- Beranda
- Stories from the Heart
ANDAI - Cerita Fiksi Time Travel Bersambung
...
TS
okarin89
ANDAI - Cerita Fiksi Time Travel Bersambung

Salam untuk semua penghuni Kaskus khususnya semua penghuni SFTH
Mohon izinkan Okarin membuat cerita bergenre Fiksi Futuristik ya. Ceritanya ini bersifat Fiksi jadi tidak perlu ditanyakan dan diperdebatkan ya.
Jika suka ya tolong beri cendol supaya semangat. Moga-moga nggak kentang ya karena ceritanya lumayan njelimet.
Jika suka dengan cerita Okarin tolong beri Okarin cendol yang banyak ya en rate bintang lima supaya Okarin tambah semangat nulisnya.
Spoiler for Prolog:
CHAPTER INDEX
DAFTAR GARIS DUNIA
DAFTAR GARIS WAKTU
CHAPTER 1 : YA GITU DEH !
CHAPTER 2 : TITIK PERTEMUAN
CHAPTER 3 : HAH !!!!!!!
CHAPTER 4 : WAKTU YANG BERJALAN MUNDUR
CHAPTER 5 : ADA APA DENGAN RALINE ?
CHAPTER 6 : PESAWAT YANG JATUH BAGIAN 1& BAGIAN 2
CHAPTER 7 : MEMBUAT MESIN WAKTU SEBENARNYA 1 BAGIAN 1 & BAGIAN 2
CHAPTER 8 : KEINGINAN TERDALAM JULIE BAGIAN 1 , 2 , 3 , 4 , 5 , 6 , 7 , 8 , 9 , 10 , 11 ,12 ,13
Diubah oleh okarin89 17-08-2019 20:45
bonita71 dan 13 lainnya memberi reputasi
8
71.2K
427
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
okarin89
#210
CHAPTER 8 - KEINGINAN TERDALAM JULIE BAGIAN 10
Ruang Makan Kediaman Kakek Lazuardi dan Nenek Darmi pukul 16:21 WIB

“Assalamu Alaikum Nenekku yang cantik !. ucap Garin dengan tone suara agak tinggi, sambil berjalan perlahan ke arah Nenek Darmi, dan kemudian mencium tangan beliau.
“Waalaikum Salam Garin ! … Tidak terasa sudah hampir 8 bulan kita tidak pernah berjumpa tapi Nenek tahu kalau kamu dan Seno sedang sibuk mengerjakan wasiat dari Ayah kalian untuk membuat mesin waktu !”. jawab Nenek Darmi pelan, sambil memandang dan memegang wajah Garin dengan kedua tangannya selama beberapa menit.
“Maafin Garin nek ! … Lain kali Garin dan Seno akan lebih sering berkunjung kemari en Garin sudah bawain Martabak kesukaan Nenek Darmi dan Kakek Lazuardi !”. ucap Garin pelan.
“Makasih banyak Garin !”. ucap Nenek Darmi pelan, sambil tersenyum pada Garin dengan menunjukkan ekspresi wajah yang teduh.
“Assalamu Alaikum My Grandma !”. ucap Seno dengan tone suara tinggi, sambil berjalan perlahan ke arah Nenek Darmi, dan kemudian mencium tangan kanan Nenek Darmi.
“Waalaikum salam cucu kesayangan Nenek yang masih suka ileran !”. jawab Nenek Darmi dengan tone suara agak tinggi.
“Duh jadi shy-shy cat Grandma !”. ucap Seno dengan raut wajah sedikit memerah.
“Martabaknya taruh di mana ya Kakek Lazuardi ?”. tanya Yaya dengan sedikit rasa canggung.
“Letakkan saja di atas meja tamu nak Yaya !”. jawab Kakek Lazuardi pelan.
“Assalamu Alaikum Nenek Darmi !”. ucap Yaya dengan sedikit rasa canggung.
“Waalaikum salam Cah Ayu ! … Jenengmu sopo Cah Ayu ?”. jawab Nenek Darmi dengan sangat ramah, dan kemudian bertanya sesuatu hal pada Yaya.
