- Beranda
- Stories from the Heart
Cinta ku ini milik siapa .. ??
...
TS
lmg101
Cinta ku ini milik siapa .. ??
Trit ini adalah lanjutan dr trit
https://www.kaskus.co.id/thread/55df...her-problem/13
Silahkan membaca trit itu terlebih dahulu untuk memudahkan memahami karakter2 yg sudah diceritakan sebelum nya
Part 1 : Pisang goreng tepung selama nya
Bismillah saya mulai cerita saya ini pada bulan akhir bulan maret 2004 pas keluar dari lapas jl veteran
Pagi itu sekitar jam 9 saya melangkah keluar dr lapas
Sesosok perempuan di atas kursi roda memakai baclava warna perak dengan tersenyum tapi air mata nya keluar tapi roman muka bahagia nya tidak bisa dia tutupi. Dengan berjalan pelan saya datangi perempuan tersebut. Saya menunduk dan saya taruh kepala saya di atas pahanya dan berkata
" apa sekarang kamu akan tetap disini ? " tanyaku dengan memeluk kedua kaki nya
" iyaa, aku pulang sayank " ucap nya
Pagi itu saya dijemput oleh nisa, umi, abi dan bang fandi. Setelah sungkem dan minta maaf kepada abi dan umi kami pun lgsg jalan keluar dari area lapas.
" bisa mampir ke makam nya rere ? " tanya ku
" iyaa, kita ziarah dulu trus makan " jawab umi
Saat itu saya duduk di belakang sedan bersama umi dan nisa. Tangan kiri ku tidak bisa melepas tangan kanan nisa saat itu aku genggam erat. Wajah nisa yg bahagia tidak bisa menutupi rasa sakit yang saat itu masih di derita nya
" sayang kamu bagaimana keadaan mu sekarang ? " tanya ku saat itu
" aku akan rutin periksa ke RSPP, medical check up ku sudah aku kirim kesana " ucap nya dengan menyandarkan kepala nya ke pundak kiri ku
" sementara nanti nisa tinggal sama kamu ham di kebayoran, sembari menunggu bu almas " ucap umi
" iyaa umi, aham akan jaga nisa "
Setelah sampai di kawasan TPU dekat parung kami semua turun. Nisa pun bersikukuh ingin ikut, dengan sedikit bersusah payah saya berhasil menggendong nisa hingga sampai di makam rere. Kembali disana saya ngobrol sdri di dpn makam rere sambil memperkenalkan nisa sekalian berpamitan kalau mungkin saya akan jarang ke makam rere. Setelah selesai semua abi umi kembali ke mobil tapi kami di belakang mereka
" re bukan gw merebut aham dari elo, tp gw cma menjaga aham di saat lu udah ga ada " ucap nisa pada makam rere
Setelah dr makam kami pun melanjutkan perjalanan pulang dan mampir ke kedai masakan timur tengah yg ada di jl veteran dekat masjid istiqlal
Melihat kedatangan kami sang empu sangat bahagia
" ahlan, ahlan " ucap pemilik kedai. " kayfaa antum, sehat ta ? " lanjut sang pemilik kedai
" bii khoiirr alhamduliilah yek " ucap abi. " biiddu'a i aja yeek ( doakan saja ) " lanjut abi
" allahumma barik bah "
Alhamdulillah kedai tersebut sampai sekarang masih jadi favorit keluarga besar kami kalau lagi makan ramai2.
Setelah selesai makan dan sholat dluhur di masjid istiqlal kami pun pulang ke rumah.
