- Beranda
- Stories from the Heart
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
...
TS
juraganpengki
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)

Cool Cover By Agan Linbara (Thanks, Bree)..
Prolog
Setelah bangun dari ‘Mati Suri’ karena memutuskan untuk mencoba membunuh diri sendiri untuk melindungi Kitab Langit dan melenyapkan Bayu Ambar, gw kembali ke dunia nyata.. Kehidupan gw sedikit jauh berbeda, karena pengalaman ‘Mati Suri’ itu berefek langsung pada kelebihan yang gw miliki.. Gw masih sama Anggie, meski ujian atas cinta kami masih saja mendera.. Ada musuh baru, tentu saja.. Tapi ada juga sahabat baru yang muncul.. Karena ini akhir dari cerita kami berempat..
Kembalinya Anak Ibu...
Pengorbanan Pedang Jagat Samudera...
Cintai Aku Sewajarnya, Yank...
Matinya Seorang Saudara (Versi Gw/Bimo)
Berkumpul Kembali...
Keanehan Yang Mulai Muncul...
Sambutan Ketiga Saudara Ke Reinata...
Sabar???
Cukup! Tinggalin Aku Sendiri!!!
Siapa Kau???
Aku Ikutin Kemauan Kamu...
Keputusan Sepihak Yang Pahit...
Semua Beban Menjadi satu
Semua Beban Menjadi Satu (2)...
Serangkum Rindu Untuk Ayah...
Munculnya Penguasa Laut Utara...
Bertemunya Dua Penguasa...
Sebuah Kesepakatan...
Ibu Kenapa Yah???
Lu Kenapa, Ka???
Wanted Dead Or Alive.. ANTON!!!
Mo 'Perabotan' Lu Hancur Apa Tanggung Jawab???
It's The End Of Us...
Di Kerjain Ibu...
Ridho!!!
Kelewatan!!!
Munculnya Dua Penjaga Gerbang Kerajaan Laut...
Dewi Arum Kesuma VS Dewi Ayu Anjani
Datangnya Sosok Seorang Pemisah Dan Shock Therapy Buat Gw...
Kerajaan Jin...
Terkuaknya Semua Jawaban...
Maafin Gw, Bree...
Pengakuan Suluh...
Akhirnya Boleh Gondrong...
Pernikahan Kak Silvi Yang Seharusnya Membuat Gw Bahagia...
Pernikahan Kak Silvi Yang seharusnya Membuat Gw Bahagia (2)...
Tunggu Pembalasan Gw!!!...
Ni Mas Linduri dan Banas Ireng...
Dua Sosok Penyelamat Misterius...
Ada Apa Sama Ridho?...
Kesalahan Fatal...
Kembalinya Jin Penjaga Ridho dan Suluh...
Akibat Terlalu Ikut Campur...
Setiap Perbuatan Akan Mendapat Balasan...
Munculnya Viny Dan Sebuah Tantangan Bertarung...
Manusia Cabul...
Suara Penolong Misterius...
Bertemunya Kembali Sepasang Kekasih...
Terkuaknya Kebenaran...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar (2)...
Jaket Dan Celana Jeans Robek Serta Sweater Hitam Kumal...
She's My True Love...
Dilema...
Pertengkaran Dengan Ibu...
Rambe Lantak...
Gendewa Panah Pramesti...
Akan Ku Balaskan Dendam Mu, Arum Kesuma!!!
Yang Hilang dan Yang Kembali...
Jawaban Ayu...
Mati Gw!!!
Aku Makin Sayang...
Nasihat Om Hendra...
Jera Mencuri...
Ajian Segoro Geni...
Pilihan Sulit...
Keputusasaan Anggie...
Kabar Baik dari Ridho dan Suluh...
Perjalanan Menuju Pembalasan Dendam...
Rawa Rontek...
Rawa Rontek 2 (Terbayarnya Dendam)...
Kedatangan Pak Sugi...
Orang Titipan...
Hukuman Paling Berat...
Tidurlah Di Pangkuan Ku...
