Kaskus

Story

juraganpengkiAvatar border
TS
juraganpengki
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)

GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
Cool Cover By Agan Linbara (Thanks, Bree)..

Prolog

Setelah bangun dari ‘Mati Suri’ karena memutuskan untuk mencoba membunuh diri sendiri untuk melindungi Kitab Langit dan melenyapkan Bayu Ambar, gw kembali ke dunia nyata.. Kehidupan gw sedikit jauh berbeda, karena pengalaman ‘Mati Suri’ itu berefek langsung pada kelebihan yang gw miliki.. Gw masih sama Anggie, meski ujian atas cinta kami masih saja mendera.. Ada musuh baru, tentu saja.. Tapi ada juga sahabat baru yang muncul.. Karena ini akhir dari cerita kami berempat..

Kembalinya Anak Ibu...
Pengorbanan Pedang Jagat Samudera...
Cintai Aku Sewajarnya, Yank...
Matinya Seorang Saudara (Versi Gw/Bimo)
Berkumpul Kembali...
Keanehan Yang Mulai Muncul...
Sambutan Ketiga Saudara Ke Reinata...
Sabar???
Cukup! Tinggalin Aku Sendiri!!!
Siapa Kau???
Aku Ikutin Kemauan Kamu...
Keputusan Sepihak Yang Pahit...
Semua Beban Menjadi satu
Semua Beban Menjadi Satu (2)...
Serangkum Rindu Untuk Ayah...
Munculnya Penguasa Laut Utara...
Bertemunya Dua Penguasa...
Sebuah Kesepakatan...
Ibu Kenapa Yah???
Lu Kenapa, Ka???
Wanted Dead Or Alive.. ANTON!!!
Mo 'Perabotan' Lu Hancur Apa Tanggung Jawab???
It's The End Of Us...
Di Kerjain Ibu...
Ridho!!!
Kelewatan!!!
Munculnya Dua Penjaga Gerbang Kerajaan Laut...
Dewi Arum Kesuma VS Dewi Ayu Anjani
Datangnya Sosok Seorang Pemisah Dan Shock Therapy Buat Gw...
Kerajaan Jin...
Terkuaknya Semua Jawaban...
Maafin Gw, Bree...
Pengakuan Suluh...
Akhirnya Boleh Gondrong...
Pernikahan Kak Silvi Yang Seharusnya Membuat Gw Bahagia...
Pernikahan Kak Silvi Yang seharusnya Membuat Gw Bahagia (2)...
Tunggu Pembalasan Gw!!!...
Ni Mas Linduri dan Banas Ireng...
Dua Sosok Penyelamat Misterius...
Ada Apa Sama Ridho?...
Kesalahan Fatal...
Kembalinya Jin Penjaga Ridho dan Suluh...
Akibat Terlalu Ikut Campur...
Setiap Perbuatan Akan Mendapat Balasan...
Munculnya Viny Dan Sebuah Tantangan Bertarung...
Manusia Cabul...
Suara Penolong Misterius...
Bertemunya Kembali Sepasang Kekasih...
Terkuaknya Kebenaran...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar (2)...
Jaket Dan Celana Jeans Robek Serta Sweater Hitam Kumal...
She's My True Love...
Dilema...
Pertengkaran Dengan Ibu...
Rambe Lantak...
Gendewa Panah Pramesti...
Akan Ku Balaskan Dendam Mu, Arum Kesuma!!!
Yang Hilang dan Yang Kembali...
Jawaban Ayu...
Mati Gw!!!
Aku Makin Sayang...
Nasihat Om Hendra...
Jera Mencuri...
Ajian Segoro Geni...
Pilihan Sulit...
Keputusasaan Anggie...
Kabar Baik dari Ridho dan Suluh...
Perjalanan Menuju Pembalasan Dendam...
Rawa Rontek...
Rawa Rontek 2 (Terbayarnya Dendam)...
Kedatangan Pak Sugi...
Orang Titipan...
Hukuman Paling Berat...
Tidurlah Di Pangkuan Ku...
Menjajal Kesaktian...
Menjajal Kesaktian (2)...
