Kaskus

Story

juraganpengkiAvatar border
TS
juraganpengki
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)

GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
Cool Cover By Agan Linbara (Thanks, Bree)..

Prolog

Setelah bangun dari ‘Mati Suri’ karena memutuskan untuk mencoba membunuh diri sendiri untuk melindungi Kitab Langit dan melenyapkan Bayu Ambar, gw kembali ke dunia nyata.. Kehidupan gw sedikit jauh berbeda, karena pengalaman ‘Mati Suri’ itu berefek langsung pada kelebihan yang gw miliki.. Gw masih sama Anggie, meski ujian atas cinta kami masih saja mendera.. Ada musuh baru, tentu saja.. Tapi ada juga sahabat baru yang muncul.. Karena ini akhir dari cerita kami berempat..

Kembalinya Anak Ibu...
Pengorbanan Pedang Jagat Samudera...
Cintai Aku Sewajarnya, Yank...
Matinya Seorang Saudara (Versi Gw/Bimo)
Berkumpul Kembali...
Keanehan Yang Mulai Muncul...
Sambutan Ketiga Saudara Ke Reinata...
Sabar???
Cukup! Tinggalin Aku Sendiri!!!
Siapa Kau???
Aku Ikutin Kemauan Kamu...
Keputusan Sepihak Yang Pahit...
Semua Beban Menjadi satu
Semua Beban Menjadi Satu (2)...
Serangkum Rindu Untuk Ayah...
Munculnya Penguasa Laut Utara...
Bertemunya Dua Penguasa...
Sebuah Kesepakatan...
Ibu Kenapa Yah???
Lu Kenapa, Ka???
Wanted Dead Or Alive.. ANTON!!!
Mo 'Perabotan' Lu Hancur Apa Tanggung Jawab???
It's The End Of Us...
Di Kerjain Ibu...
Ridho!!!
Kelewatan!!!
Munculnya Dua Penjaga Gerbang Kerajaan Laut...
Dewi Arum Kesuma VS Dewi Ayu Anjani
Datangnya Sosok Seorang Pemisah Dan Shock Therapy Buat Gw...
Kerajaan Jin...
Terkuaknya Semua Jawaban...
Maafin Gw, Bree...
Pengakuan Suluh...
Akhirnya Boleh Gondrong...
Pernikahan Kak Silvi Yang Seharusnya Membuat Gw Bahagia...
Pernikahan Kak Silvi Yang seharusnya Membuat Gw Bahagia (2)...
Tunggu Pembalasan Gw!!!...
Ni Mas Linduri dan Banas Ireng...
Dua Sosok Penyelamat Misterius...
Ada Apa Sama Ridho?...
Kesalahan Fatal...
Kembalinya Jin Penjaga Ridho dan Suluh...
Akibat Terlalu Ikut Campur...
Setiap Perbuatan Akan Mendapat Balasan...
Munculnya Viny Dan Sebuah Tantangan Bertarung...
Manusia Cabul...
Suara Penolong Misterius...
Bertemunya Kembali Sepasang Kekasih...
Terkuaknya Kebenaran...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar (2)...
Jaket Dan Celana Jeans Robek Serta Sweater Hitam Kumal...
She's My True Love...
Dilema...
Pertengkaran Dengan Ibu...
Rambe Lantak...
Gendewa Panah Pramesti...
Akan Ku Balaskan Dendam Mu, Arum Kesuma!!!
Yang Hilang dan Yang Kembali...
Jawaban Ayu...
Mati Gw!!!
Aku Makin Sayang...
Nasihat Om Hendra...
Jera Mencuri...
Ajian Segoro Geni...
Pilihan Sulit...
Keputusasaan Anggie...
Kabar Baik dari Ridho dan Suluh...
Perjalanan Menuju Pembalasan Dendam...
