Kaskus

Story

agusk1988Avatar border
TS
agusk1988
Diary 2 Dunia
Diary 2 Dunia

Terima kasih mas AWAYAYE untuk cover keren nya.

Ilustrasi Ronggo Geni

Diary 2 Dunia

Ilustrasi Dewi Puspa Kenanga

Diary 2 Dunia

Halo agan/aganwati kaskuser sekalian. Halo juga untuk para momod sekalian. Gue adalah silent reader yang udah lama melintang di forum kaskus. Terkhusus untuk sub forum stories from the heart. Kali ini perkenankan gue untuk menceritakan sebuab kisah klasik tentang perjalanan anak manusia yang berawal mula beberapa tahun lalu.

Jika kalian bertanya ini real atau fiksi.? gue kembali kan ke pribadi para reader sekalian. Daripada pada nanti para reader sekalian kepo, anggap saja cerita ini fiksi

Tapi terlepas dari itu semua,, percaya lah bahwa " mereka", beserta " dunia mereka" itu ada. Jadi hormati lah " mereka" seperti kita menghormati sesama kita. Karena pada dasarnya " mereka" sama seperti kita. Ada baik, jahat beserta segala hal yang tak bisa di jelaskan secara logika.

Dan yang terakhir, harap patuhi rule yang berlaku di sub forum ini. Karena menghormati orang lain itu secara tidak langsung membuat kita juga akan di hormat i.

Silahkan di nikmati

Quote:





Spoiler for ILUSTRASI:

Polling
Poll ini sudah ditutup. - 165 suara
Menurut Kalian Bagaimana Seharusnya Thread Ini Berjalan Ke Depannya
Tetep seperti sudah sudah mas, penuh dengan pesan kehidupan
90%
Tamat in saja mas,, sudah terlalu mainstream seperti Thread lain
9%
No Comment mas, emang situ siapa..?
1%
Diubah oleh agusk1988 18-07-2021 04:03
heartbeat6661Avatar border
silamputamanAvatar border
User telah dihapus
User telah dihapus dan 26 lainnya memberi reputasi
23
1M
2.9K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.4KAnggota
Tampilkan semua post
agusk1988Avatar border
TS
agusk1988
#2512
PART 95

Quote:


Mau tak mau aku pun menuruti perkataan kang paijo untuk bertanya kepada siswa sini yang kebetulan berpapasan dengan kami.. Dengan rasa was was serta ketakutan di raut wajah mereka , mereka menjawab pertanyaan kami satu demi satu.

Namun mereka tak mengerti tempat yang kami maksud. Jadi untuk untuk mempermudah, kami pun bertanya tempat yang biasa dipake untuk kegiatan diluar kelas.. Dan akhirnya mereka pun menunjuk sebuah tempat yang terletak di tengah area akademi..

Karena masih harus kembali ke kelas, mereka tak bisa mengantarkan kami ke tempat tersebut.. Dengan amat sangat terpaksa, aku dan kang paijo pun menuju tempat tersebut sendiri.. Tak lupa sebelumnya aku mengucapkan banyak terima kasih kepada siswa Elf tersebut.. Dan karena masih ketakutan, Elf tadi hanya mengangguk pelan sembari berlalu meninggalkan kami berdua dan kembali ke kelasnya..

Karena area sekolah yang sangat luas..? Kami pun kecapean saat sampai di tempat yang disebut siswa tadi.. Sebuah arena indoor yang mirip dengan Collosseum milik bangsa Romawi.. Namun dengan skala yang lebih kecil..

Rupa rupanya Elysia dan teman sekelas nya sedang beradu sihir dengan kelas sebelah.. Terlihat dari atribut siswa yang terbagi dalam dua kubu.. Karena tak ingin mengganggu, aku dan kang paijo hanya melihat dari jauh jalan nya pertarungan..

Meski orangnya lembut serta tutur katanya halus, Elysia berubah menjadi seseorang yang sangat serius serta sungguh sungguh ketika turun di medan laga.. Terlihat sekali dia tak mau kalah dari lawan nya.. Sepertinya dia punya motivasi sendiri kenapa ingin menjadi seseorang yang lebih kuat.. Sama seperti diriku yang memiliki motivasi untuk menjadi seseorang yang lebih baik lagi..

