- Beranda
- Stories from the Heart
Cinta ku ini milik siapa .. ??
...
TS
lmg101
Cinta ku ini milik siapa .. ??
Trit ini adalah lanjutan dr trit
https://www.kaskus.co.id/thread/55df...her-problem/13
Silahkan membaca trit itu terlebih dahulu untuk memudahkan memahami karakter2 yg sudah diceritakan sebelum nya
Part 1 : Pisang goreng tepung selama nya
Bismillah saya mulai cerita saya ini pada bulan akhir bulan maret 2004 pas keluar dari lapas jl veteran
Pagi itu sekitar jam 9 saya melangkah keluar dr lapas
Sesosok perempuan di atas kursi roda memakai baclava warna perak dengan tersenyum tapi air mata nya keluar tapi roman muka bahagia nya tidak bisa dia tutupi. Dengan berjalan pelan saya datangi perempuan tersebut. Saya menunduk dan saya taruh kepala saya di atas pahanya dan berkata
" apa sekarang kamu akan tetap disini ? " tanyaku dengan memeluk kedua kaki nya
" iyaa, aku pulang sayank " ucap nya
Pagi itu saya dijemput oleh nisa, umi, abi dan bang fandi. Setelah sungkem dan minta maaf kepada abi dan umi kami pun lgsg jalan keluar dari area lapas.
" bisa mampir ke makam nya rere ? " tanya ku
" iyaa, kita ziarah dulu trus makan " jawab umi
Saat itu saya duduk di belakang sedan bersama umi dan nisa. Tangan kiri ku tidak bisa melepas tangan kanan nisa saat itu aku genggam erat. Wajah nisa yg bahagia tidak bisa menutupi rasa sakit yang saat itu masih di derita nya
" sayang kamu bagaimana keadaan mu sekarang ? " tanya ku saat itu
" aku akan rutin periksa ke RSPP, medical check up ku sudah aku kirim kesana " ucap nya dengan menyandarkan kepala nya ke pundak kiri ku
" sementara nanti nisa tinggal sama kamu ham di kebayoran, sembari menunggu bu almas " ucap umi
" iyaa umi, aham akan jaga nisa "
Setelah sampai di kawasan TPU dekat parung kami semua turun. Nisa pun bersikukuh ingin ikut, dengan sedikit bersusah payah saya berhasil menggendong nisa hingga sampai di makam rere. Kembali disana saya ngobrol sdri di dpn makam rere sambil memperkenalkan nisa sekalian berpamitan kalau mungkin saya akan jarang ke makam rere. Setelah selesai semua abi umi kembali ke mobil tapi kami di belakang mereka
" re bukan gw merebut aham dari elo, tp gw cma menjaga aham di saat lu udah ga ada " ucap nisa pada makam rere
Setelah dr makam kami pun melanjutkan perjalanan pulang dan mampir ke kedai masakan timur tengah yg ada di jl veteran dekat masjid istiqlal
Melihat kedatangan kami sang empu sangat bahagia
" ahlan, ahlan " ucap pemilik kedai. " kayfaa antum, sehat ta ? " lanjut sang pemilik kedai
" bii khoiirr alhamduliilah yek " ucap abi. " biiddu'a i aja yeek ( doakan saja ) " lanjut abi
" allahumma barik bah "
Alhamdulillah kedai tersebut sampai sekarang masih jadi favorit keluarga besar kami kalau lagi makan ramai2.
Setelah selesai makan dan sholat dluhur di masjid istiqlal kami pun pulang ke rumah.
