- Beranda
- Stories from the Heart
150 HARI MENCINTAIMU
...
TS
alkist.lelah
150 HARI MENCINTAIMU

P R O L O G
Quote:
Spoiler for Wattpad:
Diubah oleh alkist.lelah 17-04-2021 12:49
Gimi96 dan 14 lainnya memberi reputasi
15
14.4K
108
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
alkist.lelah
#85
PART 21 - Isi Hatiku
Hari hariku selanjutnya berjalan begitu abu abu, burung berkicau saja rasanya seperti nyanyian kematian, yang ada hanya kesedihan, setiap hari aku hanya melamun di loteng rumahku memandangi 1 demi 1 foto Adin, pesan singkat yang kami kirim, aku seperti kehilangan semangat hidup, banyak yang bilang cinta adalah hal yang manis, memang benar, asalkan tidak berakhir sepertiku.
"Yaelah masih disini aja lo" ucap seorang gadis
"Ngapain kesini?" tanyaku pada gadis itu, Nella
"Udah kali galau nya, cengeng amat lo jadi cowok" ucap Nella padaku
"Gw cuma butuh waktu buat sendiri" jawabku padanya
"Butuh berapa lama lagi? lo udah kayak gini seminggu lebih, gw ngerti ga gampang lo lepas Adin , tapi udahlah, lo harus ikhlas." ucap Nella menasehatiku
Bener yang Nella bilang, aku gak bisa kayak gini terus terusan, aku harus bisa lanjutin hidup tanpa Adin, Life must go on whatever it takes.
"Iya Nell, gw bakal coba bangkit"
"Iya lah harus, lo masih punya keluarga lo, lo masih punya temen temen baik lo, lo masih bisa main skate kayak dulu, ayolah jangan jadi pecundang gini" Nella mencoba menyemangatiku
Benar sekali apa yang Nella katakan, aku masih punya teman teman dan keluargaku, aku tidak sendirian, aku harus bangkit dari semua keterpurukan ini.
Aku menyimpan semua foto Adin, semua voice note yang Adin kirim, semua pesan chat nya pada sebuah SD card, lalu aku menyimpan SD card itu pada sebuah kaleng, aku kubur kaleng itu dalam tanah, aku tidak mungkin bisa menghapus kenangan kenangan itu, setidaknya aku hanya harus melupakannya, Selamat tinggal Adin, semoga kebahagiaan selalu bersamamu.
--TIME SKIP--
2 tahun sudah berlalu, aku sudah tidak memikirkan Adin lagi, aku menerima kepergiannya, aku tahu dia memilih jalan terbaik, begitu juga aku, aku sudah seperti sedia kala, aku enjoy dengan hidupku sekarang, pacar baru? haha aku terlalu sibuk bersenang senang dengan teman temanku, seperti saat masih SMK, aku sering pergi liburan bersama ke 9 sahabatku, dan juga aku semakin sering main skate dengan teman temanku, bahkan kami sering tour ke luar kota hanya untuk main skate,
Aku melanjutkan studi ku di sebuah Universitas Pariwisata, dan aku membuka sebuah kedai kopi kecil kecilan dari hasil tabunganku, tidak sendirian tentunya, Nella dan beberapa temanku ikut membantuku, oh ya, Nella juga tidak kembali ke kota asalnya, dia melanjutkan kuliah di sebuah Institute Seni di kota ini, dia juga sudah berpindah kos tentu saja.
Sore ini lumayah cerah, kedai kopi kami kedatangan beberapa pengunjung, aku dan Nella sedang lumayan sibuk.
"Bang ell, gw kayak biasanya 1 ya" ucap seorang pelanggan yang sering membeli di kedai ini
"Oke siaap bentar yak" jawabku sambil menyiapkan pesanannya
"Udah rame gini, kepikiran buat cabang baru ga?" tanya pelanggan itu
"Hahaha belom kepikiran gw, tar bingung mikirnya orang gw masih kuliah juga" jawabku padanya
"Nih udah jadi" ucapku pada pelanggan itu
"Makin laris nih kedai kita, hahah" ucap Nella sedikit senggang
"Iye nih, thanks lho Nell lo dah mau bantu bantu gw" ucapku berterimakasih padanya
"Santai lah, lagian kan ada bayarannya heheh mayan buat nambah uang jajan" ucap Nella sambil nyengir
"Yee yakali gaada bayarannya kayak kerja rodi aja hahaha" jawabku sambil tertawa
Setelah kedai sudah agak sepi aku menyelakan waktu sebentar untuk bersih bersih, tiba tiba
"Ell ell lo harus liat ini" ucap Nella membuka pembicaraan
"Bentar bentar, gw lagi sibuk nih" jawabku sambil membersihkan beberapa cup kopi dan menyiapkan beberapa bahan
"Eheem, Hai Ell" ucap seseorang yang suaranya sangat kuingat
'Deg' jantungku serasa mau berhenti, aku terdiam sesaat lalu aku menoleh ke arah gadis itu
Aku terus memandangi wajahnya, aku mencoba mengingat ingat lagi, siapa dia? seorang gadis, rambut itu, mata itu, bibir itu, hidung itu, sekarang aku ingat persis siapa yang aku lihat.