Begitu sampai di rumah tampak kak ipit, dek imo dan bbrp sahabat saya sudah di rmh menunggu kedatangan saya. Ada faizin, reski, puput, althaar dan beberapa teman lain nya
SELAMAT PULANG DAN MARI LEBIH BAIK
Poster yang dipampang depan rumah
Malam itu saya duduk di kursi teman dengan nisa kembali di temani pisang goreng tepung ( kl di jawa mungkin nama nya godho gedang ) dan teh hitam
" nis, kamu tahu dr siapa ? " tanya ku
" dari umi, umi yg menelepon ku dan meminta ku pulang kesini sblm kamu keluar dari penjara ham " jawab nya
" aku ga habis pikir ham kenapa kamu sampai seperti itu. Harus kah semua permasalahan mu diselesaikan dgn kekerasan ? " tanya nya dg melihat wajah ku
" ntahlah sayang, semoga ak lbh bs mengontrol emosi ku lagi " dengan memeluk nya dari samping. " jangan tinggalin aku lagi yaa, gorengan mu ini ga ada yg menggantikan "
Dari parkiran rumah terlihat muka marah puput melihat ke arah kam ketika dia datang ke rumah bersama papa nya
" ingat tugas lu ham masih ada kuliah ham, bukan nikah lagi " teriak puput
Dan konflik cinta pun segera dimulai
https://www.kaskus.co.id/thread/55df...her-problem/13
Silahkan membaca trit itu terlebih dahulu untuk memudahkan memahami karakter2 yg sudah diceritakan sebelum nya
Part 1 : Pisang goreng tepung selama nya
Bismillah saya mulai cerita saya ini pada bulan akhir bulan maret 2004 pas keluar dari lapas jl veteran
Pagi itu sekitar jam 9 saya melangkah keluar dr lapas
Quote:
Sesosok perempuan di atas kursi roda memakai baclava warna perak dengan tersenyum tapi air mata nya keluar tapi roman muka bahagia nya tidak bisa dia tutupi. Dengan berjalan pelan saya datangi perempuan tersebut. Saya menunduk dan saya taruh kepala saya di atas pahanya dan berkata
" apa sekarang kamu akan tetap disini ? " tanyaku dengan memeluk kedua kaki nya
" iyaa, aku pulang sayank " ucap nya
Pagi itu saya dijemput oleh nisa, umi, abi dan bang fandi. Setelah sungkem dan minta maaf kepada abi dan umi kami pun lgsg jalan keluar dari area lapas.
" bisa mampir ke makam nya rere ? " tanya ku
" iyaa, kita ziarah dulu trus makan " jawab umi
Saat itu saya duduk di belakang sedan bersama umi dan nisa. Tangan kiri ku tidak bisa melepas tangan kanan nisa saat itu aku genggam erat. Wajah nisa yg bahagia tidak bisa menutupi rasa sakit yang saat itu masih di derita nya
" sayang kamu bagaimana keadaan mu sekarang ? " tanya ku saat itu
" aku akan rutin periksa ke RSPP, medical check up ku sudah aku kirim kesana " ucap nya dengan menyandarkan kepala nya ke pundak kiri ku
" sementara nanti nisa tinggal sama kamu ham di kebayoran, sembari menunggu bu almas " ucap umi
" iyaa umi, aham akan jaga nisa "
Setelah sampai di kawasan TPU dekat parung kami semua turun. Nisa pun bersikukuh ingin ikut, dengan sedikit bersusah payah saya berhasil menggendong nisa hingga sampai di makam rere. Kembali disana saya ngobrol sdri di dpn makam rere sambil memperkenalkan nisa sekalian berpamitan kalau mungkin saya akan jarang ke makam rere. Setelah selesai semua abi umi kembali ke mobil tapi kami di belakang mereka
" re bukan gw merebut aham dari elo, tp gw cma menjaga aham di saat lu udah ga ada " ucap nisa pada makam rere
Setelah dr makam kami pun melanjutkan perjalanan pulang dan mampir ke kedai masakan timur tengah yg ada di jl veteran dekat masjid istiqlal
Melihat kedatangan kami sang empu sangat bahagia
" ahlan, ahlan " ucap pemilik kedai. " kayfaa antum, sehat ta ? " lanjut sang pemilik kedai
" bii khoiirr alhamduliilah yek " ucap abi. " biiddu'a i aja yeek ( doakan saja ) " lanjut abi
" allahumma barik bah "
Alhamdulillah kedai tersebut sampai sekarang masih jadi favorit keluarga besar kami kalau lagi makan ramai2.