Begitu sampai di rumah tampak kak ipit, dek imo dan bbrp sahabat saya sudah di rmh menunggu kedatangan saya. Ada faizin, reski, puput, althaar dan beberapa teman lain nya
SELAMAT PULANG DAN MARI LEBIH BAIK
Poster yang dipampang depan rumah
Malam itu saya duduk di kursi teman dengan nisa kembali di temani pisang goreng tepung ( kl di jawa mungkin nama nya godho gedang ) dan teh hitam
" nis, kamu tahu dr siapa ? " tanya ku
" dari umi, umi yg menelepon ku dan meminta ku pulang kesini sblm kamu keluar dari penjara ham " jawab nya
" aku ga habis pikir ham kenapa kamu sampai seperti itu. Harus kah semua permasalahan mu diselesaikan dgn kekerasan ? " tanya nya dg melihat wajah ku
" ntahlah sayang, semoga ak lbh bs mengontrol emosi ku lagi " dengan memeluk nya dari samping. " jangan tinggalin aku lagi yaa, gorengan mu ini ga ada yg menggantikan "
Dari parkiran rumah terlihat muka marah puput melihat ke arah kam ketika dia datang ke rumah bersama papa nya
" ingat tugas lu ham masih ada kuliah ham, bukan nikah lagi " teriak puput
Dan konflik cinta pun segera dimulai
https://www.kaskus.co.id/thread/55df...her-problem/13
Silahkan membaca trit itu terlebih dahulu untuk memudahkan memahami karakter2 yg sudah diceritakan sebelum nya
Part 1 : Pisang goreng tepung selama nya
Bismillah saya mulai cerita saya ini pada bulan akhir bulan maret 2004 pas keluar dari lapas jl veteran
Pagi itu sekitar jam 9 saya melangkah keluar dr lapas
Quote:
Sesosok perempuan di atas kursi roda memakai baclava warna perak dengan tersenyum tapi air mata nya keluar tapi roman muka bahagia nya tidak bisa dia tutupi. Dengan berjalan pelan saya datangi perempuan tersebut. Saya menunduk dan saya taruh kepala saya di atas pahanya dan berkata
" apa sekarang kamu akan tetap disini ? " tanyaku dengan memeluk kedua kaki nya
" iyaa, aku pulang sayank " ucap nya
Pagi itu saya dijemput oleh nisa, umi, abi dan bang fandi. Setelah sungkem dan minta maaf kepada abi dan umi kami pun lgsg jalan keluar dari area lapas.
" bisa mampir ke makam nya rere ? " tanya ku
" iyaa, kita ziarah dulu trus makan " jawab umi
Saat itu saya duduk di belakang sedan bersama umi dan nisa. Tangan kiri ku tidak bisa melepas tangan kanan nisa saat itu aku genggam erat. Wajah nisa yg bahagia tidak bisa menutupi rasa sakit yang saat itu masih di derita nya
" sayang kamu bagaimana keadaan mu sekarang ? " tanya ku saat itu
" aku akan rutin periksa ke RSPP, medical check up ku sudah aku kirim kesana " ucap nya dengan menyandarkan kepala nya ke pundak kiri ku
" sementara nanti nisa tinggal sama kamu ham di kebayoran, sembari menunggu bu almas " ucap umi
" iyaa umi, aham akan jaga nisa "
Setelah sampai di kawasan TPU dekat parung kami semua turun. Nisa pun bersikukuh ingin ikut, dengan sedikit bersusah payah saya berhasil menggendong nisa hingga sampai di makam rere. Kembali disana saya ngobrol sdri di dpn makam rere sambil memperkenalkan nisa sekalian berpamitan kalau mungkin saya akan jarang ke makam rere. Setelah selesai semua abi umi kembali ke mobil tapi kami di belakang mereka
" re bukan gw merebut aham dari elo, tp gw cma menjaga aham di saat lu udah ga ada " ucap nisa pada makam rere
Setelah dr makam kami pun melanjutkan perjalanan pulang dan mampir ke kedai masakan timur tengah yg ada di jl veteran dekat masjid istiqlal
Melihat kedatangan kami sang empu sangat bahagia
" ahlan, ahlan " ucap pemilik kedai. " kayfaa antum, sehat ta ? " lanjut sang pemilik kedai
" bii khoiirr alhamduliilah yek " ucap abi. " biiddu'a i aja yeek ( doakan saja ) " lanjut abi
" allahumma barik bah "
Alhamdulillah kedai tersebut sampai sekarang masih jadi favorit keluarga besar kami kalau lagi makan ramai2.
Setelah selesai makan dan sholat dluhur di masjid istiqlal kami pun pulang ke rumah.
