- Beranda
- Stories from the Heart
Diary 2 Dunia
...
TS
agusk1988
Diary 2 Dunia

Terima kasih mas AWAYAYE untuk cover keren nya.
Ilustrasi Ronggo Geni

Ilustrasi Dewi Puspa Kenanga

Halo agan/aganwati kaskuser sekalian. Halo juga untuk para momod sekalian. Gue adalah silent reader yang udah lama melintang di forum kaskus. Terkhusus untuk sub forum stories from the heart. Kali ini perkenankan gue untuk menceritakan sebuab kisah klasik tentang perjalanan anak manusia yang berawal mula beberapa tahun lalu.
Jika kalian bertanya ini real atau fiksi.? gue kembali kan ke pribadi para reader sekalian. Daripada pada nanti para reader sekalian kepo, anggap saja cerita ini fiksi
Tapi terlepas dari itu semua,, percaya lah bahwa " mereka", beserta " dunia mereka" itu ada. Jadi hormati lah " mereka" seperti kita menghormati sesama kita. Karena pada dasarnya " mereka" sama seperti kita. Ada baik, jahat beserta segala hal yang tak bisa di jelaskan secara logika.
Dan yang terakhir, harap patuhi rule yang berlaku di sub forum ini. Karena menghormati orang lain itu secara tidak langsung membuat kita juga akan di hormat i.
Silahkan di nikmati
Quote:
Spoiler for ILUSTRASI:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 165 suara
Menurut Kalian Bagaimana Seharusnya Thread Ini Berjalan Ke Depannya
Tetep seperti sudah sudah mas, penuh dengan pesan kehidupan
90%
Tamat in saja mas,, sudah terlalu mainstream seperti Thread lain
9%
No Comment mas, emang situ siapa..?
1%
Diubah oleh agusk1988 18-07-2021 04:03
User telah dihapus dan 26 lainnya memberi reputasi
23
1M
2.9K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
agusk1988
#2296
PART 88
Dengan secepat kilat aku dan kang paijo melompat ke arah semak dan sembunyi di balik pohon besar yang menjulang dengan tinggi nya menembus langit..
Semakin lama deru langkah yang tadinya terdengar lirih,, kini semakin terdengar keras di telinga ku mendekati jalan tempat pertama kali diri ku dan kang paijo sampai disini..
Dan benar saja,, sekelompok orang dengan armor perang berwarna emas berjalan dengan rapi nya.. Bentuk tubuhnya tinggi langsing dengan warna rambut cokelat keemasan.. Telinga mereka sedikit lebar dengan ujung yang meruncing.. Siapa mereka ini,, mereka bukan manusia atau jin seperti yang selama ini aku lihat..
Karena penasaran dengan seluk beluk tempat ini,, aku dan kang paijo secara diam-diam berinisiatif untuk mengikuti kemana langkah rombongan prajurit tadi akan berhenti .. Dengan menyamarkan aura ku,, aku berhasil mengikuti rombongan prajurit tadi tanpa sekali pun diketahui oleh mereka.. Dan alangkah terkejut nya diriku saat telah keluar dari hutan.. ..
Aku sampai di sebuah tempat yang sangat indah dengan arsitektur bangunan yang mustahil bisa bisa di contoh oleh manusia.. Sebuah kota kerajaan yang yang terletak di sisi bukit.. bahkan aku tak ingat kalau nenek moyang kita dulu pernah membangun kerajaan seperti ini.. seperti yang di ajarkan saat pelajaran sejarah.. ..
Berbeda dengan saat di kedalaman hutan yang langit nya kemerahan,, langit di tempat ini terlihat lebih cerah dan sangat sejuk udara nya.. Penduduk disini juga tak jauh berbeda perawakan nya dengan para prajurit tadi.. Yang membedakan hanyalah baju yang melingkar di tubuh mereka..
Aku yakin masyarakat disini memiliki sistem strata sosial.. Karena saat aku perhatikan lebih seksama,, penduduk satu yang lain nya sedikit berbeda corak serta detail pakaian yang dikenakan nya,, tapi yang membuat ku sangat takjub,, penduduk disini sangat elok dan rupawan tampang nya..
Hampir sulit membedakan mana laki laki mana perempuan kalau saja anatomi tubuh mereka berbeda dengan manusia pada umumnya..