Setelah selesai makan dan sholat dluhur di masjid istiqlal kami pun pulang ke rumah.
Begitu sampai di rumah tampak kak ipit, dek imo dan bbrp sahabat saya sudah di rmh menunggu kedatangan saya. Ada faizin, reski, puput, althaar dan beberapa teman lain nya
SELAMAT PULANG DAN MARI LEBIH BAIK
Poster yang dipampang depan rumah
Malam itu saya duduk di kursi teman dengan nisa kembali di temani pisang goreng tepung ( kl di jawa mungkin nama nya godho gedang ) dan teh hitam
" nis, kamu tahu dr siapa ? " tanya ku
" dari umi, umi yg menelepon ku dan meminta ku pulang kesini sblm kamu keluar dari penjara ham " jawab nya
" aku ga habis pikir ham kenapa kamu sampai seperti itu. Harus kah semua permasalahan mu diselesaikan dgn kekerasan ? " tanya nya dg melihat wajah ku
" ntahlah sayang, semoga ak lbh bs mengontrol emosi ku lagi " dengan memeluk nya dari samping. " jangan tinggalin aku lagi yaa, gorengan mu ini ga ada yg menggantikan "
Dari parkiran rumah terlihat muka marah puput melihat ke arah kam ketika dia datang ke rumah bersama papa nya
" ingat tugas lu ham masih ada kuliah ham, bukan nikah lagi " teriak puput
Dan konflik cinta pun segera dimulai
Spoiler for INDEX:
Diubah oleh lmg101 20-07-2018 00:53
imamarbai dan 9 lainnya memberi reputasi
8
97.2K
804
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
lmg101
#430
Part 71 : Sehari Yang Tak Terlupakan
Pagi itu sekitar jam 7 saya sudah di restoran hotel dan sudah mengambil jatah sarapan
" gw duduk sini ya ?! " pinta yuri
" bebas " jawab ku dengan sedikit tidak menghiraukan nya
Setelah saya selesai sarapan entah mengapa saya ingin sekali ziarah ke makam waliyullah di gresik dan saya pun langsung meminta bantuan petugas valet memanggil taksi
Sekitar 10 menit kemudian taksi warna biru sudah berada di depan dan saya segera menghampiri nya dan masuk
" ke gresik pak " ucap ku kepada pak supir
Sekitar semenit supir tidak jalan saya pun bertanya
" pak kok ga jalan ? " tanya ku
" itu istri nya pak ga diajak ? " ucap pak supir sambil menunjuk ke arah depan taksi
Dan ternyata yuri berdiri tepat di depan taksi menghalangi jalan keluar
" maksud lu apaan yuri ? " tanya ku sambil keluar dari taksi
" lu ga ajak gw ham ? " tanya dia balik
" eh gw ada keperluan sendiri " jawab ku
" gw yakin lu mau jalan2 " dan tiba2 yuri lgsg masuk ke dalam taksi dan duduk di belakang
" pak jadi ke gresik ? " tanya pak supir taksi dengan menurunkan jendela
" iyaa pak jadi " jawab ku
Setelah 40 menit di perjalanan kami berhenti di masjid jami' gresik
" lu ga bisa masuk karena dandanan lu. Jadi lu tunggu gw di sana aja " sambil menunjuk tempat duduk di alun2 kota
Saya pun lgsg masuk ke dalam masjid dan segera ber ziarah ke makam Habib Abu Bakar Assegaff dan Habib Alwi bin Muhammad Assegaff yang memang bersampingan.
