- Beranda
- Stories from the Heart
Di Persimpangan Musim Hujan
...
TS
mrskinny
Di Persimpangan Musim Hujan
Quote:
"Aku layaknya hujan, berusaha mencurahkan setiap tetes cinta yang tak terhitung tapi tak pernah sampai di rumahmu"
Quote:
Diubah oleh mrskinny 04-06-2018 02:16
anasabila memberi reputasi
1
7.8K
Kutip
40
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
mrskinny
#31
Bagian 11: Replaced by Rain
Quote:
Perjalanan menuju kedai yang sekaligus rumahku itu tiba – tiba mendadak hujan deras, seketika aku terhanyut dan menikmati setiap tetes yang jatuh hingga aku paham ternyata aku juga merindukan hujan tidak selalu terik yang menyiksaku
“This is how the universe presents a gift for you, son” Sir. Jacob memecah hening.
Lalu aku ikut setuju dengan perkataanya.
Setelah itu tiba juga di kedai, aku tak ingin merasakan perasaan seperti tadi memikirkan hal yang tak pasti yang ku tahu bahwa aku butuh hujan juga. Lagipula Viola sedang senang di luar sana.
Aku berusaha menerobos hujan dengan keadaan pakaian wisudaku dan berusaha menggenggam topi toga ku agar tidak jatuh.
Tanpa repot, pintu sudah terbuka dan banyak teman – temanku menantiku, aku hampiri lalu pelukan dan kata “selamat” selalu terlampir hingga tak elak beberapa pelanggan tetapku juga hadir untuk memberikan ucapan selamat atas wisudaku. Perlahan aku memasuki kedai lalu menoleh ke arah kiri dan di pojok kiri terdapat “For our beloved brother” sebuah meja seperti yang dikhususkan untuk merayakan pesta kecil – kecilan di dalam kedai ini.
Teringat jelas meja kayu di sana seperti memanggilku untuk segera duduk dan merayakan hari ini bersama keluarga kecilku ini, dan kagetnya aku bukan kepealang karena melihat balon - balon yang sengaja sepeetinya didekorasikan untuk hari ini
“please my brother” ucap Josh
Di kedaan yang sama aku merasakan hadirnya keluargaku, bukan dengan orang yang sama dan tempat yang sama tetapi di tempat yang berbeda dan orang yang berbeda. Aku merasakan keberuntungan yang sangat hebat. Aku kira aku akan sendiri di kota ini, tidak memiliki orang terdekat untuk merayakan senang atau sedihku tetapi salah, mereka hadir saat ini.
Seketika air mataku jatuh
“aku sayang kalian” ucap aku dengan Bahasa Indonesia
“come on! English please!”protes Josh
“he said ‘I love you guys’” sambung Sir. Jacob menerjemahkannya sambal tertawa
“ahhhh… so sweet, I love you too lil brother” lalu mereka memelukku
Aku bahagia hari ini.
“hai Adan, selamat ya…” …
“eh, Bunga… makasih ya, dari kapan di sini?” ucap aku dengan ekpspresi yang mengaggetkan
“Bunga? Anya…” jawab gadis itu membenarkan namanya
Secara mendadak aku teringat Viola
“did you see Viola?” aku berbisik kepada Josh
“we were here and she’s not Adan” jawab Josh sambil memegang pundaku dan memberikan kode untuk mengajak Anya bergabung dengan kami.
Bunga alias Anya adalah wanita yangku kira adalah Viola pada tempo hari lalu karena ia memesan coklat panas seperti apa yang dilakukan Viola dan memiliki rambut dan gesetur tubuh yang sama dengan Viola. Setelah kepedeanku tempo hari lalu yang mengiranya bahwa dia Viola, aku merasa malu dan segera ingin bergega kembali ke bar, tetapi aku terkejut, dia Anya ingin aku menemaninya untuk berbincang, tidak selesai di situ, kita langsung terhanyut dalam pembicaraan yang cukup panjang tentang kepindahan musim panas ke hujan tahun ini.
Lalu aku tarik tangan dari Anya,
"Mari gabung, anggap saja ini adalah keluarga barumu di sini"
"se..."
"tidak pakai membantah, mari"
terhanyut kami semua, entah mengapa kehadiran Anya bisa dikatakan menambah suasana berwarna, karena yang tadinya hanya ada ucapan selamat dan banyak yg bertanya bagaimana karirku kedepan nanti tetapi topik pembicaraan menjadi berganti.
Anya seperti seorang gadis yang datang ke rumah pasangannya dan aku, ya aku menjadi pokok pembicaraannya semua hal tentang aku diperkenalkan ke Anya, bahkan tidak sedikit mereka membuka pengalaman memalukanku.
Entah ada apa ini, baru beberapa hari tetapi Anya seperti menjadi bagian dari keluarga kecl kami. Anya menikmati, Anya memberikan umpan balik dan sedikit bercerita tentangnya juga.
kami tertawa, aku tidak, aku hanya tersenyum, tersenyum melihat tawanya Anya. Entah kenapa waktu seperti berjalan lambat ketika aku melihatnya sedang tertawa, aku mempehatikan semua ditail yang bersemayam di wajahnya.
"indah" ucapku dalam hati
Anya tertawa, menutup mulutnya dan sambil tertunduk.
