- Beranda
- Stories from the Heart
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
...
TS
juraganpengki
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)

Cool Cover By Agan Linbara (Thanks, Bree)..
Prolog
Setelah bangun dari ‘Mati Suri’ karena memutuskan untuk mencoba membunuh diri sendiri untuk melindungi Kitab Langit dan melenyapkan Bayu Ambar, gw kembali ke dunia nyata.. Kehidupan gw sedikit jauh berbeda, karena pengalaman ‘Mati Suri’ itu berefek langsung pada kelebihan yang gw miliki.. Gw masih sama Anggie, meski ujian atas cinta kami masih saja mendera.. Ada musuh baru, tentu saja.. Tapi ada juga sahabat baru yang muncul.. Karena ini akhir dari cerita kami berempat..
Kembalinya Anak Ibu...
Pengorbanan Pedang Jagat Samudera...
Cintai Aku Sewajarnya, Yank...
Matinya Seorang Saudara (Versi Gw/Bimo)
Berkumpul Kembali...
Keanehan Yang Mulai Muncul...
Sambutan Ketiga Saudara Ke Reinata...
Sabar???
Cukup! Tinggalin Aku Sendiri!!!
Siapa Kau???
Aku Ikutin Kemauan Kamu...
Keputusan Sepihak Yang Pahit...
Semua Beban Menjadi satu
Semua Beban Menjadi Satu (2)...
Serangkum Rindu Untuk Ayah...
Munculnya Penguasa Laut Utara...
Bertemunya Dua Penguasa...
Sebuah Kesepakatan...
Ibu Kenapa Yah???
Lu Kenapa, Ka???
Wanted Dead Or Alive.. ANTON!!!
Mo 'Perabotan' Lu Hancur Apa Tanggung Jawab???
It's The End Of Us...
Di Kerjain Ibu...
Ridho!!!
Kelewatan!!!
Munculnya Dua Penjaga Gerbang Kerajaan Laut...
Dewi Arum Kesuma VS Dewi Ayu Anjani
Datangnya Sosok Seorang Pemisah Dan Shock Therapy Buat Gw...
Kerajaan Jin...
Terkuaknya Semua Jawaban...
Maafin Gw, Bree...
Pengakuan Suluh...
Akhirnya Boleh Gondrong...
Pernikahan Kak Silvi Yang Seharusnya Membuat Gw Bahagia...
Pernikahan Kak Silvi Yang seharusnya Membuat Gw Bahagia (2)...
Tunggu Pembalasan Gw!!!...
Ni Mas Linduri dan Banas Ireng...
Dua Sosok Penyelamat Misterius...
Ada Apa Sama Ridho?...
Kesalahan Fatal...
Kembalinya Jin Penjaga Ridho dan Suluh...
Akibat Terlalu Ikut Campur...
Setiap Perbuatan Akan Mendapat Balasan...
Munculnya Viny Dan Sebuah Tantangan Bertarung...
Manusia Cabul...
Suara Penolong Misterius...
Bertemunya Kembali Sepasang Kekasih...
Terkuaknya Kebenaran...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar (2)...
Jaket Dan Celana Jeans Robek Serta Sweater Hitam Kumal...
She's My True Love...
Dilema...
Pertengkaran Dengan Ibu...
Rambe Lantak...
Gendewa Panah Pramesti...
Akan Ku Balaskan Dendam Mu, Arum Kesuma!!!
Yang Hilang dan Yang Kembali...
Jawaban Ayu...
Mati Gw!!!
Aku Makin Sayang...
Nasihat Om Hendra...
Jera Mencuri...
Ajian Segoro Geni...
Pilihan Sulit...
Keputusasaan Anggie...
Kabar Baik dari Ridho dan Suluh...
Perjalanan Menuju Pembalasan Dendam...
Rawa Rontek...
Rawa Rontek 2 (Terbayarnya Dendam)...
Kedatangan Pak Sugi...
Orang Titipan...
Hukuman Paling Berat...
Tidurlah Di Pangkuan Ku...
Menjajal Kesaktian...
Menjajal Kesaktian (2)...
Pengakuan Mengejutkan Babeh Misar...
Pengajaran Ilmu Silat Betawi...
Di Kepret Babeh Misar Lagi...
Tasya...
Naga Caglak dan Bajing Item...
Misteri Sebuah Dendam...
Kekuatan Sejati Kitab Langit Bagian Matahari...
Perpisahan...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera (2)...