Menjajal Kesaktian...
Menjajal Kesaktian (2)...
Pengakuan Mengejutkan Babeh Misar...
Pengajaran Ilmu Silat Betawi...
Di Kepret Babeh Misar Lagi...
Tasya...
Naga Caglak dan Bajing Item...
Misteri Sebuah Dendam...
Kekuatan Sejati Kitab Langit Bagian Matahari...
Perpisahan...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera (2)...
Kembalinya Ibu...
Empat Bayangan Hitam...
Siapa Ni Mas Laras Rangkuti???
Dendam Seorang Sahabat...
Ini Keputusan Yang Harus Gw Ambil...
Semua Pengorbanan Ini Demi Ibu...
Rapuh...
Kabar Mengejutkan Sekar dan Sebuah Restu...
Siasat Braja Krama...
Munculnya Kitab Langit...
Si Pembuka Kitab langit dan Sosok Asli Pak Sugi...
Rencana Yang Matang...
Lamaran Pribadi...
Keingintahuan Anggie...
Perubahan Rencana...
Hampir Terjebak...
Kekecewaan Sekar...
Dua Syarat Reinata...
Aku Harap Kamu dan Anggie Bahagia, Mam...
Rahasia Sepasang Suami Isteri...
Menitipkan Amanah...
Berkumpulnya Para Pembela Kitab Langit...
Siasat Ki Purwagalih...
Raja Jin Raja Muslihat (Nyesek, Bree)...
Pertukaran Tawanan...
Perang Gaib PunTak Terelakkan...
Sang Penyelamat Dari Utara...
Pertempuran Awal Dua Penguasa Kerajaan Gaib...
Bertekuk Lututnya Sekutu Braja Krama...
Pertarungan Dua Putera (Gugurnya Satu Sahabat Gaib)...
Krama Raja...
Braja Krama Versus Krama Raja...
Raja Licik...
Aku Lah Sang Pembuka...
Siasat Krama Raja dan Bayu Ambar...
Terbukanya Semua Ilmu Terlarang...
Sebuah Pengecualian...
Sri Baduga Maharaja...
Hilangnya Sebuah Pengecualian...
Hilangnya Sebuah Pengecualian (2)...
Sebuah Pengorbanan...
Pahlawan...
Sumpah...
Ilmu Pamungkas yang Terlarang...
Kabar Yang Mengejutkan...
Pulang...
Pulang (2)...
Sedikit Kisah Rio Sebelum Kisah Ini Tamat...
Terhalang Sumpah...
Bantuan Sahabat Baik...
Bachelor Party...
Keturunan Lain Sang Prabu...
Pembalasan Dendam Singgih...
Sepenggal Kisah Nyi Mas Roro Suwastri...
Tawaran Yang Mengejutkan...
Lawan Atau Kawan???
Terkuaknya Silsilah...
Sebuah Kebenaran...
Sebuah Kebenaran (2)...
Bertemunya Dua Keturunan Sang Prabu...
Pertempuran Dua Hati...
Cinta Pertama VS Cinta Terakhir Jagat Tirta...
Pengakuan Bayu Barata...
Ki Larang dan Nyi Mas Galuh Pandita???
Prana Kusuma...
Kau Benar Keturunan Kami, Ngger...
Our Big Day...
Insiden...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga (2)...
Dua Tamu Istimewa...
Semua Karena Cinta...
Keputusan Sekar Kencana...
Kena Gampar...
Bonyok!!!
RIBET!!!
Berdamai...
Keponakan Baru...
Malam Pertama dan Tiga Keanehan...
Ajian Warisan Para Leluhur (The Last Part/End Of All Chapters)
SIDE STORIES
Keturunan Yang Tersesat...
Keturunan Yang Tersesat (2)...

Cool Cover By Agan Linbara (Thanks, Bree)..