Pengakuan Mengejutkan Babeh Misar...
Pengajaran Ilmu Silat Betawi...
Di Kepret Babeh Misar Lagi...
Tasya...
Naga Caglak dan Bajing Item...
Misteri Sebuah Dendam...
Kekuatan Sejati Kitab Langit Bagian Matahari...
Perpisahan...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera (2)...
Kembalinya Ibu...
Empat Bayangan Hitam...
Siapa Ni Mas Laras Rangkuti???
Dendam Seorang Sahabat...
Ini Keputusan Yang Harus Gw Ambil...
Semua Pengorbanan Ini Demi Ibu...
Rapuh...
Kabar Mengejutkan Sekar dan Sebuah Restu...
Siasat Braja Krama...
Munculnya Kitab Langit...
Si Pembuka Kitab langit dan Sosok Asli Pak Sugi...
Rencana Yang Matang...
Lamaran Pribadi...
Keingintahuan Anggie...
Perubahan Rencana...
Hampir Terjebak...
Kekecewaan Sekar...
Dua Syarat Reinata...
Aku Harap Kamu dan Anggie Bahagia, Mam...
Rahasia Sepasang Suami Isteri...
Menitipkan Amanah...
Berkumpulnya Para Pembela Kitab Langit...
Siasat Ki Purwagalih...
Raja Jin Raja Muslihat (Nyesek, Bree)...
Pertukaran Tawanan...
Perang Gaib PunTak Terelakkan...
Sang Penyelamat Dari Utara...
Pertempuran Awal Dua Penguasa Kerajaan Gaib...
Bertekuk Lututnya Sekutu Braja Krama...
Pertarungan Dua Putera (Gugurnya Satu Sahabat Gaib)...
Krama Raja...
Braja Krama Versus Krama Raja...
Raja Licik...
Aku Lah Sang Pembuka...
Siasat Krama Raja dan Bayu Ambar...
Terbukanya Semua Ilmu Terlarang...
Sebuah Pengecualian...
Sri Baduga Maharaja...
Hilangnya Sebuah Pengecualian...
Hilangnya Sebuah Pengecualian (2)...
Sebuah Pengorbanan...
Pahlawan...
Sumpah...
Ilmu Pamungkas yang Terlarang...
Kabar Yang Mengejutkan...
Pulang...
Pulang (2)...
Sedikit Kisah Rio Sebelum Kisah Ini Tamat...
Terhalang Sumpah...
Bantuan Sahabat Baik...
Bachelor Party...
Keturunan Lain Sang Prabu...
Pembalasan Dendam Singgih...
Sepenggal Kisah Nyi Mas Roro Suwastri...
Tawaran Yang Mengejutkan...
Lawan Atau Kawan???
Terkuaknya Silsilah...
Sebuah Kebenaran...
Sebuah Kebenaran (2)...
Bertemunya Dua Keturunan Sang Prabu...
Pertempuran Dua Hati...
Cinta Pertama VS Cinta Terakhir Jagat Tirta...
Pengakuan Bayu Barata...
Ki Larang dan Nyi Mas Galuh Pandita???
Prana Kusuma...
Kau Benar Keturunan Kami, Ngger...
Our Big Day...
Insiden...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga (2)...
Dua Tamu Istimewa...
Semua Karena Cinta...
Keputusan Sekar Kencana...
Kena Gampar...
Bonyok!!!
RIBET!!!
Berdamai...
Keponakan Baru...
Malam Pertama dan Tiga Keanehan...
Ajian Warisan Para Leluhur (The Last Part/End Of All Chapters)

SIDE STORIES

Keturunan Yang Tersesat...
Keturunan Yang Tersesat (2)...

Diubah oleh juraganpengki 15-07-2018 20:23
devanpancaAvatar border
iskrimAvatar border
adriantzAvatar border
adriantz dan 133 lainnya memberi reputasi
128
2.1M
8K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.7KAnggota
Tampilkan semua post
juraganpengkiAvatar border
TS
juraganpengki
#6933

Pengakuan Bayu Barata...