Kembalinya Ibu...
Empat Bayangan Hitam...
Siapa Ni Mas Laras Rangkuti???
Dendam Seorang Sahabat...
Ini Keputusan Yang Harus Gw Ambil...
Semua Pengorbanan Ini Demi Ibu...
Rapuh...
Kabar Mengejutkan Sekar dan Sebuah Restu...
Siasat Braja Krama...
Munculnya Kitab Langit...
Si Pembuka Kitab langit dan Sosok Asli Pak Sugi...
Rencana Yang Matang...
Lamaran Pribadi...
Keingintahuan Anggie...
Perubahan Rencana...
Hampir Terjebak...
Kekecewaan Sekar...
Dua Syarat Reinata...
Aku Harap Kamu dan Anggie Bahagia, Mam...
Rahasia Sepasang Suami Isteri...
Menitipkan Amanah...
Berkumpulnya Para Pembela Kitab Langit...
Siasat Ki Purwagalih...
Raja Jin Raja Muslihat (Nyesek, Bree)...
Pertukaran Tawanan...
Perang Gaib PunTak Terelakkan...
Sang Penyelamat Dari Utara...
Pertempuran Awal Dua Penguasa Kerajaan Gaib...
Bertekuk Lututnya Sekutu Braja Krama...
Pertarungan Dua Putera (Gugurnya Satu Sahabat Gaib)...
Krama Raja...
Braja Krama Versus Krama Raja...
Raja Licik...
Aku Lah Sang Pembuka...
Siasat Krama Raja dan Bayu Ambar...
Terbukanya Semua Ilmu Terlarang...
Sebuah Pengecualian...
Sri Baduga Maharaja...
Hilangnya Sebuah Pengecualian...
Hilangnya Sebuah Pengecualian (2)...
Sebuah Pengorbanan...
Pahlawan...
Sumpah...
Ilmu Pamungkas yang Terlarang...
Kabar Yang Mengejutkan...
Pulang...
Pulang (2)...
Sedikit Kisah Rio Sebelum Kisah Ini Tamat...
Terhalang Sumpah...
Bantuan Sahabat Baik...
Bachelor Party...
Keturunan Lain Sang Prabu...
Pembalasan Dendam Singgih...
Sepenggal Kisah Nyi Mas Roro Suwastri...
Tawaran Yang Mengejutkan...
Lawan Atau Kawan???
Terkuaknya Silsilah...
Sebuah Kebenaran...
Sebuah Kebenaran (2)...
Bertemunya Dua Keturunan Sang Prabu...
Pertempuran Dua Hati...
Cinta Pertama VS Cinta Terakhir Jagat Tirta...
Pengakuan Bayu Barata...
Ki Larang dan Nyi Mas Galuh Pandita???
Prana Kusuma...
Kau Benar Keturunan Kami, Ngger...
Our Big Day...
Insiden...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga (2)...
Dua Tamu Istimewa...
Semua Karena Cinta...
Keputusan Sekar Kencana...
Kena Gampar...
Bonyok!!!
RIBET!!!
Berdamai...
Keponakan Baru...
Malam Pertama dan Tiga Keanehan...
Ajian Warisan Para Leluhur (The Last Part/End Of All Chapters)
SIDE STORIES
Keturunan Yang Tersesat...
Keturunan Yang Tersesat (2)...

Cool Cover By Agan Linbara (Thanks, Bree)..
Prolog
Setelah bangun dari ‘Mati Suri’ karena memutuskan untuk mencoba membunuh diri sendiri untuk melindungi Kitab Langit dan melenyapkan Bayu Ambar, gw kembali ke dunia nyata.. Kehidupan gw sedikit jauh berbeda, karena pengalaman ‘Mati Suri’ itu berefek langsung pada kelebihan yang gw miliki.. Gw masih sama Anggie, meski ujian atas cinta kami masih saja mendera.. Ada musuh baru, tentu saja.. Tapi ada juga sahabat baru yang muncul.. Karena ini akhir dari cerita kami berempat..
Kembalinya Anak Ibu...
Pengorbanan Pedang Jagat Samudera...
Cintai Aku Sewajarnya, Yank...
Matinya Seorang Saudara (Versi Gw/Bimo)
Berkumpul Kembali...
Keanehan Yang Mulai Muncul...
Sambutan Ketiga Saudara Ke Reinata...
Sabar???
Cukup! Tinggalin Aku Sendiri!!!