Prolog
Setelah bangun dari ‘Mati Suri’ karena memutuskan untuk mencoba membunuh diri sendiri untuk melindungi Kitab Langit dan melenyapkan Bayu Ambar, gw kembali ke dunia nyata.. Kehidupan gw sedikit jauh berbeda, karena pengalaman ‘Mati Suri’ itu berefek langsung pada kelebihan yang gw miliki.. Gw masih sama Anggie, meski ujian atas cinta kami masih saja mendera.. Ada musuh baru, tentu saja.. Tapi ada juga sahabat baru yang muncul.. Karena ini akhir dari cerita kami berempat..
Kembalinya Anak Ibu...
Pengorbanan Pedang Jagat Samudera...
Cintai Aku Sewajarnya, Yank...
Matinya Seorang Saudara (Versi Gw/Bimo)
Berkumpul Kembali...
Keanehan Yang Mulai Muncul...
Sambutan Ketiga Saudara Ke Reinata...
Sabar???
Cukup! Tinggalin Aku Sendiri!!!
Siapa Kau???
Aku Ikutin Kemauan Kamu...
Keputusan Sepihak Yang Pahit...
Semua Beban Menjadi satu
Semua Beban Menjadi Satu (2)...
Serangkum Rindu Untuk Ayah...
Munculnya Penguasa Laut Utara...
Bertemunya Dua Penguasa...
Sebuah Kesepakatan...
Ibu Kenapa Yah???
Lu Kenapa, Ka???
Wanted Dead Or Alive.. ANTON!!!
Mo 'Perabotan' Lu Hancur Apa Tanggung Jawab???
It's The End Of Us...
Di Kerjain Ibu...
Ridho!!!
Kelewatan!!!
Munculnya Dua Penjaga Gerbang Kerajaan Laut...
Dewi Arum Kesuma VS Dewi Ayu Anjani
Datangnya Sosok Seorang Pemisah Dan Shock Therapy Buat Gw...
Kerajaan Jin...
Terkuaknya Semua Jawaban...
Maafin Gw, Bree...
Pengakuan Suluh...
Akhirnya Boleh Gondrong...
Pernikahan Kak Silvi Yang Seharusnya Membuat Gw Bahagia...
Pernikahan Kak Silvi Yang seharusnya Membuat Gw Bahagia (2)...
Tunggu Pembalasan Gw!!!...
Ni Mas Linduri dan Banas Ireng...
Dua Sosok Penyelamat Misterius...
Ada Apa Sama Ridho?...
Kesalahan Fatal...
Kembalinya Jin Penjaga Ridho dan Suluh...
Akibat Terlalu Ikut Campur...
Setiap Perbuatan Akan Mendapat Balasan...
Munculnya Viny Dan Sebuah Tantangan Bertarung...
Manusia Cabul...
Suara Penolong Misterius...
Bertemunya Kembali Sepasang Kekasih...
Terkuaknya Kebenaran...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar (2)...
Jaket Dan Celana Jeans Robek Serta Sweater Hitam Kumal...
She's My True Love...
Dilema...
Pertengkaran Dengan Ibu...
Rambe Lantak...
Gendewa Panah Pramesti...
Akan Ku Balaskan Dendam Mu, Arum Kesuma!!!
Yang Hilang dan Yang Kembali...
Jawaban Ayu...
Mati Gw!!!
Aku Makin Sayang...
Nasihat Om Hendra...
Jera Mencuri...
Ajian Segoro Geni...
Pilihan Sulit...
Keputusasaan Anggie...
Kabar Baik dari Ridho dan Suluh...
Perjalanan Menuju Pembalasan Dendam...
Rawa Rontek...
Rawa Rontek 2 (Terbayarnya Dendam)...
Kedatangan Pak Sugi...
Orang Titipan...
Hukuman Paling Berat...
Tidurlah Di Pangkuan Ku...
Menjajal Kesaktian...
Menjajal Kesaktian (2)...
Pengakuan Mengejutkan Babeh Misar...
Pengajaran Ilmu Silat Betawi...
Di Kepret Babeh Misar Lagi...
Tasya...
Naga Caglak dan Bajing Item...
Misteri Sebuah Dendam...
Kekuatan Sejati Kitab Langit Bagian Matahari...
