Kaskus

Story

Kategori

Pengaturan

Mode Malambeta
Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Syarat & Ketentuan

Kebijakan Privasi

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

claymiteAvatar border
TS
claymite
Criminal Puzzle : Murder on Hotel
Criminal Puzzle : Murder on Hotel
HOLLA

Criminal Puzzle : Murder on Hotel
Crime-Mystery-Thriller



Criminal Puzzle : Murder on Hotel

Quote:


Criminal Puzzle : Murder on Hotel

Quote:


Criminal Puzzle : Murder on Hotel

Quote:


Criminal Puzzle : Murder on Hotel

Quote:


Criminal Puzzle : Murder on Hotel


Quote:


Criminal Puzzle : Murder on Hotel

Quote:
Diubah oleh claymite 18-06-2018 12:43
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
42K
325
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33KThread54.4KAnggota
Tampilkan semua post
claymiteAvatar border
TS
claymite
#253
Part 18


Anna dan Tommy pun segera meninggalkan rumah David Flinch dan segera bergegas ke mobil untuk kembali ke Hotel. Anna dan Tommy pun masuk kedalam mobil. Sebelum berjalan, Anna langsung membentak Tommy didalam mobil tersebut.

"Tom! Apa kau gila?" Bentak Anna
"Justru aku yang menanyakan padamu, apa kau gila!" Jawab Tom

"Dia jelas-jelas mempunyai alibi yang sangat lemah, bahkan alibinya cenderung mencurigakan" Anna membentaknya lagi
"Dan Darwin? Dia juga mempunyai alibi yang lemah kan? Tapi tercatat bukan dia pelakunya!" Jawab Tommy dengan kesal

"Darimana kau tahu Darwin bukan pelakunya? Sedangkan pelakunya lebih dari satu orang?" Tanya Anna
"Darimana juga kau mengetahui pelakunya lebih dari satu orang? Sedangkan surat yang tertulis 'they' ternyata hanya bualan Ronald saja" jawab Tommy lagi.

Anna terdiam sejenak di mobil, lalu berkata lagi.

"Mengapa kau tidak menahannya terlebih dahulu? Bukankah lebih baik kita tidak melepas mangsa?" Kata Anna dengan nada yang rendah kali ini
"Mangsa? Seorang pemancing yang handal cenderung menyelidiki targetnya terlebih dahulu, lalu ia menurunkan pancingannya dan targetnya terkena dengan sempurna" jawab Tommy dengan intelek.

"Maksudmu? Aku tidak mengerti"
"Dengarkan aku, Ben membuat suatu kesalahan dengan langsung menjebloskan Darwin ke sel. Seharusnya kita menyelidiki terlebih dahulu keseharian dia, dan sebagainya. Dan kali kita tidak akan membuat kesalahan kedua kalinya" jawab Tommy

Anna terdiam. Dirinya yang tadi nampak emosional kini hanya terdiam dengan tenang.

"Bolehkah kita jalan sekarang? Ada mayat di Hotel yang masih harus kita selidiki" kata Tommy memecah lamunan Anna. Anna pun mengangguk, mereka melanjutkan perjalanan.

Di perjalanan, Anna bertanya pada Tommy.

"Tom, kau pernah menyinggung masa lalu Ben, ada apa?"
"Ohh. Masalah itu, itu adalah sebuah aib bagi Ben"

"Aib? Tentang apa aib itu?" TanyaAnna
"Kehancuran keluarganya" jawab Tommy dengan menekankan kata Kehancuran.

"Dia bercerai?"
"Tidak, tapi terbunuh" jawab Tom singkat

Anna terkejut. Mimik wajahnya mengekspresikan ekspresi kaget dan shock setelah mendengar itu.

"Siapa yang membunuhnya?" Tanya Anna
"Tidak ada"

Anna kebingungan, wajahnya yang kaget kini berubah menjadi bingung.

"Aku..aku tidak mengerti" kata Anna
"Sama, aku juga tidak mengerti tentang kejadian ini" jawab Tom

"Begini Anna, Ben menikah dengan seorang wanita berambut pirang, mereka pun mempunyai seorang anak dari hasil perkimpoian mereka, seorang anak berjenis kelamin perempuan. Ben membesarkan anaknya dengan penuh kasih sayang, singkat cerita, Ben pulang ke rumahnya, menemukan istri dan anak satu-satunya tergeletak di lantai dengan bercucuran darah. Ditemukan sebuah lubang besar di perut keduanya, entah itu pistol atau pisau, tapi yang paling diyakini bahwa itu adalah goretan pisau"

Anna menjadi pendengar yang baik disaat itu juga dan cenderung simpatik.