Begitu sampai di rumah tampak kak ipit, dek imo dan bbrp sahabat saya sudah di rmh menunggu kedatangan saya. Ada faizin, reski, puput, althaar dan beberapa teman lain nya
SELAMAT PULANG DAN MARI LEBIH BAIK
Poster yang dipampang depan rumah
Malam itu saya duduk di kursi teman dengan nisa kembali di temani pisang goreng tepung ( kl di jawa mungkin nama nya godho gedang ) dan teh hitam
" nis, kamu tahu dr siapa ? " tanya ku
" dari umi, umi yg menelepon ku dan meminta ku pulang kesini sblm kamu keluar dari penjara ham " jawab nya
" aku ga habis pikir ham kenapa kamu sampai seperti itu. Harus kah semua permasalahan mu diselesaikan dgn kekerasan ? " tanya nya dg melihat wajah ku
" ntahlah sayang, semoga ak lbh bs mengontrol emosi ku lagi " dengan memeluk nya dari samping. " jangan tinggalin aku lagi yaa, gorengan mu ini ga ada yg menggantikan "
Dari parkiran rumah terlihat muka marah puput melihat ke arah kam ketika dia datang ke rumah bersama papa nya
" ingat tugas lu ham masih ada kuliah ham, bukan nikah lagi " teriak puput
Dan konflik cinta pun segera dimulai
Spoiler for INDEX:
Diubah oleh lmg101 20-07-2018 00:53
imamarbai dan 9 lainnya memberi reputasi
8
97.1K
804
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
lmg101
#88
Part 21 : Besar Pasak Daripada Tiang
" kalian " ucap lena dengan terkejut dan lena segera pergi menuju lift
" kamu kenal dia ? " tanya maria yg sedang berdiri di depan kamar nya
" dia pacar sahabat kita " jawab ku
" seperti nya kamu lebih baik jangan cerita ke sahabat elo " ujar maria
Berbagia negatif thinking tentang lena pun terucap di obrolan kami malam itu, ramon bersikeras untuk memberitahu althaar bahwa pacar nya sudah melakukan hal buruk di belakang nya sementara saya dan reski memilih untuk membiarkan nya karena bagaimanapun juga kami sudah dewasa, dan masalah percintaan adalah hak dari masing2
Karena penasaran keesokan pagi nya saya menelepon yuri
Outgoing call : Tukang Adu Domba
" hai ham, tahu aja ak belum sarapan. Ak tunggu di apartemen ya "
" nggak yuri gw mau nanya ..... "
" sejam lagi gw tunggu di apartemen, daah "
Tuut ...
Dan akhir nya dengan terpaksa saya pun pergi menemui yuri setelah ngobrol dengan reski dan ramon terlebih dahulu
Sesampai nya di apartemen yuri, saya lgsg menemui nya di lobby
" hai yurii "
" bentar ham " balas nya dengan mengambil purse nya
" yuk ham ajak gw makan, gw lapar " sambil berjalan menuju pintu keluar apartemen
" gw mau nanya perihal lena " dan seketika itu yuri berhenti melangkahkan kaki
" jangan sebut nama nya di depan gw lagi ya ham, gw ga sudi dan gw ga mau tahu apapun tentang lena " ucap yuri dengan nada serius dan penuh penekanan. " kalau lu ksni cma pingin nanya lena, lu mending balik saja. Gw bs makan sendiri "
Akhir nya saya pun kembali, setelah tahu yuri marah mengenai lena
Outgoing call : Bawel Parah
" kak gw bs ketemu ga ? Gw mau nanya2 lena "
" ada apa ham sama lena ? "
" semalam kuta ketemu dia sama cowo lain "
" ya nanti kakak telpon lg atau kakak ke apartemen mu "
" oke kak, makasih "
Setelah menyalakan mobil dan mau keluar ada telepon masuk
Incoming call : Tukang Adu Domba
" kamu sekarang dimana ham ?"