Siapa Kau???
Aku Ikutin Kemauan Kamu...
Keputusan Sepihak Yang Pahit...
Semua Beban Menjadi satu
Semua Beban Menjadi Satu (2)...
Serangkum Rindu Untuk Ayah...
Munculnya Penguasa Laut Utara...
Bertemunya Dua Penguasa...
Sebuah Kesepakatan...
Ibu Kenapa Yah???
Lu Kenapa, Ka???
Wanted Dead Or Alive.. ANTON!!!
Mo 'Perabotan' Lu Hancur Apa Tanggung Jawab???
It's The End Of Us...
Di Kerjain Ibu...
Ridho!!!
Kelewatan!!!
Munculnya Dua Penjaga Gerbang Kerajaan Laut...
Dewi Arum Kesuma VS Dewi Ayu Anjani
Datangnya Sosok Seorang Pemisah Dan Shock Therapy Buat Gw...
Kerajaan Jin...
Terkuaknya Semua Jawaban...
Maafin Gw, Bree...
Pengakuan Suluh...
Akhirnya Boleh Gondrong...
Pernikahan Kak Silvi Yang Seharusnya Membuat Gw Bahagia...
Pernikahan Kak Silvi Yang seharusnya Membuat Gw Bahagia (2)...
Tunggu Pembalasan Gw!!!...
Ni Mas Linduri dan Banas Ireng...
Dua Sosok Penyelamat Misterius...
Ada Apa Sama Ridho?...
Kesalahan Fatal...
Kembalinya Jin Penjaga Ridho dan Suluh...
Akibat Terlalu Ikut Campur...
Setiap Perbuatan Akan Mendapat Balasan...
Munculnya Viny Dan Sebuah Tantangan Bertarung...
Manusia Cabul...
Suara Penolong Misterius...
Bertemunya Kembali Sepasang Kekasih...
Terkuaknya Kebenaran...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar (2)...
Jaket Dan Celana Jeans Robek Serta Sweater Hitam Kumal...
She's My True Love...
Dilema...
Pertengkaran Dengan Ibu...
Rambe Lantak...
Gendewa Panah Pramesti...
Akan Ku Balaskan Dendam Mu, Arum Kesuma!!!
Yang Hilang dan Yang Kembali...
Jawaban Ayu...
Mati Gw!!!
Aku Makin Sayang...
Nasihat Om Hendra...
Jera Mencuri...
Ajian Segoro Geni...
Pilihan Sulit...
Keputusasaan Anggie...
Kabar Baik dari Ridho dan Suluh...
Perjalanan Menuju Pembalasan Dendam...
Rawa Rontek...
Rawa Rontek 2 (Terbayarnya Dendam)...
Kedatangan Pak Sugi...
Orang Titipan...
Hukuman Paling Berat...
Tidurlah Di Pangkuan Ku...
Menjajal Kesaktian...
Menjajal Kesaktian (2)...
Pengakuan Mengejutkan Babeh Misar...
Pengajaran Ilmu Silat Betawi...
Di Kepret Babeh Misar Lagi...
Tasya...
Naga Caglak dan Bajing Item...
Misteri Sebuah Dendam...
Kekuatan Sejati Kitab Langit Bagian Matahari...
Perpisahan...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera (2)...
Kembalinya Ibu...
Empat Bayangan Hitam...
Siapa Ni Mas Laras Rangkuti???
Dendam Seorang Sahabat...
Ini Keputusan Yang Harus Gw Ambil...
Semua Pengorbanan Ini Demi Ibu...
Rapuh...
Kabar Mengejutkan Sekar dan Sebuah Restu...
Siasat Braja Krama...
Munculnya Kitab Langit...
Si Pembuka Kitab langit dan Sosok Asli Pak Sugi...
Rencana Yang Matang...
Lamaran Pribadi...
Keingintahuan Anggie...
Perubahan Rencana...
Hampir Terjebak...
Kekecewaan Sekar...
Dua Syarat Reinata...
Aku Harap Kamu dan Anggie Bahagia, Mam...
Rahasia Sepasang Suami Isteri...
Menitipkan Amanah...
Berkumpulnya Para Pembela Kitab Langit...
Siasat Ki Purwagalih...
Raja Jin Raja Muslihat (Nyesek, Bree)...
Pertukaran Tawanan...
Perang Gaib PunTak Terelakkan...
Sang Penyelamat Dari Utara...
Pertempuran Awal Dua Penguasa Kerajaan Gaib...