Karena tak ingin menarik perhatian,, aku dan kang paijo mencuri sebuah jubah dengan penutup kepala dari pasar yang ada di kota kerajaan ini,, kami melanjutkan perjalanan kami mengikuti rombongan prajurit tadi karena mereka terus melanjutkan perjalanan menuju semakin ke tengah kota..
Di ujung kota yang terletak di sisi bukit,, terdapat lah sebuah istana,,sebuah istana yang sangat megah dengan dua menara menjulang tinggi di sisi kanan dan kiri.. selain istana seperti nya tempat tersebut di fungsi kan juga sebagai benteng pertahanan.. Terlihat dari struktur bangunan nya yang di pisah kan oleh sebuah sungai dan harus melalui sebuah jembatan terlebih dahulu untuk sampai di istana tersebut.. Dan kesana lah tujuan para prajurit tadi..
Saat sudah sampai di sisi sungai,, prajurit yang berada di sisi istana menurunkan sebuah jembatan yang terbuat dari batu beton.. Aneh nya,, jembatan tersebut muncul begitu saja saat komandan dari prajurit tadi berdialog dengan prajurit yang berada di sisi istana.. Sial nya aku tak tahu apa yang mereka bicara kan.. Soalnya aku tak paham bahasa yang mereka gunakan..
Dan saat semua rombongan prajurit tadi sudah selesai menyeberang,, jembatan tadi hilang begitu saja.. Tak ingin ketinggalan,, sesaat sebelum jembatan tadi menghilang aku dan kang paijo ikut menyeberang dan menyelinap masuk ke dalam istana..
Setelah berhasil masuk ke dalam area istana,, aku dan kang paijo memeriksa seluruh area istana secara diam-diam.. Namun Luas sekali istana ini,.. tidak sesempit yang aku kira .. Aku safari satu hari juga belum tentu selesai menyusuri semua tempat di dalamnya..
Karena putus asa dan tak tahu harus kemana ,, aku memilih untuk kembali mengikuti para prajurit tadi yang sepertinya ingin menghadap ke pemimpin mereka.. Saat sudah sampai di dalam istana,, sebuah pemandangan yang lebih menakjubkan terpampang di depan mata ku..
Sebuah istana yang lantai nya seperti terbuat dari kaca,, pilar pilar yang menopang langit langit nya berkilau keemasan menyilaukan mata yang memandang nya ..
Tak ingin larut dalam buaian,, aku menghentikan kekagumanku sejenak pada istana ini dan berjalan kembali mengendap endap di balik pilar.. Para prajurit tadi menghentikan langkah nya dan kini duduk bersimpuh di hadapan dua orang yang berada di atas sebuah singgasana.. Mereka berbicara sesuatu kepada kedua orang tadi.. Namun lagi lagi aku tak mengerti apa percakapan mereka..
Seorang dari mereka lelaki dengan memakai jubah yang terbuat dari sutra disertai mahkota yang bertahtakan berlian di atas nya.. Smentra satu orang lain nya perempuan dengan atribut yang sama namun dengan mahkota yang lebih kecil..
Wajah kedua orang tadi sangat elok dan rupawan.. Bahkan aku sangat terpesona pada perempuan yang saat ini duduk di atas singgasana..
Mata nya lentik dengan bibir tipis merah merona,, sementara itu hidung mancung nya sangat sesuai dengan bentuk wajah nya yang oval.. Saat aku tengah asyik memandangi sosok perempuan tadi,, tanpa sengaja dia menoleh ke arah tempat ku dan kang paijo berada.. Refleks, aku pun membuang muka dan bersembunyi di balik sebuah yang lebih besar dari pilar pilar lainnya..
Perempuan tadi sepertinya sadar kalau aku memperhatikan nya,, sebab tak lama kemudian aku mendengar langkah kaki yang berjalan perlahan menuju pilar tempat diri ku dan kang paijo bersembunyi..
Dari balik pilar perempuan tadi mengintip dan lantas tersenyum kepada ku.. Padahal aku sudah menyamarkan aura ku,, namun kenapa dia masih sadar akan keberadaan ku..
Tahu di dalam istana nya ada penyusup,, pemimpin prajurit yang tadi bersimpuh di depan orang yang duduk di atas singgasana,, kini berganti berlari ke arah ku dan dengan di bantu anak buah nya,, dia menyergap ku yang sedang asyik memandang i sosok perempuan tadi.. Sengaja aku membiarkan diri ku tertangkap karena aku ingin tahu sebenarnya aku ini dimana..