Gw yang terus terdiam tanpa tahu harus mengutarakan apa, melirik ke arah Sekar Kencana yang terdengar menghentikan kalimat saat dua tetes airmata mengalir dari pelupuk.. Bayu Barata nampak terlihat semakin gelisah memandangi Sekar Kencana yang sedang menangis..

“Aku tidak akan memperjuangkan cinta ku ini.. Karena aku tahu, cinta pertama Jagat Tirta memang tercipta hanya untuk Roro Suwastri” Lanjut Sekar Kencana setelah menghela nafas cukup panjang..

Kedua tangan Sekar Kencana nampak terkepal dengan posisi seperti sedang menusuk telapaknya sendiri menggunakan sepuluh kuku.. Seolah ia sengaja mencoba mengganti rasa sakit dalam batin dengan perihnya luka luar.. Dan benar saja, pandangan mata gw sempat melihat tetesan darah hitam jatuh mengalir dari telapak tangan kiri Sekar Kencana.. Namun dengan sangat cepat ia tutupi menggunakan alas kaki.. Sebenarnya, gw sangat tidak tega melihat kepedihan menikam sosok periang Sekar Kencana.. Tapi, gw bingung harus berbuat apa? Karena yang sedang terjadi, sama sekali tidak berkaitan dengan diri ini..

Nyi Mas Galuh Pandita yang telah mendengar keputusan Sekar Kencana, terlihat menghela nafas panjang.. Sementara, Nyi Mas Roro Suwastri nampak kian merapatkan tubuhnya ke Jagat Tirta.. Sebuah senyuman kemenangan tersunging dari wajah cantik Jin Penjaga nya Singgih, sambil mengeratkan genggaman tangan Jagat Tirta yang nampak sesekali melirik Sekar Kencana..

Suasana yang terasa sangat hening diantara kami semua, mendadak dipecahkan oleh suara langkah kaki tertatih Bayu Barata yang berjalan mendekati Sekar Kencana dan menarik lengan Jin cantik itu.. Bukan hanya Sekar Kencana saja yang dibuat terkejut, gw dan Nyi Mas Galuh Pandita pun sama kagetnya memandangi tingkah aneh Bayu Barata..

“Tidak! Kau jangan menyerah, Sekar Kencana.. Aku tahu persis bagaimana cara kau merawat Jagat Tirta dengan penuh kasih.. Aku tahu bagaimana kau mengobati luka hati sahabat ku itu dengan cinta tulus mu.. Hanya karena munculnya Roro Suwastri, kau seharusnya tidak semudah ini menyerah, Sekar”

Gw sampai tertegun mendengar tiap ucapan Bayu Barata yang terasa menggetarkan hati.. Dari wajahnya yang menyimpan rasa getir teramat sangat, gw tahu Bayu Barata sedang mencoba menekan kenyataan pahit dari cinta yang tak terbalaskan oleh Sekar Kencana..

“Dan kau, Roro Suwastri.. Mengapa kau baru muncul sekarang? Saat hubungan sahabat ku Jagat Tirta dan isterinya hampir kembali utuh.. Kau tidak tahu apa saja yang telah dikorban kan Sekar Kencana untuk Jagat Tirta? Kau tidak tau apa yang sudah ia lewati selama ini?” Tanya Bayu Barata sambil menunjukkan jari telunjuk tepat ke arah wajah Nyi Mas Roro Suwastri..

Sekar Kencana yang melihat Bayu Barata mulai melewati batas, langsung menarik lengannya.. Sementara, Jagat Tirta nampak sedang mencoba meredam emosi Nyi Mas Roro Suwastri yang tersulut akibat ucapan sahabatnya, Bayu Barata..

“Bayu.. Aku mohon, jangan buat masalah kami kian keruh, atau aku bersumpah akan pergi dan tidak akan pernah menemui kalian lagi” Ancam Sekar Kencana dengan wajah memelas..

Untuk sesaat, Bayu Barata nampak tertegun memandangi wajah cantik wanita yang selama ini sangat ia cintai.. Namun, perlahan ia membuka cengkraman tangannya dari lengan Sekar Kencana..