Bertekuk Lututnya Sekutu Braja Krama...
Pertarungan Dua Putera (Gugurnya Satu Sahabat Gaib)...
Krama Raja...
Braja Krama Versus Krama Raja...
Raja Licik...
Aku Lah Sang Pembuka...
Siasat Krama Raja dan Bayu Ambar...
Terbukanya Semua Ilmu Terlarang...
Sebuah Pengecualian...
Sri Baduga Maharaja...
Hilangnya Sebuah Pengecualian...
Hilangnya Sebuah Pengecualian (2)...
Sebuah Pengorbanan...
Pahlawan...
Sumpah...
Ilmu Pamungkas yang Terlarang...
Kabar Yang Mengejutkan...
Pulang...
Pulang (2)...
Sedikit Kisah Rio Sebelum Kisah Ini Tamat...
Terhalang Sumpah...
Bantuan Sahabat Baik...
Bachelor Party...
Keturunan Lain Sang Prabu...
Pembalasan Dendam Singgih...
Sepenggal Kisah Nyi Mas Roro Suwastri...
Tawaran Yang Mengejutkan...
Lawan Atau Kawan???
Terkuaknya Silsilah...
Sebuah Kebenaran...
Sebuah Kebenaran (2)...
Bertemunya Dua Keturunan Sang Prabu...
Pertempuran Dua Hati...
Cinta Pertama VS Cinta Terakhir Jagat Tirta...
Pengakuan Bayu Barata...
Ki Larang dan Nyi Mas Galuh Pandita???
Prana Kusuma...
Kau Benar Keturunan Kami, Ngger...
Our Big Day...
Insiden...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga (2)...
Dua Tamu Istimewa...
Semua Karena Cinta...
Keputusan Sekar Kencana...
Kena Gampar...
Bonyok!!!
RIBET!!!
Berdamai...
Keponakan Baru...
Malam Pertama dan Tiga Keanehan...
Ajian Warisan Para Leluhur (The Last Part/End Of All Chapters)
SIDE STORIES
Keturunan Yang Tersesat...
Keturunan Yang Tersesat (2)...
Diubah oleh juraganpengki 15-07-2018 20:23
iskrim dan 132 lainnya memberi reputasi
127
2.1M
8K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
juraganpengki
#6895
Cinta Pertama VS Cinta Terakhir Jagat Tirta...
Sosok Burung Api Raksasa jelmaan Sekar Kencana yang terus menukik mengincar Nyi Mas Roro Suwastri, seketika mengubah haluan dan terbang mengepakkan sayap ke atas, guna menghindari Harimau Hitam.. Gw yang sudah membuka mata kembali, melihat Macan Kumbang jelmaan Bayu Barata melompat menyusul Burung Api.. Gerakan dua mahluk yang tercipta dari dua Ajian pemberian Patih Kerajaan Gaib Tanah Pasundan sama-sama sangat cepat..
Jika dilihat dengan mata telanjang, mungkin yang nampak hanya kobaran api dan bayangan hitam saja yang saling berkejaran di angkasa.. Tapi tidak dengan kedua mata gw yang sudah menggunakan Ajian Tembus Pandang.. Gw bisa dengan jelas melihat gerakan Macan Kumbang jelmaan Bayu Barata sedang mencoba menangkap sosok Burung Api raksasa..
Hingga di satu kesempatan, Macan Kumbang berwarna hitam legam berhasil memeluk tubuh Burung Api jelmaan Sekar Kencana dari belakang..
“KOAAAKK”
Suara pekikan Burung Api terdengar menggema di angkasa bahkan sampai menggetarkan tanah yang gw pijak.. Lalu sosoknya nampak bergetar hebat saat masih dalam pelukan Macan Kumbang.. Namun, tiba-tiba kobaran api merah yang menyelimuti Burung Api raksasa jelmaan Sekar Kencana, berubah biru disusul terdengar nya suara auman kesakitan Macan Kumbang.. Sosok Macan Kumbang jelmaan Bayu Barata nampak terlempar jauh dan terhempas menghantam tanah keras dengan bagian dada terbakar hangus..
“BAYUU!!!” Pekik gw memanggil nama Bayu Barata yang terlihat sudah kembali ke wujud aslinya dengan keadaan sedang menggeliat-geliat kesakitan diatas tanah..