“Dia Yaya Hamisha Daud cucu dari Galib Mehra Daud … Istriku !”. jawab Kakek Lazuardi dengan menunjukkan raut wajah sedih.
“Cucu dari Galib Mehra Daud !”. ucap Nenek Darmi dengan bibir bergetar.
“Yang terjadi biarlah terjadi Nenek Darmi !”. ucap Yaya bijak, sambil menghapus air mata yang sempat keluar dari kedua mata Nenek Darmi.
Tiba-tiba suasana pun menjadi sangat hening dan sangat beku selama beberapa menit.
“Selamat Sore Semuanya ! … Perkenalkan saya Utakata Connor ! … Senang bisa bertemu dengan kalian bertiga !”. ucap Utakata dengan tone suara tinggi berhasil memecahkan keheningan dan kebekuan yang ada.
“Uta kalau bicara ya mbok jangan keras-keras apalagi di depan tamu ora elok !”. ucap Nenek Darmi dengan tone suara agak tinggi menasehati Utakata.
“Maafin Uta ya nek !”. ucap Utakata pelan.
“Iya Nenek maafkan tapi jangan diulangi lagi !”. ucap Nenek Darmi pelan.
“Okey Dokey !”. ucap Utakata menuruti nasehat Nenek Darmi, sambil memberikan jempol pada Nenek Darmi.
“Gue Garin Chondro ! … Itu adik gue Seno Chondro ! … Sedangkan yang ada di sebelah Nenek Darmi itu Yaya Hamisha asisten gue !”. ucap Garin dengan tone suara agak tinggi.
“Utakata Connor ! … Panggil saja Uta !”. ucap Utakata dengan tone suara agak tinggi.
“Salam kenal Guweh Garin’s brother !”. ucap Seno dengan tone suara agak tinggi, sambil menyodorkan tangan kanannya pada Utakata.
“Utakata Connor ! … Panggil saja Uta !”. ulang Utakata dengan tone suara agak tinggi, sambil menerima sodoran tangan kanan Seno sebagai tanda perkenalan.
“Asisten loe yang bener ajah rin ! … Loe ada di sini !”. ucap Yaya dengan tone suara tinggi pada Garin dan muka memerah, dan kemudian berubah menjadi pelan pada Utakata.
“Tidak perlu malu-malu ya karena gue seneng banget loe bisa jadi asisten gue ! … Kalian berdua sudah saling kenal !”. ucap Garin dengan kepercayaan diri yang berlebih pada Yaya, dan kemudian berubah menjadi agak penasaran pada Utakata.
“Iya rin di Toko Buku Pak Dharma dan pria aneh ini manggil gue dengan sebutan Bunda !”. jawab Yaya sekenanya.
“Bunda ?”. ucap Garin dengan penuh tanda tanya, sambil menatap wajah Utakata dengan menunjukkan ekspresi wajah cukup serius.
“Maafin Uta ya kakak karena wajah kakak mengingatkan Uta pada sosok Ibunda Uta dan Uta ada di Toko Buku Dharma sekedar menanyakan keberadaan Ayahanda dan Ibunda Uta pada Kenji sekaligus menanyakan perihal keberadaan Ayah Kenji !”. terang Utakata dengan panjang lebar.
“Baiklah gue maafin ! … Panggil ajah gue Yaya tanpa embel-embel Bunda !”. ucap Yaya dengan tone suara agak tinggi, sambil mengulurkan tangan kanannya pada Utakata.
“Baik kakak Yaya !”. ucap Utakata dengan sedikit agak canggung.
“Mengapa kalian berdua sibuk mencari keberadaan orang tua kalian ? … Apa orang tua kalian diculik ? … Atau orang tua kalian meninggalkan rumah tanpa kabar ?”. tanya Garin penasaran dengan raut wajah sedikit serius, sambil memijat-mijat keningnya dengan ibu jari dan jari telunjuk tangan kanannya menunggu jawaban dari Utakata yang terlihat sangat bingung dalam menjawab segala pertanyaan Garin.
“Apa eloh en Kenji dari masa depan karena nama eloh ada Connor-Connornya kayak John Connor Terminator kirim temannya sendiri ke masa lalu untuk melindungi Ibu kandungnya dari serangan robot ?”. tanya Seno dengan penuh antusias, sambil memijat-mijat dagunya dengan ibu jari dan jari telunjuk tangan kanannya.