Rawa Rontek...
Rawa Rontek 2 (Terbayarnya Dendam)...
Kedatangan Pak Sugi...
Orang Titipan...
Hukuman Paling Berat...
Tidurlah Di Pangkuan Ku...
Menjajal Kesaktian...
Menjajal Kesaktian (2)...
Pengakuan Mengejutkan Babeh Misar...
Pengajaran Ilmu Silat Betawi...
Di Kepret Babeh Misar Lagi...
Tasya...
Naga Caglak dan Bajing Item...
Misteri Sebuah Dendam...
Kekuatan Sejati Kitab Langit Bagian Matahari...
Perpisahan...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera (2)...
Kembalinya Ibu...
Empat Bayangan Hitam...
Siapa Ni Mas Laras Rangkuti???
Dendam Seorang Sahabat...
Ini Keputusan Yang Harus Gw Ambil...
Semua Pengorbanan Ini Demi Ibu...
Rapuh...
Kabar Mengejutkan Sekar dan Sebuah Restu...
Siasat Braja Krama...
Munculnya Kitab Langit...
Si Pembuka Kitab langit dan Sosok Asli Pak Sugi...
Rencana Yang Matang...
Lamaran Pribadi...
Keingintahuan Anggie...
Perubahan Rencana...
Hampir Terjebak...
Kekecewaan Sekar...
Dua Syarat Reinata...
Aku Harap Kamu dan Anggie Bahagia, Mam...
Rahasia Sepasang Suami Isteri...
Menitipkan Amanah...
Berkumpulnya Para Pembela Kitab Langit...
Siasat Ki Purwagalih...
Raja Jin Raja Muslihat (Nyesek, Bree)...
Pertukaran Tawanan...
Perang Gaib PunTak Terelakkan...
Sang Penyelamat Dari Utara...
Pertempuran Awal Dua Penguasa Kerajaan Gaib...
Bertekuk Lututnya Sekutu Braja Krama...
Pertarungan Dua Putera (Gugurnya Satu Sahabat Gaib)...
Krama Raja...
Braja Krama Versus Krama Raja...
Raja Licik...
Aku Lah Sang Pembuka...
Siasat Krama Raja dan Bayu Ambar...
Terbukanya Semua Ilmu Terlarang...
Sebuah Pengecualian...
Sri Baduga Maharaja...
Hilangnya Sebuah Pengecualian...
Hilangnya Sebuah Pengecualian (2)...
Sebuah Pengorbanan...
Pahlawan...
Sumpah...
Ilmu Pamungkas yang Terlarang...
Kabar Yang Mengejutkan...
Pulang...
Pulang (2)...
Sedikit Kisah Rio Sebelum Kisah Ini Tamat...
Terhalang Sumpah...
Bantuan Sahabat Baik...
Bachelor Party...
Keturunan Lain Sang Prabu...
Pembalasan Dendam Singgih...
Sepenggal Kisah Nyi Mas Roro Suwastri...
Tawaran Yang Mengejutkan...
Lawan Atau Kawan???
Terkuaknya Silsilah...
Sebuah Kebenaran...
Sebuah Kebenaran (2)...
Bertemunya Dua Keturunan Sang Prabu...
Pertempuran Dua Hati...
Cinta Pertama VS Cinta Terakhir Jagat Tirta...
Pengakuan Bayu Barata...
Ki Larang dan Nyi Mas Galuh Pandita???
Prana Kusuma...
Kau Benar Keturunan Kami, Ngger...
Our Big Day...
Insiden...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga (2)...
Dua Tamu Istimewa...
Semua Karena Cinta...
Keputusan Sekar Kencana...
Kena Gampar...
Bonyok!!!
RIBET!!!
Berdamai...
Keponakan Baru...
Malam Pertama dan Tiga Keanehan...
Ajian Warisan Para Leluhur (The Last Part/End Of All Chapters)

