Kaskus

Story

juraganpengkiAvatar border
TS
juraganpengki
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)

GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
Cool Cover By Agan Linbara (Thanks, Bree)..

Prolog

Setelah bangun dari ‘Mati Suri’ karena memutuskan untuk mencoba membunuh diri sendiri untuk melindungi Kitab Langit dan melenyapkan Bayu Ambar, gw kembali ke dunia nyata.. Kehidupan gw sedikit jauh berbeda, karena pengalaman ‘Mati Suri’ itu berefek langsung pada kelebihan yang gw miliki.. Gw masih sama Anggie, meski ujian atas cinta kami masih saja mendera.. Ada musuh baru, tentu saja.. Tapi ada juga sahabat baru yang muncul.. Karena ini akhir dari cerita kami berempat..

Kembalinya Anak Ibu...
Pengorbanan Pedang Jagat Samudera...
Cintai Aku Sewajarnya, Yank...
Matinya Seorang Saudara (Versi Gw/Bimo)
Berkumpul Kembali...
Keanehan Yang Mulai Muncul...
Sambutan Ketiga Saudara Ke Reinata...
Sabar???
Cukup! Tinggalin Aku Sendiri!!!
Siapa Kau???
Aku Ikutin Kemauan Kamu...
Keputusan Sepihak Yang Pahit...
Semua Beban Menjadi satu
Semua Beban Menjadi Satu (2)...
Serangkum Rindu Untuk Ayah...
Munculnya Penguasa Laut Utara...
Bertemunya Dua Penguasa...
Sebuah Kesepakatan...
Ibu Kenapa Yah???
Lu Kenapa, Ka???
Wanted Dead Or Alive.. ANTON!!!
Mo 'Perabotan' Lu Hancur Apa Tanggung Jawab???
It's The End Of Us...
Di Kerjain Ibu...
Ridho!!!
Kelewatan!!!
Munculnya Dua Penjaga Gerbang Kerajaan Laut...
Dewi Arum Kesuma VS Dewi Ayu Anjani
Datangnya Sosok Seorang Pemisah Dan Shock Therapy Buat Gw...
Kerajaan Jin...
Terkuaknya Semua Jawaban...
Maafin Gw, Bree...
Pengakuan Suluh...
Akhirnya Boleh Gondrong...
Pernikahan Kak Silvi Yang Seharusnya Membuat Gw Bahagia...
Pernikahan Kak Silvi Yang seharusnya Membuat Gw Bahagia (2)...
Tunggu Pembalasan Gw!!!...
Ni Mas Linduri dan Banas Ireng...
Dua Sosok Penyelamat Misterius...
Ada Apa Sama Ridho?...
Kesalahan Fatal...
Kembalinya Jin Penjaga Ridho dan Suluh...
Akibat Terlalu Ikut Campur...
Setiap Perbuatan Akan Mendapat Balasan...
Munculnya Viny Dan Sebuah Tantangan Bertarung...
Manusia Cabul...
Suara Penolong Misterius...
Bertemunya Kembali Sepasang Kekasih...
Terkuaknya Kebenaran...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar (2)...
Jaket Dan Celana Jeans Robek Serta Sweater Hitam Kumal...
She's My True Love...
Dilema...
Pertengkaran Dengan Ibu...
Rambe Lantak...
Gendewa Panah Pramesti...
Akan Ku Balaskan Dendam Mu, Arum Kesuma!!!
Yang Hilang dan Yang Kembali...
Jawaban Ayu...
Mati Gw!!!
Aku Makin Sayang...
Nasihat Om Hendra...
Jera Mencuri...
Ajian Segoro Geni...
Pilihan Sulit...
Keputusasaan Anggie...
Kabar Baik dari Ridho dan Suluh...
Perjalanan Menuju Pembalasan Dendam...