“Sepertinya kakak Seno kebanyakan nonton Film Hollywood !”. jawab Utakata sekenanya, sambil menggaruk-garuk kepala bagian belakangnya beberapa kali.
“Sudah-sudah ngobrolnya nanti lagih dilanjutkan sekarang makan dulu karena soto ayamnya sudah agak dingin !”. ucap Kakek Lazuardi dengan tone suara agak tinggi.
“Baik Kakek Lazu !”. ucap Seno dengan penuh semangat, sambil berjalan perlahan menuju ke meja makan, dan kemudian duduk di kursi makan pertama yang ada di deretan kursi makan sebelah kanan jika dilihat dari pintu masuk.
“Ayo ya en loe Uta makan soto ayamnya !”. ajak Garin dengan tone suara agak tinggi, sambil berjalan perlahan menuju meja makan, dan kemudian duduk di kursi makan pertama yang ada di deretan kursi makan sebelah kiri.
“Ayo makan Kakek Lazuardi dan Nenek Darmi bareng kita !”. ajak Yaya dengan tone suara agak tinggi, sambil berjalan perlahan menuju meja makan, dan kemudian memilih duduk di kursi makan ketiga yang ada di deretan kursi makan sebelah kiri.
“Nenek dan Kakek makan martabak ajah nak Yaya !”. ucap Nenek Darmi pelan, sambil membuka kardus martabak Princess rasa Strawberry Cheese kesukaannya, lalu mengambil potongan martabak dengan ukuran agak besar, dan kemudian memakannya pelan-pelan untuk menikmati perpaduan lelehan keju Edam; lelehan keju Mozzarella; lelehan keju Cheddar; selai Strawberry; susu kental manis bendera; dan potongan-potongan buah strawberry kualitas nomor satu yang didatangkan dari Gaza, Palestina.
“Apa saya boleh duduk di tengah kalian ?”. tanya Utakata antusias pada Garin dan Yaya, sambil membawa piring berbentuk kotak yang di atasnya sebuah mangkuk berisi soto ayam dengan kedua tangannya.
“Silakan !”. ucap Garin dan Yaya secara bersamaan dengan tone suara agak tinggi.
“Terima kasih !”. ucap Utakata pendek, sambil meletakkan piring kotak yang di atasnya sebuah mangkuk berisi soto ayam pelan-pelan, lalu memundurkan kursi makannya pelan-pelan ke belakang, dan kemudian duduk di kursi makan kedua yang ada di deretan kursi makan sebelah kiri.
“Kamu mesti cobain martabak rasa Sosis Orange … Cintaku !”. ucap Kakek Lazuardi lembut, sambil membuka kardus martabak Princess rasa Sosis Orange favoritnya, lalu mengambil potongan martabak dengan ukuran kecil, dan kemudian menyuapi Nenek Darmi dengan mesra seperti sepasang muda mudi yang tengah di mabuk asmara.
“Makasih banyak … Suamiku Sayang !”. ucap Nenek Darmi lembut, sambil mengambil martabak Princess rasa Strawberry Cheese dalam ukuran kecil, dan kemudian menyuapi Kakek Lazuardi dengan lembut.
Kemesraan yang diperlihatkan oleh Kakek Lazuardi dan Nenek Darmi membuat Seno menjadi terharu. “Apakah ada cinta sejati buat Guweh suatu hari nanti ?”. tanya Seno pada dirinya sendiri dengan tone suara agak tinggi sehingga terdengar jelas di telinga Garin; Yaya; dan Utakata.
“Tiap manusia itu diciptakan berpasang-pasangan kak Seno sesuai dengan yang tertulis di Surat Al-Hujurat ayat 13 yang berbunyi يَا أَيهَا الناسُ إِنا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِن أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللهِ أَتْقَاكُمْ إِن اللهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌالحجرات yang berbunyi “Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.”.”. jawab Utakata dengan tone suara agak tinggi, sambil memegang gelas berisi air putih dengan tangan kanannya.
