- Beranda
- Stories from the Heart
Cinta ku ini milik siapa .. ??
...
TS
lmg101
Cinta ku ini milik siapa .. ??
Trit ini adalah lanjutan dr trit
https://www.kaskus.co.id/thread/55df...her-problem/13
Silahkan membaca trit itu terlebih dahulu untuk memudahkan memahami karakter2 yg sudah diceritakan sebelum nya
Part 1 : Pisang goreng tepung selama nya
Bismillah saya mulai cerita saya ini pada bulan akhir bulan maret 2004 pas keluar dari lapas jl veteran
Pagi itu sekitar jam 9 saya melangkah keluar dr lapas
Sesosok perempuan di atas kursi roda memakai baclava warna perak dengan tersenyum tapi air mata nya keluar tapi roman muka bahagia nya tidak bisa dia tutupi. Dengan berjalan pelan saya datangi perempuan tersebut. Saya menunduk dan saya taruh kepala saya di atas pahanya dan berkata
" apa sekarang kamu akan tetap disini ? " tanyaku dengan memeluk kedua kaki nya
" iyaa, aku pulang sayank " ucap nya
Pagi itu saya dijemput oleh nisa, umi, abi dan bang fandi. Setelah sungkem dan minta maaf kepada abi dan umi kami pun lgsg jalan keluar dari area lapas.
" bisa mampir ke makam nya rere ? " tanya ku
" iyaa, kita ziarah dulu trus makan " jawab umi
Saat itu saya duduk di belakang sedan bersama umi dan nisa. Tangan kiri ku tidak bisa melepas tangan kanan nisa saat itu aku genggam erat. Wajah nisa yg bahagia tidak bisa menutupi rasa sakit yang saat itu masih di derita nya
" sayang kamu bagaimana keadaan mu sekarang ? " tanya ku saat itu
" aku akan rutin periksa ke RSPP, medical check up ku sudah aku kirim kesana " ucap nya dengan menyandarkan kepala nya ke pundak kiri ku
" sementara nanti nisa tinggal sama kamu ham di kebayoran, sembari menunggu bu almas " ucap umi
" iyaa umi, aham akan jaga nisa "
Setelah sampai di kawasan TPU dekat parung kami semua turun. Nisa pun bersikukuh ingin ikut, dengan sedikit bersusah payah saya berhasil menggendong nisa hingga sampai di makam rere. Kembali disana saya ngobrol sdri di dpn makam rere sambil memperkenalkan nisa sekalian berpamitan kalau mungkin saya akan jarang ke makam rere. Setelah selesai semua abi umi kembali ke mobil tapi kami di belakang mereka
" re bukan gw merebut aham dari elo, tp gw cma menjaga aham di saat lu udah ga ada " ucap nisa pada makam rere
Setelah dr makam kami pun melanjutkan perjalanan pulang dan mampir ke kedai masakan timur tengah yg ada di jl veteran dekat masjid istiqlal
Melihat kedatangan kami sang empu sangat bahagia
" ahlan, ahlan " ucap pemilik kedai. " kayfaa antum, sehat ta ? " lanjut sang pemilik kedai
" bii khoiirr alhamduliilah yek " ucap abi. " biiddu'a i aja yeek ( doakan saja ) " lanjut abi
" allahumma barik bah "
Alhamdulillah kedai tersebut sampai sekarang masih jadi favorit keluarga besar kami kalau lagi makan ramai2.
Setelah selesai makan dan sholat dluhur di masjid istiqlal kami pun pulang ke rumah.