Rawa Rontek...
Rawa Rontek 2 (Terbayarnya Dendam)...
Kedatangan Pak Sugi...
Orang Titipan...
Hukuman Paling Berat...
Tidurlah Di Pangkuan Ku...
Menjajal Kesaktian...
Menjajal Kesaktian (2)...
Pengakuan Mengejutkan Babeh Misar...
Pengajaran Ilmu Silat Betawi...
Di Kepret Babeh Misar Lagi...
Tasya...
Naga Caglak dan Bajing Item...
Misteri Sebuah Dendam...
Kekuatan Sejati Kitab Langit Bagian Matahari...
Perpisahan...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera (2)...
Kembalinya Ibu...
Empat Bayangan Hitam...
Siapa Ni Mas Laras Rangkuti???
Dendam Seorang Sahabat...
Ini Keputusan Yang Harus Gw Ambil...
Semua Pengorbanan Ini Demi Ibu...
Rapuh...
Kabar Mengejutkan Sekar dan Sebuah Restu...
Siasat Braja Krama...
Munculnya Kitab Langit...
Si Pembuka Kitab langit dan Sosok Asli Pak Sugi...
Rencana Yang Matang...
Lamaran Pribadi...
Keingintahuan Anggie...
Perubahan Rencana...
Hampir Terjebak...
Kekecewaan Sekar...
Dua Syarat Reinata...
Aku Harap Kamu dan Anggie Bahagia, Mam...
Rahasia Sepasang Suami Isteri...
Menitipkan Amanah...
Berkumpulnya Para Pembela Kitab Langit...
Siasat Ki Purwagalih...
Raja Jin Raja Muslihat (Nyesek, Bree)...
Pertukaran Tawanan...
Perang Gaib PunTak Terelakkan...
Sang Penyelamat Dari Utara...
Pertempuran Awal Dua Penguasa Kerajaan Gaib...
Bertekuk Lututnya Sekutu Braja Krama...
Pertarungan Dua Putera (Gugurnya Satu Sahabat Gaib)...
Krama Raja...
Braja Krama Versus Krama Raja...
Raja Licik...
Aku Lah Sang Pembuka...
Siasat Krama Raja dan Bayu Ambar...
Terbukanya Semua Ilmu Terlarang...
Sebuah Pengecualian...
Sri Baduga Maharaja...
Hilangnya Sebuah Pengecualian...
Hilangnya Sebuah Pengecualian (2)...
Sebuah Pengorbanan...
Pahlawan...
Sumpah...
Ilmu Pamungkas yang Terlarang...
Kabar Yang Mengejutkan...
Pulang...
Pulang (2)...
Sedikit Kisah Rio Sebelum Kisah Ini Tamat...
Terhalang Sumpah...
Bantuan Sahabat Baik...
Bachelor Party...
Keturunan Lain Sang Prabu...
Pembalasan Dendam Singgih...
Sepenggal Kisah Nyi Mas Roro Suwastri...
Tawaran Yang Mengejutkan...
Lawan Atau Kawan???
Terkuaknya Silsilah...
Sebuah Kebenaran...
Sebuah Kebenaran (2)...
Bertemunya Dua Keturunan Sang Prabu...
Pertempuran Dua Hati...
Cinta Pertama VS Cinta Terakhir Jagat Tirta...
Pengakuan Bayu Barata...
Ki Larang dan Nyi Mas Galuh Pandita???
Prana Kusuma...
Kau Benar Keturunan Kami, Ngger...
Our Big Day...
Insiden...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga (2)...
Dua Tamu Istimewa...
Semua Karena Cinta...
Keputusan Sekar Kencana...
Kena Gampar...
Bonyok!!!
RIBET!!!
Berdamai...
Keponakan Baru...
Malam Pertama dan Tiga Keanehan...
Ajian Warisan Para Leluhur (The Last Part/End Of All Chapters)