Perpisahan...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera (2)...
Kembalinya Ibu...
Empat Bayangan Hitam...
Siapa Ni Mas Laras Rangkuti???
Dendam Seorang Sahabat...
Ini Keputusan Yang Harus Gw Ambil...
Semua Pengorbanan Ini Demi Ibu...
Rapuh...
Kabar Mengejutkan Sekar dan Sebuah Restu...
Siasat Braja Krama...
Munculnya Kitab Langit...
Si Pembuka Kitab langit dan Sosok Asli Pak Sugi...
Rencana Yang Matang...
Lamaran Pribadi...
Keingintahuan Anggie...
Perubahan Rencana...
Hampir Terjebak...
Kekecewaan Sekar...
Dua Syarat Reinata...
Aku Harap Kamu dan Anggie Bahagia, Mam...
Rahasia Sepasang Suami Isteri...
Menitipkan Amanah...
Berkumpulnya Para Pembela Kitab Langit...
Siasat Ki Purwagalih...
Raja Jin Raja Muslihat (Nyesek, Bree)...
Pertukaran Tawanan...
Perang Gaib PunTak Terelakkan...
Sang Penyelamat Dari Utara...
Pertempuran Awal Dua Penguasa Kerajaan Gaib...
Bertekuk Lututnya Sekutu Braja Krama...
Pertarungan Dua Putera (Gugurnya Satu Sahabat Gaib)...
Krama Raja...
Braja Krama Versus Krama Raja...
Raja Licik...
Aku Lah Sang Pembuka...
Siasat Krama Raja dan Bayu Ambar...
Terbukanya Semua Ilmu Terlarang...
Sebuah Pengecualian...
Sri Baduga Maharaja...
Hilangnya Sebuah Pengecualian...
Hilangnya Sebuah Pengecualian (2)...
Sebuah Pengorbanan...
Pahlawan...
Sumpah...
Ilmu Pamungkas yang Terlarang...
Kabar Yang Mengejutkan...
Pulang...
Pulang (2)...
Sedikit Kisah Rio Sebelum Kisah Ini Tamat...
Terhalang Sumpah...
Bantuan Sahabat Baik...
Bachelor Party...
Keturunan Lain Sang Prabu...
Pembalasan Dendam Singgih...
Sepenggal Kisah Nyi Mas Roro Suwastri...
Tawaran Yang Mengejutkan...
Lawan Atau Kawan???
Terkuaknya Silsilah...
Sebuah Kebenaran...
Sebuah Kebenaran (2)...
Bertemunya Dua Keturunan Sang Prabu...
Pertempuran Dua Hati...
Cinta Pertama VS Cinta Terakhir Jagat Tirta...
Pengakuan Bayu Barata...
Ki Larang dan Nyi Mas Galuh Pandita???
Prana Kusuma...
Kau Benar Keturunan Kami, Ngger...
Our Big Day...
Insiden...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga (2)...
Dua Tamu Istimewa...
Semua Karena Cinta...
Keputusan Sekar Kencana...
Kena Gampar...
Bonyok!!!
RIBET!!!
Berdamai...
Keponakan Baru...
Malam Pertama dan Tiga Keanehan...
Ajian Warisan Para Leluhur (The Last Part/End Of All Chapters)
SIDE STORIES
Keturunan Yang Tersesat...
Keturunan Yang Tersesat (2)...
Diubah oleh juraganpengki 15-07-2018 20:23
adriantz dan 133 lainnya memberi reputasi
128
2.1M
8K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33KThread•54.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
juraganpengki
#6620
Pembalasan Dendam Singgih...
“Siapakah gerangan dirimu , Nyai? Bagaimana bisa mengenali kami semua dengan baik?” Ucap gw yang berusaha bertanya dengan sangat sopan, karena sedikit segan melihat pendaran aura kuat yang memancar dari diri Jin tersebut..
Sosok cantik berselendang hitam bergaris renda emas di tiap sisi nya itu, mengulum senyuman manis untuk sesaat.. Lalu melayang mundur dan berhenti persis di sebelah gadis yang bernama Singgih..