“Eh kedengeran ya ! … Jadi malu !”. ucap Seno dengan muka memerah.
Sambil memegang sendok yang berisi mie bihun dengan beberapa irisan daging ayam, Garin hanya tersenyum dan kemudian berkata, “Loe kalo mao disukain cewek jangan kebanyakan galer no ! … Loe harus pinter jaga image di depan cewek gebetan loe !”.
Seno pun cuma bisa tersenyum malu dengan wajah memerah dan kemudian berkata, “Sudah tradisi rin jadi Guweh sulit buat ngilangin ! … Kalo nggak galer seperti ada sesuatu yang hilang dari diri gue rin !”.
Yaya Hamisha pun jadi terbengong-bengong dibuatnya dan bertanya pada dirinya sendiri dengan tone suara agak tinggi, “Galer ???!!!”.
“Itu nama rahasia dari Seno ya !”. jawab Garin asal.
Dengan menunjukkan ekspresi wajah super mesum, Seno berkata, “Eloh penasaran banget ya !”.
Yaya pun bergegas mendatangi Seno dengan semangat juang 45, lalu menjitak kepala Seno dengan agak keras, dan kemudian berkata padanya dengan tone suara tinggi, “DASAR COWOK MESUM !!!”.
“Maaf menyela ! … Kakek Lazuardi dan Nenek Darmi bilang kalau Kakak Garin dan Kakak Seno sedang sibuk buat mesin waktu ! … Apa saya bisa berpartisipasi kebetulan saya pernah membantu Ayah dan Bunda dalam membuat prototype mesin waktu ?”. ucap Utakata dengan tone suara tinggi, dan kemudian bertanya sesuatu hal pada Garin dan Seno dengan tone suara yang sama.
“Ofcos Utakata ! … Ofcos !”. ucap Seno dengan tone suara agak tinggi.
Garin tiba-tiba beranjak bangun dari kursi makannya, lalu terlihat sibuk mencari sesuatu dari kedua kantong celananya, lalu mengeluarkan sesuatu dari kantong celana sebelah kanannya, dan kemudian berkata, “Loe harus pake pin ini kalo mau bantu gue en Seno untuk buat mesin waktu ! … Sekarang loe resmi jadi anggota ke-5 Lab Masa Depan … Utakata Condro ! … Maksud gue Utakata Connor !”.
“Makasih banyak kakak Garin !”. ucap Utakata pelan, sambil menerima pin dari tangan Garin, dan kemudian menyematkannya pada baju lab putihnya.
“Konsep mesin waktu yang dibuat oleh Ayah dan Bunda loe kayak apa Uta ?”. tanya Yaya dengan penuh antusias, sambil mengangkat gelas kristal berisi air putih dengan tangan kanannya.
Raut wajah Utakata seketika berubah menjadi super serius dan kemudian tidak berselang lama ia menjawab pertanyaan Yaya, “Sangat sederhana cuma menggabungkan antara komputer desktop dengan helm EEG dan sinar X-ray kak Yaya !”.
“Walaupun terdengar sangat sederhana pada kenyataannya tidak sesederhana itu karena membutuhkan piranti lunak khusus untuk melakukan proses pemindahan kesadaran dari masa sekarang ke masa lalu yang memiliki batasan waktu cuma 48 jam saja !”. urai Yaya dengan panjang lebar.
“Bener banget kak Yaya !”. ucap Utakata pelan menyetujui uraian panjang lebar Yaya.
“Untuk masalah piranti lunak gue serahin ke SUPER HACKER !”. ucap Garin dengan sangat antusias, sambil menunjuk ke arah Seno, dan kemudian mengambil iPhone SVnya yang tiba-tiba bergetar dari kantong baju labnya.
Seno terkejut melihat jam yang tertampil dalam layar iPhone XVnya dan kemudian berkata dengan tone suara tinggi pada Garin; Yaya; dan Utakata, “HAH SUDAH JAM 18:27 !!!”.
“Ya sudah kita shalat Maghrib berjamaah dulu baru pamit sama Kakek Lazuardi en Nenek Darmi ya no !”. ucap Garin sekenanya, sambil menempelkan iPhone SVnya pada daun telinga kanannya.