"A Adin?" ucapku sedikit ragu
"Hai Ell, kamu masih inget aku?" ucapnya sambil tersenyum
Senyum yang tidak pernah hilang dari ingatanku, dadaku terasa sesak ketika melihatnya tersenyum lagi, seperti berada dalam ruangan pernuh karbondioksida
"Masih" jawabku singkat
Dia tidak berubah, masih seperti Adin yang dulu, hanya saja dia sekarang sudah memakai seragam TNI, aku rasa dia sudah berhasil menggapai mimpinya.
"Mau pesan apa?" tanyaku padanya
"Es coklat 1 ya" jawabnya padaku
Setelah itu aku membuatkan pesanannya, aku sangat gugup, Nella malah pergi entah kemana
"Wah kamu hebat ya sekarang udah jadi TNI" ucapku membuka basa basi
"Hehe iya, berkat kerja keras dan banyak latihan" jawabnya padaku
"Din, aku minta maaf" ucapku dalam keheningan
"Maaf buat apa?" jawabnya lembut
"Tentang farewell concert waktu itu, aku sadar aku udah nglakuin hal bodoh" jawabku tertunduk
"Enggak apa apa Ell, aku ngerti kok" jawabnya tersenyum
"Aku juga udah tau kamu coba nyari aku kemana mana, bahkan sampe nyusulin ke Semarang" ucap Adin padaku
"Maaf waktu itu aku gak bisa nemuin kamu, sebenernya aku tau kamu nunggu di depan gerbang dari pagi sampe sore, aku hanya gak bisa, perasaanku gak bisa" ucapnya lagi padaku
Aku memeluknya, sangat erat, rasanya tidak ingin ku lepas lagi, aku seperti kembali pada 2 tahun lalu saat kami masih remaja saat kami masih bersenang senang dengan apa yang dinamakan cinta.
"Aku seneng bisa ketemu kamu lagi" ucapku sambil memeluknya
"Ell sekarang aku udah ditugasin di Makasar" ucap Adin yang membuatku kaget
"Terus gimana dengan hubungan kita?" tanyaku sedih
Suasana hening sebentar sebelum akhirnya kata kata itu keluar dari bibirnya
"Udah saatnya kita jalanin hidup kita masing masing, kita udah dewasa" ucap Adin menjawab pertanyaanku
Aku terdiam, aku tak tau harus berkata apa..
"Aku ngerti, itu udah cukup buat aku, makasih buat 5 bulan yang indah Din" ucapku mencoba tersenyum
"Aku juga Ell, berkat kamu hari hariku jadi berwarna, aku bahagia banget, tapi emang tidak ada yang sempurna, aku sayang sama kamu" ucapnya untuk yang terakhir kali
Kami berpelukan untuk yang terakhir kali, sebelum kami tidak bisa bertemu lagi
"Aku juga sayang sama kamu, seperti pertama kali aku bilang" ucapku lirih padanya
Setelah itu dia pergi, bayangannya makin menjauh dari pandanganku, aku sudah lega sekarang, tidak ada lagi beban berat di hatiku semua sudah hilang, akhirnya kamipun harus benar benar berpisah, tapi itu bukan alasan untukku bersedih lagi, seperti yang orang bilang, Live must go on whatever it takes.
Saat itu aku sadar jika kau benar benar mencintai seseorang, 100 tahun pun rasa itu tidak akan pudar.
"Selamat tinggal Adin, sampai jumpa lagi"
TAMAT
Beginilah kisah singkat antara gw dan Adin, memang nggak panjang, tapi sangat berkesan dalam perjalanan hidup gw
Gw mau ber terimakasih buat semua kaskuser, yang udah komen dan kasih saran, yang cuma SR juga

Maaf apabila ada salah tulis / cerita kurang menyenangkan, sampai jumpa di cerita saya yang lain!
Diubah oleh alkist.lelah 16-05-2018 09:08
ummuza dan 3 lainnya memberi reputasi
4