“Aku suka kesopanan mu, keturunan Braja Krama.. Tampannya wajah Jagat Tirta yang dahulu termashyur di antara para puteri keraton, terasa kian elok dengan tutur kata halus mu anak muda.. Panggil Aku Nyi Mas Roro Suwastri.. Aku penjaga gadis ini, yang merupakan keturunan Sri Baduga Maharaja” Jawab sosok cantik yang mengaku penjaga Singgih, dengan suara lembutnya..
Singgih nampak menghela nafas panjang sambil mencoba berdiri setelah berhasil menyeimbangkan posisi tubuhnya.. Lalu melempar senyuman ke arah Jin cantik yang melayang berdiri disebelahnya..
“Nyi Mas Roro Suwastri adalah benar Jin Penjaga gue.. Beliau pula yang menyampaikan semua hal tentang kalian, saat masih merasuk di tubuh gue.. Karena itu, gue tau nama kalian semua” Kata Singgih..
“Maaf, Nyai.. Bagaimana dirimu bisa tahu tentang kami semua? Dan apakah pertemuan kami dengan Singgih ini sudah direncanakan sebelumnya?” Tanya Arya sambil menundukkan pandangannya pertanda hormat..
“Aku tahu pertempuran kalian dalam melindungi Kitab Langit beberapa waktu lalu.. Aku pun sangat mengenal Ki Larang yang menjadi Jin Penjaga calon isteri mu, keturunan Braja Krama.. Namun untuk pertemuan kalian semua disini, biar gadis yang aku jaga yang akan menjelaskan nya”
Singgih nampak menghela nafas panjang dan kembali duduk di atas kap mesin mobil peninggalan Ayah gw.. Pandangan nya sempat terlihat menatap kosong ke aspal tempat kami semua berpijak..
“Enam bulan lalu.. Gue cuma cewe biasa yang mimpi akan segera nikah dengan laki-laki pujaan hati.. Tapi, mimpi gue hancur saat seorang paranormal sesat di sewa perempuan keparat yang juga mencintai cowo gue dan nekat membuat dia gila hingga berujung ke kematian”
Singgih sempat terdiam tanpa melanjutkan kalimat nya yang dari awal terdengar bergetar penuh emosi.. Gw tertegun melihat kilatan cahaya terbias dari dua mata Singgih yang berkaca-kaca, meski tatapan gadis itu masih kosong memandang ke bawah.. Satu gerakan tangan Singgih nampak menyeka kedua indera penglihatannya yang mulai basah.. Jelas sekali gadis itu sedang mencoba meredam luapan perasaannya..
“Hidup gue hancur saat itu juga.. Saat gue kehilangan satu-satu nya sosok yang paling gue cintai di dunia.. Gue nyoba bunuh diri.. Tapi Nyi Mas Roro Suwastri muncul dan menyelamatkan gue.. Dari situ gue mulai belajar kemampuan-kemampuan gaib sekaligus kanuragan.. Karena tujuan gue hidup sampai saat ini cuma satu, yaitu balas dendam.. Dan hutang nyawa Romy akan lunas terbayar dengan nyawa paranormal itu malam ini, di tempat ini” Ucap Singgih sambil mengepalkan kedua tangannya..
Gw melempar pandangan ke Arya setelah mengetahui bahwa pertemuan kami semua disini dengan Singgih, berada diluar rencana siapa pun.. Singgih ternyata hendak membalaskan dendam kesumatnya kepada seseorang yang telah merenggut cinta gadis itu.. Jelas terlihat sorot mata kosong Singgih dipenuhi pijaran api dendam yang menggelora..
“Kalo emang ada paranormal disini, kenapa bisa kita semua ga ngerasain aura apapun? Maaf.. Maksud gw, sampe aura Nyi Mas Roro Suwastri pun ga kerasa tadi nya sampe beliau muncul keluar dari tubuh lu” Kata Arya sedikit kritis..