“Okeh my bree !”. ucap Seno dengan tone suara agak tinggi, sambil memberikan dua buah jempol pada Garin.
“Good Afternoon ! … This is Garin calling ! … Who am I talking to ?”. tanya Garin dengan sangat penasaran.
“ALEXIS ??!!!”. tanya Garin dengan tone suara tinggi pada lawan bicaranya di ujung telepon, sambil memegangi kepalanya yang mulai terasa agak sakit dengan tangan kirinya dan terlihat mau jatuh.
Yaya dengan sigap menangkap tubuh Garin yang terlihat mau jatuh dengan dibantu oleh Utakata dan kemudian ia bertanya padanya dengan ekspresi wajah sangat cemas bercampur bingung, “LOE NGGAK PAPA RIN ?!!”.
“Gue nggak papah ya ! … Ternyata ada seorang gadis cantik yang mengkhawatirkan diri gue !”. jawab Garin dengan sangat pelan, sambil tersenyum pada Yaya yang terlihat sangat mengkhawatirkan dirinya.

“Assalamu Alaikum Nenekku yang cantik !. ucap Garin dengan tone suara agak tinggi, sambil berjalan perlahan ke arah Nenek Darmi, dan kemudian mencium tangan beliau.
“Waalaikum Salam Garin ! … Tidak terasa sudah hampir 8 bulan kita tidak pernah berjumpa tapi Nenek tahu kalau kamu dan Seno sedang sibuk mengerjakan wasiat dari Ayah kalian untuk membuat mesin waktu !”. jawab Nenek Darmi pelan, sambil memandang dan memegang wajah Garin dengan kedua tangannya selama beberapa menit.
“Maafin Garin nek ! … Lain kali Garin dan Seno akan lebih sering berkunjung kemari en Garin sudah bawain Martabak kesukaan Nenek Darmi dan Kakek Lazuardi !”. ucap Garin pelan.
“Makasih banyak Garin !”. ucap Nenek Darmi pelan, sambil tersenyum pada Garin dengan menunjukkan ekspresi wajah yang teduh.
“Assalamu Alaikum My Grandma !”. ucap Seno dengan tone suara tinggi, sambil berjalan perlahan ke arah Nenek Darmi, dan kemudian mencium tangan kanan Nenek Darmi.
“Waalaikum salam cucu kesayangan Nenek yang masih suka ileran !”. jawab Nenek Darmi dengan tone suara agak tinggi.
“Duh jadi shy-shy cat Grandma !”. ucap Seno dengan raut wajah sedikit memerah.
“Martabaknya taruh di mana ya Kakek Lazuardi ?”. tanya Yaya dengan sedikit rasa canggung.
“Letakkan saja di atas meja tamu nak Yaya !”. jawab Kakek Lazuardi pelan.
“Assalamu Alaikum Nenek Darmi !”. ucap Yaya dengan sedikit rasa canggung.
“Waalaikum salam Cah Ayu ! … Jenengmu sopo Cah Ayu ?”. jawab Nenek Darmi dengan sangat ramah, dan kemudian bertanya sesuatu hal pada Yaya.
“Dia Yaya Hamisha Daud cucu dari Galib Mehra Daud … Istriku !”. jawab Kakek Lazuardi dengan menunjukkan raut wajah sedih.
“Cucu dari Galib Mehra Daud !”. ucap Nenek Darmi dengan bibir bergetar.
“Yang terjadi biarlah terjadi Nenek Darmi !”. ucap Yaya bijak, sambil menghapus air mata yang sempat keluar dari kedua mata Nenek Darmi.
Tiba-tiba suasana pun menjadi sangat hening dan sangat beku selama beberapa menit.
“Selamat Sore Semuanya ! … Perkenalkan saya Utakata Connor ! … Senang bisa bertemu dengan kalian bertiga !”. ucap Utakata dengan tone suara tinggi berhasil memecahkan keheningan dan kebekuan yang ada.
“Uta kalau bicara ya mbok jangan keras-keras apalagi di depan tamu ora elok !”. ucap Nenek Darmi dengan tone suara agak tinggi menasehati Utakata.
“Maafin Uta ya nek !”. ucap Utakata pelan.