"Lalu? Lanjutkan Tom"
"Ya, mereka dinyatakan tewas saat itu juga, Ben terpukul...sangat terpukul...ia merasa kehilangan semuanya, dia mengasingkan diri dari dunia detektif ini, aku berusaha membantunya, tapi butuh waktu selama 2 tahun untuk membuatnya bangkit dari keterpurukan itu"

Anna menyerap kata-kata Tommy tersebut.

"Itu artinya, Ben baru kembali bangkit setelah 2 tahun?"
"Ya"
"Lalu apa yang dilakukan Ben selama 2 tahun itu?"
"Mengasingkan diri"
"Ya, maksudku apa yang dia lakukan saat mengasingkan diri?"
"Aku tak tahu" jawab Tommy singkat

"Oh ya, lalu mengapa Ben tidak menelusuri kasusnya lebih lanjut?"
"Karena dia terpuruk Anna"
"Jika aku terpuruk, aku cenderung melakukan banyak hal agar keterpurukanku hilang" kata Anna

"Tiap orang berbeda Anna" Tommy menjawab
"Hey, maksudku bukankah lebih baik menyelidiki pembunuhnya tersebut? Agar Ben bisa membalaskan dendamnya?"

"Dendam? Kau membicarakan dendam Anna? Aku tak tahu persis kenapa Ben tidak melakukan itu, yang kutahu ia hanyalah terpuruk, itu saja" jawab Tommy singkat.

Anna mengangguk kemudian terdiam. Mereka pun melanjutkan perjalanannya ke hotel.

Tepat pada jam 22.00, mereka berdua sampai di Hotel. Anna dan Tommy segera bergegas ke TKP.

Sesampainya di TKP, ternyata TKP sangat sepi. Ben dan Ronald tampak sedang berbincang di sisi tubuh mayat yang sudah ditutupi kain.

"Hey Ben, kenapa TKP nampak sepi sekali? Dan tertutup?" Tommy berbicara kepada Ben
"Kita harus tetap menutupi kasus ini" kata Ben

"Kenapa?demi kebaikan hotelnya?"
"Agar masyarakat disini tidak panik, termasuk sang pembunuhnya yang mungkin tidak menduganya" kata Ben
"Seorang pembunuh selalu ingin terkenal, dan ia selalu ingin kasus bunuhannya terbit ke publik sehingga ia bisa membunuh lebih banyak dan jadi terkenal seperti Jack the Ripper" lanjut Ben.

"Tapi itu bukan motifnya Ben, untuk ketenaran? Seriously?" Kata Ronald
"Ya Ben, kita belum menemukan motifnya, dan ketenaran bukan motif yang masuk akal untuk pembunuhan macem ini" kata Tommy.

Ben berpikir, lalu berkata.

"Kau ingat dia menuliskan surat? Itu artinya dia ingin terkenal" kata Ben
"Tapi Ben" kata Anna yang kemudian terhenti kata-katanya

"Ada apa Anna?" Ben menengok ke arahnya
"Dia tidak menulis surat itu saat pembunuhan pertama" kata Anna

"Ya, karena dia merasa sukses dengan pembunuhan pertamanya, makanya dia merasa overproud dengan dirinya kemudian menulis surat" kata Ben

Mereka terdiam sejenak, lalu Ronald berkata

"Hei Ben, bagaimana jika kita mengumpulkan para tersangka pertama"
"Maksudmu Ron?" Kata Ben
"Tersangka pembunuhan pertama" kata Ronald

Ben berpikir dengan seksama
"Tapi ada satu orang, yaitu Franco yang kita duga kuat merupakan pembunuhnya tidak ada disini" kata Ben
"Yaa lebih baik kita kumpulkan yang ada dulu, Deputi sedang mencari info tentang Franco bukan?" Kata Ronald

"Ada benarnya juga kau Ron, kita akan membawa tersangka pembunuhan pertama itu dan menginterogasinya lagi, sementara Deputi sedang mencari info tentang Franco" kata Ben
"Ya, dan kita punya satu tersangka baru lagi" kata Ronald
"Petugas kebersihan" sambung Ben

Anna dan Ronald kebingungan

"Kenapa petugas kebersihan?" Tanya Tommy
"Karena sang mayat sudah ditemukan tewas beberapa hari yang lalu, sedangkan petugas kebersihan tidak menyadari itu, entah tidak menyadari atau menutupinya" kata Ben menjelaskannya.

"Lalu mulai kapan kita menginterogasinya?" Tommy bertanya
"Tunggu apa lagi? Sekarang juga, termasuk Marlo kita interogasi" kata Ben sambil berjalan.
Diubah oleh claymite 18-06-2018 12:54
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.