- Beranda
- Stories from the Heart
DI JALAN SEORANG BADJINGAN
...
TS
vayu.vayu
DI JALAN SEORANG BADJINGAN
Quote:
untuk yang mau baca puisi-puisi dan cerpen gw, silahkan melipir ke mari cuk :
Sebelumnya, kepada sepuh-sepuh yang mbaurekso di tempat keramat bernama SFTH ini, ijinkan saya yang laknat ini membuka trit yang sebelumnya pernah ada lalu musnah entah karena ceritanya terlalu vulgar macam cerita eny arrow, atau karena ada pembaca yang menolak menjadi dewasa, atau karena saya yang lancang melanggar aturan di alam ini. Yang pasti saya yakin, waktu itu, bukan Cuma saya yang melanggar peraturan di forum kita yang termehek-mehek ini. Muehehehe
Setelah cukup lama di bujuk dan menimbang nimbang, akhirnya saya putuskan untuk menuliskannya lagi di sini, karena saya masih terikat janji dengan para pembaca anying itu untuk menyelsaikannya, maka saya pikir, saya akan menyelsaikannya di tempat dimana ceita ini di mulai. dengan judul yang di ubah setelah saya mendapatkan wangsit beberapa malam yang lalu.
Dan dengan segala kerendahan diri yang serendah-rendahnya, maka ijinkanlah saya untuk kembali di sisi kalian, bukan sebagai penulis dan pembaca, namun sebagai seorang kawan lama.
Namun sebelum saya melanjutkan, kiranya, ada beberapa poin yang harus saya garis bawahi, agar perlakuan semena-mena tempo hari itu tidak perlu terulang lagi dan tidak ada yang kecewa, baik saya yang berbulan-bulan terpaksa mengingat lagi rentet kejadian di masa lalu, atau anda semua yang kecewa lantaran tegang yang tanggung kepalang.
Berikut ini bagian-bagian yang perlu di garis bawahi :
Quote:
Dan sekali lagi saya ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya, dan mari kawan, kita beranying-anying ke tepian. Behahaha.
Salam hangat- dari sesorang yang bangga di panggil badjingan.


Diubah oleh vayu.vayu 18-04-2020 15:23
jokokembarloro dan 44 lainnya memberi reputasi
39
418.4K
1.5K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.5KAnggota
Tampilkan semua post
hendreamer
#702
Quote:
another legend
tiga hari , , , gw berhenti kerja di toko yg berisi boneka lucu nan menggemaskan , , teteh menyuruh gw berhenti karna gaji nya terlalu kecil dan kasian sama gw , , , hahaha
Gw pun nganggur lagi , , ,
Tapi Cuma dua hari gw nganggur , , , gw dapet kerjaan lagi , , masih di pasar , ,
“besok bangun pagi pagi lo ,!!!”
Teteh masuk ke kamar , meninggalkan gw yg sedang ngobrol bersama nawa dan rani di ruang tengah , , ,
“ iye iye , ,”
Gw mengangguk , , ,
Obrolan pun berlanjut , , ,
Rani menguap , , ,merentangkan tanganya ke atas , , ,
“ke luar yuk mat , , , nyari makan , , laper ey , ,”
Nawa berdiri menatap gw , , jurusnya keluar lagi , , shit ,
“gw nitip dong , , , nasi goreng yg di perempatan itu , , !!!”
Rani melangkah ke kamar , , lalu kemabli lagi menyerahakan selembar dua puluh ribu ke nawa ,,
Entahlah , , mungkin benar kata pepatah kalo cinta itu buta , ,
Banyak tukang nasi goreng di deket kosan , , tapi rani selalu beli nasi goreng di perempatan , , bukan karna nasi goreng nya enak , , tapi karna yg jual nya ganteng , , hahaha
“jauh banget gw harus ke perempatan, , , di depan kan ada tukang nasi goreng , , lebih enak malah , ,”
Nawa cemberut , , matanya tajam menatap rani , ,
“gak mau , , gw Cuma mau makan nasi goreng nya si kasep !!!”
Rani bersikeras , , matanya lebih tajam membalas tatapan nawa , ,lalu menghempaskan tubuhnya ke atas sofa , ,
“kembalianya buat gw ya , hahahaha ayuk maat , !”
Nawa menarik gw menuruni tangga , , ,
“jahat looo , , sini gw beli aja sendiri naaaa, , , nawaaaa”
Teriakan rani melepas kepergian gw dan nawa , , ,
“hihihi lumayan 8 ribu , , , !!!”
Nawa menyeringai , , ,
Gw Cuma tersenyum , , ,
Lalu kami pun berjalan menyusuri gang sempit , , di bawah redup pancaran sinar neon penerangan jalan , , gw dan nawa saling bergandengan tangan , ,
……………….
“bangun lo , , , cepet mandi sana , , , !!!”