Mengetahui sang penghalang berhasil dilumpuhkan, sosok Burung Api Neraka jelmaan Sekar Kencana kembali berteriak dan melesat menukik ke arah Nyi Mas Roro Suwastri.. Sekilas, cahaya pendaran api biru yang berkobar menyelimuti tubuh Burung Neraka, nampak menjilat-jilat dengan indahnya, saat tersapu angin..
Dari arah bawah, sosok Nyi Mas Roro Suwastri yang juga sudah bersiap dengan selendang hitam berenda emas di dua tangan, ikut melesat menyambut datangnya serangan sambil melemparkan dua ujung selendang sakti.. Gw yang melihat dua Jin wanita berkekuatan cukup tinggi, yang sesaat lagi kesaktiannya akan segera berbentrokan, hanya bisa mengutuk diri sendiri..
“Sial! Gimana cara nya gw bisa hentikan mereka”
Belum lewat sedetik gw membentak diri sendiri, tiba-tiba sebuah bayangan putih melesat melewati gw sambil mendaratkan beberapa totokan.. Sontak, tubuh gw kembali bisa digerakkan dan pandangan mata ini seketika terlempar ke kelebatan bayangan putih yang terus melesat menuju sosok Nyi Mas Roro Suwastri.. Namun, kedua mata gw membesar begitu melihat sekelebatan bayangan biru ikut melesat dari arah lain dan menuju Burung Api Raksasa jelmaan Sekar Kencana..
“HENTIKAN!!!!”
Suara bentakan seorang laki-laki terdengar menggelegar.. Bersamaan dengan itu, kelebatan bayangan putih menjelma menjadi sosok Jagat Tirta yang nampak sedang menangkis serangan dua ujung selendang hitam berenda emas milik Nyi Mas Roro Suwastri, menggunakan Pedang Jagat Samudera..
TRANGGG!!! TRANGG!!!
Dua suara benturan besi terdengar Cumiakkan gendang telinga disertai percikkan bara api berwarna perak, saat Pedang sakti yang ada ditangan Jagat Tirta membentur dua ujung selendang Nyi Mas Roro Suwastri.. Jin cantik berkemben hitam itu nampak melayang tersurut ke belakang dengan wajah menyiratkan raut keterkejutan memandangi Jagat Tirta..
Sementara, disisi lain sebuah Selendang berwarna biru yang sangat gw kenal betul merupakan senjata ampuh sekaligus pemanis penampilan Nyi Mas Galuh Pandita, terlihat sudah melilit tubuh Burung Api Raksasa jelmaan Sekar Kencana.. Gw segera mengikuti pangkal Selendang Biru yang ternyata memang sedang dipegangi oleh sosok puteri mantan Penguasa Gaib Tanah Pasundan, Braja Krama..
Untuk sedetik, Burung Api Raksasa terlihat meronta, sambil Cumiik kencang dengan suara menggetarkan tanah, mencoba melepas belitan Selendang Biru dipinggangnya.. Namun, Nyi Mas Galuh Pandita yang nampak berwajah sedikit tegang, nampak terus memegangi pangkal selendang sekuat tenaga.. Gw yang pernah melihat kejadian seperti ini sebelumnya, sedikit bisa bernafas lega karena Selendang Biru Nyi Mas Galuh Pandita sebentar lagi akan menyerap kekuatan Ajian Burung Api Neraka..
Dan dugaan gw tepat.. Gerakan sosok Burung Api Raksasa jelmaan Sekar Kencana nampak mulai melemah.. Disusul berubahnya kobaran api biru yang menyelimuti hewan gaib hasil Ajian yang digunakan Sekar, menjadi merah dan perlahan meredup lalu hilang dengan sendirinya.. Wujud Burung raksasa pun mulai kembali menjelma ke sosok aslinya.. Melihat sosok sang menantu melayang jatuh dari atas, Nyi Mas Galuh Pandita langsung melepaskan belitan Selendang Biru miliknya dari pinggang Sekar Kencana.. Kemudian, ia melompat untuk menangkap tubuh isterinya Jagat Tirta..