SIDE STORIES

Keturunan Yang Tersesat...
Keturunan Yang Tersesat (2)...

Diubah oleh juraganpengki 15-07-2018 20:23
devanpancaAvatar border
iskrimAvatar border
adriantzAvatar border
adriantz dan 133 lainnya memberi reputasi
128
2.1M
8K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33KThread54.9KAnggota
Tampilkan semua post
juraganpengkiAvatar border
TS
juraganpengki
#6528
Bantuan Sahabat Baik...

Kedua mata gw membesar begitu melihat dua sosok Arya dan Pandu Rukmo alian Lembu Rukmo sudah berdiri di arah sumber suara.. Wajah Arya yang sedang mengulum senyuman manis menjelaskan bahwa dirinya sudah kembali ke sosok terdahulu.. Sosok seorang sahabat baik yang pernah membantu gw menyelesaikan masalah Kak Silvi dan Anton.. Tanpa pikir panjang, gw mendekat dan memeluk Arya dengan sangat erat..

“Maafin gw, Mam” Ucap Arya sambil memegang dua lengan ini..

“Ga, Ar.. Lu ga salah.. Semua yang terjadi karena lu ada dibawah pengaruh Raja Jin.. Ga ada sama sekali dendam, karena gw tahu lu bukan musuh tapi sahabat gw” Jawab gw yang langsung dibalas dengan satu pelukan erat lagi dari Arya..

“Aku juga memohon maaf, titisan Jagat Tirta.. Karena di imingi dapat terbebas dari kutukan, aku bersedia bergabung dengan Braja Krama dan membiarkan ia mempengaruhi ku” Ucap sosok pemuda berwajah tampan yang berada di sebelah Arya..

Gw menganggukkan kepala sambil memegang bahu kekar Pandu Rukmo dan menyunggingkan senyuman lega..

“Aku secara pribadi telah memaafkan mu, Pandu Rukmo.. Jika aku berada di posisimu, mungkin aku akan melakukan hal sama.. Sudahlah, lebih baik sekarang kita lupakan apa yang telah terjadi dibelakang.. Saat nya kita menyatukan hubungan persahabatan yang sempat retak”

Pandu Rukmo menganggukkan kepala dan melirik ke arah Bayu Barata.. Dua sosok pemuda jelmaan jin itu nampak saling memberikan salam hormat satu sama lain.. Lalu, gw mengajak Arya untuk duduk bersebelahan di pinggir tempat tidur..

“Mam, izinin gw buat liat apa yang terjadi sama sepupu lu, Rio” Kata Arya dengan wajah meyakinkan..

Gw sempat melirik ke arah Bayu Barata, yang kemudian melemparkan pandangan ke Pandu Rukmo..

“Tapi, tunggu.. Bagaimana kalian berdua mengetahui masalah apa yang sedang kami berdua hadapi saat ini?” Tanya Bayu Barata yang ikut gw iyakan dalam hati..

“Terus, gimana ceritanya kalian bisa cepet pulih dari luka?” Tambah gw yang memang sempat memikirkan masalah ini sejak awal kemunculan mereka berdua..

Pandu Rukmo tersenyum kecil dan memegang bahu Bayu Barata..

“Maafkan aku yang sempat mengikuti mu, pemuda titisan Jagat Tirta.. Aku menggunakan Ilmu Malih Sukma Raga paling sempurna pemberian Braja Krama, untuk melihat kondisi pemuda yang kau jaga, Bayu Barata”

Gw perlahan melempar pandangan ke arah Bayu Barata yang juga sama sedikit terkejutnya..

“Semua itu semata-mata atas permintaan pemuda yang ku jaga, Bayu Barata.. Ia mencemaskan sekali sahabat yang pernah dilawannya saat masih berada dibawah pengaruh Braja Krama.. Sama sekali tidak ada niat jahat dari kami berdua.. Begitu aku ceritakan tentang masalah yang sedang kalian hadapi, Arya langsung meminta ku untuk kesini dan memberikan bantuan” Ucap Pandu Rukmo sambil melirik ke arah Pemuda yang ia jaga..

“Kalo soal pulihnya kami, Bayu Barata yang udah nyalurin tenaga dalamnya ke Pandu Rukmo, Mam” Timpal Arya yang di sambut anggukan kepala Bayu Barata..

Gw menghela nafas satu kali dan melemparkan senyuman ke arah Arya yang sedang menatap Bayu Barata dengan pandangan mata penuh rasa terima kasih..

“Kalo gitu, lu cepet cari tahu soal sodara gw, Ar.. Dimana dia sekarang dan apa yang lagi ia perbuat” Pinta gw ke Arya..

Sejenak, Arya melempar pandangan mata ke arah Pandu Rukmo..

“Lu punya foto Rio, Mam?” Tanya Arya yang gw sambut dengan anggukkan kepala..

Gw segera bangkit dan mengambil HP yang ada diatas meja belajar untuk mencari foto Rio yang memang ada beberapa di dalam galeri.. Setelah dapat, langsung gw sodorkan Hp ke arah Arya yang lalu menunjukkan foto Rio ke Pandu Rukmo.. Untuk beberapa saat, Pandu Rukmo memandangi foto Rio lekat-lekat.. Kemudian, ia menganggukkan kepala dan melipat kedua tangan di dada.. Kedua mata Pandu Rukmo perlahan terpejam sambil berdiri..