SIDE STORIES

Keturunan Yang Tersesat...
Keturunan Yang Tersesat (2)...

Diubah oleh juraganpengki 15-07-2018 20:23
uang500ratusAvatar border
devanpancaAvatar border
iskrimAvatar border
iskrim dan 132 lainnya memberi reputasi
127
2.1M
8K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.6KAnggota
Tampilkan semua post
juraganpengkiAvatar border
TS
juraganpengki
#6588
Keturunan Lain Sang Prabu...

“ Tunggu! Jangan panggil Jin Penjaga kalian” Ucap gadis itu sambil berusaha menggeser tubuh kekar Rio dengan kedua tangan kecilnya..

Dari kerasnya suara yang keluar dari lisan gadis LC itu, terasa aliran tenaga dalam cukup kuat didalamnya.. Hingga membuat suara pelannya terdengar nyaring dan jelas di masing-masing telinga kami, mengalahkan dentuman musik yang masih membahana di ruang karaoke.. Gw, Bimo, Arya dan Ridho sempat saling berpandangan.. Lalu bersamaan menganggukkan kepala, setelah sepakat menghentikan niat untuk memanggil masing-masing Jin Penjaga, meski kami masih tetap berwaspada..

“Lu siapa? Dan lu apain temen lu sama temen gw?” Tanya Arya dengan suara yang juga dialiri tenaga dalam..

“Jangan banyak omong dulu.. Bantuin gue pindahin temen kalian nih” Jawab gadis itu yang nampak kesulitan memindahkan tubuh Rio..

Gw yang mulai sedikit yakin bahwa gadis itu tidak bermaksud buruk, berjalan mendekat dan membantunya memindahkan tubuh berat Rio.. Kemudian menyandarkan sepupu gw yang sedang tidak sadar itu diatas sofa panjang berwarna krem..

“Temen lu keberatan dosa, kek nya.. Badannya berat banget” Keluh gadis asing itu sambil melemaskan kesepuluh jari tangan lentiknya..

“Lu jawab dulu pertanyaan temen gw tadi” Ucap gw dengan tatapan menyelidik..

Gadis LC yang berwajah manis tersebut malah menyunggingkan senyuman kecil.. Kemudian mengambil remote pengatur lagu di TV LCD besar dihadapan kami.. Lalu mengecilkan volume lagu dan duduk persis di pojok sofa sebelah kanan..

“Mereka ga apa-apa koq.. Cuma gw gendam aja.. Nanti juga gw sadarin lagi.. Oh iya, kenalin nama gw, Singgih” Kata cewe yang mengaku bernama Singgih itu sambil mengangkat tangan kanannya..

Gw sempat melempar pandangan ke arah Arya.. Lalu, sahabat gw itu berjalan mendekati salah satu LC yang nampak seperti sedang tertidur pulas.. Perlahan, Arya memegang kening gadis yang tadi sempat hendak membuka reslteing celana pendek gw, sambil memejamkan kedua mata.. Setelah itu, ia berdiri dan mendekat ke arah gw..

“Bener omongannya.. Mereka di gendam.. Tingkatan ilmu gendam nya juga lumayan tinggi, Mam.. Buktinya dia bisa langsung bikin mereka antara tidur atau pingsan.. Kita harus hati-hati ama tuh cewe” Kata Arya setengah berbisik di telinga gw..

“Ga usah khawatir.. Gue ga ada niat jahat koq sama kalian.. Gue tau kalian berempat bukan anak muda sembarangan”

Ridho yang sedari tadi diam saja bersama Bimo, lantas melangkah maju ke depan sambil berkacak pinggang..

“Kalo lu ga ada niat jahat, kenapa lu gendam mereka bertiga?” Tanya Ridho dengan pandangan sinis..

Cewe yang bernama Singgih untuk sesaat tertawa kecil melihat tingkah Ridho yang sok gagah di hadapannya.. Perlahan, ia bangkit dan berjalan menuju pintu dan keluar melaluinya..

“Kenapa hidup kita ga jauh dari orang-orang sakti ya, Bree? Mo nikmatin pesta bujang lu aja harus diganggu cewe indigo aneh segala.. Misterius banget lagi dia nya” Keluh Ridho setelah menghela nafas panjang begitu gadis yang bernama Singgih keluar dari ruangan yang disewa Rio..

Gw menggelengkan kepala karena tidak mempunyai jawaban atas keluhan Ridho barusan.. Pandangan gw terus mengamati Rio yang masih tak sadarkan diri di atas sofa, dengan benak dipenuhi pertanyaan akan kemunculan gadis bernama Singgih..

Baru saja Ridho selesai berbicara, pintu ruang karaoke kembali terbuka.. Dan seperti yang sudah kami duga sebelumnya, gadis bernama Singgih lah yang kembali masuk ke dalam sini..

“Tunggu gue di parkiran basement yah.. Disana nanti gue bakal ceritain semua.. Oh iya, ini billing kalian.. Sorry, kalian ga bisa lanjutin acara ini karena suatu hal.. Nanti, gue nyusul ke basement bareng temen kalian yang itu” Kata Singgih sambil mengulurkan selembar kertas dan melirik ke arah Rio..