Secara perlahan, Nyi Mas Galuh Pandita mendudukkan Sekar Kencana diatas tanah.. Dan dengan menempelkan dua telapak tangannya, ia mencoba memulihkan tenaga serta luka dalam yang diderita Jin Penjaga gw itu.. Sementara, Pedang Jagat Samudera yang ada dalam genggaman Jagat Tirta, segera ia masukkan ke dalam sarung peraknya yang terikat di belakang punggung.. Pandangan mata ini sempat tertegun melihat sarung Pedang Sakti yang pernah menemani gw bertarung melawan sejumlah sosok Jin golongan hitam.. Baru kali ini gw mengetahui bahwa Pedang Jagat Samudera ternyata memiliki tempat persemayaman yang sesuai.. Mungkin karena Jagat Tirta adalah pemilik asli Pedang itu, maka ia yang mempunyai sarungnya.. Untuk sesaat, gw sempat merasakan sedikit rasa getir dalam hati mengetahui bahwa Pedang Jagat Samudera nampak kian gagah dalam genggaman si empunya.. Tak mau tenggelam dalam rasa hati nan getir, gw melempar pandangan ke arah Bayu Barata yang sedang mencoba bangkit sambil memegangi dada.. Tanpa menunda, gw langsung berlari ke arah Bayu Barata..
“Bayu, apakah kau tidak apa-apa?” Tanya gw seraya memegangi lengan Bayu Barata untuk membantu nya bangkit berdiri..
“Jangan khawatir, Raden.. Aku bisa mengatasi luka dalam ini” Jawab Bayu Barata, yang berucap tanpa menoleh ke arah gw, melainkan terus menatap ke depan..
“KAKAANG!!!
Suara teriakan dari lisan Nyi Mas Roro Suwastri sontak membuat pandangan gw teralihkan dan langsung menatapnya, yang sedang memeluk erat tubuh Jagat Tirta.. Bukan hanya gw yang memandang tertegun ke arah mereka berdua, namun Sekar Kencana dan Nyi Mas Galuh Pandita pun sama.. Bahkan, Sekar Kencana nampak menundukkan wajah, seolah tak mau memandang..
“Aku mendengar kabar bahwa kau telah tewas di dasar jurang, Kakang” Ucap Nyi Mas Roro Suwastri dengan airmata berurai, sambil terus memegangi wajah laki-laki yang sangat dicintainya itu..
“Tapi, apa yang aku lihat sekarang.. Kau ternyata masih hidup.. Aku sangat bahagia, Kakang” Lanjut Nyi Mas Roro Suwastri yang kembali memeluk erat tubuh Jagat Tirta..
Gw dan Bayu Barata yang berada sedikit jauh dibelakang Sekar Kencana dan Nyi Mas Galuh Pandita, segera berjalan mendekati mereka meski langkah Bayu Barata masih tertatih..
“Ananda, apa yang kau lakukan dengan Jin perempuan itu? Mengapa kalian asyik berpelukan di hadapan isteri mu sendiri” Ucap Nyi Mas Galuh Pandita dengan suara tegas..
Jagat Tirta perlahan melepaskan diri dari pelukan Nyi Mas Roro Suwastri yang nampak bingung memandangi Nyi Mas Galuh Pandita.. Saat Jagat Tirta mengajak untuk mendekat pun, Nyi Mas Roro Suwastri sedikit menyiratkan wajah enggan.. Baru setelah Jagat Tirta menggenggam tangan nya, sosok Nyi Mas Roro Suwastri menganggukkan kepala dan mulai berjalan beriringan dengan Jagat Tirta..
Sekar Kencana yang membalikkan tubuh karena tak mau melihat kedatangan mereka berdua, hendak bersiap untuk melompat meninggalkan tempat ini.. Akan tetapi, dengan cepat Nyi Mas Galuh Pandita menangkap lengannya.. Sekar Kencana nampak terkejut dan menoleh ke arah ibu mertuanya itu.. Untuk beberapa saat, gw bisa melihat genangan air mata memenuhi dua kelopak mata Sekar Kencana.. Namun, Nyi Mas Galuh Pandita memberi sebuah senyuman yang sungguh dapat menenangkan hati.. Sambil menganggukkan kepala dan menyeka air mata secara sembunyi-sembunyi, Sekar Kencana kembali membalikkan tubuh menghadap ke depan..
Gw sempat melirik ke arah Bayu Barata yang nampak sedang menggemeratakkan gigi serta mengepalkan sebelah tangannya yang tersembunyi dibelakang.. Jelas sekali ia sangat tidak suka melihat Sekar Kencana harus menitikkan air mata karena Jagat Tirta..
“Siapa perempuan itu? Mengapa sampai berani memeluk mu di depan menantuku, Sekar Kencana? Apa karena hendak melindungi mu dari jeratannya, Sekar Kencana sampai bertarung dan nekat menggunakan Ajian Burung Api Neraka?” Tanya Nyi Mas Galuh Pandita dengan tatapan tajam ke arah Nyi Mas Roro Suwastri..