Raut wajah Jin Penjaganya Arya nampak tenang, seperti sedang membayangkan sesuatu dalam benaknya.. Akan tetapi, raut tenang di wajah Pandu Rukmo mendadak berubah menjadi cemas.. Gw sempat saling berpandangan dengan Arya, begitu sama-sama melihat perubahan di wajah Pandu Rukmo.. Perlahan, kedua mata Jin itu kembali terbuka..

“Pandu Rukmo, apa yang kau lihat? Dimana gerangan saudara ku berada saat ini? Apakah keadaannya baik-baik saja?” Tanya gw dengan tiga pertanyaan sekaligus..

Saat ini gw memang merasa cemas memikirkan Rio.. Dalam keadaan tak berdaya, gw hanya bisa berdo’a akan kondisi saudara sepupu gw itu..

“Saat ini keadaan saudara mu masih baik-baik saja, titisan Jagat Tirta.. Akan tetapi, aku dan Arya harus segera menemui dan melepaskan diri saudara mu dari jeratan sesosok Jin perempuan yang sedang mengelabuinya” Jawab Pandu Rukmo yang membuat gw terbelalak..

Dugaan gw memang tepat.. Gadis yang ada didalam foto yang ditunjukkan Rio tadi pagi ternyata memang benar bukan manusia.. Melainkan sosok Jin yang merubah diri menjadi manusia guna mengelabui Rio..

“Aku akan ikut dengan kalian” Ucap gw dengan spontan sambil berdiri..

“Jangan, Raden.. Aku tidak bisa mengizinkan mu untuk ikut dengan Pandu Rukmo.. Kau harus tetap disini bersama ku.. Jika tidak, maka sumpah yang telah kita ucapkan dihadapan Sri Baduga Maharaja akan berbalik padamu” Cegah Bayu Barata..

Gw yang mendengarkan ucapan Bayu Barata barusan, hanya bisa menggemeratakkan gigi dan mengepalkan kedua telapak tangan..

“Bayu Barata benar, Mam.. Lu sebaiknya nunggu aja disini.. Biar gw dan Pandu Rukmo yang pergi selametin Rio” Kata Arya yang sudah berdiri sambil memegangi bahu gw..

Satu tarikan nafas gw ambil untuk meredam emosi karena tidak mampu melakukan apapun untuk membantu Rio dengan kelebihan yang gw miliki.. Akan tetapi, baik Bayu Barata dan Arya memang kedua nya benar.. Sumpah yang telah gw ucapkan dihadapan Sang Prabu tidak boleh dilanggar.. Hal itu demi kebaikan gw sendiri..

“Baiklah.. Aku akan tetap menunggu kalian berdua disini bersama Bayu Barata.. Tapi, aku memohon sekali padamu Pandu Rukmo.. Selamatkan saudara ku itu.. Bila perlu lenyapkan saja Jin jahat yang mencoba menjeratnya” Pinta gw dengan suara yang masih bergetar karena kesal..

Pandu Rukmo menganggukkan kepala.. Lalu meminta Arya untuk memegang bahu kekarnya.. Kemudian dalam sekejap mata, dua sosok sahabat berlainan alam itu lenyap dari pandangan mata.. Selepas kepergian mereka, gw kembali duduk di tepian ranjang..

“Sebenarnya aku tidak terlalu setuju dengan sumpah yang kita ucapkan dihadapan Sri Baduga Maharaja, Bayu.. Aku merasa tidak berdaya meski mempunyai kelebihan untuk menolong orang lain.. Bahkan saudara ku sendiri” Ucap gw sambil menatap kosong ke arah lantai kamar..

Bayu Barata nampak melayang mendekat dan duduk persis disebelah gw.. Helaan nafas dari mulutnya terdengar berat seolah ikut merasakan beban sama yang sedang gw pikul..

“Aku percaya, semua yang diminta Sri Baduga Maharaja demi kebaikan mu sendiri, Raden” Jawab Bayu Barata..

Gw perlahan menoleh ke arahnya untuk sesaat, lalu melempat pandangan lagi ke arah lantai.. Dalam benak gw sebenarnya masih cemas memikirkan keadaan Rio.. Tidak gw sangka sosok seorang Rio bisa di cintai mahluk lain dunia.. Bukan hanya itu, bahkan mahluk tersebut juga berniat jahat kepadanya.. Terbukti dari perubahan sikap Rio dan aura gelap yang menyelimuti tubuhnya..

“Bayu, apakah kau bisa membawa ku untuk melihat apa yang akan dilakukan Pandu Rukmo?” Pinta gw yang terdengar tiba-tiba seraya memutar tubuh menghadapnya..