“Aku mohon jangan pergi, Sekar.. Aku akan membuka apa yang selama ini aku sembunyikan darimu dan sahabatku, Jagat Tirta.. Hari ini aku akan memberitahu dunia akan apa yang telah kusembunyikan” Ucap Bayu Barata yang membuat Jagat Tirta memandangnya heran..

“Kau tahu sahabatku, Jagat Tirta.. Aku sangat mencintai Sekar Kencana jauh sebelum ia menjadi isteri mu.. Aku mencintainya sejak pertama kali kita bertiga bertemu” Ucap Bayu Barata dengan tiap kalimat yang terdengar bergetar..

Baik Sekar Kencana, Jagat Tirta, Nyi Mas Roro Suwastri dan Nyi Mas Galuh Pandita sama-sama membelalakkan mata masing-masing mendengar pengakuan Bayu Barata, yang nampak sedang melempar pandangan ke Sekar Kencana.. Gw tidak terlalu terkejut akan perasaan Bayu Barata.. Karena sebelumnya gw memang sudah tahu akan kisah kasih tak sampai Bayu Barata terhadap Sekar Kencana.. Hanya saja, gw terperanjat akan keputusan yang diambil Bayu Barata barusan.. Dimana ia mengutarakan segala rasa yang sempat ia sembunyikan selama ratusan tahun..

“Maaf kan aku, Sekar.. Aku memang sangat mencintai mu sejak ratusan tahun lalu.. Aku yang hanya putera dari seorang dayang dikediaman Ki Suta Dewa, sangat bahagia bisa bermain dan berlatih ilmu kanuragan bersama mu dan Jagat Tirta.. Tak disangka, dari bahagia ku itu tanpa sadar mulai muncul perasaan lain tiap kali melihat mu, Sekar.. Tapi aku sangat sadar diri dan berniat mengubur cinta ku terhadap mu.. Karena aku tahu, darah yang mengalir di tubuh ini tidak lah biru seperti darah mu dan Jagat Tirta.. Niat ku mengubur cinta untuk mu kian kuat.. Saat aku tahu, kau diam-diam mencintai Jagat Tirta sahabat ku” Ucap Bayu Barata dengan kedua mata yang nampak mulai berkaca-kaca..

Sekar Kencana yang tertegun, perlahan menundukkan wajah nya seolah tak mau dipandang lebih lama oleh Bayu Barata..

“Karena hal itu, kau tidak menghadiri upacara pernikahan ku dan Jagat Tirta.. Apa dugaan ku benar, Bayu?” Tanya Sekar Kencana masih dengan wajah tertunduk..

Bayu Barata terdengar menghela nafas panjang dan menganggukkan kepala, bertepatan dengan naiknya wajah Sekar yang langsung memandangnya.. Tiba-tiba..

“BAYU!!!”

Suara bentakan Jagat Tirta terdengar bergema dan membuat sosok Bayu Barata, Sekar Kencana dan Nyi Mas Galuh Pandita menoleh ke arahnya.. Sementara, gw yang sempat merasakan jantung hampir copot karena bentakan Jagat Tirta tadi, masih mengelus-elus dada sambil terus menatap wajah beringas sosok berparas sama dengan gw..

“Tidak ku sangka selama ini kau mengkhianati ku.. Kau sudah ku anggap seperti saudara ku sendiri, Bayu.. Tapi kau malah mencintai isteri ku, Sekar Kencana” Ucap Jagat Tirta yang wajahnya nampak memerah menahan amarah..

Bayu Barata yang sedang diintimidasi oleh Jagat Tirta, hanya menyimpulkan senyuman getir..

“Jika kau masih menganggap Sekar Kencana sebagai isteri mu, maka kau tidak perlu risau akan munculnya kembali Roro Suwastri, sahabat ku Jagat Tirta”

“Tutup mulut mu, Bangs*t! Ini tidak ada hubungannya dengan Roro Suwastri”

“Kau yang seharusnya menutup mulut, Jagat Tirta!” Balas membentak Bayu Barata sambil menunjuk wajah sahabatnya..