Teteh menarik selimut gw , , ,
Bau shampo pantine dari rambut nya menyeruak memenuhi kamar , ,
Adzan subuh bahkan belum berkumandang ,, dan gw harus mandi sepagi ini , ,
Gw tarik lagi selimut , ,
“buruan bangun lo , nanti keduluan rani !!”
Teteh berbisik , ,
Mendengar kata rani , , gw langsung bangun dan berdiri mengambil handuk lalu bergegas ke kamar mandi , ,
Sosok seperti rani di pagi hari adalah momok menakutkan dan mimpi terburuk bagi penghuni kosan di seluruh jagat indonesia , , percayalah , ,
………………
Seperti biasa , pagi hari sehabis mandi , , gw menikmati secangkir liong bulan di balkon , di sebelah tiang jemuran dengan cangcut yg menyala nyala , , ,
Sungguh pagi yg sempurna , , bahaha.
Jam tujuh ,, , gw dan teteh berangkat , ,
Dan sampailah gw di sebuah sudut pasar yg udah gak asing lagi di mata gw , ,
“ini om , , nitip ya , ,”
Teteh gw menyalami om si empunya warkop tempo hari , , ,
“wih , , ini yg kemarenya pernah ngopi disini kan ??”
Si om menatap gw , , senyum nya melebar , , dia masih inget sama gw ternyata , ,, hahaha
“iya om , ,”
Gw tersenyum , ,menunduk dan duduk di kursi warung kopi nya yg mulai ramai , , ,
“ie om nu arek gawe teh ??”(ini om yg mau kerja teh ??)
Cowok jangkung kurus tempo hari , , berdiri di depan gw , ,
“heuh bona , , ,”
Si om menjawab sambil mengaduk kopi kopi di dalam cangkir , ,
“bona, , ,”
Tanganya yg kurus nyaris tanpa daging itu menjulur ke muka gw , , ,
“rahmat , ,”
Gw tersenyum sambil menjabat tangannya , , ,
Bonaa , , tinggi badanya mungkin 175 cm lebih , , dia bukan manusia, tapi lebih cocok di bilang fosil makhluk yg hidup jutaan tahun yg lalu di tanah antah berantah , tulang tulang menonjol keluar dari badanya , , matanya cekung , , kulitnya nyaris setara dengan warna kulit malika , , dan dari bau nafasnya , , gw langsung tau , , bona adalah seorang pemakai ganja dan peminum kelas akut , ,
Senyum gw makin lebar , ,,
“mana si jamta belum dateng ??”
“belum bu , , ,”
“terus mana yg katanya mau kerja ??”
“tah ie tah , ,”
Bonaa bersalaman dengan seorang wanita sipit yg masih cukup muda , , mungkin 30 taun umurnya , ,
“oh ini , , , adeknya pitri itu ?? siapa namanya??”
Si sipit itu menghampiri gw yg hendak berdiri ,,,
“rahmat , , bu , ,”
Gw menunduk , ,
“ yaudah , , sok buka , , biar nanti di kasih tau sama si bonaa , , ,”
“siap”
Gw melangkah mengikuti benga , , makhluk yg gak bisa di definisikan sebagai manusia , , , hahahaha
Skip skip skip , ,
Setelah beres buka toko , , , gw dan bonaa ngobrol di kursi warung kopi , ,
“eta jidat kenapa mat ??”
Si sipit menginterupsi obrolan gw dan si bona , ,
“ini bu , , dulu ke tabrak mobil , , ,”
Gw menjawab sambil memegangi jidat , ,
“kenapa gak mati aja lo dulu ??? hahaha”
bona berseloroh , , ,
Entahlah , , , belum genap sehari gw dan bona saling kenal , , tapi rasanya gw kaya udah deket sama dia , , ,kaya ada semacem ikatan antara pemakai , , hahaha
Mungkin udah nasib gw harus kenal sama orang orang yg punya kelainan , , entahlah , , hahaha
“lo sama teteh ngekost di mana mat ??”
Bona menyulut rokonya , , , asap tebal mengepul , berlarian keluar dari bibirnya yg hitam , ,
“itu di kosan bu ence , ,”
“ wah , , itu kan kosan cewek mat ??”
“ya gitu lah , , ,ahaha”
Gw mengapit sebatang rokok yg baru aja gw ambil dari bungkusnya , ,
“ajib amat siaa , , anying , , , bisa ngintipan atuh ??? hahaha tukeran lah jeng kosan aing mat ??”
Bona menepuk nepuk pundak gw , ,
“lo ngekost dimana emang bon ??”
Gw menghisap rokok , , menghembuskan asapnya ke udara pasar yg pengap , ,
“di ujung , , , yg deket jalan , , campur sih isinya , , ada cewek ada cowok , , tapi tetep beningan cewek di kosan sia mat , , hahaha”
Bona tertawa , , tulang tulang di pundak nya naik turun , , ,
“ gw maen atuh kapan kapan , , , suntuk di kosan wae bon , , !!!”