Jin Penjaga nya Singgih sendiri sempat membesarkan kedua mata karena terkejut mendengar pertanyaan akhir sosok yang baru pertama kali dilihatnya itu.. Dari wajah Nyi Mas Roro Suwastri, nampak jelas raut ketidak sukaan akan ucapan Nyi Mas Galuh Pandita barusan..
“Ibunda, maafkan aku yang belum pernah menceritakan siapa sebenarnya sosok Roro Suwastri” Jawab Jagat Tirta sambil terus menggenggam tangan perempuan yang menjadi cinta pertamanya itu..
Kalimat demi kalimat mulai meluncur dari lisan Jagat Tirta tentang siapa sebenarnya sosok Nyi Mas Roro Suwastri.. Gw yang ikut menyimak penjelasan Jagat Tirta, sempat merasa heran karena sedikit pun suaminya Sekar Kencana itu tidak memandang wajah isterinya saat bercerita.. Dilain pihak, wajah Bayu Barata terlihat masih sedikit tegang dengan pandangan mata terpusat ke sosok Jagat Tirta.. Sementara, Nyi Mas Galuh Pandita sesekali melirik ke arah Sekar Kencana yang tetap tertunduk, sewaktu putera nya melisankan kisah Nyi Mas Roro Suwastri..
“Jadi, begitu ceritanya Ibunda.. Aku sangat mencintai Roro Suwastri dengan segenap jiwa.. Bahkan, saat ia lenyap mengikuti Sri Baduga Maharaja dalam keadaan mengandung anak ku, aku sempat mencari keberadaannya bersama Bayu Barata.. Benarkan, Bayu?” Tanya Jagat Tirta yang baru melemparkan pandangan ke arah sahabatnya..
Bayu Barata sendiri hanya menatap Jagat Tirta dan menjawab pertanyaannya dengan seulas senyuman dingin.. Nyi Mas Galuh Pandita nampak ikut menatap Bayu Barata, lalu melempar pandangan ke arah gw..
“Ada satu hal yang ingin ku tanyakan ke kekasih masa silam mu, Ananda Jagat.. Jika memang ia benar sangat mencintai mu, mengapa tetap mengikuti arahan Sang Prabu? Bukan kah saat itu ia sedang mengandung, katamu.. Seharusnya ia lebih memilih keselamatan jabang bayi nya.. Karena kita sama tahu sendiri, akan sangat berbahaya sekali jika ada anak manusia yang dilahirkan di alam halus”
Mendengar pertanyaan Ibundanya, Jagat Tirta melempar pandangan ke arah Nyi Mas Roro Suwastri..
“Maaf kan aku, Ibunda.. Sebagai puteri salah satu menteri Kerajaan Padjadjaran yang taat pada Baginda Raja, aku tidak bisa menolak kehendak Ayahanda yang meminta ku ikut.. Aku bahkan telah mengatakan pada beliau bahwa saat itu aku sedang mengandung.. Tapi, Ayahanda tetap bersikeras meski murka nya menimpa ku.. Akhirnya, dengan membulatkan tekad, aku memutuskan untuk ikut rombongan kerajaan dengan memasrahkan nasib calon jabang bayi dalam kandungan ku pada Sang Maha Kuasa.. Karena aku tahu, cinta ku dengan Jagat Tirta di alam manusia pun akan segera kandas, sebab terhalang oleh restu Ki Suta Dewa”
Nyi Mas Galuh Pandita nampak menganggukkan kepalanya beberapa kali.. Dari raut wajahnya, beliau nampak sedang menimbang-nimbang penuturan Nyi Mas Roro Suwastri tadi..
“Aku bisa menerima alasan mu, Roro Suwastri.. Tapi, sekarang kau telah tahu bahwa putera ku sudah mempunyai isteri sah yang sangat dicintainya, yaitu Sekar Kencana.. Apakah kau berniat untuk kembali menjalin kasih dengan putera ku, hingga nekat bertarung melawan isterinya? Jika memang kemunculan mu di kehidupan putera ku lagi hanya untuk meretakkan hubungan mereka berdua, aku lah sosok pertama yang harus kau hadapi”
Baik Nyi Mas Roro Suwastri dan Jagat Tirta, kedua nya nampak sama-sama terkejut mendengar ucapan sosok Jin yang merupakan puteri kandungnya Braja Krama, sekaligus Ibudanya Jagat Tirta sendiri..