Singgih yang mendengar pertanyaan Arya, hanya melemparkan pandangan ke arah Nyi Mas Roro Suwastri yang sedang mengulum senyuman.. Kemudian, sosok Jin berparas jelita itu mengangkat tangan kanannya ke atas secara perlahan.. Lalu membuka telapak tangannya menghadap ke atap basement.. Kami semua yang berada di tempat tersebut selain Singgih, menatap tepat ke arah telapak tangan Nyi Roro Suwastri yang mulai memendarkan sinar keemasan..
Mendadak dari atas atap basement yang terbuat dari beton, menyeruak ujung sebuah benda mirip seperti tongkat berwarna emas yang juga mengeluarkan sinar sama..
“Kalian lihat, itu adalah paku emas istimewa yang sengaja aku pinjam dari Ki Larang untuk meredam aura yang keluar dari semua sosok mahluk gaib ditempat ini.. Betapa pun hebatnya Jin tersebut, aura nya tidak akan bisa di rasakan oleh manusia berilmu seperti kalian.. Bahkan oleh Jin lain, selain diriku.. Aku menggunakan paku emas itu untuk mengelabui manusia bejat yang telah bersekutu dengan Jin golongan hitam untuk membunuh kekasih gadis yang ku jaga” Terang Nyi Mas Roro Suwastri, yang setelahnya menutup telapak tangan kanan dan membuat benda mustika berbentuk tongkat yang menancap di atas atap basement kembali meringsek masuk, lalu perlahan-lahan lenyap seperti semula..
“Gue sampai sengaja berpura-pura bekerja sebagai Ladies Companion disini, demi untuk mengawasi gerak-gerik musuh bebuyutan gue itu.. Setelah kalian berlima menginjakkan kaki, Nyi Mas Roro Suwastri sendiri yang memberitahu kalo ada empat pemuda bukan sembarangan berada ditempat ini.. Oleh karena itu, gue mendekati teman kalian dan menawarkan diri untuk berpura-pura melayani kalian semua.. Semua atas permintaan Nyi Mas Roro Suwastri” Tambah Singgih yang sekaligus menutup penjelasan nya dengan helaan nafas panjang..
Bimo yang berada disebelah Ridho nampak melangkah maju satu tombak ke depan dan langsung mengulurkan tangan kanannya ke arah Singgih.. Gadis yang di jaga oleh Jin cantik bernama Nyi Mas Roro Suwastri itu, terlihat sedikit bingung sambil sempat melempar pandangan ke arah gw..
“Meski lu udah tahu tentang kita semua, tapi ga ada salahnya kalo kita berkenalan dengan lebih formal.. Nama gw, Bimo”
Singgih yang mendengar ucapan kaku Bimo, sontak tertawa terbahak-bahak.. Gw juga langsung menggelengkan kepala melihat tingkah awkward Bimo yang sempat-sempatnya mengajak Singgih berkenalan disaat seperti ini.. Ridho yang berada persis di belakangnya, segera merapatkan diri ke punggung Bimo..
“Kasih nomer HP lu sekalian, Bim.. Abis itu, lu ajak Singgih we-fie berdua” Ucap Ridho sengaja mengejek Bimo..
Tak mau menjadi bahan tertawaan, Bimo segera menarik kembali tangan kanannya dan berjalan mundur ke tempat semula.. Pandangannya sempat melirik malu ke arah gw, Arya dan Ridho yang masing-masing sedang berusaha menahan tawa..
“Kalian tuh asik juga yah orangnya.. Masing-masing kek ngewakilin sikap dan kepribadian berbeda.. Tapi gue salut sama kalian.. Dari kisah yang diceritakan Nyi Mas Roro Suwastri, perjuangan kalian berempat patut gue acungin jempol.. Tapi sayangnya, mungkin ini perkenalan pertama sekaligus yang terakhir bagu gue.. Karena tengah malam nanti, gue akan bertarung habis-habisan dengan orang yang udah hancurin hidup gue”
Kami berempat sama tertegun mendengar kalimat Singgih yang pada ujungnya kembali menyiratkan api dendam.. Arya yang berdiri persis disebelah gw, sempat menyenggol lengan kiri dengan sikutnya.. Gw segera melempar pandangan ke arah Ridho dan Bimo yang kompak menganggukkan kepala mereka secara bersamaan.. Sepertinya, apa yang ada dalam benak gw saat ini, terlintas pula dalam benak kedua saudara dan sahabat baik gw.. Setelah menganggukkan kepala juga, gw menatap Singgih dan Nyi Mas Roro Suwastri secara bergantian..