Beberapa waktu kemudian, pertarungan berakhir dengan kemenangan di pihak Elysia.. Setelah saling membungkuk, Elysia dan lawan bertarung nya pun kembali ke kelompok kelas masing-masing..

Dan kini tiba pertarungan selanjutnya antara Lyra melawan Elf laki-laki dari kelas lain ..


Quote:


Tak beda jauh dengan pertarungan Elysia serta lawannya, jalannya pertarungan kali ini pun sangat menarik.. Jual beli serangan dilancarkan kedua belah pihak.. Sepertinya Lyra mendapat lawan yang sepadan.. Sebab dia sepertinya Elf dengan tipikal elemen air, sementara di pihak musuh Elf dengan tipikal api..

Bola api berwarna kemerahan, beradu dengan bola air sebening kristal di udara hingga menimbulkan beberapa ledakan kecil.. Namun sepertinya area pertarungan ini sudah dipasangi penghalang. sebab murid yang menonton adem ayem saja menyaksikan pertandingan latihan dari bangku penonton tanpa sedikit pun takut terkena energi tenaga dalam..

Setelah beberapa menit keadaan yang relatif seimbang, tiba juga saat dimana pemenang dari duel ini ditentukan.. Lyra dengan cerdik nya memanfaatkan celah yang dimiliki oleh sang Elf pria.. Karena fokus menyerang, Elf pria tadi lupa akan pertahanan nya.. Memang ini hal yang jamak terjadi pada sebuah pertempuran.. Sulit untuk menyerang dan bertahan dalam waktu yang sama.. Butuh strategi yang cermat untuk menemukan titik lemah lawan serta waktu yang tepat untuk melancarkan serangan penghabisan. Dan Lyra akhirnya menemukan momen tersebut..

Sebuah bola energi miliknya tepat mengenai punggung Elf pria hingga membuat nya tersungkur di lantai.. Kaget dengan serangan Lyra, Elf pria tadi naik pitam dan lantas melancarkan sebuah serangan balasan..

Hawa negatif yang ku rasakan semakin kuat saat Elf pria tadi mengucapkan sesuatu dan lantas muncul sebuah bola api yang sangat besar dari telapak tangan nya .. Anehnya bara api dari bola tersebut yang tadinya berwarna kemerahan, kini malah berubah menjadi hitam pekat.. udara disekitarnya terhisap hingga menciptakan puting beliung kecil ...

Lyra tampak ketakutan melihat perilaku Elf yang aneh itu.. Dia terlihat mundur beberapa langkah dari posisi nya.. Sang guru yang mengajar pun terlihat diam tanpa sekali pun berinisiatif untuk menghentikan Elf pria tadi..

Karena tahu endingnya akan jadi seperti apa, saya meminta kang paijo untuk mencegah Elf pria tadi menyelesaikan ajian nya.. Namun semuanya terlambat. sebelum kang paijo sampai di tempat Elf pria tadi, bola api tersebut telah dilemparkannya terlebih dahulu ke arah Lyra..

Dengan secepat kilat, aku pun melompat ke arah Lyra. berusaha untuk menghentikan laju bola api hitam tersebut sebelum mencelakai Lyra.. Alhamdulillah, saya sempat mengeluarkan keris Chandra Wisesa dari lengan kiri saya.. Dan dengan sekuat tenaga saya sabetkan keris tersebut ke bola api hitam tadi hingga membuat arah terbang nya berubah, mengenai tembok di sisi lain arena yang berlawanan dengan tempat para siswa menonton .. Sebuah ledakan besar hasil dari bola api hitam tadi pun tercipta. Membuat penghalang yang ada di arena retak. Tak pelak tembok tersebut pun dibuat hancur lebur..

Di lain pihak kang paijo berhasil mengamankan Elf pria tadi dengan menindih tubuhnya dan langsung mengunci tangannya ke belakang..