" masih di parkiran basement "
" gw tunggu di lobby drop off ya, gw laper banget anter beli makan " pinta yuri dengan nada sedih
Setelah yuri masuk mobil
" lu mau makan apa ? "
" terserah ham yg penting kenyang "
" ya udah sabar dl gw antar "
Melihat yuri lemas saat itu sebenar nya kasihan juga, akhir nya saya antar yuri ke warung makan tegal dekat mangga besar, yg kebetulan saat itu yuri sudah pindah ke apartemen mediterania
" ham samain yaa menu nyaa " ujar yuri dengan lemas
" iyaa, ini ak pesenin nasi trus sayur dan lauk nya ak sendiriin "
" makasih ham "
" kamu mau lauk apa ? "
" apa aja deh ham "
Setelah disajikan makanan nya yuri lgsg memakan nya tanpa dikomando
" kamu laper banget ? "
" terakhir gw makan kemarin sarapan di tempat lu aja, trus gw sibuk baca buku "
" dasar cewe gila "
" bentar gw laper dan ini enak "
" iyaa puasin dah "
Setelah selesai makan yuri pun baru menyadari bahwa saat itu dia sedang makan di kawasan yg kurang bersahabat dengan nya, makan bareng dengan tukang2 dan kuli bangunan dan beberapa tukang becak. Tempat nya kurang higienis dan sangat jauh dari kesan bagus dan kesan nya adalah kumuh. Disitu dia diam tertegun berdiri mematung melihat sekitar banyak anak kecil berlarian sambil tidak memakai baju hanya memakai pakaian dalam. Sebuah pemadangan dan kesan yg jauh dari yuri bayangkan
Tidak lama kemudian ada yg menyapa
" mas kok jauh makan disini ? " tanya orang tersebut
" ini sama yuri mahasiswi nya kakak "
" mampir ke kantor proyek mas ? "
" nggak pak, lanjutin aja kerjaan pak. Saya ga mau ganggu "
" itu gpp mbak nya cuma diam berdiri dan bengong ? "
" biar aja pak gpp "
Kemudian terlihat bang helmi mendatangi ku
" mas kok kesini ga bilang2 ? "
" gpp mas, mampir makan saja "
" btuh dikawal mas ? "
" ga usah bang lanjutin aja kerjaan bang helmi, oh minta tolong bawain payung "
" siap mas "
Setelah sekitar 15 menit yuri terdiam saya pun mendekati nya sambil membuka payung dan memayungi ny
" yuri udah puas lihat nya ? Panas bgt loh skr "
" kamu jahat ham , kamu bawa gw ke tempat seperti ini "
" ini realita sosial yuri, jauh dari angan2 yang tertulis di buku2 yang kamu baca "
" bukalah mata mu yuri dan jadilah wanita yang lebih baik pola pemikiran nya "
" kamu sangat jahat ham .... " yuri pun menangis
" iyaa gw jahat yuri, ayoo kita balik " ucap ku sambil menggandeng nya kembali ke mobil
Setelah mengantar yuri balik ke apartemen nya saya segera pulang
Outgoing call : Bawel Parah
" kak kalau jadi ke apart bawa makanan yaa "
" jadi dek masih nunggu dijemput richard "
" okee kak hati2, bawain martabak telor aja "
" okee dek, lu masak nasi yaa "
" siap kak "
Malam itu sekitar jam 8 kak ipit dan bang richard sudah sampai
Nasi sudah saya hidangkan dan kami pun makan nasi dengan lauk martabak telor ramai2. Tiba2 ada telp masuk
Incoming Call : Bohay
" ham lu dmn ? "
" gw d apart sama kak ipit "
" oh ya udah kl gt "
" kenapa ? "
" gpp "
" oke "
Setelah selesai makan ramon pun membuka obrolan malam itu
" kak, lena itu pramuria kah ? " tanya ramon tanpa malu
" waduh ak sih ga tahu mon, cuma kl ngelihat pakaian dll nya sepertinya dia anak orang kaya mon " jawab kak ipit. " memang kenapa mon ? "
" ham tahu ga, kamar itu ya sehari ini yg masuk 2 cowo dan 1 laki tua " ujar ramon
" nah looh " ucap ku
" memang ada apa sih ? " tanya bang richard
" gini bang semalam kita itu tahu lena dicium ama cowok2 di depan kamar situ, pas kita sapa dia lgsg lari " jawab ramon
" ya kalii aja itu teman2 nya trus dia malu "
" apa iya harus lari bang ? " tanya reski
Incoming call : Tukang Adu Domba
" masih penasaran dengan lena ? "
" iyaa "
" beliin gw martabak manis yang enak, gw tunggu "
" yuri mending sini deh, ada kakak disini lagian besok libur "
" okee, ak naik taksi kesana. Kamu beliin ak martabak manis yang enak "
" iya iyaa "
" siapa ham ? " tanya reski
" yuri kesini, gw beliin dia martabak manis dlu "
" naah bener tuh kita tanya yuri aja " jawab kak ipit. " kamu gpp kan ? " tanya kak ipit ke bang richard
" gpp pit, toh apartemen aham juga gede 3 kamar nya "
" iyaa kak, tidur sini aja rame2 " teriak ku dr dlam kamar
" ya udah hitung 2 sebelum gw meninggalkan kalian2 "
Sekitar sejam kemudian saya sudah beli martabak manis dan masuk lobby terlihat yuri sedang berdiri di depan resepsionis
" yuri, ngapain disitu ? Ga naik ? "
" hp gw ketinggalan dan ga bisa telpon siapa2 "
" laah ga minta tolong nganter naik ? "
" gw ga tahu nomor kamar mu brp ? "
" ya Allah ... "
" ya udah ayo naik, ini martabak mu "
" ham "
" apa ? "
" katamu ada bu ipit "
" ada kak ipit memang di atas "
" kok beli cuma satu kotak ? Bu ipit ga iri kalau aku makan martabak manis nya sendirian ? "
Ya tuhaaan ini anak dlu kecil nya makan apaan siih .....