“sok weh , , , nanti ge balik gawe kalo mau maen mah maen aja met , ,”
Bona menyentakan rokoknya , , , abu berjatuhan lalu terbang tertiup angin , , ,
“om , ,liong bulan lah , ,”
Gw memesan kopi , ,
“abis liong mah , , ada kapal api , , ,arek ??”
Jawaban dari si om membuat gw kecewa , ,
“ah , , kapal api mah encer teuing om , , , “
Gw menggelengkan kepala , , ,
“agus weh ya ??”
Si om mengambil gelas , ,
“hah ??? agus ?? apaan agus teh om ??”
Gw memicingkan mata , , menyaksikan gelas di tangan si om di isi oleh dua sendok bubuk koi hitam , , ,
“agus , , kopi teko cap agus , , wah , , lain orang bogor kosna mah ie bon , ,(wah , bukan orang bogor kayaknya ni bon)”
Si om tersenyum ke arah bona yg asik menghisapi rokoknya , ,
“enak gak om?? Urang malah baru denger kopi teko cap agus , ,”
Gw masih memperhatikan si om yg mengisi gelas dengan air panas , ,
“jangan ngaku orang bogor kalo belum pernah minum kopi ini , , sok tah , , lamun te ngenah , , ulah mayar sia . . hahaha(kalo gak enak , , jangan bayar lo) !!!”
Si om meletakan gelas yg kini hitam mengepul ke hadapan gw , , ,
Ampas nya mengapung begitu rapat , , ,
Gw ragu , , , tapi dari aromanya ini , , , entahlah , , , ,
Apalagi kata kata si om yg barusan , , ini jelas bukan kopi sembarangan , , ,
Gw hirup perlahan uap yg berhamburan dari atasnya , , ,
Gw tiup perlahan , , ampas yg mengambang rapat itu kini menepi dan turun ke dasar , ,
“ssssssrrrrruuuuuuuuppptttttt”
Degh , , ,degh , , , degh , , nafas gw tertahan , , ,mata gw membelalak , , jantung gw berhenti beroprasi , ,
Semuanya terasa jelas , , ,
Semuanya seakan bergerak dalam adegan lambat , ,
Mata gw seakan bisa melihat menembus ruang dan waktu , ,
Kuping gw bisa mendengar kepak sayap kupu kupu di dalam hutan , , bahahaha
Gw sesap sekali lagi , ,
Bumi terasa rata , , ,
Anyiiing , , anying , , , anying , , ,
Ini , , , ini , , , dahsyaaaaattt, , ,
Entah kata apa yg cocok untuk mengungkapkan rasa kopi agus ini , , , sempurna , , , perfect , , ,nomero uno , ,
Kopi teko cap agus , , langsung menggeser posisi liong bulan ke urutan ke dua , , ,
Sang legenda dari kota hujan , , ,
Dan gw harus mengamini kata kata si om . . .
Jangan ngaku orang bogor kalo belum pernah minum kopi ini , , , serius , , .
Karna bogor bukan Cuma puncak sama kebon raya doang , , , bogor punya dua legenda yg harus kita bantu untuk terus bertahan dari gempuran kopi kopi sachetan yg konon gak bikin deg degan , , , hahaha
Kopi teko cap agus , , dan liong bulan , , , jangan lupa beli ini kalo mampir ke bogor , , hahaha
“om , , mau teh manis deh , , , nanti si bona yg bayar , , ,”
“anyiing , , naon maksudna sia , , , ulah om , , ulah di jienkeun , ,”
Kopi gw nyaris tumpah , , ,
Anying , , ,
“ah elah bon , , Cuma dua ribu , , , pelit amat sia , ,”
“gw lagi gak punya duit gi , , , sia macem macem wae deuh , ,”
Bona melemparkan rokoknya , , wajah nya yg gak simetris itu bersungut sungut , , , matanya yg cekung menatap sosok cewek yg minta di bayarin itu secara paksa , ,
“ah bodo ah , , buru om , , teh manis satu , , si bona yg bayar , ,hahaha”
“bangsaaaat sia gi , , , culangung budak teh , ,”
Bona mendengus , , tapi the manis sudah siap di dalem gelas , , bona gak punya pilihan lain , ,
“makasih ya bonaaaa , , hahaha”
Si cewek yg membuat gw tertegun itu melangkah meninggalkan warung kopi , ,
“sia ah , , ,”
Bona menarik sebatang rokok lagi , , ,
“siapa bon ??”
Gw buru buru bertanya sambil terus menatap punggung cewek yg barusan , ,
“si anggi , , satu kosan sama gw , , , kenapa ?? lo demen sama cewek begitu???!!!”
Bona menghisap rokoknya dalam , , ,,
“iya , , eh , , enggak , , enggak , , “
Anggi , , jadi namanya anggi , , , gw mengangguk pelan , , ,
Anggi , , satu piercing di alis kanan , , , saru piercing di idung kiri , , dan dua piercing di bibir bawah , , dengan rambut pendek ala liliana natsir , , , kulitnya kuning langsat , , anggi , , entah kenapa , , gw suka , , ,
japraha47 dan 4 lainnya memberi reputasi
5