Sesaat, Bayu Barata nampak terdiam.. Dari wajahnya jelas tersirat keraguan untuk memenuhi apa yang gw inginkan..

“Aku yakin Pandu Rukmo akan bisa menyelamatkan saudara mu, Raden” Kata Bayu Barata lagi..

“Tapi aku penasaran seperti apa rupa mahluk itu dan bagaimana cara Pandu Rukmo melawannya, Bayu” Sanggah gw tak mau mengalah..

Sekali lagi Bayu Barata terdiam tertegun.. Beberapa kali ia melirik ke arah lain dan bahkan sempat pula memejamkan kedua matanya untuk sesaat.. Gw yang tidak mengerti apa yang sedang dilakukan Bayu Barata, hanya bisa memperhatikannya dengan seksama..

“Bagaimana Bayu, apa kau mau membawa ku ke tempat Pandu Rukmo?” Tanya gw yang tak sabar begitu melihat Bayu Barata membuka kedua matanya kembali..

“Maafkan aku, Raden.. Aku sempat meminta izin ke salah satu Punggawa Kerajaan Padjadjaran.. Jangankan membawa raga mu, membawa sukma mu saja aku tidak diperbolehkan selama itu untuk membantu manusia lain diluar mahrom mu”

“Akhh.. Kenapa sih semua jadi ribet begini?” Maki gw sambil mengepalkan tangan kanan dan memukul pinggiran ranjang yang terbuat dari kayu..

Tanpa berbicara apapun lagi, gw kembali bangkit dari duduk dan berjalan menuju pintu.. Dari arah belakang, Bayu Barata sempat terdengar memanggil.. Namun gw acuhkan dan malah membuka pintu.. Baru saja gw tiba di teras dan duduk diatas bangku, tiba-tiba sebuah mobil Nis**n J*ke milik Anggie nampak memasuki gerbang dan berhenti terparkir dibelakang mobil peninggalan Ayah..

Gw segera bangkit dari atas bangku yang ada di teras begitu merasakan aura kuat dari suatu sosok mahluk gaib ikut terasa bersamaan dengan tiba nya mobil milik Anggie.. Sempat gw mencoba menggunakan Ajian Tembus Pandang untuk melihat siapa saja yang ada didalam sana.. Sebuah senyuman tersungging dari wajah gw begitu melihat sosok pertama yaitu Macan Kumbang jelmaan Panglima utusan Sri Baduga Maharaja yang bernama Ki Larang.. Akan tetapi, kening gw seketika berkerut saat melihat dua sosok lagi yang ada di dalam kendaraan tersebut..

“Lah, kenapa Anggie kesini sama Mamahnya yak?” Tanya gw yang kebingungan dalam hati, begitu melihat dua orang wanita yang sangat gw kenal ada didalam sana..

“Siapa, Bang?” Tanya Ayu yang entah sejak kapan sudah berdiri disebelah gw..

“Kak Anggie, De.. Bilang Ibu gih, ada Kak Anggie dateng sama keluarganya” Jawab gw tanpa menoleh ke arah Ayu..

Pandangan mata gw terus menatap ke sosok Anggie yang nampak sedang melambaikan tangan sambil tersenyum manis ke arah gw.. Lalu bergeser ke arah satu perempuan lagi yang juga nampak melempar senyuman ramah dari wajahnya..

Anggie nampak cantik dengan pakaian semi formal berupa celana panjang krem dipadu baju kemeja hitam setengah lengan.. Sepatu high heels hitam dan sebuah kalung manik-manik berwarna krem yang jatuh melingkar di atas dadanya, semakin memperindah penampilan.. Belum lagi rambut tebalnya yang hitam ia biarkan tergerai jatuh.. Gw yang melihatnya hanya bisa senyum-senyum sendiri..

Berbeda dengan Mamahnya Anggie.. Wanita yang masih terlihat menarik itu mengenakan pakaian kerja berwarna putih dan rok panjang bermotif .. Hanya saja, rambut sebahunya saat ini ditutupi sebuah selendang yang ia kenakan diatas kepala dan melempar sebelah ujungnya di bahu kanan..

Tanpa disuruh, gw langsung menyongsong kedatangan mereka.. Sosok pertama yang gw hampiri adalah Mamahnya Anggie, a.k.a calon Mamah mertua.. Dengan sangat sopan, gw mencium punggung tangan kanannya..