“Iya Nenek maafkan tapi jangan diulangi lagi !”. ucap Nenek Darmi pelan.
“Okey Dokey !”. ucap Utakata menuruti nasehat Nenek Darmi, sambil memberikan jempol pada Nenek Darmi.
“Gue Garin Chondro ! … Itu adik gue Seno Chondro ! … Sedangkan yang ada di sebelah Nenek Darmi itu Yaya Hamisha asisten gue !”. ucap Garin dengan tone suara agak tinggi.
“Utakata Connor ! … Panggil saja Uta !”. ucap Utakata dengan tone suara agak tinggi.
“Salam kenal Guweh Garin’s brother !”. ucap Seno dengan tone suara agak tinggi, sambil menyodorkan tangan kanannya pada Utakata.
“Utakata Connor ! … Panggil saja Uta !”. ulang Utakata dengan tone suara agak tinggi, sambil menerima sodoran tangan kanan Seno sebagai tanda perkenalan.
“Asisten loe yang bener ajah rin ! … Loe ada di sini !”. ucap Yaya dengan tone suara tinggi pada Garin dan muka memerah, dan kemudian berubah menjadi pelan pada Utakata.
“Tidak perlu malu-malu ya karena gue seneng banget loe bisa jadi asisten gue ! … Kalian berdua sudah saling kenal !”. ucap Garin dengan kepercayaan diri yang berlebih pada Yaya, dan kemudian berubah menjadi agak penasaran pada Utakata.
“Iya rin di Toko Buku Pak Dharma dan pria aneh ini manggil gue dengan sebutan Bunda !”. jawab Yaya sekenanya.
“Bunda ?”. ucap Garin dengan penuh tanda tanya, sambil menatap wajah Utakata dengan menunjukkan ekspresi wajah cukup serius.
“Maafin Uta ya kakak karena wajah kakak mengingatkan Uta pada sosok Ibunda Uta dan Uta ada di Toko Buku Dharma sekedar menanyakan keberadaan Ayahanda dan Ibunda Uta pada Kenji sekaligus menanyakan perihal keberadaan Ayah Kenji !”. terang Utakata dengan panjang lebar.
“Baiklah gue maafin ! … Panggil ajah gue Yaya tanpa embel-embel Bunda !”. ucap Yaya dengan tone suara agak tinggi, sambil mengulurkan tangan kanannya pada Utakata.
“Baik kakak Yaya !”. ucap Utakata dengan sedikit agak canggung.
“Mengapa kalian berdua sibuk mencari keberadaan orang tua kalian ? … Apa orang tua kalian diculik ? … Atau orang tua kalian meninggalkan rumah tanpa kabar ?”. tanya Garin penasaran dengan raut wajah sedikit serius, sambil memijat-mijat keningnya dengan ibu jari dan jari telunjuk tangan kanannya menunggu jawaban dari Utakata yang terlihat sangat bingung dalam menjawab segala pertanyaan Garin.
“Apa eloh en Kenji dari masa depan karena nama eloh ada Connor-Connornya kayak John Connor Terminator kirim temannya sendiri ke masa lalu untuk melindungi Ibu kandungnya dari serangan robot ?”. tanya Seno dengan penuh antusias, sambil memijat-mijat dagunya dengan ibu jari dan jari telunjuk tangan kanannya.
“Sepertinya kakak Seno kebanyakan nonton Film Hollywood !”. jawab Utakata sekenanya, sambil menggaruk-garuk kepala bagian belakangnya beberapa kali.
“Sudah-sudah ngobrolnya nanti lagih dilanjutkan sekarang makan dulu karena soto ayamnya sudah agak dingin !”. ucap Kakek Lazuardi dengan tone suara agak tinggi.
“Baik Kakek Lazu !”. ucap Seno dengan penuh semangat, sambil berjalan perlahan menuju ke meja makan, dan kemudian duduk di kursi makan pertama yang ada di deretan kursi makan sebelah kanan jika dilihat dari pintu masuk.
“Ayo ya en loe Uta makan soto ayamnya !”. ajak Garin dengan tone suara agak tinggi, sambil berjalan perlahan menuju meja makan, dan kemudian duduk di kursi makan pertama yang ada di deretan kursi makan sebelah kiri.