Begitu sampai di rumah tampak kak ipit, dek imo dan bbrp sahabat saya sudah di rmh menunggu kedatangan saya. Ada faizin, reski, puput, althaar dan beberapa teman lain nya
SELAMAT PULANG DAN MARI LEBIH BAIK
Poster yang dipampang depan rumah
Malam itu saya duduk di kursi teman dengan nisa kembali di temani pisang goreng tepung ( kl di jawa mungkin nama nya godho gedang ) dan teh hitam
" nis, kamu tahu dr siapa ? " tanya ku
" dari umi, umi yg menelepon ku dan meminta ku pulang kesini sblm kamu keluar dari penjara ham " jawab nya
" aku ga habis pikir ham kenapa kamu sampai seperti itu. Harus kah semua permasalahan mu diselesaikan dgn kekerasan ? " tanya nya dg melihat wajah ku
" ntahlah sayang, semoga ak lbh bs mengontrol emosi ku lagi " dengan memeluk nya dari samping. " jangan tinggalin aku lagi yaa, gorengan mu ini ga ada yg menggantikan "
Dari parkiran rumah terlihat muka marah puput melihat ke arah kam ketika dia datang ke rumah bersama papa nya
" ingat tugas lu ham masih ada kuliah ham, bukan nikah lagi " teriak puput
Dan konflik cinta pun segera dimulai
https://www.kaskus.co.id/thread/55df...her-problem/13
Silahkan membaca trit itu terlebih dahulu untuk memudahkan memahami karakter2 yg sudah diceritakan sebelum nya
Part 1 : Pisang goreng tepung selama nya
Bismillah saya mulai cerita saya ini pada bulan akhir bulan maret 2004 pas keluar dari lapas jl veteran
Pagi itu sekitar jam 9 saya melangkah keluar dr lapas
Quote:
Sesosok perempuan di atas kursi roda memakai baclava warna perak dengan tersenyum tapi air mata nya keluar tapi roman muka bahagia nya tidak bisa dia tutupi. Dengan berjalan pelan saya datangi perempuan tersebut. Saya menunduk dan saya taruh kepala saya di atas pahanya dan berkata
" apa sekarang kamu akan tetap disini ? " tanyaku dengan memeluk kedua kaki nya
" iyaa, aku pulang sayank " ucap nya
Pagi itu saya dijemput oleh nisa, umi, abi dan bang fandi. Setelah sungkem dan minta maaf kepada abi dan umi kami pun lgsg jalan keluar dari area lapas.
" bisa mampir ke makam nya rere ? " tanya ku
" iyaa, kita ziarah dulu trus makan " jawab umi
Saat itu saya duduk di belakang sedan bersama umi dan nisa. Tangan kiri ku tidak bisa melepas tangan kanan nisa saat itu aku genggam erat. Wajah nisa yg bahagia tidak bisa menutupi rasa sakit yang saat itu masih di derita nya
" sayang kamu bagaimana keadaan mu sekarang ? " tanya ku saat itu
" aku akan rutin periksa ke RSPP, medical check up ku sudah aku kirim kesana " ucap nya dengan menyandarkan kepala nya ke pundak kiri ku
" sementara nanti nisa tinggal sama kamu ham di kebayoran, sembari menunggu bu almas " ucap umi
" iyaa umi, aham akan jaga nisa "
Setelah sampai di kawasan TPU dekat parung kami semua turun. Nisa pun bersikukuh ingin ikut, dengan sedikit bersusah payah saya berhasil menggendong nisa hingga sampai di makam rere. Kembali disana saya ngobrol sdri di dpn makam rere sambil memperkenalkan nisa sekalian berpamitan kalau mungkin saya akan jarang ke makam rere. Setelah selesai semua abi umi kembali ke mobil tapi kami di belakang mereka
" re bukan gw merebut aham dari elo, tp gw cma menjaga aham di saat lu udah ga ada " ucap nisa pada makam rere
Setelah dr makam kami pun melanjutkan perjalanan pulang dan mampir ke kedai masakan timur tengah yg ada di jl veteran dekat masjid istiqlal
Melihat kedatangan kami sang empu sangat bahagia
" ahlan, ahlan " ucap pemilik kedai. " kayfaa antum, sehat ta ? " lanjut sang pemilik kedai
" bii khoiirr alhamduliilah yek " ucap abi. " biiddu'a i aja yeek ( doakan saja ) " lanjut abi
" allahumma barik bah "
Alhamdulillah kedai tersebut sampai sekarang masih jadi favorit keluarga besar kami kalau lagi makan ramai2.
