Kaskus

Story

claymiteAvatar border
TS
claymite
Criminal Puzzle : Murder on Hotel
Criminal Puzzle : Murder on Hotel
HOLLA

Criminal Puzzle : Murder on Hotel
Crime-Mystery-Thriller



Criminal Puzzle : Murder on Hotel

Quote:


Criminal Puzzle : Murder on Hotel

Quote:


Criminal Puzzle : Murder on Hotel

Quote:


Criminal Puzzle : Murder on Hotel

Quote:


Criminal Puzzle : Murder on Hotel


Quote:


Criminal Puzzle : Murder on Hotel

Quote:
Diubah oleh claymite 18-06-2018 12:43
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
41.8K
325
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
claymiteAvatar border
TS
claymite
#25
Part 5


Sesampainya kita di hotel, suasana makin sepi, Ben yang daritadi nampak sibuk pun terlihat duduk merenung bersama Tommy.

"Oh hei, darimana saja kalian berdua?"sapa Ben
"Kita tadi ke kedai kopi" kataku
"Aku tidak dapat bagian kopi? Serius? Ah lupakan" kata Ben sambil tersenyum kecil.

Tiba-tiba datanglah seseorang yang mengaku adalah ibu korban.
"Astaga apa yang terjadi terhadap anakku, dia orang yang baik" teriak ibu korban sambil menangis
"Bu, saya harap ibu tetap tenang yaa, kami berjanji bahwa kami akan menemukan siapakah pembunuhnya" kata Ronald sambil berusaha menenangkannya.

"Bu, mengapa ibu datang sendiri? Dimanakah keluarganya yang lain?" tanya Ronald
"Suamiku sudah meninggal dan aku hanya memiliki satu anak tunggal yang kini telah direnggut nyawanya" kata sang ibu korban sambil menahan tangis.
"Oh ya, siapa nama ibu?aku Ronald, ini Anna dan ini Ben" kata Ronald berusaha mengenalkan kita dengan ibu sang korban.

"Aku Patricie" kata ibu sang korban sambil berkenalan dengan kita.
"Oh, ceritakan kepadaku tentang si korban" kata Ben.
"Dia...dia...dia orang yang sangat baik, aku tidak tahu dia mempunyai masalah apa, tapi dia orang yang sangat baik, dia tidak pernah menceritakan apa-apa jika terjadi masalah kepadaku" kata Patricie sambil menangis

"Euhmm, apakah ibu kenal dengan teman-temannya? Siapa tahu ada yang tahu mengenai masalahnya dengan seseorang dan bisa membantu kita untuk menemukan sang pembunuh?" kata Ronald.
"Aku sama sekali tidak mempunyai kontak dengan teman-temannya, sudah kubilang, dia sangat tertutup sekali terhadapku, bahkan mungkin terhadap semua orang" kata Patricie
"Boleh kulihat jasad anakku? Kenapa kalian tidak menguburnya sekarang?" lanjut Patricie sambil bergelimang airmata

"Jasad anakmu ada disana bu, tertutupi oleh kain dan kami butuh jasad mayat anakmu untuk sementara bu, karena siapa tahu ada barang bukti untuk kasus ini" kata Ronald.
"Tapi bukti apalagi? Apa kalian sudah memanggil forensik? Apa kalian sudah menemukan sidik jarinya? kata Patricie setengah membentak
"Ssttt...bu, kami memang tidak menemukan sidik jari di jasad anakmu, tapi kami masih membutuhkan waktu untuk.."

"Pokoknya aku ingin jasadnya dikuburkan sekarang juga! Kalian manusia memang kejam yaa, kalian tidak menemukan bukti satupun di mayat tapi kalian masih tetap belum menguburkan mayatnya" potong Patricie saat Ben sedang berbicara.
Ibu korban pun langsung berjalan dengan tergesa-gesa ke arah mayat dan menangis dengan kencang.

"Seorang ibu yang sama sekali tidak memiliki kontak teman anaknya, sungguh ibu yang baik, dan tidak mengetahui informasi anaknya, dia hanya mengetahui anaknya baik dan cara berbicaranya terus diulang-ulang" kata Ben dengan judes.

"Hei jujur, aku sangat mengantuk, aku ingin beli kopi sebentar didepan" kata Ben.
Ben pun pergi untuk membeli kopi.

"Hei Anna, apakah aku harus mengikuti dan memata-matainya?" tanya Ronald sambil menatap Ben yang sedang berjalan.
"Tidak usah, didepan ramai sekali banyak polisi, tidak ada yang patut kita curigai, dan toh dia cuma beli kopi doang, jika dia kembali dalam waktu yang lama, kita harus mencurigainya" kataku

Ronald pun mengiyakan ucapanku, Patricie yang daritadi memandangi jasad anaknya kemudian memberontak dan marah-marah terhadap para penyelidik dan polisi yang ada disitu.

"Aku ingin jasadnya dikuburkan sekarang juga!!!" kata Patricie
Dia kemudian pergi dan meninggalkan hotel dengan berlari sambil menangis.

Tommy lalu menghampiri kita dan berlagak seperti orang bingung.
"Hei hei, siapakah dia?" tanya Tommy dengan bingung.
"Seorang ibuu" jawab Ronald dengan datar
"What what? Bagaimana dia bisa tahu anaknya meninggal? Karena aku sudah menutup rapat-rapat berita ini ke publik agar publik tidak gempar" kata Tommy.

"Mungkin salah satu anggota hotel atau tamu mungkin yang sedang keluar dan mengatakan, Hei ada pembunuhan disini! Mungkin seperti itu" kata Ronald sambil sedikit melawak.
"Jangan melawak Ronald, jika para tamu dan anggota hotel ada yang mengatakan bahwa pembunuhan terjadi disini, mengapa ia tahu bahwa ibunya dia?" kata Tommy.
"Ya tahu, mungkin, karena informasi yang telah diberikan" kata Ronald.

"Hei Ron, kan aku sudah bilang, informasi ini ditutup rapat-rapat dan para tamu, tersangka atau anggota hotel bahkan kita para penyelidik tidak tahu nama sang korban dan identitasnya, bagaimana ada yang tahu identitas korban? Kita sendiri sudah menutup rapat-rapat identitas korban" kata Tommy.
"Wait, lalu kenapa ibu korban bisa datang kesini jika tidak ada yang tahu identitas sang korban? Kau berjanji bahwa kasus ini ditutup rapat kan? Lalu bagaimana ada yang tahu tentang identitas korban jika kita sendiri sebagai penyelidik tidak tahu, karena minimnya info yang didapat dari sang korban" kata Ronald.

"I Swear Ronald, sama sekali tidak ada yang membocorkan kasus ini ke publik, karena kita adalah pihak terpercaya, dan jika ada orang yang mengetahui identitas korban, berarti orang itu adalah pembunuhnya Ronald, karena dia mungkin mencuri kartu identitasnya, tapi kenapa dia memberi tahu ke ibu korban tentang kasus ini?" kata Tommy.

Tidak lama kemudian, Ben pun kembali sambil membawa secangkir cup kopi.

"Hei Ben, apakah kau melihat wanita tua tadi?" kata Ronald
"Sang ibu?aku sama sekali tidak melihatnya, sama sekali, kukira dia masih disini, aku baru saja ingin menanyakan siapa yang memberi tahu kematian putrinya itu" kata Ben dengan wajah kaget.

Diubah oleh claymite 18-05-2018 08:41
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.