“Ga bisa.. Ini kan malam pesta bujang nya sodara gw yang mau nikah besok.. Lu ga berhak nentuin kita harus keluar sekarang.. Pake di suruh nunggu di basement pula lagi.. Terus, temen gw yang lu bikin pingsan itu gimana nasib nya nanti, kalo kita tinggalin dia disini bareng lu? Bisa jadi ini semua cuma akal-akalan lu aja, supaya bisa ngerampok temen gw” Balas Ridho dengan nada sedikit tinggi..

Gadis misterius yang bernama Singgih nampak menyunggingkan senyuman dingin.. Perlahan, ia mendekati Ridho dan menempelkan lembaran billing tepat di dada saudara gw itu..

“Gue heran, kenapa cewe kek Suluh bisa tahan punya laki bawel kek lu, Dho.. Asal lu tau, gue ga butuh duit.. Kalo gue mau, ratusan juta bisa gue dapet dalem satu malam.. Satu lagi, Lu sama Imam, Bimo dan Arya harus pergi dari tempat ini sebelum tengah malam.. Gue bakal jelasin itu juga nanti di basement.. Puas lu?”

Sontak Ridho terbelalak mendengar jawaban cewe yang bernama Singgih.. Bukan Cuma Ridho.. Gw, Bimo dan Arya juga sama terkejutnya begitu mendengar gadis itu menyebut nama kami berempat tanpa kami sebutkan sebelumnya.. Bimo yang sedari tadi membungkam mulut pun, segera mendekatkan wajahnya ke kami bertiga dari belakang..

“Bukan takut ya, guys.. Tapi gw fikir kita sebaiknya turutin omongan tuh cewe deh.. Gw yakin sesuai sama omongannya tadi, Rio bakal baik-baik aja nantinya”

Gw melempar pandangan ke arah Arya setelah mendengar bisikan Bimo.. Sementara, Ridho masih diam tertegun di sebelah Arya..

“Ya udah.. Kita ikutin aja kemauannya, Mam” Kata Arya, di susul senyuman dingin yang disunggingkan gadis bernama Singgih..

Gw menghela nafas sambil sempat melirik ke arah Rio yang masih tak sadarkan diri.. Lalu menatap Singgih dengan sedikit mengintimidasi..

“Oke.. Kita ikutin omongan lu.. Asal lu tau, cowo yang lu buat pingsan itu sepupu gw.. Dan gw bakal cari lu kemana pun kalo sampe ada hal buruk terjadi ke dia” Ucap gw dengan suara yang sengaja di aliri tenaga dalam cukup, sebagai bentuk sebuah kebulatan tekad..

Gadis yang mengaku bernama Singgih menganggukkan kepala sambil menyunggingkan senyuman ramah.. Kemudian mempersilahkan kami untuk keluar meninggalkan dirinya bersama dua orang LC dan Rio di dalam ruangan..

Masih dengan sedikit mengumpat sepanjang jalan karena rasa ego nya terusik setelah disebut sebagai laki-laki bawel oleh seorang perempuan asing, Ridho berjalan satu langkah di depan gw, Bimo dan Arya..

“Asli! Kalo cewe yang namanya Singgih itu laki, udah gw bikin rontok gigi depannya tadi, Bree.. Seenaknya dia bilang gw bawel.. Pake bawa-bawa bini gw segala lagi.. Kampret banget dia”

Gw yang melihat Ridho terus mengumpat sambil berjalan selangkah di depan kami bertiga, segera menyusul dan merangkul bahu nya..

“Sabar, Bree.. Kita tunggu aja di basement.. Gw yakin tuh cewe bakal ceritain semua ke kita disana” Kata gw mencoba memulihkan cedera di rasa ego nya Ridho..

“Iya sih, Bree.. Ya udah lah.. Yang bisa kita lakuin kan cuma nunggu doank yak” Jawab Ridho, yang gw balas dengan acungan jempol..

Lalu gw melepas rangkulan dari bahu Ridho.. Kemudian merubah posisi berjalan paling depan sambil berbalik menghadap mereka dan berjalan mundur.. Mendadak, muncul ide konyol untuk menggoda Ridho yang nampak sedang mencoba meredam amarahnya..

