- Beranda
- Stories from the Heart
Criminal Puzzle : Murder on Hotel
...
TS
claymite
Criminal Puzzle : Murder on Hotel

HOLLA

Crime-Mystery-Thriller

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:
Diubah oleh claymite 18-06-2018 12:43
anasabila memberi reputasi
1
41.7K
325
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
claymite
#1
Part 1
Jam 8.30, hujan deras mengguyur isi kota, aku yang kebetulan saat itu berkunjung ke New York akhirnya memutuskan untuk menetap di sebuah Hotel bintang 5 yang bernama C'ave Clep Hotel.
Hotel dengan perpaduan arsitektur modern dengan gaya arsitektur khas Eropa ini terbilang sangat mewah. Aku pun bergegas ke resepsionis untuk memesan kamar.
"Selamat malam bu, ingin menginap untuk berapa hari?"
"Selamat malam juga pak, Mmm... 1 hari saja pak"
"Baik, silahkan dipilih fasilitas kamarnya, ada yang luxury dan juga standar"
"Standar"
Aku pun segera melakukan pembayaran di meja resepsionis tersebut. Selesai pembayaran, aku diantarkan oleh seorang pelayan hotel untuk menuju ke kamar yang telah di pesan.
Kamarku ternyata terletak di lantai 7, pertengahan. Di lantai 7, suasana bisa dibilang lumayan ramai dan gak sepi. Kamar no 163, itulah kamarku, uang tip kuberikan kepada pelayan dan kulanjutkan memasuki kamar. Lumayan bagus untuk kamar ukuran standar, ada TV Plasma, sofa empuk, AC dan ranjangnya dekat jendela yang viewnya langsung mengarah ke area kolam renang. Aku pun berbaring sambil menonton tv sejenak, tepat pada jam 10.30 kuputuskan mematikan lampu dan tidur.
Terbangun pada jam 02.00 karena kebelet buang air kecil, kuputuskan langsung pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil dan melanjutkan tidurku lagi. Tapi, ketika aku ingin melanjutkan tidurku, tidak sengaja ku melihat ke arah jendela, disitu nampak seorang perempuan berbaju putih dan rambut pirang panjang, sedang berlari ketakutan dengan kaki yang setengah pincang.
Saya berusaha memandanginya dengan rasa setengah penasaran dan takut. Kemudian datanglah seorang pria dengan memakai topeng mengejar wanita tersebut.
"Tolonggg!!!!!!"Teriak wanita itu tapi tidak ada satupun yang menyahutnya, sang pria itupun berhasil mengejar wanita itu dan mendapatkannya, ia kemudian mencekiknya sang wanita sampai tewas seketika, aku yang melihatnya syok seketika.
Pria dengan topeng tersebut lalu melihat sekitar hotel dan tanpa kuduga melihat ke arah ku yang dari tadi memerhatikannya, ia kemudian membuat sebuah gestur dengan tangannya seolah-olah dia sedang menghitung lantai kamar saya.
Aku masih tidak percaya apa yang terjadi barusan, ia kemudian bergegas masuk ke dalam hotel, firasatku sudah tidak enak, aku punya firasat buruk bahwa bentar lagi dia akan membunuhku karna gestur tubuhnya yang seolah-olah dia sedang menghitung lantai kamar saya. Dengan sigap, ku langsung meraih handphoneku menelepon 911.
"Halo, ada yang bisa saya bantu?"
"Ada pembunuhan!ada pembunuhan!!!dan dia bentar lagi ingin membunuh ku!!"
"Hey, hey, tarik nafas dalam-dalam bu, dimanakah tempatnya?"
"Hotel C'ave Clep, sumpah, aku berani bersumpah, pembunuh itu akan datang kepadaku jika polisi tidak bergegas!!!" Teriakku karena panik.
"Ok bu, tenanglah oke, kami akan mengirimkan polisi ke sana, kira-kira dalam waktu 7 menit, tarik nafas dalam-dalam bu, tenanglah, saya ingin mendengar cerita anda tentang pembunuhan tersebut"
"7 menit?pembunuh itu bakal datang ke kamarku dalam waktu 3 menit!!!"
"Oke bu, sebaiknya anda tenang ok, bagaimana jika sambil menunggu kedatangan polisi, anda bisa cerita tentang kejadiannya?agar kami bisa langsung memproses?"
"Bagaimana aku bisa menceritakannya?aku panik!!!kalo anda pernah berada di posisi ku!anda tidak tahu apa yang harus anda lakukan sekarang!!"
"Hey, tenanglah bu, tenanglah, kamu masih akan hidup bu, berapa umurmu bu?siapa namamu?apa kamu sudah berkeluarga?"
"Namaku Anna, umurku 28 dan aku belum berkeluarga!!!"
Tiba-tiba suara orang berjalan terdengar, aku pun menutup mulutku dengan setengah tanganku, mataku bergelimang airmata, "halo bu?tolong dengarkan aku baik-baik, anda harus tenang, itulah satu-satunya cara agar anda bisa selamat dari ini, semakin anda panik semakin anda...tett...tettt" kumatikan telepon itu dari ponselku, dan aku berusaha menahan tangis dan tidak bersuara, suara orang berjalan makin lama makin terdengar jelas.
"Duk duk duk duk" terdengar suara ketukan pintu.
"Duk duk duk duk" lagi lagi terdengar suara itu, tapi tidak lama kemudian suara itu hilang. Terdengar lah suara gaduh mobil polisi, syukurlah, aku masih selamat. Aku pun memberanikan diri membuka kamar pintuku.