Sekitar 30 menit lama nya saya berada disana kemudian saya mengakhiri nya dan kemudian keluar ke arah alun2 kota dan saya pun melihat seorang wanita dengan bergaya seperti anak kecil bermain2 berlari2 di alun2 kota bercanda dengan anak kecil2 yang bermain disana dan juga beberapaa siswa sekolah yang sedang berolahraga disana
" haam sinii " teriak yuri
" ayoo cepetan gw mau balik hotel "
" eh itu ada yang jual makanan aneh tapi enak ham " ucap nya dengan menunjuk salah satu pedagang
" kamu makan apa aja ? " tanya ku
" itu, itu itu sama itu " jawab nya dengan menunjuk beberapa pedagang
" itu semanggi gresik karena pake peyek, kalau semanggi surabaya pake kerupuk "
" oh iyaa kayak pecel ada keripik kacang tapi bumbu nya manis enak bukan dari kacang "
" iyaa, kalau yang itu rangen ( jajanan khas surabaya yabg dari santan dan parutan kelapa kemudian dipanggang dan ditaburi gula pasir ), itu bubur merah ( kalau orang gresik bilang nya bubur rumo/romo/rimo mohon redaksi dari agan2 yang tahu ) dan yang itu pentol tepung tapioka ( tepung kanji, pentol kecil2 yang bumbu kacang pedas ) kenyal "
" enak2 ham "
" lu udah kenyang belum ? " tanya ku
" belum. Ada makanan enak apalagi disini ? " tanya yuri balik
" kopi " ucap ku dengan senyum menyeringai
" kopi pinggir jalan ? " tanya yuri
" kopi legendaris kota sini yuri "
" enak ga ? " tanya nya
" pahit dan asam nya beda karena di tumbuk sendiri dan biji kopi nya di goreng sendiri "
" boleh ayo coba "
Akhir nya kami pun berjalan kaki ke warung kopi legendaris kota gresik warkop Cak Rohim. Kata nya warung ini pernah dikunjungi oleh alm. Pak Bondan Winarno entah benar apa nggak.
Yuri pun terheran2 melihat kopi yang tumbukan nya kasar sehingga ampas nya melayang di atas, jajan gorengan yang masih hangat tersaji di atas meja dan juga banyak nya orang tua2 yang ngopi disana
" mbak ini ampas nya di pinggirkan dengan sendok dan dibuang kesini " ucap sang pemilik warung dan menunjukkan cara nya
Tak lama kemudian ada seseorang menyapa saya
" anda mas aham putra pak xxxxxx pasuruan ? " tanya orang itu
" iyaa, kok bapak kenal ayah saya ? " tanya saya balik
" ayah mu dulu mengaji nya disini "
" di siapa pak ? " tanya saya lagi
" ya di warung ini " jawab orang itu
Dan kami pun mengobrol panjang lebar. Ternyata beliau ini cucu seorang terkenal di gresik dan ketika menjelang siang sekitar jam 11 kami berdua diajak orang tersebut makan nasi legendaris nya gresik Nasi KRAWU Bu Tiban ( sumpah ini makanan favorit kl ke gresik )
Skip skip setelah dluhur di masjid jami saya dan yuri segera kembali ke hotel dengan kembali naik taksi biru
" lu balik kapan ham ? " tanya yuri ketika di dalam taksi
" besok kek nya, sore ini gw nunggu draft kontrak yang harus gw tanda tangani "
" gw bareng elu aja ya ham " ucap nya dengan menguap dan tak lama kemudian dia tidur di pangkuan ku seperti libby yang suka tidur di pangkuan ku
Incoming call : +33 xxxxxxx
" adeek gw yang galaw super akut, kakak lo minggu depan batal pulang "
" leeh gmn sih kak ? "
" jadi beliin gw tiket pulang lagi ya dek "
" siaaalaaaaan "
" wkwkwkwk "
Setelah kami sampai di hotel yuri segera kembali ke kamar nya dan saya sendiri menunggu kedatangan tamu saya
Sore hari nya ketika waktu maghrib saya kembali berjalan di surabaya dengan berjalan kaki melewati kawasan Kantor Walikota dan Rumah Dinas Gubernur Jawa Timur kemudian menyusuri jalanan depan Delta Plaza sampai ke jalan kayoon akhir nya belok kanan ke arah jalan basuki rahmat ( total sekitar 4 - 5 km )