“Tapi, Bree.. Kek nya omongan tuh cewe tadi ada bener juga deh” Celetuk gw yang masih berjalan mundur menghadap Ridho, Bimo dan Arya..

“Maksud lu, Bree?” Tanya Ridho seraya mengerutkan dahi nya..

“Kalo di pikir-pikir lu emang bawel juga jadi cowo” Kata gw yang langsung ngibrit meninggalkan ketiga saudara sekaligus sahabat baik di belakang..

“BANGSA****!!!” Teriak Ridho dengan suara lantang di susul tawa Bimo dan Arya yang terbahak-bahak..

Tiga batang rokok sudah habis gw hisap untuk menemani masa menunggu Singgih dan Rio di parkiran basement, bersama Ridho, Bimo serta Arya.. Gw sempat melirik jam tangan yang menunjukkan pukul setengah sebelas malam.. Seharusnya kami masih menikmati Bachelor Party konyol yang di buat Rio di tempat ini, jika gadis misterius yang bernama Singgih tidak muncul.. Gw, Ridho, Bimo dan Arya sempat membicarakan kemunculan gadis asing yang kekuatan nya tidak bisa dipandang sebelah mata itu.. Kami berempat mencoba-coba menerka motif atau alasan dibalik kemunculan Singgih..

Tapi, hal tersebut tidak berlangsung lama.. Karena, Arya segera menyenggol lengan gw dengan sikutnya dari samping sambil melemparkan pandangan ke arah lift.. Gw menoleh ke arah sama dan melihat Singgih sedang berjalan keluar beriringan bersama Rio dari pintu Lift.. Telapak tangan kiri Singgih nampak terus memegangi bahu kanan sepupu gw itu.. Gw segera bangkit setelah membuang rokok yang hampir habis terbakar.. Disusul Ridho, Arya dan Bimo yang juga sama-sama bangkit..

Sekilas, gw sempat mengerutkan dahi begitu melihat wajah Rio.. Tatapan sepupu gw itu nampak kosong memandang ke depan, meski terus berjalan beriringan dengan gadis bernama Singgih.. Mimik wajah nya pun terkesan datar dan dingin tanpa ada senyuman sama sekali disana..

“Rio masih di bawah pengaruh gendam tuh cewe, Mam”

“Kek nya iya, Ar.. Sodara gw di jadiin kek zombie” Sahut gw menimpali ucapan Arya..

“Gila juga tuh cewe, Bree” Sambar Ridho yang disusul anggukkan kepala Bimo..

Kami berempat terus berdiri menunggu sampainya Singgih dan Rio..

“Mobil kalian mana? Gue mo nidurin nih cowo” Seru gadis bernama Singgih yang masih memegangi bahu kanan Rio, sambil melemparkan pandangan ke area parkir..

Gw yang mendengar langsung merogoh kunci mobil peninggalan Ayah dan melangkah kan kaki mendekati kendaraan itu..

“Lu tidurin aja sepupu gw di dalem sini” Kata gw seraya membuka pintu depan mobil dan menunjuk ke dalam..

Singgih menganggukkan kepala.. Lalu berjalan menghampiri bersama Rio, sambil terus memegangi bahu kanannya.. Gw membuka pintu mobil sebelah kiri sedikit lebih lebar lagi, saat Singgih mulai menuntun Rio untuk masuk ke dalam dan duduk bersandar di jok depan.. Tak mau Rio nanti kehabisan nafas, gw membuka kaca pintu mobil disampingnya selebar mungkin..

Sementara, Singgih terlihat memejamkan kedua mata nya untuk beberapa saat.. Lalu menggosok-gosok kedua telapak tangannya sambil meniupkan nafas ke arah dua telapak tangan yang didekatkan ke mulut.. Sekilas, gerakan Singgih seperti orang yang sedang mencoba mengusir rasa dingin, dengan berusaha meniupkan hawa hangat dari mulutnya.. Mungkin itu yang akan muncul dalam benak orang awam jika melihat gerakan Singgih..

“Tuh cewe mo netralin gendam dari badan Rio. Mam” Kata Arya lewat batin gw..