“Tante tumben pagi-pagi sudah datang kesini?” Tanya gw sambil melirik ke arah Anggie..

Belum juga Mamahnya menjawab, Anggie langsung meraih tangan kanan gw dan mencium punggungnya.. Tak hilang rasa terkejut ini, Anggie berganti melingkari lengan gw dengan gaya manja..

“Kalo habis salamin calon Mamah Mertua, jangan lupa tanya kabar calon isteri juga donk” Kata Anggie yang dibalas gelengan kepala Mamahnya..

Gw sempat tersipu mendengar godaan Anggie, lalu mencoba melepaskan pelukannya dari lengan.. Karena sedikit merasa risih saat berada dihadapan Mamahnya..

“Ibu kamu ada, Mam?” Tanya Mamahnya Anggie..

Baru saja gw ingin menjawab, terdengar suara Ibu dari arah teras..

“Yaa ampuun.. Ibu kenapa ga ngabarin kalau mau dateng ke sini?” Tanya Ibu dengan suara lantang sambil setengah berlari ke arah kami..

Gw yang melihat kedatangan Ibu, segera menepi dan membiarkan kedua calon besan itu berpelukan..

“Kamu kenapa ga kasih tahu Ibu sih Bang?” Tanya Ibu lagi seraya melirik sedikit jutek ke arah gw..

“Ini memang mendadak Bu Sumi.. Imam sengaja tidak di beritahu Anggie sebelumnya” Jawab Mamahnya Anggie yang membuat gw terbebas dari ancaman lirikan maut Ibu..

“Ya sudah.. Ayo silahkan masuk ke dalam.. Bang, ajak Anggie juga yah”

Gw menganggukkan kepala sebagai balasan untuk Ibu yang sudah menggandeng calon besannya untuk berjalan menuju rumah.. Berjarak empat langkah dibelakang mereka, gw dan Anggie juga berjalan dengan lengan masih digandeng gadis itu.. Sementara, sosok Macan Kumbang jelmaan Ki Larang nampak melayang masuk menembus dinding kamar gw.. Sepertinya, Beliau ingin menemui Bayu Barata.. Saat sedang memperhatikan sosok Macan Kumbang, tiba-tiba Anggie mendadak menghentikan langkah dan berbalik menghadap gw..

“Kita di teras aja ya, Beb.. Biar Mamah sama Ibu ngobrol di dalem” Ucap Anggie yang membuat gw sedikit bingung..

“Kenapa, Yank?”

“Ada yang mau di obrolin serius sama Mamah ke Ibu soalnya” Jawab Anggie seraya meneruskan langkah dengan masih menggandeng lengan gw menuju teras..

Dalam hati, gw penasaran akan apa yang di bicarakan Mamahnya Anggie.. Jangan-jangan ini ada hubungannya dengan permintaan Sang Prabu untuk mempercepat rencana pernikahan kami berdua.. Sambil mencoba mendengarkan obrolan kedua wanita yang sedang duduk di atas sofa di ruang tengah, gw sedikit menggeser tempat duduk ke dekat pintu..

“Beb, ga sopan ah ngupingin orang tua yang lagi ngobrol” Kata Anggie seraya menarik daun telinga sebelah kiri gw..

“Eeh.. Iya.. Iya”

Melihat gw meringis kesakitan, Anggie malah tertawa geli.. Sementara, gw mengusap-usap telinga kiri yang masih sedikit sakit..

“Yank, Mamah kamu mo ngobrolin apa sih? Koq ngedadak banget.. Sampe ga ngasih kabar ke aku kalo kamu mo kesini”

Anggie tersenyum untuk sesaat.. Lalu menggeser bangku yang ia duduki sedikit dekat ke gw..

“Jangan deket-deket aku dulu lah.. Ntar Kakek Moyang kamu marah lagi kek semalem” Kata gw sengaja menyindir Anggie..

“Iiih, PD banget.. Aku kan deketin kamu mau cerita aja.. Bukan mo macem-macem, Beb” Sahut Anggie sambil memencet gemas hidung bangir gw..

Sontak gw tertawa keras melihat reaksi Anggie.. Gadis itu nampak sedikit merajuk dan kembali hendak menggeser bangkunya untuk menjauh ke tempat semula.. Sebelum itu terjadi, dengan cepat gw tahan bangku Anggie dan menariknya hingga tepat berada di hadapan gw..

