Original Posted By shahabalwi►Copas dari goweser di Medan : Hati2 terhadap penipuan online yg berkedok penjualan sepeda.
Saya telah menjadi salah seorang korban penipuan dari toko sepeda online :
http://www.anekajayasepeda.com
Sepintas dari websitenya, menarik dan lengkap.
Kebetulan saya sedang mencari sepeda lipat merk Dahon. Setelah saya search di website itu, ternyata ada dengan harga 9 jt. Saya langsung tertarik dan menghubungi nomor hp yg tertera di website, yaitu 087719626888.
Eh, ternyata ada WhatsApp nya juga. Jadi kami komunikasi menggunakan WhatsApp.
Sipenjual meminta saya mengirimkan nama, nomor hp, alamat lengkap dan barang yg dipesan.Setelah saya kirimkan, saya mendapat balasan agar pembayaran berikut ongkos kirim, dikirim ke rek. Mandiri, an : Sutiryo , no rek : 1390018496822.
Tidak begitu lama saya mendapat konfirmasi bahwa pembayaran telah mereka terima dan barang akan segera dikirim.
Selanjutnya saya dikirimi foto paket yg masih dalam kardus sepeda lipat Dahon, disertai informasi tentang spesifikasi yg lengkap, yang akan dikirim via JNE.
Keesokan harinya, saya mendapat kabar bahwa barang telah dikirim via JNE, dan foto resi bukti pengiriman akan dikirim lewat WA jam 8 malam dengan alasan banyak barang2 lain yg dikirim bersamaan.
Setelah 2 hari saya transfer, tidak ada lagi kabar dari sipenjual. Saya mintak dikirim foto resi bukti pengiriman, tidak ada jawaban.
Setelah hari ketiga, saya tanyakan lagi, baru ada jawaban, bahwa diperkirakan barang akan tiba di Medan sore dibandara Kualanamu.
Saya kembali meminta foto resi bukti pengiriman, janjinya akan segera dikirim, namun lama saya tunggu, belum juga dikirim oleh sipenjual.
Sekitar pukul 16.30, saya mendapat telpon dari seseorang yg mengaku bernama Budi, petugas Bea Cukai bandara Kualanamu di no hp 085342498908, yg mengatakan bahwa ada barang kiriman buat saya di Kantor Bea Cukai Kualanamu berupa sepeda, yg belum bisa saya terima, karena tidak ada bukti Ppn dari penjual, sehingga dicurigai barang ilegal. Saya disuruh hubungi penjual utk mintak bukti Ppn. Kalau tidak ada akan diproses hukum dan saya harus segera datang ke kantor Bea Cukai bandara.
Setelah saya hubungi sipenjual, ternyata tokonya tidak memberikan Ppn utk barang yg dijual. Jadi saya diminta menyelesaikan langsung urusan administrasi nya di bandara Kualanamu. Setelah saya hubungi petugas tsb, ia menawarkan cara mudah dg mentransfer uang sebesar 5,7 jt dan dia sendiri yg akan menghantarkan langsung sepeda saya kerumah. Saya mulai curiga, dan langsung menuju bandara menanyakan apakah ada kiriman untuk saya berupa sepeda. Pihak bandara minta nomor resinya, yang tidak bisa saya tunjukkan karena belum dikirim oleh sipenjual. Saya hubungi sipenjual, namun sejak saat itu tidak bisa lagi dihubungi, dan menurut info dari pihak bandara, tidak ada petugasnya yg bernama Budi dg no hp diatas serta tidak ada kiriman berupa sepeda lipat Dahon.
Sampai saat ini saya sudah kehilangan kontak dgn sipenjual, yaitu toko online Anekajayasepeda.com.
Demikian laporan kasus penipuan yg saya alami yang dilakukan oleh sindikat penipu yang beroperasi dibalik kedok penjualan sepeda online.
Saya berharap agar teman-teman para goweser tidak berkeberatan meneruskan copas saya ini, agar tidak ada lagi para pecinta sepeda di seluruh Indonesia yang dirugikan. Semoga copas ini bisa segera sampai kepada pihak berwajib, agar pelaku/ sindikatnya dapat segera ditangkap.
Sampai saat ini websitenya masih aktif.
Terima kasih atas bantuan teman-teman. Mohon maaf copasnya terlalu panjang.
Alfian Wijaya.
waduh banyak yg kena sama si anekajayasepeda.com ya. ane si minat jg ama sepeda doi, tp ane ya tetep maunya ngeliat barangnya dulu baru bayar. hahaha
tapi kenapa masi berkeliaran ya orangnya, ga ada yg laporin ke pihak berwajib kah ?