“Ayo makan Kakek Lazuardi dan Nenek Darmi bareng kita !”. ajak Yaya dengan tone suara agak tinggi, sambil berjalan perlahan menuju meja makan, dan kemudian memilih duduk di kursi makan ketiga yang ada di deretan kursi makan sebelah kiri.
“Nenek dan Kakek makan martabak ajah nak Yaya !”. ucap Nenek Darmi pelan, sambil membuka kardus martabak Princess rasa Strawberry Cheese kesukaannya, lalu mengambil potongan martabak dengan ukuran agak besar, dan kemudian memakannya pelan-pelan untuk menikmati perpaduan lelehan keju Edam; lelehan keju Mozzarella; lelehan keju Cheddar; selai Strawberry; susu kental manis bendera; dan potongan-potongan buah strawberry kualitas nomor satu yang didatangkan dari Gaza, Palestina.
“Apa saya boleh duduk di tengah kalian ?”. tanya Utakata antusias pada Garin dan Yaya, sambil membawa piring berbentuk kotak yang di atasnya sebuah mangkuk berisi soto ayam dengan kedua tangannya.
“Silakan !”. ucap Garin dan Yaya secara bersamaan dengan tone suara agak tinggi.
“Terima kasih !”. ucap Utakata pendek, sambil meletakkan piring kotak yang di atasnya sebuah mangkuk berisi soto ayam pelan-pelan, lalu memundurkan kursi makannya pelan-pelan ke belakang, dan kemudian duduk di kursi makan kedua yang ada di deretan kursi makan sebelah kiri.
“Kamu mesti cobain martabak rasa Sosis Orange … Cintaku !”. ucap Kakek Lazuardi lembut, sambil membuka kardus martabak Princess rasa Sosis Orange favoritnya, lalu mengambil potongan martabak dengan ukuran kecil, dan kemudian menyuapi Nenek Darmi dengan mesra seperti sepasang muda mudi yang tengah di mabuk asmara.
“Makasih banyak … Suamiku Sayang !”. ucap Nenek Darmi lembut, sambil mengambil martabak Princess rasa Strawberry Cheese dalam ukuran kecil, dan kemudian menyuapi Kakek Lazuardi dengan lembut.
Kemesraan yang diperlihatkan oleh Kakek Lazuardi dan Nenek Darmi membuat Seno menjadi terharu. “Apakah ada cinta sejati buat Guweh suatu hari nanti ?”. tanya Seno pada dirinya sendiri dengan tone suara agak tinggi sehingga terdengar jelas di telinga Garin; Yaya; dan Utakata.
“Tiap manusia itu diciptakan berpasang-pasangan kak Seno sesuai dengan yang tertulis di Surat Al-Hujurat ayat 13 yang berbunyi يَا أَيهَا الناسُ إِنا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِن أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللهِ أَتْقَاكُمْ إِن اللهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌالحجرات yang berbunyi “Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.”.”. jawab Utakata dengan tone suara agak tinggi, sambil memegang gelas berisi air putih dengan tangan kanannya.
“Eh kedengeran ya ! … Jadi malu !”. ucap Seno dengan muka memerah.
Sambil memegang sendok yang berisi mie bihun dengan beberapa irisan daging ayam, Garin hanya tersenyum dan kemudian berkata, “Loe kalo mao disukain cewek jangan kebanyakan galer no ! … Loe harus pinter jaga image di depan cewek gebetan loe !”.
Seno pun cuma bisa tersenyum malu dengan wajah memerah dan kemudian berkata, “Sudah tradisi rin jadi Guweh sulit buat ngilangin ! … Kalo nggak galer seperti ada sesuatu yang hilang dari diri gue rin !”.
Yaya Hamisha pun jadi terbengong-bengong dibuatnya dan bertanya pada dirinya sendiri dengan tone suara agak tinggi, “Galer ???!!!”.
“Itu nama rahasia dari Seno ya !”. jawab Garin asal.
Dengan menunjukkan ekspresi wajah super mesum, Seno berkata, “Eloh penasaran banget ya !”.