Jagat Tirta nampak hendak bersiap melompat seraya ingin mengeluarkan Pedang Jagat Samudera dari sarung yang berada dipunggungnya.. Namun, niatnya itu dihalangi Nyi Mas Roro Suwastri, yang terus memandang sinis ke arah Bayu Barata..

“Kau tidak tahu betapa besar cintanya Sekar Kencana untuk mu, Jagat Tirta.. Ia bahkan merelakan cinta nya itu agar terkubur, saat tahu bahwa kau mencintai wanita yang malah meninggalkan mu dalam keterpurukan.. Apa kau tidak ingat, saat kau kehilangan semangat hidup setelah ditinggalkan Roro Suwastri? Sekar Kencana lah yang dengan telaten merawatmu.. Kau tidak tahu, Sekar Kencana selalu menyeka air mata nya karena mendengar kau meracau menyebut-nyebut nama Roro Suwastri, tiap kali ia menyuapi mu.. Aku tahu betapa sakitnya rasa cinta tak terbalas yang Sekar Kencana rasakan, Jagat Tirta.. Karena aku pun mengalaminya” Ucap Bayu Barata dengan suara kembali terdengar bergetar..

Jagat Tirta yang awalnya terlihat penuh amarah, perlahan mulai nampak tenang.. Sementara, Nyi Mas Roro Suwastri untuk sesaat tertegun mendengar ucapan Bayu Barata.. Gw sempat melihat arah pandang mata Nyi Mas Roro Suwastri, sesekali melirik ke Sekar Kencana yang sedang menyeka matanya..

“Tapi, Sekar Kencana jauh lebih beruntung dariku.. Karena ketulusannya, ia berhasil membuat mu jatuh cinta dan melupakan sosok Roro Suwastri.. Meski sebagian hati ku terasa hancur melihat kalian semakin hari semakin dekat, namun sebagian lagi hati ku merasa bahagia.. Ya.. Aku akui aku bahagia, menyaksikan gurat kesedihan di wajah Sekar Kencana yang saat itu jelas terlihat, perlahan hilang dan berubah menjadi raut kebahagiaan.. Aku bahagia melihat wanita yang ku cintai juga bahagia.. Aku sama sekali tidak menyesal telah mengubur cinta untuk Sekar Kencana.. Karena aku tahu cinta Sekar Kencana untuk mu akhirnya terbalaskan.. Tapi, mengapa hari ini kau mengembalikan gurat kesedihan yang sama, diwajah Sekar Kencana ratusan tahun lalu, sahabat ku Jagat Tirta? Apakah cinta Roro Suwastri jauh lebih besar dari cinta dan pengorbanan isterimu sendiri, Sekar Kencana?”Tutur Bayu Barata, yang diakhiri dengan jatuhnya dua titik air mata di pipi..

“Jika saja kita tidak tumbuh bersama sejak kecil, aku pasti sudah membuat perhitungan dengan mu Jagat Tirta.. Karena kau telah menyakiti hati wanita yang seharusnya kau kasihi.. Kau membuat Sekar Kencana menangis dan merelakan diri mu untuk kembali mengejar cinta masa lalu yang semu.. Buka mata mu, Jagat Tirta! Lihat lah wanita yang sama-sama kita cintai, namun lebih memilih mu untuk mendapatkan cinta nya.. Lihat lah wanita yang telah kau sia-siakan hidupnya selama ratusan tahun.. Lihatlah!!!”

Jagat Tirta nampak membesarkan kedua mata nya menatap nanar ke arah Bayu Barata yang jauh lebih tajam membalas tatapan sekaligus menusuknya lewat kalimat demi kalimat.. Perlahan, Jagat Tirta melepaskan genggaman tangan dari jari-jari lentik Nyi Mas Roro Suwastri.. Bukan! Bukan Jagat Tirta yang melepaskan tangannya.. Melainkan sosok Jin Penjaga nya Singgih lah, yang melepaskan jari dari genggaman Jagat Tirta..

