dimusnahkan oleh Ki Larang..
“Apa Ki Larang juga melenyapkan Viny, Sekar?” Tanya gw yang merasa sedikit cemas akan keselamatan Viny, bagaimana pun juga gadis itu pernah menjadi sosok yang gw sayang dimasa lalu..
“Tidak, Kang Mas.. Atas perintah Sri Baduga Maharaja, Ki Larang tidak diperbolehkan membinasakan gadis yang pernah beberapa kali berniat buruk pada mu itu.. Ki Larang hanya mencabut semua ilmu hitam yang ia miliki, setelah menemui gadis itu di sebuah gubuk reot di area pekuburan para tetua, yang bodohnya lagi selama ini selalu dikeramatkan oleh penduduk sekitar”
Mendengar jawaban Sekar Kencana, gw merasa sedikit lebih lega setelah mengetahui nasib yang diterima Viny.. Biarlah ia menjadi gadis biasa yang hidup tanpa memiliki Ilmu apapun, apalagi Ilmu hitam.. Mungkin jalan hidup seperti itu akan membuat Viny menjadi gadis yang jauh lebih baik..
“Sebaiknya kau segera kembali ke pelaminan, Kang Mas.. Pangantin wanita mu nampak sedang gelisah menantikan kehadiran mempelai nya yang nampak sangat tampan hari ini.. Terus terang, aku merasa iri melihat wajah kalian yang nampak serasi sekali.. Mudah-mudahan ini pertanda bahwa jodoh kalian berdua akan langgeng”
Gw sempat mengamini ucapan Sekar Kencana dan memberitahu Ibu bahwa akan duluan kembali ke pelaminan.. Saat masih berjalan beriringan dengan Sekar yang melayang disamping, gw kembali teringat akan masalahnya dengan Jagat Tirta..
“Sekar, bagaimana hubungan mu dengan suamimu, Jagat Tirta?” Tanya gw dengan pandangan terus menatap ke depan agar tidak terlihat aneh..
Cukup lama Sekar Kencana tidak menjawab pertanyaan gw.. Sempat diri ini melirik ke arahnya yang berwajah murung..
“Nanti saja selepas selesai acara pernikahan, aku akan menceritakan semua nya kepada mu, Kang Mas:” Jawab Sekar saat gw sudah menaiki anak tangga..
Gw menganggukkan kepala karena tidak mau memaksakan kehendak ke Sekar Kencana yang berhenti melayang dan kembali ke dekat Nyi Mas Roro Suwastri serta Bayu Barata.. Saat gw sudah kembali duduk disebelah Anggie, isteri gw itu menggeser wajah ini ke arah Arya yang ternyata sudah berdiri diatas panggung Wedding Band dengan sebuah gitar yang talinya terkalungkan di leher..
“Assalammualaikum.. Perkenalkan gw Arya temennya sepasang pengantin ganteng dan cantik yang wajahnya sama-sama sedang menyiratkan kebahagiaan dipelaminan sana” Kata Arya sambil melambaikan tangannya ke arah gw dan Anggie..
Kami berdua sama-sama menyunggingkan senyuman manis membalas lambaian tangan Arya.. Kemudian, gw sengaja melempar pandangan ke arah Singgih yang nampak sedang berpura-pura asyik berbincang dengan seorang pemuda, meski sesekali pandangan mata nya melirik ke arah Arya..
“Sebelum gw nyanyiin lagu, gw boleh cerita singkat ga soal Imam dan Anggie dan apa hubungannya dengan gw?” Tanya Arya ke semua tamu yang dibalas beragam reaksi, mulai dari jawaban iya, tidak sampai suara ‘huuu’ yang terdengar..
Awalnya, Arya nampak sedikit kikuk menerima bermacam reaksi.. Hingga setelah gw mengacungkan jempol pertanda memperbolehkan dia untuk berbicara, baru Arya memberanikan diri lagi mendekatkan mulut ke mikropon..
“Gw kenal Imam cukup singkat.. Waktu itu, gw adalah jodoh yang dipilihkan oleh Papahnya Anggie untuk puterinya yang saat ini sedang bersanding disebelah Imam.. Maaf ya Om Andy”
Arya sempat menghentikan kalimatnya, dan sengaja melirik ke arah Papahnya Anggie yang nampak sedang menelan ludah.. Dalam hati, gw memuji tindakan Arya meski jelas sempat membuat orang yang dimaksud berdehem beberapa kali..
“Gw sempat ribut sama Imam buat pertahanin Anggie.. Gw pikir secara wajah gw ga kalah dari Imam, ya kan?”
Kembali terdengar suara ‘huuu’ panjang dari para tamu.. Namun, Arya tidak goyah.. Dia malah melempar senyuman ke arah gw yang juga sedang tersenyum ke arah nya..
“Dan lu tau akhirnya gimana? Gw kalah telak dari Imam.. Bukan cuma kalah tampang, gw juga kalah ribut ngelawan dia.. Terlebih, ternyata Anggie sama sekali ga punya rasa ke gw dan memang dia sangat mencintai Imam” Kata Arya sambil memasang wajah pura-pura murung..
Kali ini suara gelak tawa terdengar dari semua tamu undangan.. Bahkan Ridho sempat iseng berteriak ‘kasian deh lu’dan membuat Arya tertawa sambil mengepalkan tangan ke arah suaminya Suluh..