“Maaf, Singgih, Nyi Mas Roro Suwastri, bukan maksud ku untuk meremehkan kekuatan kalian.. Tapi, apakah tidak ada cara lain selain harus baku hantam untuk membuat jera manusia yang bertanggung jawab atas kematian kekasih mu? Dan jika memang tetap harus dengan cara kekerasan, maka izinkan kami berempat untuk ikut membantu.. Maksud ku, dengan kekuatan yang masing-masing kami miliki, itu akan semakin memudahkan kalian bukan?” Ucap gw dengan sangat hati-hati, khawatir akan menyinggung perasaan atau ego dua sosok berlainan alam terebut..
Baik Singgih dan Nyi Mas Roro Suwastri sama-sama saling berpandangan untuk beberapa saat.. Lalu, Singgih kembali melempar pandangan nya ke arah kami berempat sambil menyunggingkan sebuah senyuman sangat bersahabat..
“Gue hargain tawaran kalian lewat lu, Mam.. Tapi maaf, ini masalah paling utama yang harus gue selesaikan berdua dengan Nyi Mas Roro Suwastri”
“Lagipula, sosok manusia bejat yang menjadi incaran kami sudah sangat bergelimang dosa, keturunan Braja Krama.. Bukan hanya kekasih gadis ini yang menjadi korban, tapi banyak lagi orang-orang tak berdosa yang harus meregang nyawa lewat ilmu hitam nya.. Semua itu ia lakukan hanya demi uang.. Meski aku belum secara langsung meminta izin ke Sang Prabu, namun menurut ku Beliau pasti akan mendukung keputusan kami ini.. Karena keturunannya sendiri sempat hampir menjadi korban” Sambung Nyi Mas Roro Suwastri yang di susul anggukan kepala Singgih dengan sorot mata sudah menyiratkan kebulatan tekad nya..
Gw kembali melempar pandangan ke arah dua saudara dan seorang sahabat baik.. Seperti gw, mereka bertiga juga tidak bisa melakukan apapun selain mengikuti kemauan Singgih dan Nyi Mas Roro Suwastri..
“Oke.. Masa perkenalan kita udah kelar.. Sekarang, gue minta dengan sangat, agar kalian berlima meninggalkan tempat ini.. Jika memang gue berjodoh dengan kalian, kita pasti bakal ketemu lagi sebagai sahabat baik” Ucap Singgih sambil mengulum senyuman manis yang sedikit di paksakan..
Gw menganggukkan kepala mendengar ucapan gadis yang mengaku sebagai keturunan Sri Baduga Maharaja.. Sementara, Arya terdengar sempat menghela nafasnya cukup panjang.. Gw sempat melirik Arya yang wajahnya nampak menyiratkan suatu penyesalan.. tak mau bersugesti macam-macam, gw anggap helaan nafas Arya dan raut penyesalan di wajahnya, hanya ungkapan semu tanpa mengandung arti apapun..
“Ya sudah, kalo emang lu maunya kita cepet pergi dari sini, gw harap lu juga jaga diri sendiri” Ucap Ridho yang terdengar sedikit janggal..
Singgih nampak menganggukkan kepala nya dan melempar pandangan ke arah Nyi Mas Roro Suwastri..
“Aku akan kembali merasuk ke dalam raga gadis yang ku jaga.. Tapi sebelum itu, bolehkah aku memeluk diri mu, keturunan Braja Krama?”
Gw sempat terkejut mendengar permintaan Nyi Mas Roro Suwastri.. Kenapa dia tanpa tedeng aling-aling langsung meminta memeluk gw?