“Yank, kata orang pamali kalo calon isteri ngambek sama calon suaminya sebelom nikah.. Ntar bisa lebih cepet tua nantinya”

Bukannya takut mendengar guyonan gw yang mengada-ada, Anggie malah mencubit pinggang gw sangat keras.. Gw seketika menjerit kesakitan, sampai-sampai Ayu keluar dari dalam rumah dan tertawa geli melihat gw mengusap-usap pinggang..

“Kayanya kalo aku jadi nikahin kamu bakal biru-biru nih pinggang, Yank” Keluh gw yang malah dibalas cibiran Anggie..

Untuk beberapa saat, kami sempat terdiam karena mendengar suara tertawa Ibu dan Mamahnya Anggie didalam ruang tengah.. Anggie sendiri menyimpulkan senyuman misterius sambil mengangkat kedua alisnya saat memandangi wajah gw.. Lalu meraih kedua telapak tangan gw dan menggenggamnya dengan erat..

“Jadi, Mamah kesini buat nyampein pesen dari Papah. Beb”

Gw mengerutkan dahi tidak mengerti akan ucapan Anggie..

“Papah kamu mesen apaan emang, Yank?” Tanya gw dengan rasa penasaran menyelimuti benak..

Anggie sempat menghela nafas seperti sedang mempersiapkan diri untuk mengutarakan sesuatu yang rasa-rasanya tidak enak untuk gw dengar..

“Tapi kamu janji jangan marah yah. Beb?” Tanya Anggie yang membuat gw semakin tidak enak hati..

“Papah mau pernikahan kita dimajuin jadi sepuluh hari lagi ”

Sontak kedua mata gw terbelalak mendengar ucapan Anggie.. Perlahan gw menarik dua telapak tangan yang berada dalam genggaman tangan Anggie.. Gadis itu tahu gw tidak terlalu suka mendengar apa yang barusan ia ucapkan dan mencoba terus menggenggam tangan ini.. Lagi-lagi Papahnya Anggie ikut campur terlalu jauh..

“Beb.. Please, kamu jangan marah yah.. Semua emang mendadak.. Aku juga baru tahu tadi pagi.. Aku tahu kamu ga akan suka denger keputusan yang tiba-tiba ini.. Apalagi semua atas kemauan Papah.. Tapi, aku mohon kamu jangan keburu emosi.. Dengerin dulu penjelasan aku yah” Pinta Anggie dengan tangan yang semakin erat menggenggam telapak tangan ini..

Gw menghela nafas panjang dan menganggukkan kepala.. Setelah perlahan-lahan bisa menguasai emosi.. Gw tahu.. Sebagai seorang laki-laki yang sebentar lagi akan memikul tanggung jawab cukup berat, kesabaran adalah hal utama yang harus kedepankan.. Apalagi ini menyangkut masa depan gw dan Anggie nantinya.. Gw mencoba meyakini bahwa ada alasan kuat yang membuat Papah nya Anggie memajukan rencana pernikahan puterinya dengan gw..

“Dua minggu lagi, Papah harus berangkat ke Swiss.. Ada urusan yang harus dia selesaikan disana.. Dan Papah bilang urusannya nanti bisa makan waktu tiga sampai empat bulan, Beb.. Itu sebabnya dia mau rencana pernikahan kita di majuin.. Papah gw mau kalo sampe dia ga bisa jadi wali nikah aku nantinya” Ucap Anggie dengan kedua mata penuh kejujuran..

Gw kembali menghela nafas mendengar penuturan Anggie.. Benar dugaan gw, ternyata memang ada alasan kuat yang mendasari Papahnya Anggie untuk nekat memajukan rencana pernikahan kami.. Jika alasannya karena ia tetap ingin menjadi wali nikah dari puteri semata wayangnya, itu memang sudah menjadi kewajiban tiap Ayah.. Dan gw tidak mempunyai kuasa untuk menentang kewajiban tersebut..

“Ya udah, aku ikutin kemauan Papah kamu.. Tapi satu hal yang aku mau, Yank.. Segala biaya nikah biar keluarga aku yang tanggung”

Anggie terlihat menggelengkan kepala.. Gw menaikkan kedua alis menanyakan secara isyarat arti dari anggukan kepala nya..

“Papah udah bayar uang sewa gedung sama catering dan semua keperluan lainnya untuk pesta pernikahan kita, Beb”



jenggalasunyi
sampeuk
dodolgarut134
dodolgarut134 dan 15 lainnya memberi reputasi
16
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.