“Sudahlah, Bayu.. Aku telah memutuskan untuk pergi dari sini.. Maafkan aku, Ibunda.. Aku tidak bisa membiarkan Jagat Tirta harus memilih antara aku dan Roro Suwastri.. Aku ikhlas.. Aku ridho untuk melepaskannya.. Jagat Tirta berhak meraih kebahagiaannya yang dahulu sempat hilang.. Roro Suwastri pun mempunyai hak yang sama” Ucap Sekar Kencana ke arah Bayu Barata dan beralih berbicara ke sosok Nyi Mas Galuh Pandita..

Dengan tertegun, Nyi Mas Galuh Pandita menatap Sekar Kencana lewat kedua mata yang berkaca-kaca, saat menantunya itu mencium punggung tangan kanan.. Gw yang khawatir Sekar Kencana akan pergi juga dari kehidupan gw, segera melangkah mendekatinya..

“Sekar, apakah kau akan meninggalkan ku juga?” Tanya gw dengan wajah memelas..

Untuk sesaat, Sekar Kencana menyeka pipinya yang dibasahi air mata.. Lalu, ia menyunggingkan senyuman manis ke arah gw..

“Tidak, Kang Mas.. Waktuku untuk terus mendampingi mu sebagai Jin Penjaga, belum habis.. Kau tidak perlu cemas, aku hanya akan meninggalkan mu sementara waktu saja.. Saat ini, aku sangat ingin menyendiri” Jawab Sekar Kencana sambil memegangi bahu kanan gw..

Setelah mendengar jawaban Sekar Kencana, gw merasa sangat lega.. Kemudian, Sekar Kencana mengangkat kedua ujung selendang emasnya dan mulai melayang naik hendak meninggalkan tempat ini..

Tapi tiba-tiba dari arah depan, sosok Nyi Mas Roro Suwastri terlihat ikut melesat dengan gerakan sangat cepat dan berhenti tepat di hadapan Sekar Kencana.. Gw yang khawatir kedua Jin wanita itu akan kembali bertarung, segera melemparkan pandangan ke arah Bayu Barata, Nyi Mas Galuh Pandita dan Jagat Tirta.. Namun, wajah mereka bertiga nampak sama tidak menyiratkan suatu kekhawatiran.. Meski terlihat waspada, baik Bayu Barata, Nyi Mas Galuh Pandita dan Jagat Tirta seperti memutuskan untuk menunggu yang akan terjadi selanjutnya.. Tak mau terus berasumsi sendiri, gw akhirnya mengikuti apa yang ketiga Jin tersebut lakukan.. Yakni, menunggu!

Dari arah lima tombak di udara, sosok Sekar Kencana dan Nyi Mas Roro Suwastri sama-sama terdiam tanpa ada yang mau membuka mulut untuk memulai ucapan.. Sekar Kencana yang terlihat sudah lebih tenang, menghela nafas panjang sebelum memulai pembicaraan..

“Mengapa kau menghentikan ku, Roro Suwastri? Apa kau masih tidak puas mendengar keputusan ku, dan ingin melanjutkan adu kekuatan lagi?” Tanya Sekar Kencana dengan suara lirih tanpa ada nya kesan mengintimidasi..

Tak disangka, Nyi Mas Roro Suwastri membalas ucapan Sekar Kencana dengan sebuah senyuman.. Gw sempat memicingkan mata sambil mencoba memandangi bagain bawah kelopak mata Jin penjaga nya Singgih.. Dengan Ajian Tembus Pandang yang masih tersematkan di kedua mata, gw dapat melihat jelas sisa genangan air bening yang ada disana..

“Apa Nyi Mas Roro Suwastri menangis tadi? Koq gw ga tahu yak?” Tanya gw dalam hati sambil menggaruk-garuk kepala..

“Sekar Kencana.. Aku mohon, ikutlah dengan ku untuk berpijak lagi diatas tanah.. Ada sesuatu yang ingin ku utarakan kepada mu” Ajak Nyi Mas Roro Suwastri sambil mengulurkan tangannya..