" kalian " ucap lena dengan terkejut dan lena segera pergi menuju lift
" kamu kenal dia ? " tanya maria yg sedang berdiri di depan kamar nya
" dia pacar sahabat kita " jawab ku
" seperti nya kamu lebih baik jangan cerita ke sahabat elo " ujar maria
Berbagia negatif thinking tentang lena pun terucap di obrolan kami malam itu, ramon bersikeras untuk memberitahu althaar bahwa pacar nya sudah melakukan hal buruk di belakang nya sementara saya dan reski memilih untuk membiarkan nya karena bagaimanapun juga kami sudah dewasa, dan masalah percintaan adalah hak dari masing2
Karena penasaran keesokan pagi nya saya menelepon yuri
Outgoing call : Tukang Adu Domba
" hai ham, tahu aja ak belum sarapan. Ak tunggu di apartemen ya "
" nggak yuri gw mau nanya ..... "
" sejam lagi gw tunggu di apartemen, daah "
Tuut ...
Dan akhir nya dengan terpaksa saya pun pergi menemui yuri setelah ngobrol dengan reski dan ramon terlebih dahulu
Sesampai nya di apartemen yuri, saya lgsg menemui nya di lobby
" hai yurii "
" bentar ham " balas nya dengan mengambil purse nya
" yuk ham ajak gw makan, gw lapar " sambil berjalan menuju pintu keluar apartemen
" gw mau nanya perihal lena " dan seketika itu yuri berhenti melangkahkan kaki
" jangan sebut nama nya di depan gw lagi ya ham, gw ga sudi dan gw ga mau tahu apapun tentang lena " ucap yuri dengan nada serius dan penuh penekanan. " kalau lu ksni cma pingin nanya lena, lu mending balik saja. Gw bs makan sendiri "
Akhir nya saya pun kembali, setelah tahu yuri marah mengenai lena
Outgoing call : Bawel Parah
" kak gw bs ketemu ga ? Gw mau nanya2 lena "
" ada apa ham sama lena ? "
" semalam kuta ketemu dia sama cowo lain "
" ya nanti kakak telpon lg atau kakak ke apartemen mu "
" oke kak, makasih "
Setelah menyalakan mobil dan mau keluar ada telepon masuk
Incoming call : Tukang Adu Domba
" kamu sekarang dimana ham ?"
" masih di parkiran basement "
" gw tunggu di lobby drop off ya, gw laper banget anter beli makan " pinta yuri dengan nada sedih
Setelah yuri masuk mobil
" lu mau makan apa ? "
" terserah ham yg penting kenyang "
" ya udah sabar dl gw antar "
Melihat yuri lemas saat itu sebenar nya kasihan juga, akhir nya saya antar yuri ke warung makan tegal dekat mangga besar, yg kebetulan saat itu yuri sudah pindah ke apartemen mediterania
" ham samain yaa menu nyaa " ujar yuri dengan lemas
" iyaa, ini ak pesenin nasi trus sayur dan lauk nya ak sendiriin "
" makasih ham "
" kamu mau lauk apa ? "
" apa aja deh ham "
Setelah disajikan makanan nya yuri lgsg memakan nya tanpa dikomando
" kamu laper banget ? "
" terakhir gw makan kemarin sarapan di tempat lu aja, trus gw sibuk baca buku "
" dasar cewe gila "
" bentar gw laper dan ini enak "
" iyaa puasin dah "
Setelah selesai makan yuri pun baru menyadari bahwa saat itu dia sedang makan di kawasan yg kurang bersahabat dengan nya, makan bareng dengan tukang2 dan kuli bangunan dan beberapa tukang becak. Tempat nya kurang higienis dan sangat jauh dari kesan bagus dan kesan nya adalah kumuh. Disitu dia diam tertegun berdiri mematung melihat sekitar banyak anak kecil berlarian sambil tidak memakai baju hanya memakai pakaian dalam. Sebuah pemadangan dan kesan yg jauh dari yuri bayangkan
Tidak lama kemudian ada yg menyapa
" mas kok jauh makan disini ? " tanya orang tersebut
" ini sama yuri mahasiswi nya kakak "