Setelah selesai makan dan sholat dluhur di masjid istiqlal kami pun pulang ke rumah.
Begitu sampai di rumah tampak kak ipit, dek imo dan bbrp sahabat saya sudah di rmh menunggu kedatangan saya. Ada faizin, reski, puput, althaar dan beberapa teman lain nya
SELAMAT PULANG DAN MARI LEBIH BAIK
Poster yang dipampang depan rumah
Malam itu saya duduk di kursi teman dengan nisa kembali di temani pisang goreng tepung ( kl di jawa mungkin nama nya godho gedang ) dan teh hitam
" nis, kamu tahu dr siapa ? " tanya ku
" dari umi, umi yg menelepon ku dan meminta ku pulang kesini sblm kamu keluar dari penjara ham " jawab nya
" aku ga habis pikir ham kenapa kamu sampai seperti itu. Harus kah semua permasalahan mu diselesaikan dgn kekerasan ? " tanya nya dg melihat wajah ku
" ntahlah sayang, semoga ak lbh bs mengontrol emosi ku lagi " dengan memeluk nya dari samping. " jangan tinggalin aku lagi yaa, gorengan mu ini ga ada yg menggantikan "
Dari parkiran rumah terlihat muka marah puput melihat ke arah kam ketika dia datang ke rumah bersama papa nya
" ingat tugas lu ham masih ada kuliah ham, bukan nikah lagi " teriak puput
Dan konflik cinta pun segera dimulai
Spoiler for INDEX:
Diubah oleh lmg101 20-07-2018 00:53
imamarbai dan 9 lainnya memberi reputasi
8
97.1K
804
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
lmg101
#70
Part 17 : Teguhkan Niat dan Hati mu
Setelah prosesi kedatangan selesai kami sekeluarga beserta bang richard dan yuri di bawa ke musholla pondok pesantren tersebut. Di situ sudah menunggu beberapa anggota keluarga besar kami
Bang richard dan yuri sempat kebingungan dengan kondisi yang terjadi saat itu, beruntung nya kak ipit bisa menjelaskan secara langsung. Karena sibuk ngobrol sendiri2 di dalam saya pun mencoba menyelinap keluar dari musholla. Tiba2 saja
" koen arep nak ndi ham ? " tanya pak dhe
" bade teng warung e cak sa'i pak dhe, kangen kopi ne kulo " jawab ku
" wes ham ga usah nang endi2, iku loh annisa e bu nyai xx wes ngarep2 awak mu " ucap pak dhe
" ha?! Saget mawon njenengan pak dhe, kulo niki mung sinten, mboten saget nopo2 benten kale dulur2 lintu ne "
" halah kui alasan mu, mlayu ning jakarta ben ora iso madok masor turunane si mbah "
" kan mbah buk sampun ngizini pak dhe "
" lah yo kui mbah buk mbuh "
" pun nggeh dhe, kulo ngopi rumiyen " ucap ku sambil berlari keluar area pondok pesantren
Di luar pondok terlibat bang alo dan yang lain nya sedang ngopi nikmat
" diih pada ninggalin gw di dalam di masak sama pak dhe " ucap ku e om alo
" mau bagaimana lagi gus ?! Ngopi masi enak kok " ucap bang alo
" emak kopi susu satu ya " pinta ku
" nggeh gus " jawab si emak
" halah, emak ikut2an juga "
Tiba2 segerombolan santri pun datang minta sungkem ke saya