“Aku bertarung dengan Jin itu karena ia telah lancang merebut calon suami ku, Nyi Mas” Jawab Nyi Mas Roro Suwastri dengan nada sedikit naik dan tanpa menyebut kata Ibunda ke Nyi Mas Galuh Pandita..
Sekar Kencana yang sempat tertunduk sekian lama, langsung mengangat wajahnya dan menatap tajam ke arah Nyi Mas Roro Suwastri..
“Jaga bicaramu ke Ibu ku, Roro Suwastri.. Aku tidak pernah berniat untuk merebut Jagat Tirta dari mu.. Kau lah yang telah meninggalkannya seorang diri dalam keadaan sangat putus asa”
“Tapi kau malah mencari peluang untuk mencuri hati Jagat Tirta disaat ia sedang rapuh.. Itu artinya, kau sengaja mengambil kesempatan dari kesalahan yang telah ku perbuat” Balas membentak Nyi Mas Roro Suwastri..
“Jahanam” Ucap Sekar Kencana, dengan suara lirih namun mengandung getaran amarah, sambil berniat untuk melayang maju ke arah saingannya..
Akan tetapi, telapak tangan kanan Nyi Mas Galuh Pandita langsung mencengkram bahu Sekar Kencana dan membuatnya menghentikan niat.. Sambil menyunggingkan senyuman manis dan menggelengkan kepala dua kali, Nyi Mas Galuh Pandita jelas memberikan tanda untuk Sekar Kencana, agar ia bisa lebih bersabar.. Jin cantik menantunya itu hanya bisa menganggukkan kepala dan menghela nafas panjang.. Lalu, Nyi Mas Galuh Pandita melempar pandangan kembali menatap ke arah Jagat Tirta dan Nyi Mas Roro Suwastri..
“Tentang masalah yang kalian bertiga hadapi dimasa lalu, itu bukan urusan ku.. Karena masa tersebut sudah terlewati.. Sekarang, aku ingin menanyakan sesuatu yang harus kau jawab dengan sangat jujur, Roro Suwastri.. Apakah kau masih mencintai putera ku Jagat Tirta, setelah sempat meninggalkannya seorang diri dalam keterpurukan di masa lalu? Dan apakah kau mau berjuang untuk mendapatkan cinta nya kembali, Roro Suwastri”
Nyi Mas Roro Suwastri nampak berubah air muka nya, begitu mendengar pertanyaan yang sedikit menyentil rasa ego.. Pandangan mata Jin cantik yang tangannya masih erat digenggam Jagat Tirta, untuk sesaat menatap wajah laki-laki yang ia cintai..
“Aku masih sangat mencintai Jagat Tirta, Ibunda.. Aku berjanji dengan segenap jiwa, bahwa aku akan berusaha mendapatkan cinta masa silam ku kembali” Jawab Nyi Mas Roro Suwastri dengan pendangan mata penuh keyakinan..
Nyi Mas Galuh Pandita sempat tertegun melihat Jagat Tirta menyimpulkan sebuah senyuman sangat manis, setelah jin cantik yang masih digenggam erat jarinya, selesai berucap.. Kemudian, ia perlahan memutar tubuhnya menghadap Sekar kencana yang nampak sedang menyeka airmata..
“Cah Ayu, sekarang waktunya kau menjawab pertanyaan ku yang sama.. Apakah kau mencintai suami mu, Jagat Tirta? Dan maukah kau berjuang untuk mempertahankan cinta mu itu? Secara hubungan, cintamu sangat halal dibanding cinta Roro Suwastri.. Karena kau lah wanita yang diikat oleh putera ku dengan tali suci pernikahan”
Wajah Sekar Kencana perlahan naik memandangi mertuanya dengan kedua mata berkaca-kaca.. Kemudian beralih memandangi Jagat Tirta yang nampak sedang tertegun tak berkedip melihatnya..
“Aku memang mencintai suamiku, Ibunda.. Tapi...”
Gw yang terus terdiam tanpa tahu harus mengutarakan apa, melirik ke arah Sekar Kencana yang terdengar menghentikan kalimat saat dua tetes airmata mengalir dari pelupuk.. Bayu Barata nampak terlihat semakin gelisah memandangi Sekar Kencana yang sedang menangis..
dodolgarut134 dan 12 lainnya memberi reputasi
13