Aku bahagia di hari itu, sampai pada akhirnya telfon genggamku berdering, foto seorang gadis cantik terpampang di layar telfon genggamku.Dengan seketika obrolan terhenti dan semua padndangan tertuju pada ponselku yang berada di atas meja.
aku ambil ponsel itu, aku taruh d dalam sakuku
"Josh say something" aku melirik josh
"she is not here" dan semua orang tertawa
aku melihat ke arah jendela sebentar, hujan jatuh memberikan bias lampu lebih temaram, dan air jatuh merayap pada jendela membuat pandangan keluar tidak nampak jelas.
“This is how the universe presents a gift for you, son” Sir. Jacob memecah hening.
Lalu aku ikut setuju dengan perkataanya.
Setelah itu tiba juga di kedai, aku tak ingin merasakan perasaan seperti tadi memikirkan hal yang tak pasti yang ku tahu bahwa aku butuh hujan juga. Lagipula Viola sedang senang di luar sana.
Aku berusaha menerobos hujan dengan keadaan pakaian wisudaku dan berusaha menggenggam topi toga ku agar tidak jatuh.
Tanpa repot, pintu sudah terbuka dan banyak teman – temanku menantiku, aku hampiri lalu pelukan dan kata “selamat” selalu terlampir hingga tak elak beberapa pelanggan tetapku juga hadir untuk memberikan ucapan selamat atas wisudaku. Perlahan aku memasuki kedai lalu menoleh ke arah kiri dan di pojok kiri terdapat “For our beloved brother” sebuah meja seperti yang dikhususkan untuk merayakan pesta kecil – kecilan di dalam kedai ini.
Teringat jelas meja kayu di sana seperti memanggilku untuk segera duduk dan merayakan hari ini bersama keluarga kecilku ini, dan kagetnya aku bukan kepealang karena melihat balon - balon yang sengaja sepeetinya didekorasikan untuk hari ini
“please my brother” ucap Josh
Di kedaan yang sama aku merasakan hadirnya keluargaku, bukan dengan orang yang sama dan tempat yang sama tetapi di tempat yang berbeda dan orang yang berbeda. Aku merasakan keberuntungan yang sangat hebat. Aku kira aku akan sendiri di kota ini, tidak memiliki orang terdekat untuk merayakan senang atau sedihku tetapi salah, mereka hadir saat ini.
Seketika air mataku jatuh
“aku sayang kalian” ucap aku dengan Bahasa Indonesia
“come on! English please!”protes Josh
“he said ‘I love you guys’” sambung Sir. Jacob menerjemahkannya sambal tertawa
“ahhhh… so sweet, I love you too lil brother” lalu mereka memelukku
Aku bahagia hari ini.
“hai Adan, selamat ya…” …
“eh, Bunga… makasih ya, dari kapan di sini?” ucap aku dengan ekpspresi yang mengaggetkan
“Bunga? Anya…” jawab gadis itu membenarkan namanya
Secara mendadak aku teringat Viola
“did you see Viola?” aku berbisik kepada Josh
“we were here and she’s not Adan” jawab Josh sambil memegang pundaku dan memberikan kode untuk mengajak Anya bergabung dengan kami.
Bunga alias Anya adalah wanita yangku kira adalah Viola pada tempo hari lalu karena ia memesan coklat panas seperti apa yang dilakukan Viola dan memiliki rambut dan gesetur tubuh yang sama dengan Viola. Setelah kepedeanku tempo hari lalu yang mengiranya bahwa dia Viola, aku merasa malu dan segera ingin bergega kembali ke bar, tetapi aku terkejut, dia Anya ingin aku menemaninya untuk berbincang, tidak selesai di situ, kita langsung terhanyut dalam pembicaraan yang cukup panjang tentang kepindahan musim panas ke hujan tahun ini.
Lalu aku tarik tangan dari Anya,
"Mari gabung, anggap saja ini adalah keluarga barumu di sini"
"se..."
"tidak pakai membantah, mari"
terhanyut kami semua, entah mengapa kehadiran Anya bisa dikatakan menambah suasana berwarna, karena yang tadinya hanya ada ucapan selamat dan banyak yg bertanya bagaimana karirku kedepan nanti tetapi topik pembicaraan menjadi berganti.
Anya seperti seorang gadis yang datang ke rumah pasangannya dan aku, ya aku menjadi pokok pembicaraannya semua hal tentang aku diperkenalkan ke Anya, bahkan tidak sedikit mereka membuka pengalaman memalukanku.
Entah ada apa ini, baru beberapa hari tetapi Anya seperti menjadi bagian dari keluarga kecl kami. Anya menikmati, Anya memberikan umpan balik dan sedikit bercerita tentangnya juga.
kami tertawa, aku tidak, aku hanya tersenyum, tersenyum melihat tawanya Anya. Entah kenapa waktu seperti berjalan lambat ketika aku melihatnya sedang tertawa, aku mempehatikan semua ditail yang bersemayam di wajahnya.
"indah" ucapku dalam hati
Anya tertawa, menutup mulutnya dan sambil tertunduk.
Aku bahagia di hari itu, sampai pada akhirnya telfon genggamku berdering, foto seorang gadis cantik terpampang di layar telfon genggamku.Dengan seketika obrolan terhenti dan semua padndangan tertuju pada ponselku yang berada di atas meja.
aku ambil ponsel itu, aku taruh d dalam sakuku
"Josh say something" aku melirik josh
"she is not here" dan semua orang tertawa
aku melihat ke arah jendela sebentar, hujan jatuh memberikan bias lampu lebih temaram, dan air jatuh merayap pada jendela membuat pandangan keluar tidak nampak jelas.
Quote:
Ebayyy... aku butuh kamu bay :'(
Diubah oleh mrskinny 03-06-2018 16:20
0
Kutip
Balas