" ini loh yang aku ga mau kalau pulang kesini " keluh ku emak dan bang alo
" nggeh pripun maleh gus, lajeng njenengan pun turunane abah " jawab emak
" udah gus nikmati saja kopi nya, sama ini rokok nya " ucap bang alo
" makasih om "
Terdengar sayup2 suara dari pondok kalau acara pembacaan kalimat syahadat sudah dimulai. Kopi pun segera saya habis kan. Trus pergi dari warung
" mau kemana gus ? " tanya bang alo
" ke makam e mbah buk dan mbah " jawab ku
" saya ikut gus " ucap om alo
" jalan yuk "
Ketika kami jalan menuju makam leluhur saya, beberapa santri mengikut saya
" awak mu kabeh arep melu nak makam nduwur ta ? " tanya ku kepada gerombolan santri2 tersebut
" nggeh gus, nyuwun ngalap barokah mawon " ujar salah satu santri
" yo wes melu o " jawab ku dengan sedikit menghela napas
" biar saja gus. Seperti nya pengaruh abah masih terasa disini, meski abah sudah jauh2 pergi dari sini " ujar om alo
" iyaa bang, abi masih megang Dalailul Khoirot yang lain nya kan belum " jawab ku
Setiba nya di makam leluhur saya, ritual kebiasaan saya ngobrol di makam pun tetap saya lakukan.
Tidak lama kemudian
" gus, di pirsani bu nyai xx dateng dalem e " ujar salah satu santri
" matilah aku beneran kali ini "
" gus, pun di tenggah dumateng dalem "
" waraen iyo sek "
Seketika itu juga saya bbm kak ipit meminta bantuan
" kak kode merah bu nyai xx. Jemput di rumah nya ASAP "
Setelah dari makam leluhur, saya langsung menuju rumah bu nyai xx sementara om alo balik ke warung cak sa'i
#toktok
" assalamualaikum. Bu nyaai ni ki aham " teriak mu dari depan rumah nya. Saya mencoba menanamkan image bad boy yang gak punya sopan santun
" waalaikumsalam. Monggo masuk mas aham " ucap annisa yang sedang membukakan pintu dan merupakan anak bungsu dari bu nyai xx
" sehat ta nis ? " tanya ku dengan basa basi
" alhamdulillah mas sehat. Njenengan sendiri bgmn ? " tanya dia balik
" nis jangan pake kromo, biasa aja. Ga pantes aku di kromo i " ucap ku ke annisa
" iyaa mas "
Tidak lama kemudian
" ham sampe kapan nak kene ?" Tanya bu nyai sambil berjalan menuju ruang tamu
" ngantos ngken sonten, benjeng mantun subuh sampun balik jakarta maleh " jawab ku
" koen lapo balik jakarta, wes manggon kene ae, omah e mbah buk mu sepi "
" kulo kuliah dateng jakarta "
" kuliah suroboyo yo iso, tak ngomong nak abi mu yoo ben awak mu keri nak kene "
" mboten pun suwun "
" assalamualaikum, buk neng niki pipit wonten aham e ta ? " teriak kak ipit dari luar rumah bu nyai xx. Alhamdulillah ucap ku dalam hati, segera keluarin gw kak darisini
" onok pit nak kene aham e, onok opo ? " ucap bu nyai xx
" aham e dipadosi pak dhe " jawab kak ipit
" loh bu nyai pun dipadosi, pun kulo pamit undur rumiyen. Assalamualaikum "
" walah yo wes ham. Ati2, ngkok tak parani ae abi mu "