"Halo bu" sapa salah satu personel polisi
"Namaku Ben, aku seorang detektif yang ditugaskan untuk menyelidiki kasus ini, aku ingin penjelasanmu mengenai kejadian ini"
Aku pun menjelaskan seluruh kejadian secara rinci kepada detektif yang bernama Ben itu. Tapi aku masih gak habis pikir, hotel bintang 5 dengan pengawasan 24 jam dan tadi suasana ramai, mendadak sepi. Berbeda 360 derajat dengan suasana hotel sejak aku masuk ke kamar. Kemudian Ben memanggil para pelayan hotel, resepsionis, security, bahkan pemilik hotelnya sekalipun.
"Well, hotel bintang 5, memiliki reputasi bagus, tapi mengapa bisa terjadi pembunuhan secara terang-terangan DI AREA KOLAM RENANG YANG NOTABENE AREA TERBUKA!!!" Bentak Ben kepada mereka
"Mmm maafkan aku, watakku memang begini, sir. Oke, baiklah jelaskan mengapa ini bisa terjadi?" Kata Ben.
"Saya sebagai resepsionis sedang berjaga di area resepsionis dan saya sama sekali tidak mendengar suara jeritan sama sekali" kata sang resepsionis.
"Well alasanmu masuk akal sir, hotel ini memang luas, wajar saja tidak mendengar jeritan" sahut Ben.
"Kami berdua sebagai security sedang ronda malam di tempat yang berbeda, saya sedang ronda di depan, sedangkan teman saya, Tony sedang ronda di area lobby."
"Baiklah, sekarang kalian semua bakal diinterogasi oleh rekan saya, karena saya ingin mengurusi hal lain" kata Ben.
Kemudian mereka semua diinterogasi, termasuk para pelayan dan pemilik hotel yang sebelumnya belum diinterogasi.
Ben yang saat itu sedang mengurusi jenazah berkata kepada saya, "Anna, namamu Anna betul?"
"Ya" jawab saya
"Oke, Anna, menurut kamu, apakah pelaku membunuh korbannya secara dingin atau tidak?"
"Maksudmu, sir?"
"Jangan panggil aku sir, Anna, panggil saja aku Ben. Jadi gini, apakah dia panik saat membunuh korbannya atau tidak?"
"Menurut aku tidak, karena setelah dia membunuh korbannya, pelaku dengan santainya menghitung lantai kamar aku dan dia dengan santainya berjalan"
"Well, berarti yang kita hadapi adalah pembunuh kelas kakap" kata Ben
Tidak lama kemudian, seorang agen CSI datang dan menghampiriku
"Halo, namaku Ronald, aku agen CSI"
"Namaku Anna, aku sebagai saksi"
"Ohh, Anna, hai. Ceritakan bagaimana hal itu bisa terjadi?"
"Sudah dicatat di buku ini, baca itu, semua hal tentang kejadiannya sudah kucatat, ngomong-ngomong kenapa kau tidak datang bersama tim mu?" Ben memotong pembicaraan.
"Ohh, baiklah mister, akan kubaca ini untuk tahu hal-hal mengenai kejadian ini. Aku tidak datang dengan timku karena tim-ku sedang pergi berlibur"
"Pergi berlibur?ohh, apakah kau tidak berlibur juga?" Tanya Ben dengat sedikit sinis
"Timku berlibur ke Maladewa dan aku sebenernya baru saja ingin menyusul timku besok, tapi karena ada sebuah kasus yang harus dituntaskan, aku penasaran dan akan kuambil kasus ini" kata Ronald
"Ohh, sangat profesional sekali yaa.." kata Ben.
Ronald pun membaca catatan yang dikasih Ben.
"Hmmm... Anna, ini kasus yang sangat rumit dan janggal menurutku, disini, Hotel bintang 5 yang mempunyai reputasi bagus, bisa-bisanya ada pembunuhan ditempat ini, dan yang paling aneh adalah pembunuhan ini dilakukan di tempat outdoor, kemana orang-orang hotel ini semua?sampai hanya kamu yang melihat kejadian langsungnya, setidaknya minimal ada satu saksi lain yang bisa kita tanyai mengenai ini,tapi ini tidak ada sama sekali" kata Ronald.
"Ya, aku pun merasakan kejanggalannya, saat aku masuk ke kamar, hotel ini terasa ramai sekali, tidak sepi sama sekali. Tapi ketika terjadi pembunuhan, hotel ini sangat sepi sekali" kataku
"Yaa wajar sajalah, jika hotel ini masih ramai mana mungkin ada pembunuh yang berani membunuh ditempat outdoor, dan toh kejadiannya pada tengah malam" sahut Ben.
"Tapi setidaknya mister, pasti ada beberapa orang lagi dong yang melihat kejadian itu secara itu dilakukan di outdoor, dan tiap kamar memiliki ranjang yang mengarah langsung ke jendela, masa tidak ada lagi orang yang mendengar suara jeritan tersebut?secara Anna tadi bilang korbannya sempat berteriak dan menjerit terlebih dahulu" kata Ronald
"Hmmm, begini agen, bagaimana asumsi mu tentang kejadian ini?" tanya Ben
"Aku belum bisa berasumsi tentang kejadian ini karena belum ada titik terangnya" kata Ronald.
"Apakah kau yakin bahwa ini ada sangkut pautnya dengan konspirasi?" Kata Ben.
"Hmm...mungkin, tapi itu gak pasti" jawab Ronald.
***
Buat mulustrasi dan part selanjutnya nanti segera diupdate. Mohon masukannya juga yaa soalnya ane baru first time bikin sfth
.Diubah oleh claymite 18-05-2018 08:52
0