Gw sempat melirik ke arah Arya dan melemparkan pandangan lagi ke Singgih yang terlihat sedang mengusap wajah Rio dengan posisi terbalik, dari bawah dagu ke atas kening.. Perlahan, kedua mata Rio nampak terpejamkan dengan sendirinya.. Dan yang terdengar kemudian adalah suara dengkuran si kambing item..

“Selesai deh” Ucap Singgih setelah menghela nafas panjang dan merapihkan rambut nya saat kembali menatap ke arah gw..

“Ya udah.. Sesuai janji, lu harus ceritain ke kita semua siapa diri lu sebenarnya” Ucap gw yang di iringi anggukan kepala Ridho serta Arya..

Sedangkan Bimo tetap terdiam sambil sesekali melirik ke arah Rio.. Gadis yang mengaku bernama Singgih itu juga menganggukkan kepala beberapa kali.. Lalu meraba-raba saku rok mininya untuk sesaat.. Kemudian membuka tas tangannya yang berwarna merah seperti sedang mencari-cari sesuatu..

“SH*T!!! Rokok gue ketinggalan lagi.. Mam, bagi gue rokok lu dulu deh” Pinta Singgih dengan sok akrab nya sambil mengulurkan tangan ke arah gw..

Gw sendiri sedikit terkejut begitu di todong rokok oleh gadis yang baru gw ketahui namanya saja itu..

“Kalo lu ga kasih gue rokok, gue ga akan ceritain semua tentang gue ke kalian”

“I.. Iya.. Iya.. Nih ambil rokok gw” Sahut gw sedikit tergagap mendengar ancaman konyol Singgih..

Gadis manis berambut sebahu itu nampak tersenyum kecil.. Lalu mengambil bungkusan rokok dari tangan gw dan mengeluarkan sebatang benda putih panjang dari dalamnya.. Dengan gaya tomboy, Singgih menyalakan korek gas di tangan dan mulai membakar ujung rokok yang sudah terselip di bibir mungilnya.. Satu hembusan asap berwarna putih seperti sengaja ia hembuskan ke arah muka gw.. Sambil mengibaskan tangan untuk menghalau asap rokok dari mulut Singgih, gw mengambil kembali bungkusan rokok milik gw dari tangan gadis itu..

“Udah buruan ceritain ke kita tentang lu” Kata gw setelah menyalakan sebatang rokok untuk menimpali Singgih..

Gadis yang bernama Singgih melempar pandangannya ke arah gw dan berganti menatap ke Bimo, Ridho dan Arya secara bergantian.. Kemudian, ia melompat ke atas kap mesin mobil peninggalan Ayah, lalu menikmati tiap hisapan rokok Mild yang ada di antara dua jari telunjuk dan jempolnya..

“Gw itu salah satu keturunan Sri Baduga Maharaja kek calon isteri lu yang nama nya Anggie”

Sontak gw terbelalak mendengar kalimat mengejutkan yang keluar dari lisan Singgih, gadis LC yang baru saja gw kenal beberapa saat lalu..

“Tunggu.. Tunggu.. Gimana ceritanya lu bisa kenal calon isteri gw? Terus apa buktinya lu juga salah satu keturunan Prabu Siliwangi”

Singgih tersenyum getir untuk sesaat.. Lalu membuka kancing kemeja pink nya yang ketat membentuk sempurna dua payudara gadis itu.. Ridho sempat menginjak kaki kanan gw sambil menaikkan kepala mengarah ke Singgih..

“Mo ngapain dia, Bree? Ngasih liat baik nya ke kita?” Tanya Ridho yang terdengar dalam batin gw..

Singgih sempat menghentikan gerakannya membuka setelah membuka satu kancing.. Kemudian melempar pandangan tajam ke arah Ridho.. Suami nya Suluh sendiri terlihat membesarkan kedua mata nya, karena pandangan mengancam Singgih seolah memberitahuka kami semua bahwa gadis itu ikut mendengar bahasa batin Ridho baruan..

“Sekali lagi lu ngomong kek tadi, gue bikin monyong ke samping mulut lu, Dho” Ancam Singgih yang membuat kami semua saling bertukar pandangan satu sama lain..