Di luar rumah bu nyai xx terlihat kak ipit ketawa
" gmn dek di dalam ? " tanya kak ipit
" untung belum lama, kalau lama bisa mampus beneran. Makasih ya kak uda nyelametin gw "
" iyaa dek "
" gmn bang richard sama yuri ? " tanya ku lagi
" lagi di rumah ndalem, dikasih wejangan sama pak dhe " jawab kak ipit
" semoga kakak bisa sama bang richard dan yuri bisa menemukan jalan agama nya "
" umi udah tahu dek, kek nya lu yang bakal ditanya2in deh "
" ajegilee lempar aja semua bom nya ke gw kak " ucapku dengan ketus
" dek bantu gw yaa " pint kak ipit
" iyaa kak gw bantu. Eh kak lu ga pingin makan samosa ama roti maryam ? "
" pingin sih, tapi siapa yang jual ? "
" saat nya gunakan aji2 kita kak. Sini ikut gw "
Kami berjalan melewati gang kecil yang berada di belakng pondok dan tiba di salah satu rumah yang kecil dan bertembok kan kayu triplek
" assalamualaikum " teriak ku. " assalamualaikum cak fadloli " teriak ku lagi
" waalaikumsalam " jawab cak fadloli dari balik pintu. Ketika pintu terbuka. " gus aham, neng pipit ngapunten katah kulo mboten semerap " ucap cak fadloli sambil sungkem
" cak sampeyan masih bikin samosa dan maryam ? "
" tasek gus, gus mau ta ? "
" bikinin cak " sambil saya beri beberapa lembar uang warna merah
" sudah gus ga usah bayar, saya mau bakti ke keluarga ndalem pondok " ucap cak fadloli sambil menolak uang yang saya beri
" nggak cak, kalau ini uang nya sampeyan tolak saya yang nggak ikhlas. Bikinin saya masing2 20 aja, selebihnya bagi ke anak2 pondok "
" nggeh pun gus, dawuh " lanjut cak fadloli sambil pergi
" dah yuk kak, balik ke rumah ndalem "
" lu masih aja ya dek tengil "
" udah ayoo kak "
Setiba nya di rumah ndalem pondok kami semua sudah dihidangkan makan siang. Selain membahas bang richard dan yuri, saat itu juga membahas permintaan dari pak dhe supaya salah satu dari anak abi dan umi ada yang mau menetap disana. Beruntung dari kami berempat tidak ada yang mau.
Setelah sholat ashar sore itu kami pun pamit dan kembali ke hotel singgasana. Ketika di perjalanan umi bertanya kepada ku
" itu pacar nya kakak ?"
" iyaa umi, bang richard pacar nya kakak dlu pas di SMA "
" yo wes kalau gitu. Oh yo ham annisa e bu nyai xx pingin main ke jakarta, menurut mu bgmn ? "
" tolak aja umi, aham masih ingin menikmati kondisi seperti sekarang ini "
" yo wes ham, nangis aja kalau ingat nisa dan ceritain beban mu ke kakak atau reski "
" iyaa umi "
" oh yo ham besok sampe jakarta kamu lgsg keluar dari rumah kebayoran dan jangan balik lagi ke rumah kebayoran "
" nggeh umi, dawuh "
Yuri yang kala itu duduk disamping ku mendengar omongan " usiran " umi langsung bereaksi
" bu anak sendiri kok diusir ....... ?? " tanya yuri dengan nada tinggi
Ya Tuhaaan yuriiiii ...............