Yaya pun bergegas mendatangi Seno dengan semangat juang 45, lalu menjitak kepala Seno dengan agak keras, dan kemudian berkata padanya dengan tone suara tinggi, “DASAR COWOK MESUM !!!”.
“Maaf menyela ! … Kakek Lazuardi dan Nenek Darmi bilang kalau Kakak Garin dan Kakak Seno sedang sibuk buat mesin waktu ! … Apa saya bisa berpartisipasi kebetulan saya pernah membantu Ayah dan Bunda dalam membuat prototype mesin waktu ?”. ucap Utakata dengan tone suara tinggi, dan kemudian bertanya sesuatu hal pada Garin dan Seno dengan tone suara yang sama.
“Ofcos Utakata ! … Ofcos !”. ucap Seno dengan tone suara agak tinggi.
Garin tiba-tiba beranjak bangun dari kursi makannya, lalu terlihat sibuk mencari sesuatu dari kedua kantong celananya, lalu mengeluarkan sesuatu dari kantong celana sebelah kanannya, dan kemudian berkata, “Loe harus pake pin ini kalo mau bantu gue en Seno untuk buat mesin waktu ! … Sekarang loe resmi jadi anggota ke-5 Lab Masa Depan … Utakata Condro ! … Maksud gue Utakata Connor !”.
“Makasih banyak kakak Garin !”. ucap Utakata pelan, sambil menerima pin dari tangan Garin, dan kemudian menyematkannya pada baju lab putihnya.
“Konsep mesin waktu yang dibuat oleh Ayah dan Bunda loe kayak apa Uta ?”. tanya Yaya dengan penuh antusias, sambil mengangkat gelas kristal berisi air putih dengan tangan kanannya.
Raut wajah Utakata seketika berubah menjadi super serius dan kemudian tidak berselang lama ia menjawab pertanyaan Yaya, “Sangat sederhana cuma menggabungkan antara komputer desktop dengan helm EEG dan sinar X-ray kak Yaya !”.
“Walaupun terdengar sangat sederhana pada kenyataannya tidak sesederhana itu karena membutuhkan piranti lunak khusus untuk melakukan proses pemindahan kesadaran dari masa sekarang ke masa lalu yang memiliki batasan waktu cuma 48 jam saja !”. urai Yaya dengan panjang lebar.
“Bener banget kak Yaya !”. ucap Utakata pelan menyetujui uraian panjang lebar Yaya.
“Untuk masalah piranti lunak gue serahin ke SUPER HACKER !”. ucap Garin dengan sangat antusias, sambil menunjuk ke arah Seno, dan kemudian mengambil iPhone SVnya yang tiba-tiba bergetar dari kantong baju labnya.
Seno terkejut melihat jam yang tertampil dalam layar iPhone XVnya dan kemudian berkata dengan tone suara tinggi pada Garin; Yaya; dan Utakata, “HAH SUDAH JAM 18:27 !!!”.
“Ya sudah kita shalat Maghrib berjamaah dulu baru pamit sama Kakek Lazuardi en Nenek Darmi ya no !”. ucap Garin sekenanya, sambil menempelkan iPhone SVnya pada daun telinga kanannya.
“Okeh my bree !”. ucap Seno dengan tone suara agak tinggi, sambil memberikan dua buah jempol pada Garin.
“Good Afternoon ! … This is Garin calling ! … Who am I talking to ?”. tanya Garin dengan sangat penasaran.
“ALEXIS ??!!!”. tanya Garin dengan tone suara tinggi pada lawan bicaranya di ujung telepon, sambil memegangi kepalanya yang mulai terasa agak sakit dengan tangan kirinya dan terlihat mau jatuh.
Yaya dengan sigap menangkap tubuh Garin yang terlihat mau jatuh dengan dibantu oleh Utakata dan kemudian ia bertanya padanya dengan ekspresi wajah sangat cemas bercampur bingung, “LOE NGGAK PAPA RIN ?!!”.
“Gue nggak papah ya ! … Ternyata ada seorang gadis cantik yang mengkhawatirkan diri gue !”. jawab Garin dengan sangat pelan, sambil tersenyum pada Yaya yang terlihat sangat mengkhawatirkan dirinya.
1