King Elyon mencecar ku dengan berbagai macam pertanyaan.. Di awali dengan bagaimana kronologis nya aku bisa terperosok ke wilayah kekuasaan nya,, sampai dari mana aku mendapatkan kekuatan lebih seperti yang aku miliki saat ini.. Aku yakin King Elyon dan Princess Elysia memiliki ilmu yang sangat tinggi.. Sebab beliau bisa tahu kalau aku memiliki kemampuan lebih hanya dari pandangan mereka berdua,, sementara panglima Lelrond baru tahu kelebihan yang aku miliki setelah Princess Elysia yang menjelaskan nya..
Kang Paijo hanya bisa berdiri mematung tanpa sekali pun menjawab pertanyaan yang di lontar kan oleh King Elyon.. Princess Elysia sesekali tertawa kecil melihat tingkah laku kang paijo.. Aku sendiri sebisa mungkin berusaha menjawab pertanyaan King Elyon dengan bijak.. Karena bila saja aku salah kata dalam menjawab pertanyaan King Elyon, bisa jadi selama nya aku akan terperangkap di Kingdom Land of Light..
King Elyon sepertinya puas dengan setiap jawaban yang aku berikan,, dan tiba saatnya dia sampai pada pertanyaan terakhir.. Namun hal itu urung dia lakukan karena ada seorang perempuan yang memakai seragam pelayan berlari lari tergopoh gopoh menuju aula tempat ku dan kang paijo di interogasi..
Wajah King Elyon mendadak cemas saat melihat kedatangan pelayan tadi yang terlihat terburu-buru..
Tiba tiba saja tangis King Elyon dan Princess Elsya pecah saat mendengar ucapan pelayan barusan.. Sorak sorai prajurit yang berada di belakang ku pun riuh terdengar hingga memenuhi setiap sudut aula istana yang luas ini..
Aku dan kang paijo hanya bisa bengong dan saling tatap karena tak tahu apa yang sesungguhnya terjadi..
Karena kesabaran ku sudah sampai di ujung,, aku memberi isyarat agar kang paijo mengeluarkan senjata andalan milik nya yang di dapatkan tempo hari saat ritual.. Kang paijo faham dengan isyarat yang ku berikan dan dia lantas merapalkan sesuatu..
Setelah menunggu aba aba dari ku,, aku mengeluarkan keris Chandra Wisesa milik ku dan berguling sembari menepis pedang panglima Lelrond.. Panglima Lelrond terkejut dengan perlawanan yang ku berikan.. Namun keterkejutan nya tak berhenti sampai disitu.. Sebab saat aku berguling menjauh,, kang paijo mengeluarkan tombak sakti nya dan melompat menerjang ke arah Panglima Lelrond untuk melancarkan serangan balasan..
Tak siap dengan serangan dadakan yang diberikan kang paijo,, Panglima Lelrond pun tersungkur ke lantai setelah menerima telak pukulan gagang tombak milik kang paijo.. Tak ayal hal ini membuat Panglima Lelrond murka dan lantas meminta para pasukan nya membidik ku dengan panah yang selalu menempel di tubuh para prajurit..
Kang paijo dan diriku kini menjadi sasaran empuk puluhan anak panah yang siap untuk menembus tubuh kami.. Namun sebelum anak panah tersebut mengenai tubuh kami,, sebuah cahaya api tiba-tiba muncul mementahkan puluhan anak panah tadi ke lantai..
Cahaya api tersebut lantas mengeluarkan energi tenaga dalam yang membuat para pemanah tadi terpental ke belakang dan jatuh ke lantai sembari meringis menahan sakit..
Setelah berunding Beberapa saat,, King Elyon dan Princess Elysia mengijinkan ku melihat keadaan Queen Elyana.. Jadilah aku dan kang paijo saat itu menuju kamar tempat Queen Elyana beristirahat..
Dari belakang aku mengikuti kemana pun Freiya melangkah.. King Elyon, Princess Elysia dan Panglima Lelrond juga ikut dengan kami.. Sementara pasukan yang tadi mengikuti nya di bubarkan dari aula istana dan diperintahkan agar kembali ke pos siaga masing-masing..
Sepertinya Panglima Lelrond benar-benar orang yang penting bagi kerajaan ini.. Sebab menurut ku tak sembarangan orang di perbolehkan untuk pergi ke kamar permaisuri..
Saat keluar dari aula istana dan berjalan menuju kamar Queen Elyana,, aku disuguhkan pemandangan yang sangat memanjakan mata.. Kalau saja tidak mengingat status ku sebagai seorang manusia dan tidak sepatutnya berada disini , mungkin aku akan betah untuk tinggal disini..