Arya yang berada di sebelah, terdengar berdehem satu kali.. Gw tahu berdehemnya Arya itu mengandung maksud lain.. Belum lagi saat gw melirik ke arah Ridho.. Dengan mengulum senyuman ‘najis bukan manis’, ia menggerak-gerakkan dua alis mata nya ke atas beberapa kali.. Lain hal dengan Bimo, saudara gw yang satu itu malah nampak biasa-biasa saja dan malah mengangkat kedua bahu nya seolah tidak mengerti akan tatapan gw ke arahnya.. Jelas-jelas, gw sedang meminta pertimbangan dari nya..
“Bagaimana, apakah kau mau mengabulkan permintaan ku titisan Jagat Tirta?” Tanya Nyi Mas Roro Suwastri yang kali ini terdengar jauh lebih lirih..
Gw menelan ludah, lalu menganggukkan kepala sebagai bentuk jawaban.. Nyi Mas Roro Suwastri seketika tersenyum sumringah dan langsung memeluk tubuh gw dengan sangat erat.. Pakaian bagian atasnya yang hanya berupa sebuah kemben hitam, terasa tidak mampu menyamarkan sensasi besar dua bukit kembar milik Jin cantik itu saat merapat di dada gw..
Tanpa membalas pelukan Nyi Roro Suwastri, kedua tangan gw tetap terulur ke bawah meski raga ini benar-benar terbenam dalam dekapannya.. Tapi aneh.. Telinga kanan gw sayup-sayup mendengar suara isak tangis tertahan dari kepala Nyi Mas Roro Suwastri yang rebah di atas bahu kanan..
“Akhirnya aku bisa memelukmu lagi, Jagat Tirta”
Gw tertegun mendengar bisikan lirih dari lisan Jin cantik Penjaga nya Singgih yang sempat tertangkap di telinga kanan.. Baru saja gw ingin menanyakan hal itu, dengan cepat Nyi Mas Roro Suwastri melepas pelukannya dan melayang mundur sambil menundukkan kepala, kembali ke samping gadis yang ia jaga..
Gw yang masih diliputi rasa heran mendengar bisikan tadi, terus menatap ke arah Nyi Mas Roro Suwastri.. Namun, sosok Jin wanita berparas jelita itu malah membalikkan tubuhnya tak mau menghadap ke arah kami semua.. Perlahan, ia nampak menggunakan punggung lengan kanannya untuk menyapu wajah.. Tapi gw tahu, ia bukan menyapu wajahnya sendiri.. Melainkan menyeka kedua mata nya yang gw yakin saat ini sedang digenangi air mata..
“Baiklah.. Seperti kemauan mu, kami akan segera pergi meninggalkan tempat ini, Singgih.. Kalo aku boleh minta, kamu jaga diri dan jangan sampai terluka” Ucap Arya sambil melangkah ke depan dan mengulurkan tangan kanannya seperti yang dilakukan Bimo beberapa saat lalu..
Singgih terlihat sedikit kikuk melihat uluran tangan Arya.. Meski dengan secara perlahan, gadis itu menjabat hangat tangannya.. Perhatian gw yang sudah teralihkan begitu mendengar ucap Arya tadi, langsung melirik ke arah Ridho..
“Yo Wiss.. Kita pamit yak” Ucap Ridho sambil merangkul bahu Arya dan mengangkat wajahnya ke arah gw, seperti mengisyaratkan diri ini untuk segera pergi meninggalkan dua sosok wanita berbeda alam itu..
Sambil berjalan menuju mobil, gw sempat melirik ke arah Nyi Mas Roro Suwastri yang sedang menatap gw dengan pandangan sayu.. Aneh, kedua indera penglihatan Jin cantik itu masih saja di basahi oleh air mata.. Kembali gw teringat akan bisikan lirihnya tadi.. Mengapa dia bisa berucap seperti itu? Seolah ia pernah sangat mengenal Jagat Tirta sebelumnya..
dodolgarut134 dan 11 lainnya memberi reputasi
12