" tumben lu sekarang ga capek ? "
" gw sekarang mulai .... olah ... raga ... " jawab nya dengan mengatur nafas
" gw mau makan jorok, lu ikut ? "
" ikuut ... gw ... laparr ... bangeet ... please jangan .... jalan lagi naik ... taksi ... aja kesana nyaa "
" iyaa hayuk "
Dan kemudian kami makan malam di bebek depan Tugu Pahlawan
" kamu pesan apa ? " tanya ku dengan berdiri meng antri untuk pesan
" gw ikut berdiri aja "
Entah ni cewe kalau diajak makan yang dia belum pernah semangat nya jadi naik 100%
" pessen makan appah cong ( pesan makan apa nak ) ? " tanya sang pegawai
" yuri kamu apa ? " tanya ku
Kemudian dengan suara yang sedikit meninggi karena dia bahagia dan terpesona liat banyak bebek yang berserakan di meja saji
" gw mau semua haaaaam " dan sontak beberapa orang pun melihat yuri karena dia mengucapkan kalimat tersebut dengan mengangkat kedua tangan nya
" nase' kah duwek nakan bhibhik kabbih mak ( nasi nya 2 dan lauk bebek nya semua itu ) "
" alagung atenek endha cong ( kamu lapar atau suka nak ) ? " tanya sang pegawai
" kancah ghitta toman nakan jriwa mak ( teman saya belum pernah makan itu ) " jawab ku
" neesser sekaleeh toman cong ( kasihan sekali teman mu ) "
Ketika semua pesanan sudah saya ambil ( FYI disini antri dan ambil sendiri ) saya langsung menuju meja sementara yuri sudah menunggu dan minum es kelapa muda
Begitu dia tahu makanan yang dia pesan dia lgsg terdiam
" lu kenpa ? " tanya ku kepada yuri
" ini lauk nya kenapa banyak ham ? "
" lah kan lu sendiri yang bilang mau semua "
Saat itu yang tersaji adalah 1 potong paha atas bebek ukuran besar, 1 potong dada bebek ukuran besar, 1 potong paha atas bebe ukuran sedang, 1 potong dada bebek beserta sayap nya dan 1 porsi potongan2 tulang plus tulang leher bebek dan disajkan di 3 piring
" gw gimana makan nyaa ? "
" derita lu "
Tak lama kemudian
" mbak kalau kenyang jangan dipaksa dibungkus aja " ucap salah satu ibu yang duduk disamping yuri
" iyaa bu " jawab yuri dengan mengelus2 perut nya
" mampus lo " ujar ku dengan tertawa
Quote:
Pagi itu sekitar jam 7 saya sudah di restoran hotel dan sudah mengambil jatah sarapan
" gw duduk sini ya ?! " pinta yuri
" bebas " jawab ku dengan sedikit tidak menghiraukan nya
Setelah saya selesai sarapan entah mengapa saya ingin sekali ziarah ke makam waliyullah di gresik dan saya pun langsung meminta bantuan petugas valet memanggil taksi
Sekitar 10 menit kemudian taksi warna biru sudah berada di depan dan saya segera menghampiri nya dan masuk
" ke gresik pak " ucap ku kepada pak supir
Sekitar semenit supir tidak jalan saya pun bertanya
" pak kok ga jalan ? " tanya ku
" itu istri nya pak ga diajak ? " ucap pak supir sambil menunjuk ke arah depan taksi
Dan ternyata yuri berdiri tepat di depan taksi menghalangi jalan keluar
" maksud lu apaan yuri ? " tanya ku sambil keluar dari taksi
" lu ga ajak gw ham ? " tanya dia balik
" eh gw ada keperluan sendiri " jawab ku
" gw yakin lu mau jalan2 " dan tiba2 yuri lgsg masuk ke dalam taksi dan duduk di belakang
" pak jadi ke gresik ? " tanya pak supir taksi dengan menurunkan jendela
" iyaa pak jadi " jawab ku
Setelah 40 menit di perjalanan kami berhenti di masjid jami' gresik
" lu ga bisa masuk karena dandanan lu. Jadi lu tunggu gw di sana aja " sambil menunjuk tempat duduk di alun2 kota
Saya pun lgsg masuk ke dalam masjid dan segera ber ziarah ke makam Habib Abu Bakar Assegaff dan Habib Alwi bin Muhammad Assegaff yang memang bersampingan.