Tak ada penjaga yang terlihat di depan pintu kamar ini.. Kalau ada penyusup yang menyerang Queen Elyana ketika dalam kondisi tak sadar kan diri bagaimana..
Saat sampai di dalam kamar,, aku dari kejauhan melihat seorang perempuan mengenakan gaun tidur sedang terbaring lemas di ranjang.. Dia terkejut dengan kedatangan kami yang bergerombol.. Ingin rasanya dia bangun dari ranjang nya dan melihat siapa yang datang membesuk nya.. Namun hal itu mustahil di lakukan karena untuk menopang kepalanya saja dia tidak sanggup..
Aku, kang paijo dan Panglima Lelrond hanya melihat dari jauh reuni keluarga ini.. Karena tak ingin mengganggu keintiman mereka..
Quote:
Dengan secepat kilat aku dan kang paijo melompat ke arah semak dan sembunyi di balik pohon besar yang menjulang dengan tinggi nya menembus langit..
Semakin lama deru langkah yang tadinya terdengar lirih,, kini semakin terdengar keras di telinga ku mendekati jalan tempat pertama kali diri ku dan kang paijo sampai disini..
Dan benar saja,, sekelompok orang dengan armor perang berwarna emas berjalan dengan rapi nya.. Bentuk tubuhnya tinggi langsing dengan warna rambut cokelat keemasan.. Telinga mereka sedikit lebar dengan ujung yang meruncing.. Siapa mereka ini,, mereka bukan manusia atau jin seperti yang selama ini aku lihat..
Karena penasaran dengan seluk beluk tempat ini,, aku dan kang paijo secara diam-diam berinisiatif untuk mengikuti kemana langkah rombongan prajurit tadi akan berhenti .. Dengan menyamarkan aura ku,, aku berhasil mengikuti rombongan prajurit tadi tanpa sekali pun diketahui oleh mereka.. Dan alangkah terkejut nya diriku saat telah keluar dari hutan.. ..
Aku sampai di sebuah tempat yang sangat indah dengan arsitektur bangunan yang mustahil bisa bisa di contoh oleh manusia.. Sebuah kota kerajaan yang yang terletak di sisi bukit.. bahkan aku tak ingat kalau nenek moyang kita dulu pernah membangun kerajaan seperti ini.. seperti yang di ajarkan saat pelajaran sejarah.. ..
Berbeda dengan saat di kedalaman hutan yang langit nya kemerahan,, langit di tempat ini terlihat lebih cerah dan sangat sejuk udara nya.. Penduduk disini juga tak jauh berbeda perawakan nya dengan para prajurit tadi.. Yang membedakan hanyalah baju yang melingkar di tubuh mereka..
Aku yakin masyarakat disini memiliki sistem strata sosial.. Karena saat aku perhatikan lebih seksama,, penduduk satu yang lain nya sedikit berbeda corak serta detail pakaian yang dikenakan nya,, tapi yang membuat ku sangat takjub,, penduduk disini sangat elok dan rupawan tampang nya..
Hampir sulit membedakan mana laki laki mana perempuan kalau saja anatomi tubuh mereka berbeda dengan manusia pada umumnya..
Karena tak ingin menarik perhatian,, aku dan kang paijo mencuri sebuah jubah dengan penutup kepala dari pasar yang ada di kota kerajaan ini,, kami melanjutkan perjalanan kami mengikuti rombongan prajurit tadi karena mereka terus melanjutkan perjalanan menuju semakin ke tengah kota..
Quote:
Di ujung kota yang terletak di sisi bukit,, terdapat lah sebuah istana,,sebuah istana yang sangat megah dengan dua menara menjulang tinggi di sisi kanan dan kiri.. selain istana seperti nya tempat tersebut di fungsi kan juga sebagai benteng pertahanan.. Terlihat dari struktur bangunan nya yang di pisah kan oleh sebuah sungai dan harus melalui sebuah jembatan terlebih dahulu untuk sampai di istana tersebut.. Dan kesana lah tujuan para prajurit tadi..
Saat sudah sampai di sisi sungai,, prajurit yang berada di sisi istana menurunkan sebuah jembatan yang terbuat dari batu beton.. Aneh nya,, jembatan tersebut muncul begitu saja saat komandan dari prajurit tadi berdialog dengan prajurit yang berada di sisi istana.. Sial nya aku tak tahu apa yang mereka bicara kan.. Soalnya aku tak paham bahasa yang mereka gunakan..