Gw tertegun melihat kemampuan yang di miliki gadis asing bernama Singgih.. Bukan hanya karena dia menguasai ilmu gendam tingkat tinggi.. Tapi, ia juga mampu mendengar ucapan batin yang seharusnya hanya bisa di dengar oleh gw dan Ridho saja..

Ridho terdiam dengan wajah memerah menahan malu.. Sementara, Singgih melanjutkan aksi nya membuka dua kancing kemeja nya lagi.. Bagian atas Bra hitam yang Singgih kenakan nampak memperlihatkan sembulan dua bukit kembar yang ukurannya cukup besar.. Gw sempat melempar pandangan ke arah lain, saat Singgih turun dari kap mesin mobil peninggalan Ayah gw.. Lalu mendekati kami semua sambil mengusap-usap bagian atas sembulan bagian atas payu dara kanannya.. Seolah Singgih seperti sengaja ingin memperlihatkan kepada kami semua betapa indah aset kembar yang ia miliki itu..

“Gue harap ga ada yang berfikiran mesum kek Ridho tadi.. Gue cuma mau nunjukkin salah satu tanda istimewa yang pasti dimiliki semua keturunan Sri Baduga Maharaja” Kata Singgih yang membuat gw terpaksa menatap nya kembali..

“Kalian liat tiga tahi lalat yang membentuk pola segitiga di atas payu dara kanan gue kan? Ini salah satu ciri kalo gue adalah keturunan Sri Baduga Maharaja.. Calon isteri lu, Anggie juga pasti punya tanda lahir ini di tubuhnya, Mam.. Tapi karena ia keturunan Sri Baduga Maharaja dari garis Sunan Gunung Djati di Cirebon, ada satu tanda lahir lagi yang ga akan hilang selamanya.. Yaitu tanda garis putih lurus di kuku kaki atau tangannya” Terang Singgih yang membuat gw sedikit tidak percaya..

Menurut gw, siapapun yang berada diluar garis keturunan Prabu Siliwangi bisa saja mempunyai tanda lahir seperti tiga tahi lalat berbentuk segitiga, seperti ucapan Singgih barusan..

“Gue tahu lu semua masih ragu.. Ada satu bukti lagi nyang bakal gue kasih liat ke lu semua” Ucap Singgih sambil kembali mengancingkan tiga baris kancing kemeja pink nya..

Perlahan, gadis itu sedikit menjauh dari kami semua dengan mengambil langkah mundur satu tombak ke belakang.. Lalu, kedua telapak tangannya nampak ia rapatkan di depan dada dengan kedua mata terpejam dan mulut berkomat-kamit..

Tiba-tiba, sosok gaib berselimutkan cahaya putih keluar dari tubuh Singgih dan melayang persis setengah tombak di hadapan gadis iu.. Gw beserta kedua saudara dan Arya sama-sama memasang kuda-kuda untuk bersiap waspada.. Kami berempat masih belum yakin benar akan alasan kemunculan Singgih yang sebenarnya.. Terlebih saat sesosok mahluk gaib golongan jin keluar dari dalam tubuhnya.. Sikap waspada tetap harus kami junjung tinggi jika bersinggungan dengan hal gaib seperti sekarang..

Perlahan cahaya putih yang menyelimuti sosok Jin yang baru saja keluar dari tubuh Singgih, meredup.. Dan menampilkan sesosok wanita cantik berpakaian puteri keraton seperti Sekar Kencana dan Nyi Mas Galuh Pandita.. Gw yang sempat terpana memandangi kecantikan paras mahluk gaib golongan Jin itu, melemparkan pandangan ke arah Singgih yang nampak terhuyung-huyung dan berpegangan pada bagian depan mobil..

“Keturunan langsung Braja Krama dan dua keturunan Suta Dewa serta pemuda yang di jaga Pandu Rukmo.. Akhirnya, aku bisa bertemu dengan kalian semua” Ucap Jin cantik berkemben hitam dengan kain batik bercorak emas di bagian bawah..

Gw kembali saling memandangi kedua saudara dan Arya, begitu Jin cantik bermahkota emas cukup besar di kepalanya, menyebut silsilah kami semua..
Diubah oleh juraganpengki 24-05-2018 07:24
jenggalasunyi
sampeuk
dodolgarut134
dodolgarut134 dan 14 lainnya memberi reputasi
15
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.