Sekitar 30 menit lama nya saya berada disana kemudian saya mengakhiri nya dan kemudian keluar ke arah alun2 kota dan saya pun melihat seorang wanita dengan bergaya seperti anak kecil bermain2 berlari2 di alun2 kota bercanda dengan anak kecil2 yang bermain disana dan juga beberapaa siswa sekolah yang sedang berolahraga disana
" haam sinii " teriak yuri
" ayoo cepetan gw mau balik hotel "
" eh itu ada yang jual makanan aneh tapi enak ham " ucap nya dengan menunjuk salah satu pedagang
" kamu makan apa aja ? " tanya ku
" itu, itu itu sama itu " jawab nya dengan menunjuk beberapa pedagang
" itu semanggi gresik karena pake peyek, kalau semanggi surabaya pake kerupuk "
" oh iyaa kayak pecel ada keripik kacang tapi bumbu nya manis enak bukan dari kacang "
" iyaa, kalau yang itu rangen ( jajanan khas surabaya yabg dari santan dan parutan kelapa kemudian dipanggang dan ditaburi gula pasir ), itu bubur merah ( kalau orang gresik bilang nya bubur rumo/romo/rimo mohon redaksi dari agan2 yang tahu ) dan yang itu pentol tepung tapioka ( tepung kanji, pentol kecil2 yang bumbu kacang pedas ) kenyal "
" enak2 ham "
" lu udah kenyang belum ? " tanya ku
" belum. Ada makanan enak apalagi disini ? " tanya yuri balik
" kopi " ucap ku dengan senyum menyeringai
" kopi pinggir jalan ? " tanya yuri
" kopi legendaris kota sini yuri "
" enak ga ? " tanya nya
" pahit dan asam nya beda karena di tumbuk sendiri dan biji kopi nya di goreng sendiri "
" boleh ayo coba "
Akhir nya kami pun berjalan kaki ke warung kopi legendaris kota gresik warkop Cak Rohim. Kata nya warung ini pernah dikunjungi oleh alm. Pak Bondan Winarno entah benar apa nggak.