Dan saat semua rombongan prajurit tadi sudah selesai menyeberang,, jembatan tadi hilang begitu saja.. Tak ingin ketinggalan,, sesaat sebelum jembatan tadi menghilang aku dan kang paijo ikut menyeberang dan menyelinap masuk ke dalam istana..
Quote:
Setelah berhasil masuk ke dalam area istana,, aku dan kang paijo memeriksa seluruh area istana secara diam-diam.. Namun Luas sekali istana ini,.. tidak sesempit yang aku kira .. Aku safari satu hari juga belum tentu selesai menyusuri semua tempat di dalamnya..
Karena putus asa dan tak tahu harus kemana ,, aku memilih untuk kembali mengikuti para prajurit tadi yang sepertinya ingin menghadap ke pemimpin mereka.. Saat sudah sampai di dalam istana,, sebuah pemandangan yang lebih menakjubkan terpampang di depan mata ku..
Sebuah istana yang lantai nya seperti terbuat dari kaca,, pilar pilar yang menopang langit langit nya berkilau keemasan menyilaukan mata yang memandang nya ..
Tak ingin larut dalam buaian,, aku menghentikan kekagumanku sejenak pada istana ini dan berjalan kembali mengendap endap di balik pilar.. Para prajurit tadi menghentikan langkah nya dan kini duduk bersimpuh di hadapan dua orang yang berada di atas sebuah singgasana.. Mereka berbicara sesuatu kepada kedua orang tadi.. Namun lagi lagi aku tak mengerti apa percakapan mereka..
Seorang dari mereka lelaki dengan memakai jubah yang terbuat dari sutra disertai mahkota yang bertahtakan berlian di atas nya.. Smentra satu orang lain nya perempuan dengan atribut yang sama namun dengan mahkota yang lebih kecil..
Wajah kedua orang tadi sangat elok dan rupawan.. Bahkan aku sangat terpesona pada perempuan yang saat ini duduk di atas singgasana..
Mata nya lentik dengan bibir tipis merah merona,, sementara itu hidung mancung nya sangat sesuai dengan bentuk wajah nya yang oval.. Saat aku tengah asyik memandangi sosok perempuan tadi,, tanpa sengaja dia menoleh ke arah tempat ku dan kang paijo berada.. Refleks, aku pun membuang muka dan bersembunyi di balik sebuah yang lebih besar dari pilar pilar lainnya..
Perempuan tadi sepertinya sadar kalau aku memperhatikan nya,, sebab tak lama kemudian aku mendengar langkah kaki yang berjalan perlahan menuju pilar tempat diri ku dan kang paijo bersembunyi..
Dari balik pilar perempuan tadi mengintip dan lantas tersenyum kepada ku.. Padahal aku sudah menyamarkan aura ku,, namun kenapa dia masih sadar akan keberadaan ku..
Tahu di dalam istana nya ada penyusup,, pemimpin prajurit yang tadi bersimpuh di depan orang yang duduk di atas singgasana,, kini berganti berlari ke arah ku dan dengan di bantu anak buah nya,, dia menyergap ku yang sedang asyik memandang i sosok perempuan tadi.. Sengaja aku membiarkan diri ku tertangkap karena aku ingin tahu sebenarnya aku ini dimana..
Quote:
King Elyon mencecar ku dengan berbagai macam pertanyaan.. Di awali dengan bagaimana kronologis nya aku bisa terperosok ke wilayah kekuasaan nya,, sampai dari mana aku mendapatkan kekuatan lebih seperti yang aku miliki saat ini.. Aku yakin King Elyon dan Princess Elysia memiliki ilmu yang sangat tinggi.. Sebab beliau bisa tahu kalau aku memiliki kemampuan lebih hanya dari pandangan mereka berdua,, sementara panglima Lelrond baru tahu kelebihan yang aku miliki setelah Princess Elysia yang menjelaskan nya..
Kang Paijo hanya bisa berdiri mematung tanpa sekali pun menjawab pertanyaan yang di lontar kan oleh King Elyon.. Princess Elysia sesekali tertawa kecil melihat tingkah laku kang paijo.. Aku sendiri sebisa mungkin berusaha menjawab pertanyaan King Elyon dengan bijak.. Karena bila saja aku salah kata dalam menjawab pertanyaan King Elyon, bisa jadi selama nya aku akan terperangkap di Kingdom Land of Light..