Quote:


Tanpa dikomando, beberapa Elf pria temen Claude pun menuruti perkataan Elysia.. Sementara temen sekelas sisa nya dipersilahkan kembali ke kelas..

Setelah yang tersisa hanya temen sekelas Elysia, aku pun membakar cincin yang tadi dikenakan oleh Prince Claude.. Dengan bantuan guru pembimbing yang menyediakan tempat berupa nampan yang terbuat dari perak, cincin itu pun perlahan aku bakar dengan melafalkan beberapa bacaan ayat suci.. Yang saya bakar disini aura negatif nya, bukan bentuk kasat mata cincin tersebut..

Asap hitam yang mengepul, keluar dari cincin tadi saat aku selesai membaca ayat suci.. Guru dan temen temen Elysia tampak kaget dengan apa yang saat ini terjadi di depan mereka..

Setelah kepulan asap tadi berangsur hilang, cincin ini pun kembali hanya menjadi sebuah benda seni hasil karya bangsa Elf..

Karena bentuknya yang unik dan bagus, aku pun menyimpan nya di dalam kantong baju yang ku kenakan.. Lumayan bisa kujual kalau kembali ke dunia manusia nanti..


Quote:


Karena tak ingin terjadi kegaduhan yang lebih besar lagi, Elysia menyarankan ku dan kang paijo agar kembali saja ke istana.. Sebab kepala sekolah sedang pergi untuk perjalanan dinas.. Dan kami juga sudah mengetahui seluk beluk akademi ini.. Jadi tak ada gunanya untuk kami berada disini lebih jauh lagi.. Di samping itu kami sedikit takut kalau keburukan akan selalu mengiringi langkah kami kemana pun kaki kami berpijak..

Dengan memakai jubah serta penutup kepala, aku dan kang paijo kembali berdua ke istana milik King Elyon.. Hal ini kami lakukan karena kami tak ingin menarik perhatian penduduk negeri ini.. Bisa saja keramah tamahan yang tadi pagi mereka tunjukkan, berubah karena tak ada nya sosok Princess Elysia atau Princess Alera..

Seperti nya tengah hari saat kami berdua sampai di depan gerbang istana yang dijaga dengan ketat oleh beberapa prajurit.. Mereka pun keheranan karena aku dan kang paijo kembali lebih cepat. Karena yang mereka tahu, kita berangkat bersama dengan Elysia dan Alera.. Jadi seharusnya, saat pulang kami pun bersama dengan mereka..

Saat memasuki area istana, tampak beberapa kereta kuda yang sangat bagus memenuhi halaman istana.. Sepertinya King Elyon sedang ada pertemuan dengan para pembesar kerajaan ini.. Dan karena tak ingin menganggu pertemuan tersebut dengan kehadiran kami, aku dan kang paijo memilih memutar lewat jalur belakang..

Quote:


Karena tak ada kegiatan, aku dan kang paijo menuju taman yang tempo hari diriku bertemu dengan Nixie dan Fariys.. Namun kali ini aku tak mendapati dua peri kakak beradik tersebut.. Mungkin ayahanda mereka marah karena kejadian kemarin..

Sambil menikmati suasana taman yang indah, aku dan kang paijo memilih duduk di bangku yang berada di bawah Pohon Harapan..

Lelah dan capek yang tadi kurasakan berangsur hilang saat diriku menjatuhkan pantat ku di bangku taman tersebut.. Sepertinya aura positif dari Pohon Kehidupan inilah yang membuat rasa tersebut hilang..

Saat ingin memejamkan mata, samar samar dari kejauhan aku melihat dua orang Elf berpakaian yang sangat indah dengan beberapa pengawal di belakangnya sedang berjalan mendekati kami yang sedang beristirahat..

Quote:


Aku keheranan Prof Lazarus ternyata tahu kalau aku menyimpan sebuah permata hitam dibalik saku baju ku..

King Elyon pun tak kalah keheranan dengan ucapan mantan guru pembimbing nya tersebut..

Quote:


bonita71
meqiba
efti108
efti108 dan 8 lainnya memberi reputasi
9
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.