“Waktu itu, gw sempet ngerasa down meski sudah merelakan Anggie yang lebih memilih Imam.. Gw juga sempet mikir kalo gw ga bakal bisa jatuh cinta lagi ke cewe.. Tapi, Allah SWT ternyata masih mempercayakan gw untuk kembali luluh di depan senyuman seorang gadis yang juga hadir disini” Ucap Arya sambil melemparkan pandangannya ke berbagai arah seperti sedang mencari sosok seseorang..
Gw juga mengikuti pandangan Arya yang ternyata sudah terhenti di salah satu sosok gadis cantik berwajah manis berambut sebahu, yang nampak sedang mengacuhkan pemuda teman nya berbincang dan tertegun menatap Arya.. Setelah sempat menyunggingkan senyuman manis ke arah Singgih, Arya kembali menatap gw dan Anggie sambil memetik senar gitarnya be berapa kali..
“Harus gw akuin, gw terus terang iri dengan kisah perjuangan cinta Imam dan Anggie.. Kalian berdua tetep saling mencinta meski pernah sama-sama goyah dan rapuh diterpa badai yang mencoba memisahkan.. Cinta kalian berdua bener-bener menjadi kiblat buat gw.. Semoga suatu hari, gw bisa menjadi setegar Imam dan dapat memiliki seorang gadis setabah Anggie” Ucap Arya lagi yang sengaja melemparkan pandangannya ke arah Singgih dan membuat gadis itu tertunduk merona di tengah keramaian..
“Tembak aja sekarang, Ar” Teriak gw penuh semangat, yang tanpa sadar memecah suasana syahdu, dan membuat gelak tawa para tamu undangan kembali terdengar..
Anggie yang melihat aksi norak gw, langsung mencubit pinggang ini dan berhasil membuat gw meringis kesakitan..
“Apa-apa an sih, Beb.. Ngerusak suasana aja deh” Keluha Anggie dengan wajah sedikit kesal..
Gw sempat tertawa melihat reaksinya dan mencoba membujuk-bujuk isteri gw itu agar tak lagi merajuk..
“Oke, Mam.. gw ikutin saran lu.. Hari ini.. Di resepsi pernikahan kalian berdua yang gw udah anggap lebih dari saudara, gw akan menyatakan isi hati gw ke gadis yang berhasil meluluhkan hati ini”
Singgih nampak masih tertunduk dan kembali mencoba berbincang dengan pemuda yang tadi sempat menemaninya..
“Buat Singgih, gadis cantik yang nampak kian bersinar dengan kebaya hitam berbunga emas disana.. Lagu ini aku nyanyiin buat kamu” Kata Arya sambil menunjuk ke arah Singgih dan membuat gadis itu nampak terbelalak dengan wajah bersemu merah..
Dari dentingan suara gitar akustik yang sedang dipetik Arya, gw segera mengulum senyuman karena tahu lagu apa yang akan dinyanyikan sahabat baik gw itu..
“Lagu apaan yang mo dinyanyiin Arya buat Singgih, Beb?” Tanya Anggie yang terlihat antusias..
“Kamu tahu film AADC yang jadul ga.. Ada satu lagu keren dari Anda yang judulnya Tentang Seseorang, Yank.. Gila kan! Bisa aja Arya milih lagu yang bakal bikin Singgih kelepek-kelepek” Jawab gw bersamaan dengan tertempelnya mulut Arya ke mikropon dan mulai menyanyikan lagu..
Teruntuk mu hatiku.. Ingin ku bersuara..
Merangkai semua kata.. Imaji yang terlintas..
Berjalan pada satu, tanya slalu menggangguku..
Seseorang, itu kah dirimu kasih..
Kepada yang tercinta.. Ingin nya ku mengeluh..
Sebuah resah di diri.. Mencari jawab pasti..
Akan kah seseorang, yang ku impikan kan hadir..
Raut halus, menyelimuti jantung ku..
Cinta.. Hanya lah cinta.. Hidup dan mati untuk mu..
Mungkah semua tanya kau yang jawab..
Dan tentang seseorang, itu pula diri mu..
Ku bersumpah akan mencintai..
Gw langsung berdiri dan bertepuk tangan dengan penuh semangat disusul suara tepuk tangan lain dari para tamu undangan, saat Arya sudah selesai menyanyikan lagu nya untuk Singgih.. Arya nampak sedang tersenyum memandangi Singgih, seolah sangat berharap gadis yang masih tertegun itu memberikan sinyal.. Namun, bukan senyuman yang diberikan Singgih, melainkan sebuah tatapan nanar penuh kebencian ke Arya.. Bukan hanya Arya yang terkejut melihat reaksi Singgih.. Gw dan Anggie juga sama kaget nya melihat sambutan gadis itu yang langsung pergi meninggalkan pesta pernikahan kami tanpa mengucap sepatah kata pun..
Saat Arya nampak sedang menuruni anak tangga dengan wajah murung, Rio terlihat setengah berlari menuju pelaminan dan menghampiri gw serta langsung berbisik..
“Bree, Teh Yuyun dateng, Bree.. Lu liet deh disana”
Mendengar ucapan Rio, gw langsung membesarkan mata dan melempar pandangan ke arah sosok seorang perempuan bertubuh sintal yang nampak berpenampilan sedikit mencolok sedang diajak berbicara oleh Joni dan Mail..
“Ya elaaah, kenapa pake dateng sih dia, Bree?” Tanya gw ke Rio yang sedang memasang wajah tak bersalah..
“Siapa sih, Beb? Koq kamu panik gitu?” Tanya Anggie sambil menarik lengan gw dan membuat diri ini langsung berbalik menatap nya dengan tatapan bingung...
leobersamage107 dan 14 lainnya memberi reputasi
15
Tutup