King Elyon sepertinya puas dengan setiap jawaban yang aku berikan,, dan tiba saatnya dia sampai pada pertanyaan terakhir.. Namun hal itu urung dia lakukan karena ada seorang perempuan yang memakai seragam pelayan berlari lari tergopoh gopoh menuju aula tempat ku dan kang paijo di interogasi..
Wajah King Elyon mendadak cemas saat melihat kedatangan pelayan tadi yang terlihat terburu-buru..
Quote:
Tiba tiba saja tangis King Elyon dan Princess Elsya pecah saat mendengar ucapan pelayan barusan.. Sorak sorai prajurit yang berada di belakang ku pun riuh terdengar hingga memenuhi setiap sudut aula istana yang luas ini..
Aku dan kang paijo hanya bisa bengong dan saling tatap karena tak tahu apa yang sesungguhnya terjadi..
Quote:
Karena kesabaran ku sudah sampai di ujung,, aku memberi isyarat agar kang paijo mengeluarkan senjata andalan milik nya yang di dapatkan tempo hari saat ritual.. Kang paijo faham dengan isyarat yang ku berikan dan dia lantas merapalkan sesuatu..
Setelah menunggu aba aba dari ku,, aku mengeluarkan keris Chandra Wisesa milik ku dan berguling sembari menepis pedang panglima Lelrond.. Panglima Lelrond terkejut dengan perlawanan yang ku berikan.. Namun keterkejutan nya tak berhenti sampai disitu.. Sebab saat aku berguling menjauh,, kang paijo mengeluarkan tombak sakti nya dan melompat menerjang ke arah Panglima Lelrond untuk melancarkan serangan balasan..
Tak siap dengan serangan dadakan yang diberikan kang paijo,, Panglima Lelrond pun tersungkur ke lantai setelah menerima telak pukulan gagang tombak milik kang paijo.. Tak ayal hal ini membuat Panglima Lelrond murka dan lantas meminta para pasukan nya membidik ku dengan panah yang selalu menempel di tubuh para prajurit..
Kang paijo dan diriku kini menjadi sasaran empuk puluhan anak panah yang siap untuk menembus tubuh kami.. Namun sebelum anak panah tersebut mengenai tubuh kami,, sebuah cahaya api tiba-tiba muncul mementahkan puluhan anak panah tadi ke lantai..
Cahaya api tersebut lantas mengeluarkan energi tenaga dalam yang membuat para pemanah tadi terpental ke belakang dan jatuh ke lantai sembari meringis menahan sakit..
Quote:
Setelah berunding Beberapa saat,, King Elyon dan Princess Elysia mengijinkan ku melihat keadaan Queen Elyana.. Jadilah aku dan kang paijo saat itu menuju kamar tempat Queen Elyana beristirahat..
Quote:
Dari belakang aku mengikuti kemana pun Freiya melangkah.. King Elyon, Princess Elysia dan Panglima Lelrond juga ikut dengan kami.. Sementara pasukan yang tadi mengikuti nya di bubarkan dari aula istana dan diperintahkan agar kembali ke pos siaga masing-masing..
Sepertinya Panglima Lelrond benar-benar orang yang penting bagi kerajaan ini.. Sebab menurut ku tak sembarangan orang di perbolehkan untuk pergi ke kamar permaisuri..
Saat keluar dari aula istana dan berjalan menuju kamar Queen Elyana,, aku disuguhkan pemandangan yang sangat memanjakan mata.. Kalau saja tidak mengingat status ku sebagai seorang manusia dan tidak sepatutnya berada disini , mungkin aku akan betah untuk tinggal disini..
Quote:
Tak ada penjaga yang terlihat di depan pintu kamar ini.. Kalau ada penyusup yang menyerang Queen Elyana ketika dalam kondisi tak sadar kan diri bagaimana..
Saat sampai di dalam kamar,, aku dari kejauhan melihat seorang perempuan mengenakan gaun tidur sedang terbaring lemas di ranjang.. Dia terkejut dengan kedatangan kami yang bergerombol.. Ingin rasanya dia bangun dari ranjang nya dan melihat siapa yang datang membesuk nya.. Namun hal itu mustahil di lakukan karena untuk menopang kepalanya saja dia tidak sanggup..
Quote:
Aku, kang paijo dan Panglima Lelrond hanya melihat dari jauh reuni keluarga ini.. Karena tak ingin mengganggu keintiman mereka..
efti108 dan 11 lainnya memberi reputasi
12



)