Kaskus

Story

alkist.lelahAvatar border
TS
alkist.lelah
150 HARI MENCINTAIMU
150 HARI MENCINTAIMU



P R O L O G


Quote:

Spoiler for Wattpad:

Diubah oleh alkist.lelah 17-04-2021 12:49
RideatInFinemAvatar border
someshitnessAvatar border
Gimi96Avatar border
Gimi96 dan 14 lainnya memberi reputasi
15
14.4K
108
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
alkist.lelahAvatar border
TS
alkist.lelah
#83


PART 20 - Pencarian



Hancur, satu kata itu benar benar menggambarkan keadaanku saat ini

Adin pergi meninggalkan luka, luka karena kebodohanku sendiri tentunya, samar samar aku sering mendengar suaranya, sial aku barhalusinasi lagi, aku sudah mencoba menghubunginya berulang kali tapi tidak ada jawaban, bahkan pesan singkat pesan singkat yang ku berikan tidak terkirim.

Sudah 2 hari berlalu sejak Adin pergi, aku benar benar putus asa, semua temannya ku tanya namun tidak ada satupun yang tau, bahkan Nella sendiri tidak tau, yang dia tau hanya Adin pergi ke Semarang.

Aku menyalakan sebatang rokok, menghisapnya perlahan, dan memandangi lampu taman yang sedikit berkedip, mengingatkanku pada saat pertama kali bertemu dengannya, terkadang aku melihat kembali pesan pesan yang dia kirim ke handphone ku, membacanya satu persatu, ku lihat foto fotonya di kamera yang ku rasa dapat mengobati rinduku tapi malah semakin memperparah.

'Aku tidak bisa seperti ini terus' batinku dalam hati.

'Aku harus mencari Adin' sebuah pemikiran yang tiba tiba muncul

Lalu aku mencoba mengumpulkan informasi tentang tempat Adin mendaftar Akmil

Aku bertanya pada beberapa kenalanku yang sekiranya pernah terjun di dunia kemiliteran, aku juga mencoba searching di google tempat tempat pelaksanaan pendaftaran Akmil, sampai akhirnya aku punya beberapa titik terang, tempat itu ada di sekitar Ambarawa.

Aku pun menyusun rencana, aku akan kesana mencari Adin, tekad ku sudah bulat.

Singkat cerita persiapanku sudah matang, aku berangkat menggunakan motor, aku harus berbohong kepada keluargaku, aku bilang aku akan mengunjungi rumah nenekku di Solo, tapi tidak apalah, semua ini demi masalahku sendiri, dan aku harus menyelesaikannya

Aku berangkat pagi pagi sekali, supaya lebih cepat sampai dan bisa langsung memulai pencarian.

Udara pagi ini sangat dingin, aku berangkat sekitar pukul 5 pagi, jarang jarang aku sudah pergi keluar jam segini, jalanan masih lumayan sepi, aku lewat jalur tercepat yang kutahu dari google maps, semoga tidak nyasar..

Singkat cerita aku sudah setengah perjalanan, kemudian aku mencari rumah makan untuk sarapan, sesekali aku pandangi fotoku bersama Adin, berharap aku bisa menemuinya nanti, selesai makan aku segera melanjutkan perjalananku sebelum hari semakin siang.

'Akhirnya sampai' batinku dalam hati lega setelah melihat tanda jalan ''Selamat datang di ... "

Tinggal beberapa menit aku sampai di tempat itu, untuk memastikannya aku bertanya kepada warga yang berjualan dipinggir jalan

"Permisi bu, mau nanya, bener itu tempat yang buat daftar akmil?" tanyaku pada ibu ibu penjual

"Iyaa mas, mas mau daftar?" tanyanya padaku

"Enggak bu, yaudah makasih ya bu" ucapku berterimakasih.

Sebelum mulai pencarian aku mencari tempat untuk istirahat, sebuah kos kosan harian mungkin, aku bertanya pada warga sekitar dan berhasil mendapat 1 kamar kosong di dekat lokasi pencarianku

Setelah membayar uang sewa, dan pemilik kos membersihkan kamar tersebut aku rebahan sebentar, perjalanan 4 jam cukup membuat punggungku kelelahan, apalagi aku sendirian.

Aku melihat fotoku dengan Adin waktu terakhir kali kami pergi bersama, waktu itu kami pergi ke candi di atas bukit untuk melihat sunset, aku masih ingat betul bayangan wajah bahagianya saat itu, kami duduk berdua sambil memakan jagung bakar, sembari matahari mulai tenggelam, benar benar suasana yang sangat kurindukan, andai saat itu kebodohanku tidak menyebabkan semua ini.

Aku mulai pencarianku, dimulai dengan mendatangi tempat tersebut,

"Pak pernah liat orang ini enggak?" tanyaku pada petugas berpakaian TNI yang berjaga di depan gerbang

"Enggak mas, yang jaga kan ganti gantian" jawab petugas tersebut.

Mau tidak mau aku harus menunggu didepan gerbang, karna informasi yang ku dapat, para peserta tinggal di sekitar tempat tersebut, mereka menjalani tes dan latihan di tempat itu, kalau sudah selesai pasti akan pulang, dan tentu saja melewati jalan ini.

Aku menunggu seharian di depan gerbang tempat itu, 1 jam, 2 jam, 3 jam berlalu dan belum ada tanda tanda para peserta.

Sampai pada sore hari waktu menunjukkan pukul 5, langit sudah mulai gelap, para peserta akhirnya keluar dari tempat itu, aku langsung bangkit dari tempatku duduk,

'Aku sudah sangat dekat dengan Adin' batinku dalam hati.

Aku langsung mendekati orang orang itu, aku memandangi mereka 1 per 1, sial mereka terlalu banyak, aku bertanya pada beberapa orang sambil menunjukkan foto Adin

"Mas lihat orang ini engga?" tanyaku pada seseorang

"Wah engga mas, banyak bgt pesertanya" jawab orang itu

Aku terus mencari cari, tapi tidak juga ketemu, sampai sepi, dan Aku tidak bertemu Adin.

Akhirnya aku memutuskan kembali ke kosan, aku berencana melanjutkan pencarianku esok hari.

Keesokkan harinya aku mencoba lagi, aku menunggu ditempat yang sama dengan kemarin, dari pagi hingga sore, aku sudah mencoba bertanya dengan petugas yang berbeda namun jawabannya masih sama, aku menunggu lagi sampai sore.

Sampai genap 3 hari aku mencari Adin, namun hasilnya nihil, aku tidak dapat menemuinya, aku mulai putus asa, aku pergi ke sebuah cafe di kota itu, aku mabuk sampai larut malam sejenak aku memandangi foto Adin, dan alunan lagu dari penyanyi cafe tersebut membuat perasaanku bertambah hancur.

Keesokan paginya aku memutuskan untuk pulang, dengan perasaan kecewa.



.....
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.