Sejenak, Sekar Kencana nampak tertegun memandangi uluran Jin wanita yang tadi sempat beradu kekuatan dengannya.. Lalu, ia kembali menghela nafas panjang dan perlahan turun lagi dan mendarat tepat di antara Bayu Barata dan Nyi Mas Galuh Pandita.. Sementara, sosok Nyi Mas Roro Suwastri pun melakukan hal sama.. Ia juga turun kembali dan menjejakkan kedua kaki disebelah Jagat Tirta.. Untuk sesaat, ia menatap Jagat Tirta yang sama sedang menoleh ke arahnya.. Kemudian, Nyi Mas Roro Suwastri melemparkan pandangan ke Sekar Kencana..

“Aku terpaksa meralat jawaban ku atas pertanyaan Ibunda Galuh Pandita” Ucap Nyi Mas Roro Suwastri yang membuat Jagat Tirta menatapnya heran..

Sambil menyunggingkan senyuman manis, Nyi Mas Roro Suwastri meemgangi lengan kanan Jagat Tirta untuk sesaat.. Lalu melemparkan pandangan lagi ke arah kami semua yang sedang kebingungan..

“Aku memutuskan pergi dari sisi Jagat Tirta untuk selama nya setelah ini” Ucap Nyi Mas Roro Suwastri yang membuat kami semua terbelalak..

“Aku sadar, bahwa kembali nya diriku ke sini ternyata sangat menyakitkan bagi beberapa sosok.. Sekar Kencana, kau lah yang berhak memiliki Jagat Tirta.. Seperti kata Ibunda Galuh Pandita, kau adalah isteri sah yang telah diikat dalam ikatan suci tali pernikahan oleh laki-laki yang sama-sama kita cintai.. Aku hanyalah sebuah kisah cinta masa lalu Jagat Tirta, yang sebenarnya telah tergantikan oleh tulusnya cinta mu, Sekar Kencana.. Saat Bayu Barata menjelaskan segalanya, tangan Jagat Tirta yang terus menggenggam jemari ku terasa bergetar.. Aku sempat melihat wajah sendu Jagat Tirta saat kau menitikkan air mata untuknya.. Dari situ aku sadar, bahwa kemunculan ku merupakan suatu kesalahan” Tutur Nyi Mas Roro Suwastri, dengan suara yang getarannya sangat ia usahakan untuk ditekan..

Jagat Tirta nampak melempar pandangan ke arah Sekar Kencana yang kedua mata nya sama berkaca-kaca seperti Nyi Mas Roro Suwastri.. Entah mengapa, dalam hati gw sempat terkekeh melihat kegalauan yang sedang menyerang sosok berparas sama dengan gw itu.. Akhirnya, Jagat Tirta juga merasakan galau gara-gara perempuan..

“Pada mulanya, aku memang sangat marah mendengar pengakuan Sekar Kencana yang mengatakan bahwa Jagat Tirta adalah suaminya, saat ia mengajak ku bertemu ditempat ini.. Aku sangat mengenal betul Jagat Tirta, yang tidak akan pernah padam cinta nya untukku, meski telah ku tinggalkan dalam keterpurukan.. Tapi aku salah.. Aku lupa akan posisi ku sendiri yang hanya merupakan sebuah bayangan dari kisah cinta masa lalu.. Aku lupa bahwa cinta ku dan Jagat Tirta telah usai, saat aku memutuskan untuk menyerah dan mengikuti kehendak Ayahanda guna mendampingi Sri Baduga Maharaja.. Aku juga lupa, bahwa datangnya diri ku kembali kesini, hanya lah untuk menjaga salah satu gadis keturunan Sang Prabu.. Oleh karena itu, aku Roro Suwastri bersumpah demi putera ku Prana Kusuma, tidak akan kembali menjalin kisah kasih dengan Jagat Tirta” Kata Nyi Mas Roro Suwastri yang mengakhiri kalimat dengan mengucap sumpah, yang membuat semua sosok terkejut...
djaquo
dodolgarut134
leobersamage107
leobersamage107 dan 14 lainnya memberi reputasi
15
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.