Setelah prosesi kedatangan selesai kami sekeluarga beserta bang richard dan yuri di bawa ke musholla pondok pesantren tersebut. Di situ sudah menunggu beberapa anggota keluarga besar kami
Bang richard dan yuri sempat kebingungan dengan kondisi yang terjadi saat itu, beruntung nya kak ipit bisa menjelaskan secara langsung. Karena sibuk ngobrol sendiri2 di dalam saya pun mencoba menyelinap keluar dari musholla. Tiba2 saja
" koen arep nak ndi ham ? " tanya pak dhe
" bade teng warung e cak sa'i pak dhe, kangen kopi ne kulo " jawab ku
" wes ham ga usah nang endi2, iku loh annisa e bu nyai xx wes ngarep2 awak mu " ucap pak dhe
" ha?! Saget mawon njenengan pak dhe, kulo niki mung sinten, mboten saget nopo2 benten kale dulur2 lintu ne "
" halah kui alasan mu, mlayu ning jakarta ben ora iso madok masor turunane si mbah "
" kan mbah buk sampun ngizini pak dhe "
" lah yo kui mbah buk mbuh "
" pun nggeh dhe, kulo ngopi rumiyen " ucap ku sambil berlari keluar area pondok pesantren
Di luar pondok terlibat bang alo dan yang lain nya sedang ngopi nikmat
" diih pada ninggalin gw di dalam di masak sama pak dhe " ucap ku e om alo
" mau bagaimana lagi gus ?! Ngopi masi enak kok " ucap bang alo
" emak kopi susu satu ya " pinta ku
" nggeh gus " jawab si emak
" halah, emak ikut2an juga "
Tiba2 segerombolan santri pun datang minta sungkem ke saya
" ini loh yang aku ga mau kalau pulang kesini " keluh ku emak dan bang alo
" nggeh pripun maleh gus, lajeng njenengan pun turunane abah " jawab emak
" udah gus nikmati saja kopi nya, sama ini rokok nya " ucap bang alo
" makasih om "
Terdengar sayup2 suara dari pondok kalau acara pembacaan kalimat syahadat sudah dimulai. Kopi pun segera saya habis kan. Trus pergi dari warung
" mau kemana gus ? " tanya bang alo
" ke makam e mbah buk dan mbah " jawab ku
" saya ikut gus " ucap om alo
" jalan yuk "
Ketika kami jalan menuju makam leluhur saya, beberapa santri mengikut saya
" awak mu kabeh arep melu nak makam nduwur ta ? " tanya ku kepada gerombolan santri2 tersebut
" nggeh gus, nyuwun ngalap barokah mawon " ujar salah satu santri
" yo wes melu o " jawab ku dengan sedikit menghela napas
" biar saja gus. Seperti nya pengaruh abah masih terasa disini, meski abah sudah jauh2 pergi dari sini " ujar om alo
" iyaa bang, abi masih megang Dalailul Khoirot yang lain nya kan belum " jawab ku
Setiba nya di makam leluhur saya, ritual kebiasaan saya ngobrol di makam pun tetap saya lakukan.
Tidak lama kemudian
" gus, di pirsani bu nyai xx dateng dalem e " ujar salah satu santri
" matilah aku beneran kali ini "
" gus, pun di tenggah dumateng dalem "
" waraen iyo sek "
Seketika itu juga saya bbm kak ipit meminta bantuan
" kak kode merah bu nyai xx. Jemput di rumah nya ASAP "
Setelah dari makam leluhur, saya langsung menuju rumah bu nyai xx sementara om alo balik ke warung cak sa'i
#toktok
" assalamualaikum. Bu nyaai ni ki aham " teriak mu dari depan rumah nya. Saya mencoba menanamkan image bad boy yang gak punya sopan santun
" waalaikumsalam. Monggo masuk mas aham " ucap annisa yang sedang membukakan pintu dan merupakan anak bungsu dari bu nyai xx
" sehat ta nis ? " tanya ku dengan basa basi
" alhamdulillah mas sehat. Njenengan sendiri bgmn ? " tanya dia balik
" nis jangan pake kromo, biasa aja. Ga pantes aku di kromo i " ucap ku ke annisa
" iyaa mas "
Tidak lama kemudian
" ham sampe kapan nak kene ?" Tanya bu nyai sambil berjalan menuju ruang tamu