Yuri pun terheran2 melihat kopi yang tumbukan nya kasar sehingga ampas nya melayang di atas, jajan gorengan yang masih hangat tersaji di atas meja dan juga banyak nya orang tua2 yang ngopi disana
" mbak ini ampas nya di pinggirkan dengan sendok dan dibuang kesini " ucap sang pemilik warung dan menunjukkan cara nya
Tak lama kemudian ada seseorang menyapa saya
" anda mas aham putra pak xxxxxx pasuruan ? " tanya orang itu
" iyaa, kok bapak kenal ayah saya ? " tanya saya balik
" ayah mu dulu mengaji nya disini "
" di siapa pak ? " tanya saya lagi
" ya di warung ini " jawab orang itu
Dan kami pun mengobrol panjang lebar. Ternyata beliau ini cucu seorang terkenal di gresik dan ketika menjelang siang sekitar jam 11 kami berdua diajak orang tersebut makan nasi legendaris nya gresik Nasi KRAWU Bu Tiban ( sumpah ini makanan favorit kl ke gresik )
Skip skip setelah dluhur di masjid jami saya dan yuri segera kembali ke hotel dengan kembali naik taksi biru
" lu balik kapan ham ? " tanya yuri ketika di dalam taksi
" besok kek nya, sore ini gw nunggu draft kontrak yang harus gw tanda tangani "
" gw bareng elu aja ya ham " ucap nya dengan menguap dan tak lama kemudian dia tidur di pangkuan ku seperti libby yang suka tidur di pangkuan ku
Incoming call : +33 xxxxxxx
" adeek gw yang galaw super akut, kakak lo minggu depan batal pulang "
" leeh gmn sih kak ? "
" jadi beliin gw tiket pulang lagi ya dek "
" siaaalaaaaan "
" wkwkwkwk "
Setelah kami sampai di hotel yuri segera kembali ke kamar nya dan saya sendiri menunggu kedatangan tamu saya
Sore hari nya ketika waktu maghrib saya kembali berjalan di surabaya dengan berjalan kaki melewati kawasan Kantor Walikota dan Rumah Dinas Gubernur Jawa Timur kemudian menyusuri jalanan depan Delta Plaza sampai ke jalan kayoon akhir nya belok kanan ke arah jalan basuki rahmat ( total sekitar 4 - 5 km )
" tumben lu sekarang ga capek ? "
" gw sekarang mulai .... olah ... raga ... " jawab nya dengan mengatur nafas
" gw mau makan jorok, lu ikut ? "
" ikuut ... gw ... laparr ... bangeet ... please jangan .... jalan lagi naik ... taksi ... aja kesana nyaa "
" iyaa hayuk "
Dan kemudian kami makan malam di bebek depan Tugu Pahlawan
" kamu pesan apa ? " tanya ku dengan berdiri meng antri untuk pesan
" gw ikut berdiri aja "
Entah ni cewe kalau diajak makan yang dia belum pernah semangat nya jadi naik 100%
" pessen makan appah cong ( pesan makan apa nak ) ? " tanya sang pegawai
" yuri kamu apa ? " tanya ku
Kemudian dengan suara yang sedikit meninggi karena dia bahagia dan terpesona liat banyak bebek yang berserakan di meja saji
" gw mau semua haaaaam " dan sontak beberapa orang pun melihat yuri karena dia mengucapkan kalimat tersebut dengan mengangkat kedua tangan nya
" nase' kah duwek nakan bhibhik kabbih mak ( nasi nya 2 dan lauk bebek nya semua itu ) "
" alagung atenek endha cong ( kamu lapar atau suka nak ) ? " tanya sang pegawai
" kancah ghitta toman nakan jriwa mak ( teman saya belum pernah makan itu ) " jawab ku
" neesser sekaleeh toman cong ( kasihan sekali teman mu ) "
Ketika semua pesanan sudah saya ambil ( FYI disini antri dan ambil sendiri ) saya langsung menuju meja sementara yuri sudah menunggu dan minum es kelapa muda
Begitu dia tahu makanan yang dia pesan dia lgsg terdiam
" lu kenpa ? " tanya ku kepada yuri
" ini lauk nya kenapa banyak ham ? "
" lah kan lu sendiri yang bilang mau semua "
Saat itu yang tersaji adalah 1 potong paha atas bebek ukuran besar, 1 potong dada bebek ukuran besar, 1 potong paha atas bebe ukuran sedang, 1 potong dada bebek beserta sayap nya dan 1 porsi potongan2 tulang plus tulang leher bebek dan disajkan di 3 piring
" gw gimana makan nyaa ? "
" derita lu "
Tak lama kemudian
" mbak kalau kenyang jangan dipaksa dibungkus aja " ucap salah satu ibu yang duduk disamping yuri
" iyaa bu " jawab yuri dengan mengelus2 perut nya
" mampus lo " ujar ku dengan tertawa
Diubah oleh lmg101 16-07-2018 13:32
cos44rm memberi reputasi
1