" mampir ke kantor proyek mas ? "
" nggak pak, lanjutin aja kerjaan pak. Saya ga mau ganggu "
" itu gpp mbak nya cuma diam berdiri dan bengong ? "
" biar aja pak gpp "
Kemudian terlihat bang helmi mendatangi ku
" mas kok kesini ga bilang2 ? "
" gpp mas, mampir makan saja "
" btuh dikawal mas ? "
" ga usah bang lanjutin aja kerjaan bang helmi, oh minta tolong bawain payung "
" siap mas "
Setelah sekitar 15 menit yuri terdiam saya pun mendekati nya sambil membuka payung dan memayungi ny
" yuri udah puas lihat nya ? Panas bgt loh skr "
" kamu jahat ham , kamu bawa gw ke tempat seperti ini "
" ini realita sosial yuri, jauh dari angan2 yang tertulis di buku2 yang kamu baca "
" bukalah mata mu yuri dan jadilah wanita yang lebih baik pola pemikiran nya "
" kamu sangat jahat ham .... " yuri pun menangis
" iyaa gw jahat yuri, ayoo kita balik " ucap ku sambil menggandeng nya kembali ke mobil
Setelah mengantar yuri balik ke apartemen nya saya segera pulang
Outgoing call : Bawel Parah
" kak kalau jadi ke apart bawa makanan yaa "
" jadi dek masih nunggu dijemput richard "
" okee kak hati2, bawain martabak telor aja "
" okee dek, lu masak nasi yaa "
" siap kak "
Malam itu sekitar jam 8 kak ipit dan bang richard sudah sampai
Nasi sudah saya hidangkan dan kami pun makan nasi dengan lauk martabak telor ramai2. Tiba2 ada telp masuk
Incoming Call : Bohay
" ham lu dmn ? "
" gw d apart sama kak ipit "
" oh ya udah kl gt "
" kenapa ? "
" gpp "
" oke "
Setelah selesai makan ramon pun membuka obrolan malam itu
" kak, lena itu pramuria kah ? " tanya ramon tanpa malu
" waduh ak sih ga tahu mon, cuma kl ngelihat pakaian dll nya sepertinya dia anak orang kaya mon " jawab kak ipit. " memang kenapa mon ? "
" ham tahu ga, kamar itu ya sehari ini yg masuk 2 cowo dan 1 laki tua " ujar ramon
" nah looh " ucap ku
" memang ada apa sih ? " tanya bang richard
" gini bang semalam kita itu tahu lena dicium ama cowok2 di depan kamar situ, pas kita sapa dia lgsg lari " jawab ramon
" ya kalii aja itu teman2 nya trus dia malu "
" apa iya harus lari bang ? " tanya reski
Incoming call : Tukang Adu Domba
" masih penasaran dengan lena ? "
" iyaa "
" beliin gw martabak manis yang enak, gw tunggu "
" yuri mending sini deh, ada kakak disini lagian besok libur "
" okee, ak naik taksi kesana. Kamu beliin ak martabak manis yang enak "
" iya iyaa "
" siapa ham ? " tanya reski
" yuri kesini, gw beliin dia martabak manis dlu "
" naah bener tuh kita tanya yuri aja " jawab kak ipit. " kamu gpp kan ? " tanya kak ipit ke bang richard
" gpp pit, toh apartemen aham juga gede 3 kamar nya "
" iyaa kak, tidur sini aja rame2 " teriak ku dr dlam kamar
" ya udah hitung 2 sebelum gw meninggalkan kalian2 "
Sekitar sejam kemudian saya sudah beli martabak manis dan masuk lobby terlihat yuri sedang berdiri di depan resepsionis
" yuri, ngapain disitu ? Ga naik ? "
" hp gw ketinggalan dan ga bisa telpon siapa2 "
" laah ga minta tolong nganter naik ? "
" gw ga tahu nomor kamar mu brp ? "
" ya Allah ... "
" ya udah ayo naik, ini martabak mu "
" ham "
" apa ? "
" katamu ada bu ipit "
" ada kak ipit memang di atas "
" kok beli cuma satu kotak ? Bu ipit ga iri kalau aku makan martabak manis nya sendirian ? "
Ya tuhaaan ini anak dlu kecil nya makan apaan siih .....
Diubah oleh lmg101 06-06-2018 20:36
cos44rm memberi reputasi
1