" ngantos ngken sonten, benjeng mantun subuh sampun balik jakarta maleh " jawab ku
" koen lapo balik jakarta, wes manggon kene ae, omah e mbah buk mu sepi "
" kulo kuliah dateng jakarta "
" kuliah suroboyo yo iso, tak ngomong nak abi mu yoo ben awak mu keri nak kene "
" mboten pun suwun "
" assalamualaikum, buk neng niki pipit wonten aham e ta ? " teriak kak ipit dari luar rumah bu nyai xx. Alhamdulillah ucap ku dalam hati, segera keluarin gw kak darisini
" onok pit nak kene aham e, onok opo ? " ucap bu nyai xx
" aham e dipadosi pak dhe " jawab kak ipit
" loh bu nyai pun dipadosi, pun kulo pamit undur rumiyen. Assalamualaikum "
" walah yo wes ham. Ati2, ngkok tak parani ae abi mu "
Di luar rumah bu nyai xx terlihat kak ipit ketawa
" gmn dek di dalam ? " tanya kak ipit
" untung belum lama, kalau lama bisa mampus beneran. Makasih ya kak uda nyelametin gw "
" iyaa dek "
" gmn bang richard sama yuri ? " tanya ku lagi
" lagi di rumah ndalem, dikasih wejangan sama pak dhe " jawab kak ipit
" semoga kakak bisa sama bang richard dan yuri bisa menemukan jalan agama nya "
" umi udah tahu dek, kek nya lu yang bakal ditanya2in deh "
" ajegilee lempar aja semua bom nya ke gw kak " ucapku dengan ketus
" dek bantu gw yaa " pint kak ipit
" iyaa kak gw bantu. Eh kak lu ga pingin makan samosa ama roti maryam ? "
" pingin sih, tapi siapa yang jual ? "
" saat nya gunakan aji2 kita kak. Sini ikut gw "
Kami berjalan melewati gang kecil yang berada di belakng pondok dan tiba di salah satu rumah yang kecil dan bertembok kan kayu triplek
" assalamualaikum " teriak ku. " assalamualaikum cak fadloli " teriak ku lagi
" waalaikumsalam " jawab cak fadloli dari balik pintu. Ketika pintu terbuka. " gus aham, neng pipit ngapunten katah kulo mboten semerap " ucap cak fadloli sambil sungkem
" cak sampeyan masih bikin samosa dan maryam ? "
" tasek gus, gus mau ta ? "
" bikinin cak " sambil saya beri beberapa lembar uang warna merah
" sudah gus ga usah bayar, saya mau bakti ke keluarga ndalem pondok " ucap cak fadloli sambil menolak uang yang saya beri
" nggak cak, kalau ini uang nya sampeyan tolak saya yang nggak ikhlas. Bikinin saya masing2 20 aja, selebihnya bagi ke anak2 pondok "
" nggeh pun gus, dawuh " lanjut cak fadloli sambil pergi
" dah yuk kak, balik ke rumah ndalem "
" lu masih aja ya dek tengil "
" udah ayoo kak "
Setiba nya di rumah ndalem pondok kami semua sudah dihidangkan makan siang. Selain membahas bang richard dan yuri, saat itu juga membahas permintaan dari pak dhe supaya salah satu dari anak abi dan umi ada yang mau menetap disana. Beruntung dari kami berempat tidak ada yang mau.
Setelah sholat ashar sore itu kami pun pamit dan kembali ke hotel singgasana. Ketika di perjalanan umi bertanya kepada ku
" itu pacar nya kakak ?"
" iyaa umi, bang richard pacar nya kakak dlu pas di SMA "
" yo wes kalau gitu. Oh yo ham annisa e bu nyai xx pingin main ke jakarta, menurut mu bgmn ? "
" tolak aja umi, aham masih ingin menikmati kondisi seperti sekarang ini "
" yo wes ham, nangis aja kalau ingat nisa dan ceritain beban mu ke kakak atau reski "
" iyaa umi "
" oh yo ham besok sampe jakarta kamu lgsg keluar dari rumah kebayoran dan jangan balik lagi ke rumah kebayoran "
" nggeh umi, dawuh "
Yuri yang kala itu duduk disamping ku mendengar omongan " usiran " umi langsung bereaksi
" bu anak sendiri kok diusir ....... ?? " tanya yuri dengan nada tinggi
Ya Tuhaaan yuriiiii ...............
cos44rm memberi reputasi
1